Sinopsis Heartstrings Episode 6

HEARTSTRINGS
EPISODE 6
Feelings to be forgotten


Kyu Won menjatuhkan air matanya saat mendengar kata-kata tajam dari Shin. Shin tidak mempedulikan tangisan Kyu Won dan pergi begitu saja. Pintu Studio terbuka dan keluarlah Suk Hyun dan Yoon Soo yang saling bergandengan tangan. Suk Hyun dan Yoon Soo tidak menyadari kehadirannya Kyu Won sehingga mereka terus berjalan pergi. Kyu Won menangis kembali menatap kepergian Shin, "Dasar bodoh!!"


Shin terlihat sangat kacau saat mengingat kejadian Suk Hyun yang memeluk Yoon Soo. Shin terus mengendarai sepedahnya dan berteriak kesal, apalagi dia mengingat kata-kata Kyu Won yang cukup menyakitkan baginya, ''Apa kau tidak tau bahwa hal ini akan seperti ini? Saat cintamu bertepuk sebelah tangan pada seseorang sementara orang itu menyukai orang lain." Sementara itu Kyu Won juga sedang menangis di dalam bis menuju perjalanan ke rumah.


Shin memutuskan untuk datang ke rumah sakit tempat Ayahnya di rawat. Ayah Shin terkejut melihat kedatangan Shin, "Shin apakah itu kau? Ada masalah apa? Hari ini pasti ada sesuatu hal yang buruk terjadi. Apakah masalah perempuan? Apakah itu masalah serius?" Shin hanya mengangguk dan terdiam. Ayah Shin tersenyum senang karna Shin mau berbagi cerita padanya.

Ayah Shin memberikan sebuah CD pada Shin. Shin pun langsung memutar CD itu. Ayah Shin memainkan gitarnya dan bertanya pada Shin, "Bagaimana? Apakah bagus?" Shin mengangguk, "Ya. Ini bagus." Ayah Shin terus memainkan gitarnya dan Shin mulai tersenyum menatap Ayahnya itu.


Shin pulang ke rumah dan langsung berbaring di kasur. Ibunya masuk ke kamar Shin dan bertanya, "Apa kau sudah makan?" Shin menjawab singkat, "Sudah makan." Ibu Shin lalu memberi tahu masalah kepindahan mereka, "Kita akan mulai pindah minggu depan jadi kau segeralah mengepak barang-barang yang kau perlukan." Shin lagi-lagi menjawab singkat, "Ya." Ibunya tampak khawatir melihat sikap Shin, "Apakah kau sakit? Wajahmu terlihat kurang sehat." Shin menjawab, "Tidak. Aku baik-baik saja."

Ibu Shin mengerti dan hendak keluar kamar namun langkahnya terhenti dan dia kembali menanyakan sesuatu pada Shin, "Hmm apakah kau masih terus belajar gitar pada orang itu?" Shin menjawab, "Ya." Ibu Shin lagi-lagi bertanya, "Apa dia mengatakan sesuatu?" Shin membuka matanya dan menjawab, "Dia bilang dia menyukai seseorang dan perempuan itu adalah kekasih sahabatnya." Ibu Shin terlihat terkejut, "Apa? Dia mengatakan hal itu padamu?" Shin menjawab, "Dia sepertinya masih menyukai perempuan itu." Ibu Shin berkata, "Jangan datang ke tempat itu lagi. Aku akan mencarikan guru gitar yang lain untukmu." Shin bangun dari posisi berbaringnya, "Tidak mau!" Ibu Shin terlihat bingung, "A-Apa kau tau siapa dia?" Shin menunduk dan menjawab, "Aku tau. Jadi tolong tinggalkan aku sendiri. Aku mau tidur." Ibu Shin tidak ada pilihan lain dan dia pun segera keluar dari kamar Shin.


Di depan kamar Shin, Ibu Shin memegang dadanya yang terasa sakit saat mendengar kata-kata Shin. Ibu Shin tidak menyangka bahwa Shin sudah tau semuanya.


Kyu Won berada di kamarnya dan dia terus memikirkan kata-kata Shin, " Kau melakukan ini agar kau dapat menggantikan posisi Dosen Jung Yoon Soo sebagai orang yang aku suka?" Kyu Won bergumam, "Bodoh!!"


Shin juga sedang berbaring di kamarnya dan memikirkan semua kejadian yang terjadi pada hari ini.


Kyu Won menyiapkan makanan untuk Kakek dan dia terlihat terburu-buru pergi ke kampus. Kakek bertanya, "Mengapa kau terburu-buru begitu?" Kyu Won menjawab, "Ada sesuatu. Kakek makanlah. Aku pergi ya!" Kakek membuka makanan yang sudah di siapkan dan ternyaa itu adalah makanan yang di beli oleh Kyu Won. Kakek kesal dan langsung meneriaki nama Kyu Won. (Kyu Won terburu-buru pergi karna dia tidak membuatkan makanan untuk Kakek dan dia takut Kakek memarahinya.)


Kyu Won berjalan ke kampus sambil membawa kopi untuk Shin dan dia terlihat terburu-buru berjalannya karna dia tidak mau telat memberikan kopi itu pada Shin.


Suk Hyun mengantar Yoon Soo sampai di depan kampus dan terlihat Shin yang melihat semua hal itu. Yoon Soo tersenyum pada Suk Hyun yang telah mengantarnya, "Terima kasih telah mengantarku walaupun kau sedang sibuk." Suk Hyun balas tersenyum, "Nanti aku akan ke Studio dan setelah itu kita bisa makan bersama. Kau berusahalah." Yoon Soo tersenyum dan melambaikan tangan pada Suk Hyun. Shin sangat tidak suka melihat Yoon Soo yang tersenyum pada Suk Hyun.


Kyu Won berjalan melewati tempat parkir sepedah dan melihat sudah ada sepedah Shin. Kyu Won pun bertanya-tanya, "Oh dia sudah datang?" Kyu Won pergi ke tempat biasa dia memberikan kopi pada Shin namun ternyata di tempat itu juga tidak ada Shin, "Kemana dia pergi?"


