Sinopsis Heartstrings Episode 7

EPISODE 7
Aku akan... Aku akan melupakannya.

Maaf telat posting :P

Kyu Won terdiam menatap Shin yang sedang memeluk Yoon Soo. Kyu Won menatapnya kecewa, "Sekarang ini Shin berada di pelukan orang lain. Bukan aku, melainkan Orang lain..."


Kyu Won pergi dari hadapan Shin. Kyu Won hatinya sangat kacau sehingga dia menabrak orang lain dan hal itu membuat payungnya terjatuh. Air hujan pun akhirnya membasahi Kyu Won. Kyu Won terdiam lama di bawah air hujan itu dan perlahan-lahan dia mulai menangis , "Kau bodoh! Idiot! Siapa yang akan mempedulikanmu!! Lee Shin kau itu bodoh!!" Tangisan Kyu Won pun semakin menjadi-jadinya saat dia mengingat Shin memeluk Yoon Soo.


Shin masih terdiam di depan toko musik itu. Sudah tidak ada Yoon Soo di toko musk itu, yang ada hanyalah payung yang di berikan oleh Yoon Soo. Shin terus terdiam lama di depan toko musik itu.


Kyu Won pulang ke rumah dalam keadaan kehujanan. Kakek yang melihat itu pun merasa khawatir, "Mengapa kau pulang basah begitu?" Kyu Won memaksakan diri untuk tersenyum di depan Kakek, "Maafkan aku, tadi aku ada yang harus di lakukan dahulu." Kakek bertanya, "Apakah kau skait?" Kyu Won menggeleng, "Tidak. Aku baik-baik saja." Kakek mengangguk mengerti, "Udara dingin di musim panas ini sangat berbahaya. Kau bisa sakit. Jadi pakailah selimut yang lebih tebal. Itu lebih baik dari pada kau sakit." Kyu Won tersenyum kembali pada Kakek, "Ya aku mengerti. Tidurlah yang nyenyak."


Shin sama seperti Kyu Won, dia pulang ke rumah dalam keadaan kehujanan. Ibunya masuk kedalam kamar Shin dan melihat keadaan Shin yang basah, "Kau cepatlah berganti pakaian. Kau bisa terkena flu. Apa kau sudah makan?" Shin menjawab ingkat, "Sudah." Ibunya berkata, "Baguslah jika sudah. Kau cepatlah membersihkan diri dan kemudian tidur lah."

Saat Ibunya akan pergi dari kamar Shin, Shin menghentikan langkah Ibunya dengan sebuah pertanyaan, "Kemana kau akan pergi? Apakah kau begitu menyukainya? Cukup untuk meninggalkan pria yang kau sukai. Apa yang kau sukai dari dirinya?" Ibunya menjawab, "Saat orang itu memegang gitar... Dia seperti tidak terlihat. Pakaiannya, rambutnya atau pun sepatunya, kau tidak akan bisa melihatnya. Dia menjadi seperti Musik. Kau sama sepertinya..." Shin tersenyum mendengarnya. Shin kemudian menanyakan satu pertanyaan lagi, "Kenapa? Kenapa kau tidak menyesal telah menyukainya?" Ibu Shin menjawab, "Tidak. Karena ada kau... Kau bisa flu jadi cepatlah ganti pakaian dan tidur." Saat Ibunya akan pergi, Shin mengucapkan sesuatu, "Terima kasih... Kau telah memperbolehkan aku bertemu dengannya." Ibu Shin mengangguk dan keluar dari kamar Shin.


Shin berbaring di ranjangnya dan mengingat banyak hal. Sementara itu Kyu Won sedang menatap kalung milik Shin yang dia berhasil temukan. Kyu Won menatap kalung itu dan mulai menangis kembali.


Shin datang ke Kampus dan dia juga membawa kembali payung yang kemarin di pinjamkan oleh Yoon Soo. Shin berjalan menuju ruangan Yoon Soo dan meninggalkan payung di itu di depan ruangan Yoon Soo. Saat akan pergi, Suk Hyun datang menghampirinya, "Sudah lama tidak bertemu denganmu. Ah aku mendengar kabar mengenai Ayahmu. Itu pasti hal sulit untukmu." Shin tersenyum, "Aku tidak apa-apa." Suk Hyun bertanya, "Apa kau datang untuk bertemu dengan Yoon Soo?" Shin menggelengkan kepala dan kemudian dia memberikan payung milik Yoon Soo itu pada Suk Hyun, "Tolong kembalikan ini padanya." Suk Hyun terlihat bingung, "Kenapa? Kau bisa memberikannya secara langsung." Shin tersenyum, "Aku mempercayakan Dosen Jung Yoon Soo padamu." Shin memberikan salam dan kemudian berjalan pergi.


Suk Hyun masuk kedalam ruangan Yoon Soo dan mengembalikan payung pada Yoon Soo. Yoon Soo lalu membahas kejadian kemarin, "Dia pasti sangat terpukul dengan kepergian Ayahnya. Kemarin aku bertemu dia yang kehujanan dan dia sedang menangis." Suk Hyun berkomentar, "Bocah itu selalu bersikap seperti orang dewasa saja padahal dia itu masih anak-anak." Yoon Soo tersenyum dan bertanya, "Apa kau tidak berfikir bahwa kau juga seperti itu waktu kuliah?" Suk Hyun menjawab, "Ya apa yang kau katakan? Aku terlihat sangat jantan. Tapi banyak pula yang mengatakan bahwa aku ini memiliki baby face. Bahkan saat di Amerika banyak yang menyangka bahwa aku iin berusia 20 tahun." Yoon Soo tertawa mendengarnya, "Ya aku mengerti. Lihatlah ini, aku mengubah sedikit bagian choreographynya." Suk Hyun memotong pembicaraan Yoon Soo, "Aku tidak mau lihat sebelum kau mengatakan bahwa aku ini memiliki baby face!" Yoon Soo kembali tertawa, "Baiklah... Kau terlihat seperti berusia 20 tahun. Kau senang?" Suk Hyun mengangguk dan tersenyum. (Cute Couple ^^)


