Sinopsis Dream High Episode 2

Review Episode 1 :

Baek Hae dan Hye Mi berlari memasuki halaman sekolah Kirin dan sebelum masuk kedalam sekolah Kirin itu Baek Hae berdoa agar dirinya diberikan potensi dan dapat lolos audisi ini. Dan ternyata doa Baek Hae di kabulkan. Ha Myung menyatakan bahwa Baek Hae lolos audisi, sementara Hye Mi tidak lolos audisi ini. Hye Mi tentu saja sangat kaget saat mendengar keputusan Ha Myung itu.




EPISODE 2

Hye Mi berlutut di depan Ha Myung dan membuat semuanya kaget. Bahkan Bae Hae juga sangat kaget dengan hal yang di lakukan oleh Hye Mi itu. Hye Mi berkata, "Aku memohon padamu. Tolong selamatkan aku."



Orang-orang di ruang tunggu dapat melihat kejadian di ruang audisi dan mereka pun tertawa saat melihat Hye Mi yang berlutut. Sedangkan Jin Gu hanya menatap ke layar TV itu dengan wajah serius.



Hye Mi masih terus memohon pada Ha Myung, "Aku harus lolos audisi." Ha Myung membuka profile Hye Mi dan berkata, "Melihat profilemu ini sepertinya tidak ada masalah untukmu jika masuk kedalam sekolah normal biasa." Hye Mi bersikukuh bahwa dia harus masuk kedalam sekolah Kirin, "Aku harus lolos audisi. Aku... Lalu apa yang harus aku lakukan? Jika pertunjukanku mengecewakan maka aku akan menggantinya. Jika penampilanku buruk maka aku akan bekerja keras. Aku memohon padamu untuk menerimaku. Pikirkanlah apapun yang akan aku lakukan..." Ha Myung tidak suka dengan sikap Hye Mi dan memarahinya, "Berhentilah memohon. Hal itu lebih rendah kelakuannya dari pada masyarakat kelas 3!" Baek Hae yang mendengar kata-kata Ha Myung itu tersenyum puas.

Hye Mi kesal sekali dengan ucapan Ha Myung itu sehingga dia bangkit dari posisi berlututnya, "Aku tadi itu tidak berlutut di depanmu." Ha Myung kebingungan, "Jika tidak, lalu apa yang tadi aku lihat?" Hye Mi menjawab, "Aku hanya.... Hanya... Hanya untuk melihat lubang hidungmu!!"



Murid-murid di ruang tunggu pun tertawa saat mendengarkan kata-kata Hye Mi. Bahkan Jin Gu pun ikut tertawa. Para guru di ruang audisi pun berusaha menahan tawanya.



Hye Mi berkata pada Ha Myung, "Aku akan membuktikan padamu suatu saat nanti bahwa pilihanmu itu salah!" Tiba-tiba saja Baek Hae menimpal, "Tidak. Aku yang akan membuktikannya bahwa pilihan dia itu benar." Ha Myung tersenyum melihat sikap Baek Hae yang percaya diri. Hye Mi berjalan menghampiri Baek Hae dan berbisik pelan, "Kau ini lelucon!!" Hye Mi berjalan keluar dari ruang audisi dengan sombongnya. Setelah Hye Mi pergi, Baek Hae pun terjatuh lemas. Para guru dengan panik langsung menenangkan Baek Hae, "Apakah kau baik-baik saja?"



Kepala Sekolah Bum Soo berniat menghancurkan profile Hye Mi, namun Ha Myung mencegahnya dan mengambil profile Hye Mi itu.



Hye Mi keluar dari gedung sekolah kirin dengan penuh kekesalan. Bahkan Hye Mi langsung merobek nomor peserta audisinya. Tiba-tiba Hye Mi melihat orang suruhannya Doo Sik dan dia terlihat panik. Hye Mi mendapatkan sms dari adiknya yang mengatakan bahwa adiknya sudah di usir dari rumah.



Baek Hae sudah merasa tenang dan dia pun berjalan keluar dari ruang audisi, namun kemudian dia berhenti berjalan dan membalikan badan menatap Ha Myung, "Saat Ibuku mengandungku, dia memiliki mampi anak-anak. Karena mimpi ibuku mengenai serangga maka dia menolakku. Dia mengatakan bahwa aku ini tidak mungkin sukses. Hmm... Aku dipilih karena aku memiliki bakat, kan?" Ha Myung menatap kalung dengan lambang 'K' dan kemudian meminta Baek Hae untuk berjalan mendekat ke arahnya. Baek Hae pun berjalan pelan ke arah Ha Myung. Ha Myung tiba-tiba memberikan kalung itu pada Baek Hae, Baek Hae yang kebingungan pun bertanya, "Hm apa ini?" Ha Myung menjawab, "Apa kau tidak tahu mengenai jimat? Cobalah mengerti hal itu dalam hal yang baik."

Baek Hae menatap kalung itu dan berkata, "Kalau begitu, Aku tidak memiliki moral yang buruk kan?" Ha Myung tersenyum mendengarnya. Baek Hae mulai menangis dan berkata, "Terima kasih banyak. Aku akan benar-benar bekerja keras. Terima kasih banyak. Terima kasih..." Baek Hae memberikan salam hormat pada semua guru lalu pergi dari ruang audisi.




Tiba-tiba Kepala Sekolah Bum Soo berkomentar, "Bukankah biasanya arti bermimpi serangga itu buruk?" Ha Myung hanya berkomentar singkat, "Oh." Itu membuat Kepala sekolah malu karena tanggapan dingin Ha Myung.



Peserta selanjutnya yang di panggil adalah Jo In Sung dengan nomor peserta 1290. Jo In Sung belum masuk kedalam ruang audisi karena dia masih ada di dalam kamar mandi. Jin Gu bertanya pada In Sung dari luar kamar mandi, "Apa kau belum selesai?" In Sung menjawab, "Aish aku benar-benar menjadi gila. Mengapa hal ini datang menimpaku disaat ada hal penting ini?" Jin Gu berkata, "Sudah cepatlah keluar." In Sung berkomentar, "Tidak bisa. Aku terus berusaha." Jin Gu kesal dan berkata bahwa hal ini sungguh memalukan. In Sung lalu berkata, "Berikan aku waktu 5 menit... Ah no no 3 menit saja! Aku akan segera keluar setelah menyeleseaikan hal ini."