Yoon Soo berjalan menuju ruangannya dan terlihat Shin yang sudah menunggunya. Shin berkata pada Yoon Soo, "Seperti yang kau harapkan, kau telah menemukan seorang Laki-laki." Yoon Soo berusaha tidak mempedulikan Shin dengan cara berjalan pergi namun langkah Yoon Soo terhenti saat Shin bertanya padanya, "Laki-laki itu... Apa yang kau suka darinya? Kemampuannya? Penampilannya?" Yoon Soo menjawab, "Ini topik pembicaraan yang tidak membuat nyaman. Kau pergilah." Shin tersenyum sinis dan lagi-lagi bertanya, "Kenaa? Kau takut orang lain melihatnya?" Yoon Soo menghebus nafas pelan dan menatap Shin, "Baiklah. Lalu apa yang kau suka dari diriku?" Shin menjawab, "Segalanya tentang kau." Yoon Soo berkata, "Aku juga sama. Aku menyukai segalanya tentang dia(Suk Hyun) Aku bahagia saat bersamanya, bukan bersamamu." Shin terdiam mendengarnya.

Yoon So melanjutkan ucapannya, "Aku bukan orang yang pantas untukmu jadi berhentilah dan kembali ke tempatmu." Shin menjawab, "Baiklah sesuai permintaanmu, aku hanya harus melupakanmu kan? Aku akan melakukannya. Aku akan menyerah." Shin berjalan pergi meninggalkan Yoon Soo.


Kyu Won kembali ke tempat parkir sepedah dan terlihat sepedah Shin yang mash terparkir. Kyu Won berkata, "Kemana dia pergi? Kopi ini bisa dingin..."


Shin berbaring di rumput halaman kampus sambil terus melihat kalung yang dia beli itu. Sementara itu Kyu Won terus menunggu Shin di parkiran sepedah. Shin mengenggam kalung itu dengan erat dan melemparkannya begitu saja. Shin bangkit dan berjalan pergi dari halaman kampus. Kyu Won menatap jamnya dan terkejut karna sudah waktunya latihan, Kyu Won pun meninggalkan kopi Shin di samping sepedah Shin dan dia berlari pergi.


Ki Young masuk kedalam ruangan Dosen Im dan bilang bahwa mulai hari ini dia akan mulai latihan Musikal. Dosen Im melihat kaki Ki Young yang terluka dan bertanya, "Bagaimana dengan kakimu? Tidak apa-apa?" Ki Young mengangguk, "Tidak apa-apa. Aku... Maafkan aku." Dosen Im berkomentar, "Aku tidak tau mengenai pikiran Suk Hyun tapi, ak tidak mempercayaimu. Bagaimanapun juga kau mencoba untuk memulai lagi maka dari itu bekerja keraslah. Jangan kecewakan orang yang mempercayaimu!" Ki Young mengerti dan dia pun kemudian pamit pergi dari ruangan Dosen Im.


Kyu Won berlari menuju ruang latihan dan dia bertemu dengan Bo Woon dan teman-teman lainnya yang masih berada di luar gedung kampus. Bo Woon bertanya pada Kyu Won, "Kau dari mana saja? Kau melewatkan kelas tadi." Kyu Won tidak menjawabnya, "Latihan untuk Musikal itu akan mulai sekarang kan?" Bo Woon mengangguk, "Ya. Kami juga baru mau masuk." Kyu Won bernafas lega karna dia tidak terlambat. Bo Woon penasaran dengan alasan Kyu Won telat, "Kau ada apa?" Kyu Won hanya menggeleng, "Tidak ada apa-apa."

Salah seorang teman Kyu Won menjerit senang saat melihat Shin. Kyu Won melihat Shin pergi ke arah lain dan dia pun segera berkata pada Bo Woon, "Tolong berikan alasan yang bagus pada Sutradara. Aku pergi dulu." Bo Woon bingung dan terus memanggil nama Kyu Won.


Kyu Won mengejar Shin dan terus bertanya, "Lee Shin kau mau kemana? Bukankah hari ini ada latihan?" Shin menjawab singkat, "Jangan ikuti aku!" Kyu Won berhenti berjalan mengikuti Shin. Hujan turun dan Kyu Won berlari mengikuti Shin kembali.


Ki Young di bantu oleh So Myung masuk kedalam ruang latihan. 3 senior perempuan itu bertanya pada Ki Young, "Oppa kau akan ikut latihan hari ini?" So Myung menjawab, "Tidak. Dia hanya akan menonton dulu. Kalian semua sudah mengetahui Ki Young kan?" Semuanya terdiam. Hee Joo langsung memalingkan wajahnya saat matanya bertemu dengan mata Ki Young.

Joon Hee datang ke ruang latihan dan langsung berlari menghampiri Ki Young, "Hyung kau akan ikut berlatih? Wow aku sangat bersemangat." Ki Young hanya tersenyum pada Joon Hee. Joon Hee tiba-tiba menunjuk Hee Joo, "Hyung dia adalah Natasha-ku." Hee Joo kaget mendengarnya, "Apa? Siapa yang bilang bahwa aku Natasha-mu hah?" Joon Hee tidak mempedulikan Hee Joo, "Seperti yang kau lihat, dia ini pemalu. Tapi bukankah dia ini sangat lucu?" So Myung berbisik pelan pada Ki Young, "Dia(Joon Hee) sepertinya sedikit gila. Jangan mempedulikannya." Ki Young tertawa mendengarnya.