Shin sedang berada di mesin penjual minuman. Bo Woon dan teman-temannya Kyu Won lainnya menghampiri Shin, "Lee Shin, apakah kau bertemu Kyu Won kemarin?" Shin menjawab dingin, "Lee Kyu Won? Tidak!" Bo Woon terlihat bingung, "Tidak? Dia kemarin mengatakan akan bertemu denganmu. Ah mungkin dia tidak berhasil menemukanmu." Shin berkata ketus, "Katakan padanya, jika ada sesuatu yang mau dia katakan maka datanglah ke ruangan band." Teman Kyu Won menjawa, "Dia sedang sakit. Dia tidak datang ke kampus karna kemarin dia terkena flu gara-gara kehujanan." Shin tetap saja terlihat tidak peduli.

Bo Woon dan teman-temannya pun berjalan pergi sambil membahas menganai kalung yang di cari oleh Kyu Won dan ternyata Shin mendengar pembicaraan itu, "Aku penasaran dengan kalung yang di cari oleh Kyu Won. Haruskah kita mencainya kembali? Sepertinya dia terus mencarinya di halaman kampus hingga larut malam."


Shin datang ke halaman kampus. Shin ingat bahwa dia pernah meminta Kyu Won mencarikan kalungnya namun dia telah membatalkan permintaan itu pada Kyu Won. Shin bergumam pelan, "Mungkinkah dia...." HP Shin bebrunyi dan dia pun segera datang ke ruangan Dosen Hong.


Dosen Hong memutarkan sebuah lagu dan Shin pun bertanya, "Melodinya cukup bagus. Lagu apa ini?" Dosen Hong menjawab, "Ini akan menjadi lagu penutup untuk Drama Musikal. Dan aku pikir ini akan bagus jika di kolaborasikan dengan tradisional musik. Bagaimana menurutmu?" Shin menjawab, "Itu akan menjadi berbeda dan pasti menyenangkan. Tapi Dosen, apakah kau yang akan mengaransemen lagunya?" Dosen Hong menjawab, "Kau pikir apa alasanku meminta kau datang hah?" Shin terlihat bingung, "Jadi, aku?" Dosen Hong menganggukan kepala, "The Stupid pasti sudah memiliki pengalaman menganai aransemen lagu. Dan aku dengar kau memikirkan mengenai sekolah di luar negeri itu akan menjadi rujukan yang baik."

Shin berkomentar, "Tapi aku tidak begitu tau banyak mengenai tradisional musik." Dosen Hong menjawab, "Tenang saja, Dosen Musik Tradisonal bersedia untuk membantumu. Bagaimana? Apakah kau tidak yakin?" Shin tersenyum dan menjawab, "Aku akan mencobanya." Dosen Hong senang mendengarnya, "Bagus. Itulah Lee Shin yang aku kenal. Ini adalah CD dan kertas musiknya. Aku menyerahkan semuanya padamu." Shin mengangguk mengerti.


Shin pulang ke rumahnya. Saat melewati rumah Kyu Won, dia terdiam sesaat sambil menatap rumah Kyu Won. Kemudian dia melanjutkan pulang ke rumahnya.


Saat masuk kedalam rumah, Shin langsung di sambut oleh adiknya. Adik Shin bertanya, "Oppa, apakah kau sudah makan?" Shin menjawab, "Sudah. Apakah kau sudah makan?" Adik Shin menjawab, "Aku sudah makan namun aku masih lapar. Ah bagaiman ajika meminta Kyu Won Unnie..." Shin memotong ucapan Adiknya itu, "Hentikan itu. Dia bukan budak-ku lagi dan dia hari ini sedang sakit sehingga tidak masuk ke kampus. Apa mau aku pesankan pizza?"


Kyu Won berada di kamarnya dan dia sedang menelfon Bo Woon, "Iya aku sudah lebih baik sekarang ini. Aku akan masuk ke kampus besok." Bo Woon bertanya, "Bagaimana dengan kalungmu? Ketemu?" Kyu Won menatap kalung Shin yang berada di genggamannya, "Ya ketemu. Ternyata ada di rumah. Maaf karna sudah menyusahkanmu." Bo Woon menjawab, "Aku senang kau menemukannya. Ah ya aku dengar kau tidak bertemu dengan Shin kemarin. Aku pikir kalian akan bertemu." Kyu Won berkata, "Ah aku melewatkannya. Itu bukan masalah besar. Ngomong-ngomong, terima kasih banyak Bo Woon... Aku akan bertemu denganmu besok." Kyu Won menutup HPnya dan dia kembali menatap kalung milik Shin.


Kyu Won kembali masuk kampus dan dia segera di sambut oleh Bo Woon dan teman-teman lainnya. Bo Woon berkomentar, "Kyu Won, apakah kau benar-benar sakit? Wajahmu menjadi sangat kurus." Kyu Won memegang wajahnya senang, "Benarkah?" 3 Senior Kyu Won yang mendengar komentar Bo Woon itu tertawa, "Huh jika dia wajahnya kurus lalu bagaimana denganku?" 3 Senior itu tetawa dan kemudian pergi. Bo Woon kesal dan berteriak pada3 seniornya itu.

Teman Kyu Won bertanya, "Ah ya aku dengar kau sudah menemukan kalungmu." Kyu Won menjawab, "Ya. Ternyata ada di rumah." Teman Kyu Won melihat leher Kyu Won yang tidak menggunakan kalung makanya dia bertanya, "Apa kau tidak mengenakannya? Akusangat pensaran bagaimana bentuknya." Bo Woon ikut berkomentar, "Benar aku juga penasaran karna kau begitu berusaha mencarinya. Itu pasti sangat penting untukmu." Kyu Won hanya tersenyum menanggapinya. Kyu Won melihat sosok Shin sehingga dia memohon pergi duluan pada teman-temannya, "Ah aku ada kepntingan dahulu. Nanti kita bertemu di ruangan latihan ya...."