Kepala sekolah Bum Soo memarahi Oh Hyuk karena peserta audisi tidak juga datang, "Ini sudah memakan banyak waktu!! Cepat panggil peserta selanjutnya!!" Oh Hyuk menjawab, "Aku sedang mencoba mengaturnya namun ada seseorang yang mengacaukan rencana." Para guru pun kaget mendengar hal tersebut. Oh Hyuk berkata, "Ya aku akan memikirkan solusinya." Oh Hyuk pun pergi dari ruang audisi.



Ternyata seseorang yang membuat kekacauan itu adalah Jin Gu. Jin Gu melakukan kekacauan ini agar memberikan waktu untuk In Sung. Beberapa petugas mencoba menghentikan aksi Jin Gu itu namun Jin Gu tetap memberontak dan membuat petugas kewalahan. Oh Hyuk juga berusaha menghentikan Jin Gu, namun dia justru menjadi korban semprotan alat pemadam kebakaran yang di lakukan oleh Jin Gu. Para peserta pun jadi ikut riuh karena penasaran dengan sosok pengacau itu.



Jin Gu berusaha menghindar dari para petugas namun sayangnya Jin Gu justru memasuki ruang audisi. Ha Myung yang melihat pengacau pun langsung berkata, "Hey Hyun Shi Hyuk! Jika kau ingin menunda audisi ini, mengapa kau tidak menampilkan bakat dance-mu?" Jin Gu kaget karena Ha Myung mengetahui nama aslinya dan dia pun menatap Ha Myung dengan penuh amarah, "Siapa kau hah?" Ha Myung balas bertanya, "Mengapa kau tidak dance?" Jin Gu benar-benar marah pada Ha Myung dan membentaknya, "Aku bertanya padamu, siapa kamu hah?" Para guru pun terdiam melihat kejadian ini. Petugas keamanan pun langsung menggriring Jin Gu keluar dari ruang audisi.



In Sung sudah selesai dengan urusan di kamar mandinya dan dia bertemu dengan Jin Gu yang wajahnya terlihat kesal. In Sung berkata, "Waktunya tepat." Jin Gu yang sedang kesal pun meminta In Sung pergi. In Sung tidak mengerti dan bertanya, "Kenapa? Apa yang terjadi Jin Gu?" Jin Gu tidak menjawab dan memilih pergi dari gedung Sekolah Kirin.



Saat berjalan pergi, Jin Gu mendengar ada suara music dan dia melihat Jason sedang ngedance. Jin Gu terdiam dan dia terus memperhatian Jason. Jason sadar bahwa dia terus di perhatikan dan dia pun balas menatap Jin Gu. Jin Gu kebingungan dan memutuskan untuk pergi meninggalkan Jason.



Hye Mi berusaha mencari jalan keluar dari Sekolah Kirin ini tanpa di ketahui oleh Doo Sik. Dia melihat ada seseorang yang membawa motor dan Hye Mi pun meminta tumpangan pada orang itu. Dan ternyata orang yang membawa motor itu adalah Jin Gu.Hye Mi kaget saat mengetahui bahwa orang itu adalah Jin Gu. Jin Gu berkata, "Aku tadi tidak mendengar kata-katamu dengan jelas. Apa yang kau katakan?" Hye Mi menjawab, "Aku tidak mengatakan apapun." Jin Gu berkata, "Mengapa kau tidak membiarkanku menolongmu hah?" Hye Mi kesal dan tetap menolak bantuan Jin Gu, "Apa yang tadi aku katakan? Aku tidak mengatakan apapun." Jin Gu mulai menghidupkan motornya dan Hye Mi berjalan pergi begitu saja.



Doo Sik yang terus menunggu Hye Mi di depan Sekolah Kirin pun mulai kebingungan karena Hye Mi belum keluar juga. Jin Gu mengendarai motornya dan dia melewati sosok Doo Sik. Jin Gu ingat siapa Doo Sik dan dia pun mengerti sesuatu.

Hye Mi berusaha keluar dari sekolah Kirin melalui jalan lain dan tiba-tiba saja ada yang memanggilnya. Hye Mi ketakutan jika yang memanggilnya itu adalah Doo Sik, tapi ternyata yang memanggilnya itu adalah Jin Gu. Jin Gu menghampiri Hye Mi dan memberikan Helm, namun Hye Mi menolaknya. Jin Gu pun kembali ke motornya dan siap mengendarainya namun kemudian dia merasa ada yang aneh, saat melihat ke arah belakang motornya ternyata Hye Mi sudah duduk di belakangnya. Jin Gu pun tersenyum melihat hal itu. Hye Mi menarik syal Jin Gu untuk sebagai pegangan. Jin Gu pun tentu langsung protes pada Hye Mi, "Hey pegang pingganggu!!" Hye Mi tetap mmenolak dan menarik syal Jin Gu.

Motor Jin Gu pun berjalan pergi dan ternyata salah satu anak buah Doo Sik melihat kepergian Hye Mi bersama Jin Gu. Motor Jin Gu melewati mobilnya Doo Sik dan Hye Mi pun langsung bersembunyi di balik punggung Jin Gu.



Audisi tetap di jalankan dan peserta selanjutnya yang di panggil itu adalah Kim Pil Suk dengan nomor peserta 1298. Dan ternyata peserta yang datang itu adalah perempuan dengan kostum Sushinya. Ha Myung dan para guru pun kaget melihatnya.

Kepala sekolah Bum Soo pun bertanya, "Apakah kau berencana melakukan audisi dengan tampilan seperti ini?" Pil Suk menjawab, "Ya." Kepala sekolah Bum Soo kembali bertanya, "Apakah kau tidak memiliki percaya diri hah? Dan fotomu dalam profile ini juga buram." Guru Kyung Jin lalu berkata, "Dan kostummu juga cukup menganggu. Lepaskan kostum itu atau kau sebaiknya pergi." Pil Suk bertanya, "Apakah tidak boleh begini?" Kepala sekolah Bum Soo menjawab. "Tentu tidak boleh." Tapi kemudian Ha Myung memotong pembicaraan Kepala sekolah Bum Soo, "Mulailah menyanyi. Kita akan dengar dulu suaranya." Kepala Sekolah Bum Soo pun tidak berkomentar banyak.

Pil Suk pun memulai bernyanyi dan ternyata suaranya itu sangat memukau.