Suk Hyun sedang berada di ruangannya Dosen Im. Dosen Im membahas kedatangan Ki Young tadi, "Ki Young datang kemari tadi. Aku mengakui kemampuanmu membujuk orang." Suk Hyun terlihat tidak suka dengan topik yang di bicarakan ini makanya dia to the point bertanya, "Apa sebenarnya yang ingin kau tanyakan?" Dosen Im menjawab, "Masalah Ki Young, aku masih ragu. Tapi aku bersikap seolah-olah aku tidak tau hal itu. Tapi aku akan membiarkannya lolos karna kau sangat menginginkan dia berperan dalam Musikal ini. Tapi tidak untuk Lee Kyu Won." Suk Hyun bertanya dingin, "Kenapa?" Dosen Im menjawab, "Hee Joo, kau sendiri sudah tau bahwa dia adalah Putri dari Kepala Universitas. Maka dari itu idemu untuk membuat kompetisi untuk tampil tunggal sebaiknya kau menyerah saja. Dan lagi sekarang ini Kampus membutuhkan banyak dana, jika menjual namamu maka itu akan lebih menghasilkan banyak penonton. Jadi berhentilah membuat masalah semakin rumit."

Suk Hyun bertanya, "Hyung, apakah kau ada dendam padaku hah? Hyung... yang memutuskan semuanya ini bukanlah kau tapi Sutradaranya dan Sutradara itu adalah aku! Hal yang harus kau lakukan hanyalah mencatat namamu di kertas kerja! Aku akan mengurus Kyu Won dan bertanggung jawab. Kau tidak perlu khawatir akan hal itu. " Suk Hyun langsung meninggalkan ruangan Dosen Im. Dosen Im berusaha memanggil Suk Hyun kembali namun Suk Hyun tidak mempedulikannya.


Suk Hyun datang ke ruang latihan dan bingung saat melihat tidak ada yang latihan, orang-orang justru hanya duduk saja. Suk Hyun bertanya pada So Myung, "Mengapa tidak latihan?" So Myung menjawab, "Latihan tidak mungkin terjadi jika Lee Kyu Won dan Pemain Gitar(Shin) tidak ada. Dosen palatih pun pergi." Suk Hyun terlihat sangat marah. Hee Joo tersenyum sinis, "Hm Lee Kyu Won itu pembawa masalah!"


Suk Hyun mengeluarkan HPnya dan langsung menelfon Kyu Won. Saat Kyu Won menjawab telfon itu Suk Hyun pun membentaknya, "YA! Lee Kyu Won dimana kau?" Kyu Won menjawab telfon di tengah hujan sambil terus mengikuti Shin dari belakang, "Maaf aku tidak bisa datang. Ada suatu masalah yang datang." Suk Hyun mengancam Kyu Won, "Kau harus datang. Jika kau tidak datang aku akan memptong kau dari pertunjukan ini!" Kyu Won terkejut mendengarnya, "A-APA?"


Kyu Won mematikan HPnya dan mencoba menghentikan langkah Shin, "Ya, seberapa jauh kau mau pergi? Ini sedang hujan..." Shin tidak mempedulikannya dan menepis tangan Kyu Won. Kyu Won berteriak kesal, "Apakah dunia akan hancur hanya karna kau dicampakan oleh seorang perempuan hah?" Shin berhenti melangkah saat mendengar kata-kata Kyu Won. Kyu Won mendekati Shin, "Apakah kau tau penampilan kau sekarang ini seperti apa? Kau sangat menyedihkan! Jika dilihat begini, bukan hanya Dosen Jung Yoon Soo saja yang akan menolakmu, aku juga akan menolakmu!! Sampai kapan kau akan terlihat menyedihkan begini?!" Shin berteriak kesal pada Kyu Won, "Itulah sebabnya aku tidak mau melakukannya! Aku sudah menyerah! Mulai dari sekarang aku tidak akan melakukannya kembali!" Kyu Won terkejut mendengarnya.

Shin berniat berjalan pergi meninggalkan Kyu Won namun dia membatalkan niatnya itu. Shin berbalik menatap Kyu Won dan membantu membawakan Gayageum milik Kyu Won.


Kyu Won dan Shin berteduh bersama menunggu hujan mereda. Shin mengulurkan tangannya dan air hujan pun membasahi tangannya itu. Kyu Won ikut mengulurkan tangannya dan air hujan ikut membasahi tangannya. Kyu Won tersenyum saat air hujan itu membasahi tangannya.


Keluarga Shin mulai pindah rumah ke rumah yang ada di dekat rumahnya Kyu Won. Karna acara pindah rumah itu lah Kakek Kyu Won sampai tidak bisa tidur karna sangat ribut. Tiba-tiba saja adiknya Shin masuk ke rumah Kyu Won, "Permisi, apa kalian punya palu?" Kyu Won dan Kakek terkejut melihat ada orang yang tiba-tiba masuk kedalam rumah mereka. Kakek bertanya, "Kau siapa?" Adik Shin menjawab, "Oh aku tetangga sebelah yang baru pindah. Kalian punya palu?" Kyu Won terus menatap wajah Adik Shin dan dia baru sadar bahwa perempuan itu adalah adiknya Shin yang pernah mengejek dia.

Kakek merasa tidak di hormati oleh Adik Shin itu karna adik Shin tidak memberikan salam sama sekali, "Ya kau ini saat melihat orang yang lebih tua maka kau harus memberikan salam dan menghormatinya. Siapa namamu hah?" Adik Shin menjawab, "Lee Jeong Hyeon. Intinya kalian punya palu tidak?" Kakek menjawab ketus, "Tidak!" Adik Shin menggerutu kesal, "Kalau tidak punya seharusnya katakan dari awal!!" Adik Shin menyenggol pot bunga kesayangan Kakek dan pot itu pun pecah. Adik Shin takut di marahi makanya dia langsung berlari ke rumahnya. Kakek sangat marah dan langsung mengejarnya.


Adik Shin kembali ke rumah dan langsung bersembunyi di balik punggung Shin, "Oppa, Kakek yang di rumah depan itu mengejarku." Shin bingung dengan apa yang terjadi. Kakek masuk kedalam rumah Shin dan langsung memarahi Adik Shin. Kyu Won ikut mask kedalam rumah Shin dan bersembunyi di balik punggung Kakek sambil terus membujuk Kakek agar pulang. Shin yang tidak mengerti masalahnya pun berbicara baik-baik pada Kakek, "Ada masalah apa ya?" Kakek menunjuk Adik Shin dengan kesal, "Bocah itu! Mengapa kau bersembunyi hah? Cepat kemari! Kau harus meminta maaf karna telah merusak harta berharga milikku! Bagaimana bisa kau langsung kabur begitu saja hah?"