Kyu Won menghampiri Shin yang ternyata ada di halaman kampus. Kyu Won bertanya, "Apa kau sibuk?" Shin menjawab, "Tidak apa-apa. Katakan saja." Kyu Won mengeluarkan kalung milik Shin itu, "Aku menemukan kalungnya." Kemudian Kyu Won menyerahkan kalung itu ke tangan Shin. Kyu Won berkata, "Aku... akan melakukan apa yang kau katakan padaku. Mulai sekarang, tidak peduli siapa yang kau sukai, atau seberapa terlukanya kau karna dia, aku tidak akan peduli lagi." Shin terlihat bingung, "Apa?" Kyu Won menatap Shin dan menjawab, "Aku tidak menyukaimu." Shin terdiam mendengarnya. Kyu Won melanjutkan ucapannya, "Dan mulai sekarang kita tidak ada hubungan lagi karna kontrak budak itu sudah berakhir." Kyu Won berdiri dari duduknya dan berniat pergi namun sebelum pergi dia sempat berkata pada Shin, "Ah menganai Ayahmu... Aku turut berduka. Walaupun aku tau jika aku mengatakan hal ini tidak akan membuat kau nyaman. Aku pergi."

Kyu Won berjalan pergi namun segera di tahan oleh Shin, "Lee Kyu Won. Terima kasih." Kyu Won terdiam mendengar namanya di panggil. Kyu Won tersenyum pada Shin, "Ini pertama kalinya kau memanggil namaku. Aku pergi..." Kyu Won kemudian berjalan pergi.


Kyu Won terus berjalan sambil melamun. Bahkan Suk Hyun yang lewat di depan Kyu Won pun tidak di sadari oleh Kyu Won. Suk Hyun kemudian memanggil Kyu Won, "Lee Kyu Won!" Kyu Won pun tersadar dari lamunannya, "Oh Hello." Suk Hyun bertanya, "Apalah kau masih sakit?" Kyu Won menjawab, "Tidak. Aku baik-baik saja sekarang ini." Suk Hyun kembali bertanya, "Tapi mengapa kau terlihat begitu lesu? Apa kau ada waktu?"


Kyu Won dan Suk Hyun pun pergi bersama ke sebuah coffee shop. Kyu Won sengaja memberikan banyak gula pada minumannya dan hal itu membuat Suk Hyun bingung. Suk Hyun bertanya, "Bagaimana mungkin kau bisa meminum minuman yang begitu manis?" Kyu Won menjawab, "Aku ini sedang sakit jadi aku harus meminum yang manis-manis." Suk Hyun berkomentar, "Tapi kau tidak perlu menambahkan begitu banyak gula." Kyu Won menjawab, "Aku membutuhkannya sekarang ini untuk menenangkan hatiku. Ngomong-ngomong apa yang kau perlu bicarakan denganku?"

Suk Hyun pun mulai membahas niatnya mengajak Kyu Won mengobrol di coffee shop itu, "Beberapa hari lagi akan di adakan audisi untuk pemeran utama. Hee Joo pasti mengikutinya. Kau ingin ikut?" Kyu Won terkejut mendengarnya, "Aku? Bagaimana mungkin aku menjadi pemeran utama? Aku tidak bisa," Suk Hyun balas bertanya, "Mengapa tidak bisa? Kemarin-kemarin kau berlatih dengan keras dan melakukan hal yang sangat bagus. Jangan merasa terbebani. Aish kali ini kau pasti tidak akan berhasil." Suk Hyun sengaja mengejek Kyu Won agar Kyu Won lebih termotifasi. Kyu Won bertanya, "YA! Mengapa kau bilang bahwa aku tidak akan berhasil?" Suk Hyun menjawab, "Jika hanya Hee Joo yang mau menjadi pemeran utama maka tidak akan ada audisi. " Kyu Won kesal mendengarnya, "Apakah kau meragukan aku?" Suk Hyun menjawab, "Jika kau tidak mau di ragukan maka ambil kesempatan ini! Apakah kau mau mencobanya?" Kyu Won balas bertanya, "Haruskah aku mencobanya?"


Suk Hyun sedang mengadakan rapat untuk membahas konsep panggung. Dosen Kim terlihat tidak begitu tertarik dengan penjelasan Suk Hyun. Suk Hyun lalu mengumumkan niatnya untuk melakukan audisi besok hari. Dosen Im bertanya, "Mengapa begitu tiba-tiba?" Suk Hyun menjawab, "Kita hanya akan mengambil orang-orang yang sudah siap. Jadi aku rasa tidak akan ada masalah. Bagaimana menurutmu?" Dosen Im berkata, "Huh kapan kau pernah menanyakan saranku sebelum nenentukan sesuatu? Bagaimana caranya menentukan pemenangnya?" Suk Hyun tidak begitu mempedulikan hal itu "Kita akan menilainya bersama. Bagaimana?" Dosen Hong dan Yoon Soo mengangguk setuju. Suk Hyun kembali berkata, "Kalau begitu besok jam 5 kita akan mengadakan audisi."


Dosen Im dan Dosen Kim keluar dari ruangan untuk mendiskusikan masalah audisi yang akan di adakan oleh Suk Hyun. Dosen Kim bertanya, "Haruskah kita menolak Han Hee Joo? Bukankah rencana kita adalah membuat dia ada di group kita?" Dosen Im menjawab, "Han Hee Joo harus menjadi pemeran utama wanita sehingga dia bisa bergabung dengan group kita. Dan kemudian tim Suk Hyun akan melemah. Jadi besok di audisi, Hee Joo lah yang harus terpilih. Tolong informasikan pada yang lainnya. Walaupun dengan kemampuannya, Hee Joo pasti bisa melakukannya tapi tetap saja kita harus meyakinkannya."