Hye Mi akhirnya pun memeluk pinggang Jin Gu selama mengendarai motor dan terlihat bahwa Jin Gu senang akan hal itu. Hye Mi bersandar di punggung Jin Gu dan mulai mengingat banyak hal yang terjadi dalam hidupnya. Dia mengingat kembali saat dia bernyanyi bersama dengan gurunya di sebuah pertunjukan. Lalu dia mengingat saat dia menandatangani kontrak perjanjian dengan Doo Sik. dan yang membuat dia kesal adalah saat dia harus berlutut di depan Ha Myung meminta untuk di loloskan namun tetap saja Ha Myung tidak meloloskan dirinya.

Jin Gu membawa Hye Mi kesuatu tempat dan Hye Mi pun turun dari motornya. Hye Mi berjalan pergi dan Jin Gu menahannya, "Hey lepaskan dulu helm-mu sebelum pergi." Hye Mi tidak mendengar perintah Jin Gu itu sehingga Jin Gu lah yang akhirnya melepaskan helm Hye Mi dan terlihat bahwa Hye Mi sedang menangis. Hye Mi berkata, "Benar-benar memalukan!" Jin Gu pun ikut kasihan pada Hye Mi dan dia pun memasangkan kembali helm kepada Hye Mi lalu dia pun pergi.




Pil Suk selesai bernyanyi dan para guru kagum padanya. Guru Kyung Jin lalu berkata, "Kau sudah selesai bernyanyi, kalau begitu lepaskan kostummu itu." Pil Suk balas bertanya, "Apakah aku lulus atau tidak? Katakan itu terlebih dahulu sebelum aku melepaskannya." Guru Kyung Jin kesal dan berkata, "Apa kau mencoba bernegosiasi dengan kami? Cepat lepakan kostummu itu!!" Pil Suk pun meminta maaf lalu membuka kostumnya dan terlihatlah wajah asli Pil Suk sebenarnya.

Guru Seung Hee dan Guru Min Chul pun kembali saling berbisik dan mengomentari Pil Suk. Guru Min Chul berkata, "Biasanya seseorang yang berpenampilan seperti itu, mereka memiliki suara yang sangat baik. Sangat menyedihkan." Guru Seung Hee berkomentar, "Ya tuhan sangat adil."

Ha Myung tersenyum pada Pil Suk dan Kepala sekolah Bum Soo pun berkomentar, "Sepertinya anda mengagumi dia." Ha Myung berkata, "Ya sama sepertimu." Kepala sekolah Bum Soo pun berkata, "Untuk mengeliminasi dia sangat sayang karena fisiknya kurang mendukung. Ini sangat sulit untuk di buat keputusannya." Ha Myung berkomentar, "Apa yang harus kita lakukan? Aku akan mengikuti pilihanmu." Kepala sekolah Bum Soo pun terdiam karena bingung harus membuat keputusan.



Pil Suk keluar dari ruang audisi dengan lesu. Kemudian dia mengeluarkan foto Kim Hyun Joong dan berkata, "Oppa! Aku berhasil!! Aku berhasil!!" Pil Suk mencium foto itu dan melompat kegirangan.



Di dalam ruang audisi Ha Myung mengatakan pada Kepala sekolah Bum Soo bahwa dia telah melakukan pilihan yang tepat, "Kau membuat pilihan yang tapat." Kepala sekolah Bum Soo berkomentar, "Kita akan melihatnya nanti. Di industri ini sangat sulit jika dia tidak memiliki penampilan menarik." Ha Myung berkata, "Dia akan menjadi menarik nantinya..."



Audisi pun berakhir. Dan salah satu peserta yang lolos itu adalah Pil Suk, In Sung(Teman Jin Gu), Baek Hae dan tentu saja Jason.



Oh Hyuk membersihkan ruangan audisi dan lagi-lagi Guru Seung Hee dan Guru Min Chul pun bergossip. Guru Min Chul bertanya, "Huh mengapa tiba-tiba dia begitu?" Guru Seung Hee menjawab, "Dia berusaha agar tidak dipecat." Guru Min Chul lalu berkomentar, "Ah ya Rekor pembelajarannya ini yang paling buruk selama 2 tahun terakhir." Guru Seung Hee berkata, "Hmm bukan. Tapi 3 tahun terakhir. Jika dia di pecat maka entahlah." Oh Hyuk mengepel lantai ruang audisi dan Guru Kyung Jin datang menghampiri Oh Hyuk dan mengatakan hal kejam, "Tidak perlu membuang banyak energymu. Keputusannya akan keluar hari ini. Dan sebaiknya kau membersihkan saja meja kerjanmu."



Kepala sekolah Bum Soo datang ke ruangan Ha Myung dan memberikan daftar 97 peserta yang di terima di sekolah Kirin, padahal awalnya rencana murid yang akan di terima itu 100 orang. Ha Myung lalu berkata, "Ah aku memiliki 3 nama lagi di pikiranku." Kepala sekolah Bum Soo tentu saja penasaran dengan 3 nama ini. Ha Myung berkata, "Pada mulanya aku hanya merekomendasikan 1 orang, namun pada akhirnya 2 orang ini pun hadir." Kepala Sekolah Bum Soo bertanya, "Siapa itu?" Ha Myung menjawab, "Namanya adalah Song Sam-Dong. Dia adlah temanku." Kepala sekolah Bum Soo berkata, "Song Sam Dong. Dengan mendengar namanya saja aku begitu penasaran bertemu dengannya."



Song Sam Dong si laki-laki desa ini sedang mengerjakan sesuatu di rumahnya.Saat Ibunya datang, Sam Dong pun langsung menyembunyikan hal yang dia sedang kerjakan itu dan juga mematikan radio-nya. Ibu Sam Dong bertanya, "Apa kau merasa tidak nyaman?" Sam Dong menjawab dengan buru-buru, "Tidak... Tidak..." Ibu Sam Dong memberikan buah pada Sam Dong dan menawarkan Sam Dong untuk mengikuti sebuah kontes, "Ah aku dengar di desa akan ada program benyanyi minggu depan. Apakah kau mau mengikutinya?" Sam Dong menjawab, "Tentu tidak. Kau tau kan bahwa aku tidak suka murik. Aku tidak akan melakukannya." Ibu Sam Dong terlihat ragu, "Benarkah? Kalau begitu aku juga tidak akan ikut. Kalau begitu istirahatlah..." Sam Dong mengeluarkan lagi karung yang tadi sedang di jahitnya dan melanjutkan kegiatannya.