Kyu Won mencoba menenangkan Kakek dan Kakek justru menariknya sehingga Kyu Won keluar dari tempat persembunyiannya di belakang Kakek. Shin yang melihat Kyu Won pun sangat terkejut, "Kau!" Adik Shin ikut mengenali Kyu Won, "Oh perempuan yang terlihat menyedihkan itu, benarkan Oppa?" Kakek marah karna Kyu Won di ejek, "Apa? Menyedihkan?"


Ibu Shin mendengar ribut-ribut dan dia pun datang ke ruang tengah. Di rang tengah terlihat Kakek, Kyu Won dan Shin, Adik Shin yang sedang saling beradu argumen. Ibu Shin bertanya pada Kakek, "Bukankah kau penyanyi terkenal Lee Dong Jin?" Kakek Kyu Won terlihat terkejut karna masih ada yang mengenalinya, "Oh benar aku adalah Lee Dong Jin." Ibu Shin tersenyum, "Aku Song Ji Yeong. Aku tidak yakin jika kau masih mengingatku." Kyu Won dan Shin sama-sama mengerutkan kening bingung karna ternyata Kakek dan Ibu Shin sepertinya saling mengenal. Kakek berusaha mengingat-ingat nama Song Ji Yeong dan dia pun ingat sesuatu...


FLASHBACK

Ayah Kyu Won menghadap Kakek bersama dengan Ibu Shin, "Ayah, ini adalah wanita yang ingin aku nikahi." Ibu Shin tersenyum memperkenalkan diri, "Hallo ini pertemuan pertama kita, namaku Song Ji Yeong." Kakek menatap sinis pada Ibu Shin, "Apakah kau yang menyanyi dalam band itu?" Ibu Shin terlihat bingung, "A-apa?" Kakek menjawab, "Kau kah perempuan yang merubah pemikiran anakku dan menghancurkan hidupnya hah?" Ayah Kyu Won berusaha menenangkan Kakek. Sementara Ibu Shin menunduk tidak enak hati.


FLASHBACK END.

Ayah Kyu Won sedang berada di kelas dan dia mendapatkan telfon dari Ayahnya Shin, "Kau pasti sudah mendengar kabar bahwa kesehatanku memburuk." Ayah Kyu Won menjawab, "Ya aku sudah dengar. Lalu?" Ayah Shin berkata, "Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Sesuatu yang harus dikatakan secara langsung." Ayah Kyu Won menolaknya, "Aku sedang ada kelas. Aku tidak bisa pergi." Ayah Shin terus mendesak, "Kau harus datang. Aku tidak memiliki banyak waktu tersisa. Aku akan menunggumu. Datanglah secepatnya yang kau bisa."


Adik Shin terus menggerutu tentang Kakek dan dia penasaran mengapa Ibunya bisa mengenal Kakek, "Ibu, mengapa kau bisa mengenalnya?" Ibu Shin berbohong menjawabnya, "Oh karna aku pernah mewawancarainya dulu." Adik Shin menghembus nafas kesal, "Huh sepertinya keputusan untuk pindah kemari itu adalah hal yang buruk. Kita memiliki tetangga seorang Kakek tua dan Perempuan yang menyedihkan itu. Ah Oppa, jika perempuan itu menganggumu maka kau harus katakan padaku. Aku akan membantunya menendang dia." Shin hanya tersenyum mendengar ucapan Adiknya itu.

Shin membersihkan piringan hitam dan dia menemukan sebuah piringan hitam dengan Cover foto Ayahnya Shin yang sedang memegang gitar. Shin tersenyum menatapnya.


Kyu Won masuk kedalam kamarnya dengan lesu, "Ah sisa hidupku akan sangat berat. Lee Shin pindah ke rumah samping... Mulai sekarang Lee Shin akan menjadi tetanggaku??" Kyu Won dengan panik melihat penampilannya di kaca, "Aku tadi muncul dengan penampilan seperti ini? Aish memalukan sekali...."


Pagi-pagi Kyu Won sudah keluar dari rumah. Dia berjalan mendekati pintu gerbang rumah Shin berusaha mengintip kedalam rumah. Tapi yang ada justrupintu gerbang itu terbuka dan keluarlah Shin. Shin bertanya, "Apa yang sedang kaulakukan?" Kyu Won menjawab, "Hah? Oh pengambilan sampah dilakukan hari Rabu dan kumpul tetangga di adakan setiap Jumat di akhir bulan di rumah yang di depan itu." Shin mengkerutkan keningnya, "Kau menungguku hanya untuk mengatakan hal itu?" Kyu Won menjawab, "Hah? Menunggumu? Hal tidak masuk akal apa yang kau ucapkan? Aku hanya mau pergi ke kampus lewat jalan ini. Hanya itu." Kyu Won memutar badan ke jalan di samping rumah Shin dan ternyata jalan itu buntu dan itu artinya Kyu Won tidak mungkin lewat ke rumah Shin jika dia mau pergi ke kampus. Kyu Won malu karna dia ketahuan berbohong dan akhirnya pergi duluan.