Hee Joo keluar dari gedung kampus dan dia bertemu dengan Ki Young. Ki Young memutuskan untuk berjalan melewati Hee Joo. Namun kemudian Hee Joo berkata, "Sindrom Escaping, Apakah kau sudah sembuh dari itu? Seperti sebelumnya, kau lari sebelum pertunjukan itu di mulai... Apakah akan terjadi lagi?" Ki Young menjawab, "Aku akan bekerja keras jadi aku akan datang." Hee Joo berkomentar, "Bekerja keras itu tidak cukup. Jika kau menggagalkan 'penampilanku' lagi maka aku tidak akan membiarkan kau pergi kali ini!" Ki Young bertanya, "'Penampilanmu'?" Hee Joo menjawab penuh percaya diri, "Tentu saja karna aku adalah pemeran utama wanitanya."

Saat Hee Joo akan pergi, Ki Young memanggilnya, "Awalnya aku berfikir bahwa kau sangat keren saat bersikap kejam. Namun sekarang, kau benar-benar menyedihkan dengan sikapmu yang menjengkelkan itu." Hee Joo terkejut mendengarnya, "Apa yang kau katakan?" Ki Young menjawab, "Ngomong-ngomong terima kasih untuk yang lalu. Melihat harga dirimu itu, pasti sangat sulit untuk datang menemuiku. Aku sangat berterima kasih." Setelah mengatakan hal itu Ki Young pergi begitu saja. Hee Joo langsung menggerutu kesal, "Huh siapa yang mengasihani siapa kali ini??"


Saat Hee Joo berbalik, dia bertemu dengan Joon Hee dan itu membuatnya terkejut. Joon Hee melihat kepergian Ki Young dan dia pun bertanya pada Hee Joo, "Unnie, kau tidak selingkuh dengan Ki Young Hyung kan?" Hee Joo bingung mendengarnya, "Apa?" Joon Hee berkata, "Aku bisa memaafkan yang lainnya, tapi tidak untuk selingkuh! Tidak!!"


Kyu Won dan teman-temannya sedang berjalan bersama sambil membahas mengenai audisi pemeran utama wanita. Kyu Won berkata, "Aku pasti tidak akan berhasil, namun dia(Suk Hyun) memintaku untuk mencobanya terlebih dahulu. Walaupun dia memberikan dukungan namun dia selalu melakukannya dengan cara yang aneh." Teman Kyu Won berkomentar, "Kami bahkan tidak menerima dukungan sama sekali." Kyu Won berhenti berjalan dan bertanya, "Apa yang harus aku lakukan?" Bo Woon menjawab, "Itu pasti menyenangkan jadi mengapa kau tidak mencobanya? Jika aku memiliki bakat juga maka aku akan mencobanya." Kyu Won berkomentar, "Hm ya sepertinya akan menarik."

Teman Kyu Won lalu bertanya, "Ah apakah kau kemarin bertemu Shin? Kemarin kau terlihat seperti mengejarnya." Bo Woon ikut penasaran, "Ah benar. Apakah ada yang terjadi?" Kyu Won terlihat kebingungan untuk menjawabnya. Ada seorang wanita yang datang menghampiri Kyu Won dan bilang bahwa Dosen Hong mencari Kyu Won. Kyu Won pun pamit terlebih dahulu pada teman-temannya untuk pergi ke ruangan Dosen Hong.


Di ruangan Dosen Hong terlihat ada Shin yang sedang mendiskusikan mengenai musik yang sedang dia aransemen. Pintu ruangan dosen Hong terbuka dan Kyu Won masuk. Shin melihat kedatangan Kyu Won dan keduanya sama-sama merasa canggung. Dosen Hong berkata, "Sepertinya tidak perlu memperkenalkan kalian berdua karna kalian sudah saling kenal kan? Aku meminta Dosen Park untuk membantu kami dan dia merekomendasikan Kyu Won. Shin membutuhkan bantuan dari mahasiswa jurusan Musik Tradisional. Apakah kau mau membantunya Kyu Won?" Kyu Won terlihat bingung namun akhirnya dia menganggukan kepalanya, "Ya..."


Kyu Won dan Shin keluar dari ruangan Dosen Hong. Shin berkata, "Kau tidak perlu memaksakan dirimu. Aku akan menjelaskan pada Dosen Hong." Kyu Won menjawab, "Tidak perlu khawatir, bagiku ini bukan masalah." Shin menatap Kyu Won bingung, "Bukankah akan tidak nyaman jika bekerja sama denganku?" Kyu Won menjawab, "Bagaimana bisa tidak nyaman? Lagi pula karna Musikal itu kita akan lebih sering bertemu. Apakah kau tau sesuatu mengenai musik tradisional?" Shin menjawab, "Tidak juga." Kyu Won berkomentar, "Kalau begitu kau perlu belajar banyak. Kalau begitu pertama-tama kita perlu ke perpustakaan."

Kyu Won menatap Shin dan berkata, "Kau harus sadar. Aku tidak tau apa pikiranmu tentang aku namun dalam hal ini, aku tidak akan mudah menuruti keinginanmu!" Shin hanya menganggukan kepala saja. Kyu Won terus berjalan sambil berbicara, sementara itu Shin berdiri terdiam. Shin tiba-tiba meneriaki nama Kyu Won, "Lee Kyu Won!" Kyu Won tersenyum dan berbalik menatap Shin, "Ada apa? Aku tidak apa-apa." Shin berkata, "Perpustakaan... lewat jalan ini. Bukan itu." Kyu Won sangat malu karna salah jalan namun dia menutupinya, "Aku hanya mengetesmu apakah kau tau jalan ke perpustakaan atau tidak." Kyu Won kemudian berjalan mendahului Shin menuju perpustakaan. Shin bertanya, "Apa kau yakin kau tau?" Kyu Won menjawab kesal, "Iya!"