Kepala Sekolah Bum Soo berkata, "Semuanya pasti setuju dengan perekrutan murid special ini. Dan juga kita membutuhkan guru yang mau mengajar mereka." Ha Myung menjawab, "Dia ada disini, guru yang akan mengajar mereka. Tolong masuk!" Dan ternyata yang masuk kedalam ruangan Ha Myung itu adalah Oh Hyuk, tentu saja Kepala Sekolah Bum Soo kaget melihatnya. Kepala Sekolah Bum Soo berkata pada Ha Myung, "Tapi Guru Oh Hyuk ini sudah di pecat dari sekolah pada hari ini." Ha Myung berkata, "Mengapa tidak meminta persetujuanku? Guru Oh Hyuk silahkan duduk." Kepala sekolah Bum Soo benar-benar kesal dan memilih pergi meninggalkan ruangan Ha Myung.



Doo Sik dan anak buahnya terus menunggu di depan Sekolah Kirin hingga sore hari. Doo Sik bertanya pada anak buahnya, "Apakah audisinya sudah selesai?" Anak Buah Doo Sik menjawab, "Ya." Doo Sik kembali bertanya, "Apakah menurutmu Hye Mi melarikan diri setelah dia tidak di terima?" Anak buah Doo Sik lagi-lagi menjawab, "Ya. Ah apakah mereka itu yang tadi ya?" Doo Sik bingung, "Ada apa?" Anak buah Doo Sik pun menjelaskan, "Ah tadi aku melihat ada 2 orang menggunakan motor pergi meninggalkan sekolah. Dan orang yang duduk di belakang itu adalah seorang perempuan dan terlihat seperti Hye Mi." Doo Sik benar-benar kesal dan memukul anak buahnya itu.

Tiba-tiba Anak Buah Doo Sik berkata, "4885. Ya itu plat nomornya." Doo Sik pun senang karena anak buahnya tetap mengingat nomor plat motor itu.



Hye Mi berjalan ke arah rumahnya dan melihat Hye Sung(Adiknya) yang berdiri di depan rumah sambil mengambil beberapa barang mereka yang tersisa. Saat melihat Hye Mi, Hye Sung pun langsung bertanya mengenai audisi hari ini, "Bagaimana? Apakah kau lulus?" Hye Mi menjawab, "Aku di tolak. Sekolah sampah itu menolakku!!" Hye Sung kembali bertanya, "Ah bukankah kau pergi ke audisi bersama Baek Hee?" Hye Mi langsung marah, "Jangan menyebut nama orang idiot itu lagi!!"



Sementara itu Baek Hae di rumahnya sedang mengumpulkan semua barang yang mirip dengan barang-barang Hye Mi. Dia bahkan melepaskan semua fotonya bersama Hye Mi. Dan dia pun menggunting rambut kepangnya yang mirip dengan Hye Mi. Baek Hae ingin melupakan semua tentang Hye Mi makanya dia melakukan ini semua.



Hye Mi dan Hye Sung berjalan di jalanan kota untuk mencari tempat tinggal. Hye Sung terus mengomel pada Hye Mi, "Hey!! Kemana kita akan pergi? Bagaimana jika pergi ke rumah Oh Hyuk?" Hye Mi balas memarahi Hye Sung, "Apakah kau gila? Mengapa kita harus menemui dia hah?" Hye Sung benar-benar kesal, "Lalu kemana kita akan pergi? Kita tidak memiliki tempat tinggal dan juga tidak memiliki uang." Hye Mi terdiam sesaat lalu berkata, "Ikuti aku." Hye Mi menggenggam tangan Hye Sung dan pergi ke suatu tempat.



Ternyata tempat yang di datangi Hye Mi ini adalah markas dance-nya Jin Gu dan teman-temannya Jin Gu. Hye Sung tentu tidak menyukai tempat itu namun Hye Mi mengatakan bahwa tempat ini lebih baik dari pada di jalanan. Hye Sung berkomentar, "Aku pikir lebih baik jika kita pergi ke rumah Oh Hyuk. Bagaimana mungkin kita tinggal di tempat yang seperti ini hah?" Hye Mi masuk kedalam sebuah mobil di dalam ruangan itu dan berkomentar, "Sangat unik dan bagus." Tiba-tiba ada tikus yang keluar dari mobil itu dan membuat Hye Mi menjerit ketakutan. Hye Sung bertanya, "Hey, apakah kau bisa tidur di tempat seperti ini?" Hye Mi menjawab, "Ya. Kita hanya perlu sedikit membersihkannya saja." Hye Sung tidak mmiliki pilihan lain lagi dan dia pun penasaran mengapa Hye Mi begitu membenci Oh Hyuk.



Jin Gu datang ke rumah temannya dan makan bersama. Lalu dia bercerita bahwa tadi dia datang ke Sekolah Kirin, "Hyung, aku tadi pergi ke Kirin." Temannya itu kaget, "Apakah kau melakukan audisi?" Jin Gu menjawab, "Hmm tidak." Teman Jin Gu bertanya kembali, "Apakah kau akin? Apakah kau bisa masuk ke Sekolah Kirin? Tidak mungkin!!" Jin Gu berkomentar, "Mengapa tidak mungkin? Aku memiliki bakat." Teman Jin Gu berkata, "Baiklah. Kalau begitu mengapa kau tidak berkata bahwa kau jika bisa menjadi pengacara hah?" Jin Gu berkomentar, "Kenapa aku tidak bisa melakukan itu? Ah ya Hyung jika kau lulus audisi itu maka aku akan memakai rok mini." Teman Jin Gu balas berkata, "Apa? Bagus... Ah aku akan menggunakan rok mini dan mencukur habis alisku jika kau lolos audisi dan masuk sekolah Kirin!!" Jin Gu balas menantang, "Ok aku akan menggunakan rok mini dan mencukur alisku dan juga melakukan dance SNSD jika kau menjadi pengacara." Teman Jin Gu tidak mau kalah, "Jika kau debut menjadi penyanyi maka aku akan mencukur alisku dan juga rambutku." Jin Gu tertawa mendengarnya, "Hyung kalau begitu kau akan berubah menjadi wanita. "

Tapi kemudian Teman Jin Gu mengatakan hal serius, "Tapi sepertinya aku harus pergi. Aku harus membantu ayahku yang membuka toko ayam. Dia dalam keadaan tidak sehat jadi aku harus membantunya." Jin Gu pun bertanya, "Lalu bagaimana dengan audisimu?(Temannya ini ingin menjadi pengacara.) Teman Jin Gu berkomentar, "Aku hanya memiliki kesempatan 0,000001 % untuk lulus. Huh itu sama saja dengan memotong ayam. " (Oh ya Jin Gu selama ini tinggal dengan temannya. Jadi kalau temannya itu pergi maka Jin Gu pun otomatis harus pergi juga.)