Para Dosen pelatih Musikal menghadap ke Kepala Universitas dan meminta agar dibentuk Tim baru untuk Musikal ini. Kepala Universitas terlihat kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dosen Im menjelaskan bahwa dia sudah meminta persetujuan beberapa Dosen dan mereka setuju. Kepala Universitas menatapnya tajam, "Ini hanya penampilan kampus! Apa yang kau coba lakukan dengan membagi menjadi 2 tim berbeda hah?" Dosen Kim menjawab, "Direktur, ini adalah penampilan dari Universitas Seni dan Budaya. Dan juga penampilan ini adalah lingkaran kebudayaan yang akan menarik banyak perhatian. Untuk menyebutkan bahwa ini hanya penampilan sekolah itu terlalu...." Ucapan Dosen Kim langsung di potong oleh Kepala Universitas, "Jika ini mengenai Suk Hyun maka kita akhiri saja. Aku aka mematahkan kakinya agar dia mendengarkan aku!" Dosen Im berkomentar, "Tolong jangan salah paham. Ini bukan karna persoalan pribadi. Ini demi sekolah. Jika kau setuju maka aku akan segera melaporkannya padamu." Dosen Im dan para dosen lainnya pamit pergi dari ruangan Kepala Universitas. Kepala Universitas menggerutu karna sifat Suk Hyun, "Tidak bisakah dia mendengar sekali ini saja??"


Kyu Won datang menghadap ke Suk Hyun. Suk Hyun bertanya, "Lee Kyu Won, apakah kau pikir pertunjukan ini hanya untuk main-main hah? Kau selalu tertawa. Apakah kau pikir ini lucu hah?" Kyu Won menunduk menyesal, "Tidak. Tidak seperti itu." Suk Hyun berkata, "Apakah kau tidak tau bahwa banyak orang yang terus melihatmu hah? Semua melihatmu untuk melihat seberapa hebatnya dirimu.Semur orang menatapmu, bocah!" Kyu Won menunduk meminta maaf. Suk Hyun membuang muka dan berkata, "Jika kau tidak hadir tanpa keterangan lagi, kau akan di keluarkan dari pertunjukan ini. Mengerti?" Kyu Won mengangguk, "Ya..." Suk Hyun memperbolehkan Kyu Won keluar dan Kyu Won pun berjalan dengan lesu. Namun belum sempat Kyu Won keluar, Suk Hyun memanggil Kyu Won dan itu membuat Kyu Win terkejut, "Jangan terlalu tegang, itu tidak cocok untukmu." Kyu Won meminta maaf dan pergi keluar.


Setelah Kyu Won pergi, Yoon Soo masuk kedalam ruangan Suk Hyun, "Permisi, apakah kau ada waktu?" Suk Hyun mengangguk dan mempersilahkan Yoon Soo masuk. Yoon Soo berkomentar mengenai Kyu Won, "Kau pasti membuat Kyu Won takut. Dia berjalan tanpa semangat sama sekali." Suk Hyun menjawab, "Dia sama sekali tidak mempedulikan peringatanku makanya aku menakutinya sedikit. Aku juga meminta Shin untuk datang tapi dia tidak pernah mau datang. Ah apakah kau datang untuk membahas masalah choreography?" Yoon Soo mengangguk, "Ya. Aku sedikit mengubah gerakannya."


Yoon Soo dan Suk Hyun berjalan bersama di lorong kampus. Yoon Soo bertanya, "Apa yang kau akan lakukan dengan pemeran utama?" Suk Hyun menjawab, "Ya aku harus segera memutuskannya." Yoon Soo berkomentar, "Aku yakin Hee Joo akan masuk." Suk Hyun bertanya, "Mengapa?" Yoon Soo menjawab, "Dia bagus dalam menari dan juga dalam menyanyi." Suk Hyun hanya mengangguk mengerti.

Mereka berdua berpapasan dengan Shin dan Shin berusaha bersikap cuek pada Yoon Soo. Tiba-tiba Suk Hyun memanggil Shin, "Lee Shin bukankan aku sudah katakan bahwa aku ingin kau dan Kyu Won datang bersama ke ruanganku?" Shin menjawab, "Aku tadi harus masuk kelas." Suk Hyun berkata, "Apakah kau tidak tau jika pemain gitar utama tidak datang maka kita tidak akan bisa berlatih? Kau dan Kyu Won jika tidak hadir lagi dalam latihan maka aku akan menghapus kalian dari pertunjukan!" Shin mengangguk mengerti dan pergi.


Shin melihat Yoon Soo yang sedang merangkul lengan Suk Hyun sambil tersenyum dan hal itu membuat Shin tidak senang.


Ayah Kyu Won akhirnya datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Ayah Shin. Ayah Shin terlihat senang, "Lama tidak berjumpa. Bukankah sudah 10 tahun? Aku senang kau datang." Ayah Kyu Won tidak menatap Ayah Shin, dia justru menatap ke luar jendela, "Di saat seperti ini apa yang ingin kau katakan?" Ayah Shin menjawab, "Dia tumbuh dengan sangat baik. Shin... Ji Yeong(Ibu Shin) membesarkannya dengan sangat baik." Ayah Kyu Won bersikap dingin, "Lalu?" Ayah Shin berkata, "Hidupku tidak akan lama lagi. Ji Yeong... Aku menitipkannya pada kau." Ayah Kyu Won terkejut mendengarnya, "Apa yang kau bicarakan disaat seperti ini hah?" Ayah Shin menjawab, "Tidak ada orang lain selain kau. Berdirilah di sisinya dan selalu membantunya." Ayah Kyu Won terlihat bingung, "Mengapa harus aku hah?" Ayah Shin menjawab, "Bukankah kau seorang guru? Kau masih tetap menyukai Ji Yeong. Aku tau. Karna aku maka kau terus berusaha menjaga jarak dengannya. Aku akan segera menghilang dan kau bisa melakukan apapun." Ayah Kyu Won membentak Ayah Shin, "Berani sekali kau mengatakan hal seperi itu. Kenapa? Apa kau akan tetap seperti itu? Bersikap polos tanpa dosa hah? Kau yang membuat hidup Ji Yeong dan aku seperti ini! Sekarang kau meminta maaf. Apakah kau manusia hah?" Ayah Shin menangis mendengar ucapan itu.

Ayah Kyu Won berkata penuh amarah, "Dengarkan aku, entah itu Ji Yeong atau Shin, kau tidak perlu khawatir. Jika kau ingin pergi maka pergilah dengan tenang!" Ayah Kyu Won langsung pergi meninggalkan ruangan. Tangan Ayah Shin terus bergetar dan terus menerus bergetar hingga seluruh tubuhnya bergetar hebat.