Kyu Won dan Shin masuk kedalam perpustakaan. Kyu Won memilih banyak buku dan memberikannya begitu banyak pada Shin. Shin sudah memegang banyak buku dan da bertanya pada Kyu Won, "Apakah aku harus membaca semuanya?" Kyu Won menjawabnya sambil terus mencari buku, "Ya kau perlu membacanya. Ah buku yang satu ini juga harus kau baca. Kau harus memulainya dari dasar jika kau ingin menciptakan musik yang bagus. Ah buku yang satu ini juga harus kau baca!"

Shin kembali bertanya, "Bukankah ini sudah cukup untuk hari ini? Sudahi saja sampai disini dan nanti kita bisa kembali lagi." Kyu Won melihat tumpukan buku yang di pegang oleh Shin dan bertanya, "Ah apakah ini terlalu banyak? Baiklah kalau begitu ini sudah cukup. Ah ya bagaimana jika bermain bersama windflower(Group musik tradisional Kyu Won dan teman-temannya)? Aku rasa itu akan lebih membantumu jika mendengarkannya langsung. Benar ini adalah ide yang luar biasa!! Lee Shin aku akan membawa windflower untuk latihan jadi kau tunggu saja kami." Kyu Won kemudian pergi begitu saja meninggalkan Shin dengan setumpul buku. Shin bertanya pada dirinya sendiri, "Mungkinkah dia mencoba balas dendam?" Shin membawa buku-buku itu dan dia terjatuh. Hal itu tentu membuat orang-orang di perpustakaan melihat ke arahnya.


Kyu Won datang ke tempat latihan dan dia memberi kabar pada teman-temannya mengenai latihan music bersama The Stupid. Teman-teman Kyu Won tentu sangat senang dengan hal ini, bahkan mereka sengaja memakai make up karna akan bertemu dengan The Stupid. Kyu Won bertanya, "Apakah kalian harus memakai make up?" Bo Woon bales bertanya, "Apa kau tidak akan memakai make up?" Kyu Won menggeleng. Teman Kyu Won tiba-tiba berkomentar, "Aku harap kau dan Shin akan semakin dekat." Kyu Won terlihat bingung, Apa? Mengapa harus aku?" Teman Kyu Won menjawab, "Kau selalu berbicara mengenai dia, bukankah itu artinya kau menyukai dia?" Kyu Won langsung menyangkal hal itu, "Tidak. Dia tidak berarti apa-apa bagiku! Lagi pula untuk apa aku menyukai Raja Narsis seperti dia? Sudahlah ayo cepat pergi, mereka pasti sudah menunggu."


The Stupid dan Windflower pun mulai berlatih bersama di ruang latihan. Kyu Won diam-diam menatap Shin yang sedang bermain gitar dan Shin juga diam-diam menatap Kyu Won yang sedang memainkan Gayageumnya.


Selesai latihan, Kyu Won langsung menghampiri Ayahnya yang sejak tadi menunggu di luar kampus. Kyu Won bertanya pada Ayahnya, "Ayah! Mengapa kau disini? Apa ada urusan sekolah?" Ayah Kyu Won menjawab, "Ya. Ada pertemuan di Seoul makanya aku datang untuk bertemu denganmu." Kyu Won terlihat benar-benar gembira melihat kedatangan Ayahnya itu, "Ayah apa kau sudah makan? Atau kau mau aku mengajakmu berkeliling melihat kampusku?" Ayah Kyu Won menjawab, "Keliling kampus? Itu ide yang bagus." Kyu Won pun langsung menggandeng lengan Ayahnya dan mengajak berkeliling kampus.

Kyu Won bercerita pada Ayahnya bawa dia akan ikut audisi untuk pemeran utama wanita. Ayah Kyu Won berkomentar, "Wow putriku sangat luar biasa. Sutradara itu benar-benar memiliki mata yang baik untuk melihat talentamu. Lalu, apakah kau sudah menentukannya?" Kyu Won menjawab, "Belum. Aku masih memikirkannya." Ayah Kyu Won berkata, "Ayah berharap kau akan melakukannya. Aku senang melihat anakku menjadi peran utama." Kyu Won bertanya, "Kau berharap aku menjadi pemeran utama?" Ayah Kyu Won menggangguk, "Tentu saja. Jika Kyu Won-ku ini akan debut di atas panggung sebagai pemeran utama, Wow aku akan merasa sangat tersentuh." Kyu Won kembali bertanya, "Apakah demi Ayah, aku harus mencobanya?" Ayah Kyu Won menjawab, "Tentu saja Ayah selalu mendukungmu." Kyu Won tersenyum senang.


Suk Hyun datang ke ruang latihan dan bertanya kepada para pemain Musikal, "Apakah kalian penasaran dengan siapa yang akan menjadi pemeran utama? Besok akan di adakan audisi untuk menjadi pemeran utama wanita." Hee Joo langsung tersenyum penuh keyakinan dia akan lolos audisi itu. 3 senior perempuan itu tiba-tiba mengacungkan tangannya dan bertanya pada Suk Hyun, "Apakah ada kualifikasi tertentu untuk ikut audisi?" Suk Hyun menjawab, "Selama kau bisa melakukannya dan kau tertarik untuk mengikutinya maka kau bisa melakukannya." 3 Senior itu pun langsung bilang pada Suk Hyun bahwa mereka ingin ikut audisi namun Suk Hyun segera menjawab, "Tapi aku sudah memiliki peran untuk kalian jadi nanti aku akan mendiskusikannya dengan kalian." 3 senior perempuan itu terlihat kecewa karna mereka tidak akan menjadi pemeran utama.