Jin Gu pergi ke atap sebuah gedung. Dia tiba-tiba mengingat dance-nya Jason saat di Sekolah Kirin dan dia pun mulai mempraktekan dance itu juga.



Jin Gu datang ke markas dance-nya dan heran saat melihat ada helm yang di pinjamkan kepada Hye Mi. Jin Gu melihat kedalam mobil yang ada di ruangan itu dan kaget saat melihat Hye Mi dan adiknya sedang tertidur di dalam sana. Jin Gu lalu melihat ada botol minuman di atas mobil itu dan dia pun tersneyum.



Beberapa tahun yang lalu...

Jin Gu dan Hye Mi berebutan botol minum. Jin Gu marah pada Hye Mi, "Ini uangku. Pergilah!!" Hye Mi terus merebut botol itu juga, "Aku akan membayarmu 500 won jadi berikan padaku." Jin Gu berkata, "Jika kau memiliki uang maka pergilah untuk membelinya. Mengapa kau harus mengambil yang milikku hah?" Hye Mi mulai menangis, "Karena ini adalah yang terakhir. Berikan padaku... Ini adalah malam natal." Jin Gu tidak tega melihat Hye Mi yang menangis dan akhirnya memberikan itu pada Hye Mi.

Terdengar suara seorang wanita yang memanggil Jin Gu dan cepat-cepat Jin Gu pun bersembunyi bersama Hye Mi. Hye Mi bertanya, "Apa yang kau lakukan?" Jin Gu menjawab, "Itu ibuku. Jika aku ditemukan maka aku pergi ke panti asuhan." Hye Mi berkata. "Bohong!" Jin Gu menjelaskan, "Ini benar. Aku dengar Ibuku tadi menelfon panti asuhan." Lagi-lagi Hye Mi menangis dan membuat Jin Gu panik. Hye Mi berkata, "Bagaimana? Lalu apa yang nanti akan kau lakukan?" Jin Gu pun bingung dengan apa yang akan dia lakukan nantinya. Tiba-tiba Jin Gu tertawa, "Ya. Ingusmu keluar!" Hye Mi berkata, "Ini bukan ingus!! Ini adalah air mata!!" Jin Gu lalu bertanya, "Siapa namamu?" Hye Mi menjawab, "Hye Mi... Go Hye Mi." Jin Gu pun tersenyum menatap Hye Mi.



Jin Gu menatap Hye Mi yang sedang tertidur dan dia berkata dengan pelan, "Kau... Orang seperti apa kau ini sebenarnya?"



Pada pagi hari, anak buah Doo Sik melihat motor Jin Gu dan dia pun langsung melaporkan hal ini pada Doo Sik, "Boss. Aku menemukan motor dengan plat nomor 4885!!"



Sementara itu pagi-pagi sekali Jin Gu pergi ke Supermarket membeli makanan untuk Hye Mi dan Hye Sung.



Saat Hye Mi berjalan keluar dari markas dance itu tiba-tiba ada yang memanggil Hye Mi. Dan orang itu adalah Doo Sik. Doo Sik berkata, "Apakah kau mencoba menghilang? Ah aku dapat menemukanmu." Anak buah Doo Sik pun langsung menangkap Hye Mi dan memasukannya kedalam mobil.

Hye Sung yang baru keluar dari tempat itu pun kebingungan karena Kakaknya tidak ada di luar. Kemudian Hye Sung melihat Hye Mi yang di paksa masuk kedalam mobil. Hye Sung panik dan langsung menghapalkan plat nomor mobil Doo Sik.



Jin Gu yang baru pulang dari Supermarket pun melihat Hye Mi di dalam mobilnya Doo Sik. Jin Gu berusaha mengejar mobil itu namun dia tidak berhasil mengejarnya.



Di dalam mobil, Hye Mi meronta dan meminta agar Doo Sik melepaskannya namun usahanya itu sia-sia. Doo Sik berkata, "Tenanglah. Aku akan membawa adikmu juga." Akhirnya Hye Mi pun duduk dengan tenang di dalam mobil. Doo Sik lalu berkata, "Seharusnya kau lulus audisi. Kau tidak lulus audisi karena kau tidak cukup memiliki kemampuan!!" Hye Mi berkata, "Aku akan mengembalikan uangnya. Walaupun aku nanti akan bekerja, aku tidak peduli apapun yang akan aku lakukan." Doo Sik berkata, "Memang seharusnya seperti itu. Kau harus mengembalikan uangnya apapun yang terjadi!!"



Doo Sik mendandani Hye Mi untuk menjadi penyanyi club malam. Hye Mi tidak juga mengeluarkan suara untuk bernyanyi sehingga Doo Sik marah padanya, "Hey teman kecilku... Bernyanyilah!!" Hye Mi mengambil mic dan berkata, "Tidak mau. Walaupun aku mati, aku tidak akan bernyanyi!!" Doo Sik memanggil seseorang dan itu membuat Hye Mi ketakutan. Hye Mi melepaskan sepatunya dan berhasil melemparkannya pada orang itu. Hye Mi melompat meneuruni panggung dan terus berlari menghindari orang surusah Doo Sik itu namun pada akhirnya Hye Mi tertangkap juga oleh Doo Sik.

Hye Mi ketakutan dan mengancam akan melaporkan Doo Sik pada polisi. Doo Sik berkomentar, "Silahkan saja. Tapi kau jangan lupa bahwa adikmu dan juga Ayahmu ada padaku!! Huh siapa suruh kau tidak lulus audisi. Jika kau lulus maka situasinya tidak akan seperti ini!!"