Shin datang ke rumah sakit untuk bertemu Ayahnya dan dia berpapasan dengan Ayah Kyu Won yang sedang berjalan keluar. Shin melihat ada suster yang keluar dari ruangan Ayahnya, "Ada apa?" Suster itu menjawab, "Maaf kau tidka bisa mengunjunginya hari ini. Ada masalah pernafasan." Shin terlihat panik, "Apakah begitu parah?" Suster menjawab, "Tidak juga. Dia sekarang sudah lebih baik." Shin mengerti dan dia pun menunggu di ruang tunggu. Suster keluar dari ruangan Ayahnya dan Shin langsung menghampiri suster itu kembali, "Bagaimana keadaannya sekarang?" Suster menjawab, "Dia tertidur dan kau tidak bisa menjenguknya sekarang ini." Shin mengangguk mengerti. Shin mengeluarkan sebuah buku dari tasnya dan memberikannya pada suster itu, "Jika dia sudah bangun, tolong berikan ini padanya."


Shin pulang ke rumah dan adiknya langsung mengeluh lapar. Shin bertanya, "Kau mau ramen?" Adik Shin menggeleng, "Aku bosan makan ramen. Ibu juga tidak memasak sama sekali. Oppa kalau begitu suruh perempuan itu saja? Bukankah dia budakmu? Kita suruh dia membuat pancakes untuk kita." Shin menjawab, "Jika kau lapar maka telfon saja pesan antar." Shin masuk kedalam kamarnya. Adik Shin berfikir sesaat dan dia mendapatkan ide.


Adik Shin datang ke rumah Kyu Won dan meminta Kyu Won membuatkan pancakes untuk Shin, "Iya Oppa ingin sekali pancakes. Lakukanlah dengan cepat." Kyu Won menatap Adik Shin, "Siapa bilang aku mau membuatkannya? Oh jadi Lee Shin suka pancakes?"


Ternyata Kyu Won membuat Pancakes. Kakek yang mendengar kegaduhan itu pun bertanya pada Kyu Won, "Mengapa kau membuat Pancakes malam-malam begini?" Kyu Won menjawab, "Aku hanya sedang ingin membuatnya." Kakek berkata, "Oh baguslah karna aku sedang lapar. Berikan satu padaku." Kyu Won mengangguk lemah.


Pancakes buatan Kyu Won sudah jadi dan Kakek terlihat ragu dengan rasanya karna bentuknya saja sudah hancur. Kakek memakannya dan ternyata rasanya cukup enak. (Kyu Won memberikan Pancakes yang ancur untuk Kakek, sementara yang bagusnya di berikan untuk Shin)


Kyu Won datang ke rumah Shin dan memberikan pancakes pada Adik Shin. Adik Shin terlihat sangat sennag, "Wow kau bisa membuat Pancakes." Adik Shin langsung memakannya dengan lahap. Kyu Won bertanya, "YA! Bagaimana dengan Shin?" Adik Shin menjawab, "Dia bilang dia tidak mau makan." Kyu Won menggerutu, "Huh kalau begitu mengapa dia memesannya?" Adik Shin menjawab, "Siapa yang bilang bahwa Oppa memesannya? Aku hanya katakan bahwa Oppa ingin memakannya." Kyu Won sangat kesal karna di bohongi. Adik Shin tiba-tiba bertanya, "Kau menyukai Oppa kan?" Kyu Won terkejut, "Apa?"


Ibu Shin baru pulang dan dia berkomentar, "Aku pulang. Hmm aku mencium harum makanan." Kyu Won yang melihat kedatangan Ibu Shin pun langsung memberi salam. Ibu Shin tersenyum, "Kau Lee Kyu Won bukan?" Kyu Won mengangguk. Adik Shin berkata, "Ibu, Kyu Won Unnie membuatkan ini untuk kita." Ibu Shin tersenyum melihatnya, "Wow benarkah? Itu pasti sangat enak." Kyu Won tersenyum malu.

HP Kyu Won berbunyi dan dia segera mengangkatnya, "Hallo Ayah, dimana kau? Di dekat rumah? Oh baiklah aku akan segera keluar." Kyu Won permisi pergi pada Ibu Shin, Ibu Shin mengerti dan tersenyum.


Kyu Won masuk kedalam sebuah cafe kecil dan bertemu Ayahnya. Kyu Won berkata, "Kau datang bahkan tanpa memberi kabar dahulu. Apa ada sesuatu yang terjadi?" Ayah Kyu Won menjawab, "Aku datang bertemu temanku." Kyu Won bertanya, "Teman seperti apa yang hingga membuatmu datang ke Seoul pada hari biasa seperti ini?(Ayah Kyu Won gak tinggal di Seoul)" Ayah Kyu Won menjawab, "Teman lama. Ah ini aku membawakan hadiah untukmu." Ayah Kyu Won memberikan sebuah CD pada Kyu Won. Kyu Won sangat senang menerimanya, "Aah semua milikku hancur. Mulai sekarang aku harus menyembunyikannya." Ayah Kyu Won tersenyum mendengarnya.

Ayah Kyu Won lalu bertanya, "Bagaimana kabar Pangeran narsis(Shin) itu?" Kyu Won menjawab, "Dia sedikit menyedihkan. Dia di campakan oleh perempuan yang dia sukai." Ayah Kyu Won berkomentar, "Kalau begitu ini kesempatan untukmu." Kyu Won terlihat malu, "Kesempatan apa? Kapan aku pernah mengatakan bahwa aku menyukainya?" Ayah Kyu Won tersenyum, "Fighting! Jangan menyesal nantinya." Kyu Won terus menyangkalnya, "Aku sudah katakan tidak seperti itu.... Akan menyesal?" Ayah Kyu Won terdiam sesaat dan bergumam pelan, "Ya. Akan sangat menyesalinya..." Kyu Won terlihat bingung, "Apa?" Ayah Kyu Won segera menggeleng, "Ah tidak..."