Suk Hyun bertanya, "Jadi siapa yang mau mengikuti audisi?" Hee Joo langsung mengangkat tangannya, "Aku!" Suk Hyun berkomentar, "Sudah kuduga. Lalu siapa lagi?" Kyu Won terdiam sesaat dan kemudian ikut mengangkat tangannya, "Aku!" Hee Joo terlihat terkejut karna Kyu Won mau ikut audisi juga. Suk Hyun kembali bertanya, "Apa tidak ada yang lain lagi? Kalau begitu sampai jumpa besok jam 5 sore. Tidak ada lagu spesifik yang harus kalian tampilkan. Kalian cukup memilikih lagu yang paling kalian yakini, maka kalian akan tampil bagus. Dan temanya itu adalah Cinta." Hee Joo menatap sinis pada Kyu Won sementara Kyu Won membalasnya dengan senyuman.


Selesai pertemuan itu Suk Hyun pun segera keluar dari ruang latihan. 3 senior perempuan itu langsung mengejar Suk Hyun, "Sutradara, Apa peran yang akan kau berikan pada kami?" Suk Hyun menjawab, "Kalian tau adegan pencuri di dalam film kan?" 3 Senior perempuan itu mengangguk, "Ya itu muncul sekali tapi terlihat seperti mereka selalu muncul di dalam film, benar bukan?" Suk Hyun kemudian berkata, "Benar. Kalian akan memerankannya." 3 Senior perempuan itu terlihat senang, "Benarkah? Aku tau suatu saat hal ini akan datang. Terima kasih sutradara!! Kami akan bekerja keras!" 3 Senior perempuan itu langsung pergi dan Suk Hyun bergumam pelan, "Hal ini benar-benar membuatku gila..."


Kyu Won keluar dari ruang latihan dan Hee Joo mengejarnya, "Lee Kyu Won! Lagu apa yang akan kau nyanyikan? Besok di ausisi itu lagu apa yang akan kau nyanyikan? Aku hanya khawatir jika kita menyanyikan lagu yang sama." Kyu Won menjawab, "Aku belum yakin, aku juga belum memikirkannya sekarang ini." Hee Joo berkomentar, "Yah sepertinya kau bahkan tidak begitu mengetahui banyak lagu. Jika kita menyanyikan lagu yang sama, aku rasa kau yang akan di rugikan. Aku hanya mau membantumu makanya aku bertanya." Kyu Won berkata, "Aku tidak tau jika kau adalah teman yang baik. Tapi kau lah yang harusnya lebih khawatir. Kakek-ku berkata, di dalam sebuah pertarungan, senjata rahasia memberikan kau kekuatan lebih untuk melawan musuhmu. Kita akan bertemu besok, sampai jumpa." Kyu Won tersenyum dan segera pergi.
Hee Joo kesal melihat sikap Kyu Won, "Huh bagaimana bisa ada orang seperti itu?" Kyu Won pergi menjauh dan berkata, "Lihat saja, aku tidak akan kalah!!"


Di rumah, Kyu Won menceritakan tema audisi itu pada Ayahnya. Kyu Won bertanya, "Aku sudah mendengarkan semua musik yang kau berikan padaku tapi entah mengapa tidak ada yang tepat dengan perasaanku. Apakah ada lagu yang lebih menyentuh?" Ayah Kyu Won bertanya, "Bukankah cinta adalah perasaan yang membuat orang-orang merasa aneh? 'Sedih adalah cinta, benci adalah cinta, rasa sakit juga adalah cinta' Bagaimana?" Kyu Won terlihat bingung, "Apa itu?" Ayah Kyu Won berkata, "'Karena cinta, kau merasa sakit hati dan merasa kesal. Bukankah seperti itu?' Kau harus bersemangat! Fighting! Ayahmu ini selalu mendukungmu. Tapi hati-hati jangan sampai Kakek mengetahuinya." Kyu Won tersenyum, "Aku menyembunyikan semuanya dengan sangat baik jadi dia tidak akan mengetahuinya. Aku akan menelfonmu besok. Selamat malam..." Kyu Won menatap kertas musik musikal dan kemudian menyembunyikannya di balik salah satu penghargaannya yang di letakan di dinding.


Shin masih sibuk semalaman mencoba mengaransemen lagu, sementara itu Kyu Won juga sedang sibuk mencari lagu yang akan dia bawakan di audisi.


The Stupid dan Windflower sedang latihan bersama. Selesai latihan, Joon Hee langsung mengeluh lapar, "Aish karna terlalu berlatih keras aku jadi lapar. Shin Hyung bagaiman jika kita makan bersama?" Teman Kyu Won setuju, "Ya. Kyu Won kau juga sudah tidak sakit kan? Ayo makan bersama agar kau mendapatkan tenaga lebih." Kyu Won menjawab, "Tapi Kakekku..." Ucapan Kyu Won terpotong oleh ucapan Shin, "Kalian pergilah, aku tidak akan ikut." Shin pergi begitu saja meninggalkan ruang latihan. Joon Hee berkomentar, "Huh Shin Hyung selalu saja seperti itu. Ayo makan bersama." Bo Woon bertanya pada Kyu Won, "Kyu Won ayo ikut makan bersama." Kyu Won tersenyum, "Baiklah aku ikut. Bahkan ada pepatah 'Walaupun harua mati maka matilah dengan perut yang kenyang.' Ayo pergi..."


Shin sedang di parkiran sepedah dan dia melihat The Stupid dan Windflower sedang berjalan pergi untuk makan bersama bahkan Kyu Won juga terlihat bersemangat untuk pergi makan. Shin berkomentar, "Aish... aku sedang lapar. Aku kira kau(Kyu Won) akan menolak dan bilang akan segera pulang ke rumah..." (Ternyata Shin nolak itu karna nyangka Kyu Won juga akan menolak ajakan makan bersama :-)))


Shin tiba-tiba saja menyusul teman-temannya itu yang sedang berjalan menuju ke Restaurant. Shin bertanya, "Kalian mau makan apa?" Joon Hee terlihat senang melihat kehadiran Shin, "Hyung kau juga mau makan bersama?" Sementara itu Kyu Won terlihat kebingungan karna Shin tiba-tiba ikut bergabung.