Tiba-tiba pintu masuk club malam itu terbuka dan ada seorang laki-laki berdiri disana. (Jangan berfikir bahwa ini Jin Gu!!) Dan ternyata yang datang adalah Oh Hyuk. Oh Hyuk menghampiri Doo Sik dan berkata, "Lepaskan dia!! Dia diterima sebagai murid Sekolah Kirin." Tentu saja Doo Sik dan Hye Mi kaget mendengarnya. Oh Hyuk lalu menunjukan kartu identitasnya sebagai guru di Sekolah Kirin, "Aku adalah guru Sekolah Kirin, Kang Oh Hyuk." Dan terlihat ada Hye Sung yang muncul dari pintu club malam itu.



Doo Sik pun mengajak Oh Hyuk dan Hye Mi ke ruangan kantornya untuk membicarakan hal ini. Doo Sik bertanya, "Jadi maksudmu... Direktur lah yang menerima dia?" Oh Hyuk menjawab, "Ya." Doo Sik kembali bertanya, "Apakah kau rasa bahwa dia mampu masuk sekolah Kirin?" Oh Hyuk menjawab, "Tentu." Doo Sik mengeluarkan HPnya dan berkata, "Aku mencari namamu di Internet dan aku menemukan sebuah informasi. Murid dikelasmu selalu berakhir gagal!! Jika Hye Mi diajar olehmu, maka dia pun akan berakhir dengan kegagalan yang sama!!" Oh Hyuk memberanikan diri dan berkata, "Aku pastikan dia tidak akan gagal!!" Akhirnya Doo Sik pun melepaskan Hye Mi.



Hye Mi pun bertemu kembali dengan Hye Sung. Oh Hyuk membuka pintu mobil dan meminta Hye Mi dan juga Hye Sung masuk kedalam mobil. Hye Sung tentu saja langsung masuk kedalam mobil, sementara Hye Mi masih berdiri di luar. Oh Hyuk berkata, "Masuklah kedalam mobil, kita pergi ke rumahku. Aku dengar dari adikmu bahwa kalian tidak memiliki tempat tinggal. Masuklah kedalam mobil, aku sudah menyiapkan segalanya." Hye Mi berkata, "Ini semu karena uang makanya aku seperti ini. Dan lagi aku harus masuk ke sekolah itu karena uang. Tidak ada pilihan lain. Kau sebaiknya benar-benar menyiapkan segalanya!" Hye Mi pun akhirnya masuk kedalam mobil dan pergi ke rumah Oh Hyuk.



Sesampainya di rumah Oh Hyuk ternyata ada kakaknya Oh Hyuk. Kakak Oh Hyuk pun tentu langsung memarahi Oh Hyuk yang membawa 2 orang anak kecil, "Apa kau ada masalah dengan otakumu?? Hari ini jika kau tidak mati maka akulah yang mati!! Hidupmu saja sudah sulit, lalu bagaimana dengan mereka?" Oh Hyuk memberikan penjelasan pada kakaknya, "Ayah mereka sedang ada bisnis dan mereka tidak memiliki tempat tinggal." Kakak Oh Hyuk terus marah-marah, "Bisnis? Wow keluarga yang sempurna!! CEPATLAH KELUAR!!!!"



Oh Hyuk menggendong Kakaknya itu dan membawanya kedalam kamar untuk memberikan penjelasan. Oh Hyuk berkata, "Mereka itu anak yang pintar, Bagaimana mungkin melepaskan mereka? Tidak bisakah kau menganggap mereka sebagai keponakanmu?" Kakak Oh Hyuk lagi-lagi marah, "Keponakan? Sejak kapan hah aku memiliki keponakan? Apakah kau ingin mati? Apakah kau tidak akan meminta mereka pergi??" Oh Hyuk berkata, "Jika bukan karena Hye Mi maka aku akan menjadi pengangguran. Aku di pecat dari Sekolah Kirin. Namun Direktur(Ha Myung) memberikan kesempatan terakhir karena Hye Mi. Jika aku berhasil membawa Hye Mi maka aku tidak akan dipecat." Ternyata diam-diam Hye Mi mendengar pembicaraan itu.

Oh Hyuk berkata, "Selain itu, aku juga masih harus mencarai 2 orang murid lagi. Jika aku tidak bisa membawa dia maka aku akan menjadi pengangguran. Dan lagi Hye Mi di pilih langsung oleh Direktur." Hye Mi yang mendnegar pembicaraan itu pun kebingungan, "Hmm 2 murid lagi?"



Hye Mi berjalan ke arah tas Oh Hyuk dan dia mengambil sebuah map yang berisi nama murid yang dipilih langsung oleh Ha Myung. Nama yang pertama adalah Song Sam Dong. Hye Mi berkomentar saat mendengar nama itu, "Hmm namanya bagus. Tapi dimana itu Daerah Dambong?? "



Sam Dong selesai menjahit karung menjadi sebuah pakaian dan dia pun dengan tersenyum menggunakan pakaian itu.



Lalu Hye Mi kembali membaca nama murid kedua yang di rekomendasikan oleh Ha Myung. Nama orang itu adalah Hyun Shi Hyuk alias Jin Gu. Tapi Hye Mi tidak mengetahui bahwa Shi Hyuk itu adalah Jin Gu.



Jin Gu masih terus mencari keberadaan Hye Mi. Dia datang ke klub malamnya Doo Sik dan berusaha mencari Hye Mi. Namun ternyata yang dia temukan itu adalah anak buahnya Doo Sik yang masih mengenali Jin Gu sebagai seseorang yang mengambil dompet Doo Sik. Anak buah Doo Sik yang lainnya pun datang dan langsung mengepung Jin Gu. Jin Gu berteriak meminta Hye Mi keluar namun tidak ada suara apapun dari Hye Mi.

Doo Sik datang menemui Jin Gu. Jin Gu berteriak marah pada Doo Sik, "Aku melihatmu menculik Hye Mi!!! Sebaiknya kau cepat lepaskan dia sebelum aku menelfon polisi!!" Doo Sik tersenyum dan mengeluarkan HPnya, "Ah kau kesini untuk menyelamatkan Hye Mi? Ah anak jaman sekarang ini benar-benar tidak tahu sopan santun." Doo Sik menelfon Hye Mi dan volumenya dibesarkan agar Jin Gu bisa mendengarnya, "Hallo Hye Mi ah, apakah kau sudah sampai dirumah?" Hye Mi menjawab, "Apa yang terjadi? Apa ada yang mau dibicarakan??" Doo Sik tersenyum, "Tidak. Aku hanya menanyakan hal itu." Doo Sik menutup HPnya dan Jin Gu terlihat sangat kaget karena ternyata Hye Mi selamat. Doo Sik berkata, "Sekarang masalah yang tertinggal adalah antara kau dan aku!! Cepat habisi dia!!" Doo Sik pun pergi meninggalkan Anak buahnya yang langsung memukuli Jin Gu.