Kyu Won bertanya, "Ayah, apa kau akan tidur disini malam ini?" Ayah Kyu Won menggeleng, "Tidak. Aku harus kembali." Kyu Won terlihat kecewa, "Tinggalah dulu baru pergi. Aku belum lama bertemu denganmu." Ayah Kyu Won hanya tersenyum mendengarnya.


Shin memainkan gitarnya sendirian di kamar. Shin kemudian melihat cover piringan hitam yang ada foto Ayahnya. Shin pun teringat kembali pada masa-masa dia memainkan gitar bersama dengan Ayahnya itu saat di rumah sakit. Shin juga teringat akan cerita Ayahnya mengenai wanitayang di sukai Ayahnya. Shin juga teringat akan masa-masa dia bersama dengan Yoon Soo.


Shin berpapasan dengan Kyu Won di kampus. Kyu Won menyapanya namun Shin sama sekali tidak menanggapinya. Kyu Won kesal dan langsung memanggil Shin, "Hari ini adalah hari terakhir! Kontrak budak itu... Aku khawatir kau lupa akan hal itu dan besok kau akan terus menyuruh-nyuruh aku. Dan lagi katakan pada adikmu itu juga!" Shin mengangguk mengerti, "Iya aku mengerti." Shin mau melangkah pergi namun dia berhenti melangkah dan menatap Kyu Won, "Kau... Bisakah kau membantuku mencari kalung?" Kyu Won bingung, "Kalung seperti apa?" Shin menjawab, "Aku kehilangannya di halaman kampus." Kyu Won bertanya, "Seperti apa bentuknya?" Shin berfikir sesaat dan menggelengkan kepala, "Ah lupakan saja. Tidak perlu mencarinya." Shin kemudian pergi meninggalkan Kyu Won yang penasaran dengan kalung yang di maksud oleh Shin.


Kyu Won meminta teman-temannya agar membantu dia mencari kalung. o Woon mengeluh lelah, "Ya, Bagaimana jika kita tidak berhasil menemukannya?" Kyu Won menjawab, "Hmm aku kehilangannya disini." Salah seorang teman Kyu Won berteriak senang, "Aku menemukannya. Ini bukan Kyu Won? (Bukan kalunya Shin)" Kyu Won menatap kalung itu ragu, "Ini.... sepertinya." Bo Woon bingung mendengar jawaban Kyu Won, "Ya, bukankah kau bilang bahwa kalungmu yang hilang?" Kyu Won menjawabnya berbohong, "Ya itu milikku..." Kyu Won berjalan pergi sambil terus bertanya bingung, "Seperti apa bentuknya?"


Shin sedang di parkiran sepedah saat dia menerima telfon dari Ibunya. Shin mengangkat telfon Ibunya, "Ya?"


Shin datang bersama Ibunya ke rumah duka. Shin sendiri tidka tau siapa yang meninggal. Akhirna dia tau siapa yang meninggal saat melihat sebuah karangan bunga dengan nama Lee Hyun Soo(Ayah Shin). Shin dan Ibunya masuk kedalam ruangan dan Shin terlihat sangat sedih. Shin dan Ibunya kemudian memberikan penghormatan terakhir.


Shin dan Ibunya berjalan pergi dari rumah duka namun Istri Ayah Shin segera menghentikannya, "Tunggu. Buku ini harus di berikan pada Shin." Shin membuka buku musik itu yang ternyata di dalamnya ada nada-nada musik. Istri Ayah Shin lalu memberikan gitar pada Shin. Ibu Shin ingin menolak namun Istri Ayah Shin terus memaksa agar di terima, "Tolong di terima. Jika di biarkan maka tidak akan ada yang memakainya." Shin pun akhirnya menerima gitar itu.


Shin dan Ibunya pulang ke rumah. Shin bertanya, "Apa semua orang tau siapa kita?" Ibu Shin menjawab, "Mereka tau." Shin bertanya kembali, "Apa racun alkohol(Penyakit Ayah Shin) itu merupakan turunan genetik?" Ibu Shin langsung menatap Shin, "Kau tidak mungkin terkena penyakit itu. Kau tidak perlu khawatir." Shin berjalan lemas menuju kamarnya.


Di dalam kamarnya Shin terus menatap foto Ayahnya itu. Adik Shin masuk kedalam kamar dan bertanya, "Oppa, apa yang sedang kau lakukan?" Shin menunjukan foto Ayahnya itu, "Apa kami terlihat mirip?" Adik Shin terlihat bingung, "Siapa itu?" Shin menjawab, "Dia seorang gitaris, dia meninggal hari ini karna racun alkohol." Adik Shin masih bingung, "Tapi mengapa dia dan Oppa terlihat mirip? Apakah itu Ayahnya Oppa?" Shin terdiam mendengar pertanyaan itu. Adik Shin kembali berkata, "Ibu sedang minum alkohol. Kalian berdua bersikap aneh hari ini."


Ibu Shin sedang minum. Dia menatap langit dan berkata, "Akan lebih baik jika hujan besar turun..." Ibu Shin berhalusinasi melihat Ayah Shin di sampingnya. Ayah Shin berkata, "Ya kau benar." Ibu Shin terlihat terkejut dan dia berkata, "Aku tidak mau melihatmu..." Ibu Shin menutup matanya dan mulai menangis.


Ayah Kyu Won datang juga ke rumah duka itu. Ayah Kyu Won memberikan penghormatan terakhir dan berkata pelan, "Jaga dirimu..."


Shin memainkan gitarnya dan dia terlihat seperti ingin menangis.


Kyu Won datang ke kampus dan dia tidak melihat Shin sama sekali. Bahkan di tempat biasa Shin menunggu pun sosok Shin tidak terlihat sama sekali. Di tempat latihan The Stupid juga tidak ada Shin.