Di Restaurant, Joon Hee mengangkat gelasnya dan berkata, "Ayo bersulang untuk The Stupid dan Windfowers!" Semuanya pun langsung mengangkat gelasnya dan bersulang, kecuali Shin yang hanya duduk dan terus menatap Kyu Won. Joon Hee memberikan daging pada Kyu Won dan berkata, "Unni, makan ini." Teman-teman Joon Hee terlihat bingung, "Joon Hee, ada apa? Kau memberikan makanan pada orang lain?" Joon Hee menjawab, "Ya. Unnie bukankah kau baru sembuh? Jadi ini hadiah dariku untukmu." Kyu Won tersenyum, "Terima kasih. Aku akan makan yang banyak agar kekuatanku kembali pulih." Kyu Won kemudian memakan daging yang di berikan oleh Joon Hee. Sementara itu Shin masih terus menatap ke arah Kyu Won.

Kyu Won makan dengan lahap dan Shin berkata, "Ya! Apakah akan ada yang mencuri makananmu? Makanlah dengan perlahan." Kyu Won menjawab, "Aku baru sembuh jadi aku harus makan dengan banyak agar kekuatanku pulih." Kyu Won mau mengambil daging namun daging itu segera di tahan oleh sumpit milik Shin. Shin berkomentar, "Perutmu akan meledak jika kau makan banyak!" Kyu Won menjawab, "Jangan khawatir, perutku sangat kuat." Shin kesal mendengar jawaban Kyu Won makanya dia segera merebut daging yang mau di makan oleh Kyu Won itu dan melahapnya.

Joon Hee bertanya pada semuanya, "Bagaimana jika sudah selesai makan kita pergi ke karaoke?" Kyu Won mengangkat tangan setuju, "Setuju! Itu terdengar menyenangkan!" Teman-teman Kyu Won yang lainnya pun ikut setuju. Sementara Shin duduk dengan wajah kesal.


Di tempat karaoke, semuanya terlihat asik bernyanyi kecuali Shin yang hanya duduk dengan wajah kesal dan terus menatap ke arah Kyu Won. Kyu Won ikut bernyanyi dengan semangat namun dia mulai merasa mual. Kyu Won pun kemudian diam-diam pergi keluar ruangan karaoke menuju kamar mandi karna dia merasa mual. Shin yang melihat hal itu pun langsung keluar drai ruangan karaoke itu mengejar Kyu Won.


Kyu Won menuju kamar mandi dan muntah. Shin menghampiri Kyu Won dan mengelus punggung Kyu Won untuk membantunya. Kyu Won terkejut melihat Shin, "Aku baik-baik saja." Shin berkomentar, "Bukankah sudah kukatakan bahwa perutmu akan meledak?" Kyu Won bertanya, "Jadi maksudmu aku layak untuk mual seperti ini?" Shin tidak menjawab. Shin kemudian mengambilkan tisu untuk Kyu Won dan berkata, "Kau tidak perlu malu di depanku." Kyu Won hanya tersenyum. Shin kemudian mengulurkan tangannya pada Kyu Won. Kyu Won terlihat kebingungan dan berniat untuk balas mengulurkan tangannya pada Shin namun Shin kemudian berkata, "Berikan aku tamborin yang kau pegang itu." Kyu Won terlihat salah tingkah dan segera memberikan tamborin itu pada Shin. Shin berkata, "Tunggu disini. Aku akan membawakan tasmu." Kyu Won bergumam pelan pada Shin, "Terima kasih." Saat Shin sudah pergi dari kamar mandi, Kyu Won segera menutup wajahnya malu, "Aish benar-benar memalukan."


Shin dan Kyu Won berjalan bersama menuju halte bis. Shin bertanya, "Bagaimana perutmu?" Kyu Won menjawab, "Aku baik-baik saja. Aku masih bisa berjalan. Terima kasih." Shin berkata, "Aku juga harusnya berterima kasih. Kau bermain dengan sangat baik." Kyu Won tersenyum, "Baguslah jika aku bisa membantumu." Shin bertanya, "Apakah kau sudah mempersiapkan audisimu?" Kyu Won menjawab, "Ya..." Shin berkata, "Lakukan yang terbaik. Jangan takut dengan Hee Joo." Kyu Won tersenyum, "Tidak apa-apa kok jika aku tidak menjadi pemeran utama. Aku hanya tau cara memainkan Gayageum. Selain Gayageum, aku tidak pernah peduli pada yang lainnya. Sejujurnya, aku merasa sedikit lelah. Itulah yang aku pikirkan awalnya. Tapi saat aku mulai berlatih untuk musikal, itu terasa lebih menarik dari pada bermain Gayageum. Dan lagi jika aku tidak melakukannya sekarang, aku tidak akan mendapatkan kesempatan lagi nantinya. Dan juga kesempatan untuk bermain bersama The Stupid." Shin hanya tersenyum mendengarnya.


Bis sudah datang dan Kyu Won bersiap naik bis, "Kau akan kembali ke kampus untuk mengambil sepedahmu kan? Kalau begitu aku akan pergi duluan. Lee Shin, terima kasih untuk hari ini." Kyu Won tersenyum dan segera masuk ke dalam bis. Shin terdiam sesaat dan kemudian ikut masuk kedalam bis.

Kyu Won terkejut melihat Shin masuk kedalam bis. Shin berkata, "Hi, Naik bis bukanlah hal yang buruk." Shin tersenyum sambil terus menatap keluar jendela. Sementara Kyu Won masih bingung melihat Shin masuk kedalam bis. Shin melihat ke arah Kyu Won yang tertidur dan itu membuatnya tersenyum.