Murid-murid yang sudah lulus audisi Sekolah Kirin pun berkumpul untuk latihan Dance. Dan Baek Hae pun langsung berkenalan dengan yang lainnya, salah satunya itu berkenalan dengan In Sung(Temannya Jin Gu). Pil Suk bertanya, "Aku penasaran dengan gurunya." In Sung pun bercerita, "Aku dengar dari senior bahwa Guru ini sekolah di US dan kembali lagi kemari." Dan guru yang di maksud itu adalah Guru Kyung Ji.



Murid-murid datang ke kelas dance yang ternyata di kelasnya itu sudah ditaburkan 1000 paku payung oleh Guru Kyung Ji. Guru Kyung Ji berkata, "Ada 1000 paku payung yang aku tebar. Dalam waktu 5 menit dari sekarang maka kelasku akan dimulai. Telanjang kaki!! Ah Bagaimana jika kalian memulai kelasku namun paku payung itu masih ada? Jika dalam waktu 5 menit kalian tidak berhasil mengimpulkan 1000 paku payung maka aku khawatir kaku kalian akan terluka. Mulailah mencari!!" Murid-murid yang lain pun langsung berusaha mengumpulkan 1000 paku payng tesebut dan mereka berhasil.

Guru Kyung Ji berkata, "Nantinya, kelasku akan lebih berat!! Dalam waktu 5 menit aku ingin kalian fokus. Kelas ini bukanlah kurikulum musik!!" Tiba-tiba Jason baru datang dan dia meminta maaf karena telat datang. In Sung pun mengejek Jason, "Apa kau ingin mati? Kau tidak disiplin!" Guru Kyung Ji justru jadi memarahi In Sung, "Nomor 15! (Maksud nomor ini urutan nilai masuk kedalam Sekolah Kirin) Nilaimu di kurangi 10 poin." In Sung pun kaget, "Apa? Kenapa aku? Dialah yang telat. Ah ya dia adalah murid dengan nilai tertinggi..."



Kepala Sekolah Bum Soo sibuk mempersiapkan hal-hal yang bersangkutan dengan tahun ajaran baru. Kepala Sekolah Bum Soo bertemu dengan guru Seung Hee dan langsung menanyakan seragam sekolah, "Ah apakah seragam sekolah sudah selesai?" Guru Seung Hee menjawab, "Belum. Ah ya Direktur akan datang beberapa saat lagi." Guru Chul Min lalu datang menghampiri Kepala Sekolah Bum Soo, "Apa yang harus kita lakukan dengan tes untuk murid baru?" Kepala Sekolah Bum Soo menjawab, "Cukup lakukan tes tapi jangan terlalu sulit. Karena Guru Oh Hyuk dan Direktur lah yang menentukan muridnya. Tapi bagaimanapun juga cukup berikan tes tertulis." Guru Min Chul mengerti dan pergi.

Lalu ada seorang guru hamil yang menghampiri Kepala Sekolah Bum Soo sambil membawa sebuah map, "Sepertinya orang ini lah yang akan menggantikan aku." Kepala Sekolah Bum Soo kaget mendengarnya, "Apa maksudmu?" Guru hamil itu tersenyum dan berkata, "Hmm Direktur sudah setuju. Lihatlah. Guru ini terlihat ada latar belakang Bahasa Inggrisnya.." Kepala Sekolah Bum Soo membuka map itu dan melihat foto si guru baru, "Huh dengan melihat fotonya saja aku sudah berfirasat buruk." (Dan ya guru baru itu adalah JYP!!!)



Nama guru baru itu adalah Yang Jin Man. Dia datang kesebuah toko alat music untuk menjual keyboardnya namun Paman pemilik toko itu menolak membelinya karena keyboard itu berasal dari luar Korea. Jin Man terus membujuk paman itu untuk membelinya. HPnya berbunyi dan dia berkata, "Su-In aku akan menelfonmu nanti." Jin Man kembali membujuk Paman itu untuk membelinya dan akhirnya Paman itu setuju untuk membeli keyboard namun dengan harga 200.000 won. Jin Man tentu ingin harganya lebih mahal lagi, "Paman apakah kau sedang bermain-main denganku? 2 Tahun yang lalu aku menghabiskan 200.000 won untuk membelinya dari Jepang."

HP Jin Man kembali berbunyi dan dia berkata, "Su In aku ada hal yang penting jadi aku akan menelfonmu kembali." Paman itu memeriksa keyboard Jin Man dan berkomentar bahwa tutsnya ada yang rusak. Jin Man memainkan music di depan Paman itu dan berkomentar, "Paman kau harus mendengarkan musik. Tapi..." Lagi-lagi HP Jin Man berbunyi dan dia pun mengangkatnya sambil marah-marah, "Jangan telfon aku!! Bukankah aku sudah bilang bahwa aku akan menelfonmu kembali nanti? Kau tau apa yang sedang kulakukan? Karena kau maka aku mencoba membantumu membeli itu. Aku sedang mejual hidupku untuk menikahimu. Aku menjual alat musikku. Apa kau mengerti? Ah Sun In.... Su In..." Pacarnya Jin Man langsung mematikan telfon dan Jin Man pun akhirnya marah pada Paman pemilik toko, "Paman, Jika dia tidak mengangkat telfonku maka aku akan menghancurkanmu!!"

Jin Man berusaha menelfon pacarnya namun tidak diangkat juga. Akhirnya Jin Man pun tidak jadi menjual keyboardnya itu. Dan dia pergi meninggalkan toko music itu.



Kepala Sekolh Bum Soo benar-benar kesal dengan sikap Ha Myung yang memilih guru baru yang memiliki pengalaman 1 tahun mengajar. Kepala Sekolah Bum Soo pun tidak bisa membiarkan hal ini terjadi.



Dia menemui seseorang dan menceritakan semua hal yang dilakukan oleh Ha Myung. Maksud Kepala Sekolah Bum Soo melakukan ini adalah agar banyak orang yang mendukung dirinya.



Pada malam hari, Hye Mi tidak bisa tidur karena memikirkan kata-kata Oh Hyuk, "Jika aku tidak bisa menemui 3 orang itu sebelum sekolah dimulai maka aku akan benar-benar menjadi pengangguran. Dan Hye Mi juga tidak akan jadi bersekolah disana."