Kyu Won sedang berjalan bersama teman-temannya. Teman Kyu Won berkomentar, "Hari ini aku tidak melihat Shin sama sekali. Ada apa ya? Kyu Won apa kau tidak tau? Bukankah kau bertetangga dengannya?" Kyu Won menggeleng, "Aku juga tidak tau. Mungkin dia pergi berlibur..." Mereka melewati kantin dan Bo Woon langsung tersenyum saat melihat Joon Hee bersama 2 orang personil The Stupid sedang makan. Kyu Won berkata pada teman-temannya, "Kalian tunggu aku sebentar ya..."


Kyu Won pun menghampiri Joon Hee, "Joon Hee ah, apa yang terjadi pada Shin? Ada apa?" Joon Hee dan personil The Stupid saling tatap bingung. Joon Hee berkata, "Hmm itu... tapi kau tidak boleh memberi tahu pada orang lain." Kyu Won terlihat khawatir, "Mengenai apa?"


Yoon Soo dan Suk Hyun datang ke Club bertemu teman mereka. Teman Suk Hyun itu berkata, "Hmm sebenarnya beberapa hari yang lalu Ayah Shin meninggal." Yoon Soo kaget mendengarnya. Teman Suk Hyun melanjutkan ucapannya, "Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti. Shin dan Adiknya itu memiliki Ibu yang sama namun berbeda Ayah. Di masa dulu, Ayah Shin ini adalah seorang gitaris. Ah aku tidak tau apakah dia bisa datang atau tidak pada penampilan hari ini."

Yoon Soo terdiam dan dia mengingat saat Shin datang padanya hanya untuk menceritakan bahwa dia bertemu dengan Ayahnya. Yoon Soo merasa ikut sedih karna Shin di tinggal oleh Ayahnya.


Shin berbaring di kamarnya sambil terus melihat buku musik yang di tulis oleh Ayahnya. Ternyata di hari-hari terakhir Ayahnya Shin masih sempat menulis kan nada-nada lagu walaupun tangannya terus bergetar hebat.


Ibu Shin masuk kedalam kamar Shin untuk melihat keadaannya, "Apakah kau masih tidak akan keluar? Jika ada yang mau kau tanyakan maka tanyakan. Aku akan menjawabnya." Shin diam saja tidak menjawab. Ibu Shin kembali bertanya, "Apakah kau kecewa karna dia bukan orang terkenal?" Shin bangkit dari tidurnya, "Tidak. Aku hanya masih tidak tau apa yang ingin aku ketahui. Jika aku sudah tau maka aku akan menanyakannya padamu." Shin mengambil gitar dan kemejanya lalu berjalan keluar kamar. Ibu Shin bertanya, "Kau mau kemana?" Shin menjawab sambil tersenyum, "Kerja sambilan..."


Shin datang ke cub dan tampil sendirian. Dia memainkan gitarnya sambil menangis.


Kyu Won masih terus berusaha mencari kalung di halaman kampus. Kyu Won terus mencari dan dia menemukan sebuah kalung. Kyu Won menatap kalung itu, "Oh ini kalung perempuan..." Bo Woon datang dan memberikan kabar bahwa Shin datang ke Club. Kyu Won dengan terburu-buru datang ke club itu.


Kyu Won datang ke club namun dia tidak menemukan Shin. Kyu Won pun menghampiri teman Suk Hyun yang merupakan pemilik club itu, "Dimana Lee Shin?" Teman Suk Hyun menjawab, "Oh dia pergi setelah selesai tampil." Kyu Won bertanya, "Kapan dia pergi?" Teman Suk Hyun menjawab, "Baru tadi. Jika kau mengejarnya mungkin kalian bisa bertemu." Kyu Won dengan segera pergi dari club.


Di luar sedang hujan dan Kyu Won berusaha mencari Shin. Kyu Won mencoba menelfon HPnya Shin namun tidak diangkat sama sekali.


Shin berjalan di bawah hujan sambil mendorong sepedahnya. Shin menatap gitar yang di pajang di sebuah toko musik dan akhirnya dia memutuskan untuk berteduh di pinggir toko musik itu. Shin terdiam lama mengingat Ayahnya.


Yoon Soo melewati toko musik dan dia melihat Shin sedang duduk di depannya. Yoon Soo pun dengan segera menepikan mobilnya. YoonSoo teringat ucapan Teman Suk Hyun yang bilang bahwa Shin baru saja di tinggal oleh Ayahnya.


Yoon Soo menghampiri Shin dan menyimpan payung di sisi Shin. Shin menyadari kehadiran Yoon Soo dan langsung menatapnya. Yoon Soo berkata, "Ini hujan. Kau cepat pulanglah." Yoon Soo hendak berjalan pergi namun Shin menahan tangannya. Shin berdiri dari duduknya dan memeluk Yoon Soo sambil menangis.


Kyu Won terus berlari mencari Shin sambil terus mengenggam kalung yang berhasil dia temuka dan akhirnya dia menemukan Shin. Tapi sayangnya Shin sedang bersama dengan Yoon Soo. Kyu Won menangis melihat Shin memeluk Yoon Soo, "Sin sedang menangis... Seharusnya akulah yang pertama bilang padanya 'Tidak apa-apa, jangan khawatir' Tapi sekarang Shin berada di pelukan orang lain. Bukan aku... Melainkan orang lain..."



Pst :
Episode yang satu ini sangat mengesalkan karna Shin benar-benar bersikap sangat kejam sama Kyu Won dan Kyu Won juga bodoh terus mengejar Shin :-( Di Episode ini sepertinya konflik-konflik juga mulai muncul dan fokus utama pada Shin dan Kyu Won juga lebih banyak. Berharap di Next Episode akan ada sweet scent antara Kyu Won dan Shin. Dan entah kenapa Zola harap juga ya Ki Young nantinya bisa mengisi kekosongan di hati Kyu Won dan nantinya Shin cemburu. Hahahaha Zola paling suka kalau tokoh laki-lakinya udah cemburu ;-)