Pada pagi hari, Oh Hyuk bangun tidur dan langsung menuju ruang makan. Di ruang makan sudah ada Hye Sung yang menyiapkan roti dan susu untuk Oh Hyuk. Hye Sung berkomentar, "Ini lah yang bisa aku lakukan untukmu. Ah ya kemana Kakakmu?" Oh Hyuk menjawab, "Dia sedang ada perjalanan dinas dan akan kembali bulan depan." Hye Sung berkomentar, "Ah kau pasti sangat lelah karenanya. Ah ya Kakakku bilang dia akan menelfon setelah dia bangun." Oh Hyuk kebingungan, "Apa?" Hye Sung menjawab, "Ah dia bilang dia pergi ke Desa Dambang." Oh Hyuk berkomentar, "Bukan desa Dambang, melainkan desa Dombang. APA? Hye Mi pergi ke Dombang????"



Oh Hyuk pun langsung menelfon Hye Mi, "Apa yang kau lakukan disana hah? Cepatlah kembali!!!" Hye Mi berkata, "Jika kau tidak menemukan dia sebelum waktu sekolah dimulai maka kau akan dipecat." Oh Hyuk kaget mendengarnya, "Dari mana kau tau? Ah tidak peduli ada dimana Song Sam Dong itu, akulah yang harus menemukannya. Siapa yang sedang kau cari? Jika kau mencari dia maka itu adalah tugasku!!" Hye Mi berkata, "Itu akan memakan banyak waktu. Bagaimana cara kau menemukan dia hah? Aku akan melakukan apapun yang aku bisa." Oh Hyuk berkata, "Itu adalah tempat yang besar, Bagaimana bisa kau menemukan Song Sam Dong hah??" Tiba-tiba terdengar suara orang-orang yang berteriak menyebutkan nama Sam Dong sambil membawa spanduk besar. Hye Mi pun tersenyum dan berkata pada Oh Hyuk, "Aku menemukan dia. Aku menemukan Song Sam Dong..."



Acara kontes menyanyipun di mulai. Dan Sam Dong sedang menunggu di ruang tunggu. Teman Sam Dong datang dan bertanya, "Bukankah kau bilang bahwa Ibumu tidak datang kemari??" Sam Dong menjawab, "Ya dia tidak datang." Teman Sam Dong berkata, "Namun aku melihat dia bersama Ibuku di depan." Sam Dong kaget mendengarnya dan berkomentar pelan, "Ah ini tidak boleh terjadi..."



Sam Dong berjalan terburu-buru keluar dari ruang tunggu dan dia pun menabrak Hye Mi. HP Hye Mi pun terjatuh dan Sam Dong meminta maaf pada Hye Mi. Hye Mi hanya berkomentar, "Tidak apa-apa." Hye Mi mengambil HPnya lalu pergi meninggalkan Sam Dong yang masih terus menerus menatap Hye Mi dari belakang.



Oh Hyuk datang menghampiri In Sung dan menanyakan menganai Jin Gu, "Ah dia datang bersamamu pada saat itu. Apa kau mengenalnya?" In Sung menjawab, "Ya dia adalah temanku." Oh Hyuk bertanya, "Dimana aku bisa menemukannya?" In Sung kembali menjawab, "Awalnya dia tinggal bersama temannya di kontrakan namun sekarang dia tinggal di Tempat Dance."



Oh Hyuk datang ke tempat itu dan kaget saat melihat Jin Gu yang terkapar dengan luka berdarah di wajahnya.



Ha Myung datang ke rumah Jin Man dan Jin Man pun mengajak Ha Myung masuk kedalam. Jin Man berkata, "APA? Kau ingin aku bekerja di Sekolah Kirin dan menjadi Guru Bahasa Inggris? Kau salah orang..." Ha Myung melihat-lihat benda di rumah Jin Man dan dia menemukan sebuah piringan hitam lalu berkomentar, "Ah ini tetap ada. Ini special pada tahun 1973." Jin Man kaget melihat Ha Myung yang mengetahui piringan hitam itu, "Kau tau hal ini? Tidak banyak orang yang mengetahuinya." Ha Myung memberikan kartu namanya pada Jin Man dan Jin Man kaget saat membacanya, "Kau berbohong.... Hmm Direktur?"



Acara kontes menyanyi dimulai dan peserta selanjutnya itu adalah Song Sam Dong. Ibu Sam Dong yang melihat itu pun kaget, "Mengapa dia mengikuti acara ini? Dia bahkan tidak bisa bernyanyi..." MC pun memperkenalkan Sam Dong dan dari situlah Hye Mi mengetahui bahwa sosok di depan panggung itu adalah Sam Dong.

MC bertanya, "Ah kau seharusnya sekolah, tapi mengapa kau ada disini?" Sam Dong menatap Ibunya dan menjawab, "Ah karena aku ingin ibuku tidur dengan nyaman. Dia terlalu khawatir jika aku menjadi perjaka tua." MC tertawa mendengar alasan Sam Dong itu, lalu MC Berkata, "Ah banyak sekali gadis cantik disini. Pilihlah salah satu dan ajak dia untuk naik ke atas panggung." Semua orang bertepuk tangan riuh. Sam Dong lalu menatap Hye Mi.



Jin Man masih tidak mempercayai bahwa Ha Myung adalah seorang Direktur Sekolah Kirin, "Ah kau pasti berbohong padaku... Tapi kau tidak terlihat seperti seorang pembohong." Ha Myung berdiri dari duduknya, "Aku tidak bisa menunggu lama. Akupikir kau menolak ajakan ini." Jin Man segera mencegah Ha Myung untuk pergi, "Bukan begitu... Ini terlalu tiba-tiba... Kau meminta bantuanku tapi bagaimana jika aku mempermalukan diriku sendiri? Apa yang kau ingin aku lakukan? Tapi aku juga tidak ingin hidup di dunia yang melankolis ini. "



MC terus meminta agar Sam Dong membawa seorang perempuan ke atas panggung. Sam Dong pun pelan-pelan berjalan ke arah Hye Mi dan berkata, "Aku meminta maaf karena ini adalah pertemuan pertama kita. Ayo ikut aku." Sam Dong menggenggam tangan Hye Mi dan mengajaknya naik ke atas panggung.