Kakek masuk kedalam kamar Kyu Won untuk menyimpan pakaian Kyu Won. Kakek melihat penghargaan Kyu Won yang di tempel di dinding dan pada saat itu Kakek menyenggol salah satu penghargaan Kyu Won sehingga naskah musikal yang di sembunyikan di balik penghargaan itu pun terjatuh. Kakek melihat naskah itu bingung, "Apa-apaan ini?" Kakek membuka laci kamar Kyu Won dan menemukan beberapa kertas musik dan hal itu kembali membuat Kakek marah.


Kyu Won pulang ke rumah dan dia tau kalau Kakeknya sudah mengetahui masalah musikal. Kyu Won meminta maaf pada Kakek dengan masuk kedalam kamar Kakek namun justru Kakek semakin marah.


Shin melihat ada kertas naskah musikal dan beberapa kertas musik yang ternyata di buang oleh Kakek. Shin juga kemudian mendengar teriakan Kakek yang memarahi Kyu Won.



Kyu Won mencoba membela diri di depan kakek, "Kakek, aku tidak bermaksud menyembunyikan ini semua darimu. Maaf aku tidak memberitahumu. Aku tau aku salah, namun aku ingin menjadi bagian dalam musikal itu. Kakek, walaupun kau tidak akan mengizinkan aku, aku akan tetap melakukannya.Aku ingin sekali berpartisipasi. Untuk kedepannya aku tidak akan melakukannya lagi. Kumohon izinkan aku sekali ini saja..." Kakek tetap menolak, "Sudah kukatakan Tidak!!!" Kakek menutup pintu kamarnya dan membuat Kyu Won semakin kebingungan.


Sementara itu Shin terlihat serius membaca buku-buku mengenai Musik Tradisional yang waktu itu dia pinjam dari perpustakaan.



Suk Hyun datang ke ruangan Kepala Universitas. Kepala Universitas bilang bahwa dia telah mengundang reporter untuk mengadakan press conference mengenai Musikal ini. Suk Hyun terkejut mendengarnya, "Reporter? Tapi tidak ada satu pun yang bilang padaku mengenai reporter..." Kepala Universitas menjawab, "Jika aku mengatakannya padamu maka kau pasti tidak akan setuju. Cukup setuju saja untuk kali ini. Aku melakukan ini juga demi kau." Suk Hyun pun akhirnya tidak bisa menolak.


Suk Hyun datang ke ruang latihan dan terlihat sudah ada beberapa reporter yang menunggunya. Dosen Kim yang melihat ini pun segera menghubungi Dosen Im. Reporter bertanya pada Suk Hyun, "Ini adalah produksi pertamamu setelah kau kembali dari Broadway, bisakah kau katakan perasaanmu?" Suk Hyun menjawab, "Ini terasa menyegarkan. Dan ini menceritakan kisah seorang laki-laki dengan 2 wanita. Ya ini kisah cinta yang menyedihkan juga sangat hangat." Reporter kembali bertanya, "Semua orang sangat penasaran, tokoh protagonis seperti apa yang akan kau pilih?" Suk Hyun menjawab, "Untuk pemeran utama pria akan di tetapkan nanti. Sore hari ini akan di adakan audisi untuk pemeran utama wanita. Jika kalian memiliki waktu maka silahkan datang. Aku harus pergi menyiapkan audisi jadi tolong buatlah cerita yang bagus." Suk Hyun tersenyum dan pergi dari ruangan itu.


Dosen Im dan Dosen Kim kemudian membahas masalah audisi. Dosen Im berkata pada Dosen Kim, "Selama kita memiliki Hee Joo maka kita bisa melakukannya. Kau mengerti?"


Kakek memasang kunci di depan pintu kamar Kyu Won sehingga Kyu Won tidak bisa pergi keluar kamarnya. Kyu Won meminta agar Kakeknya membukakan pintu namun Kakeknya tetap tidak mau. Kyu Won mencari HPnya tapi ternyata HPnya itu di sita oleh Kakek Kyu Won. Kyu Won benar-benar bingung cara dia pergi dari kamarnya itu.


Di kampus, 3 senior perempuan itu membuat taruhan. Banyak yang mendukung Kyu Won karna Suk Hyun pasti memilih Kyu Won. Bo Woon menghampiri teman-teman lainnya dan memberikan kabar mengenai Kyu Won, "Gawat, masalah besar telah terjadi. Kyu Won ketahuan oleh Kakekknya. Dia tidak akan bisa ke kampus. Bagaimana ini?" Para mahasiswa yang awalnya mendukung Kyu Won pun mulai beralih mendukung Hee Joo karna mendengar berita bahwa Kyu Won sepertinya tidak akan datang ke audisi. Dan ternyata ada salah satu anggota The Stupid yang mendengar berita itu.


Anggota The Stupid itu masuk kedalam ruang latihan dan membicarakan masalah Kyu Won yang sepertinya tidak akan bisa datang ke Audisi karna ketahuan oleh Kakeknya. Shin yang mendengar hal itu pun segera keluar dari ruangan latihan.


So Myung juga sudah mendengar kabar bahwa Kyu Won sepertinya tidak akan bisa datang ke audisi, dan dia segera memberikan kabar itu pada Suk Hyun. Suk Hyun pun langsung mencoba menelfon Kyu Won, "Lee Kyu Won, apa maksudmu kau tidak akan datang audisi?" Kakek lah yang jutsru mengangka telfon itu, "Dengarkan aku, Lee Kyu Won tidak akan datang!" Kakek kemudian langsung menutup telfon begitu saja. Suk Hyun berkata pada So Myung, "Kau bantu aku menyiapkan audisi ini. Aku akan pergi sebentar."


Shin berlari ke arah tempat parkir sepedah dan dia segera mengendarai sepedahnya itu menuju rumah Kyu Won. Hal yang sama juga di lakukan oleh Suk Hyun, dia segera mengambil mobilnya dan pergi ke rumah Kyu Won.


Suk Hyun datang lebih dulu ke rumah Kyu Won dan dia langsung mengetuk pintu. Kakek yang membuka pintu itu bertanya, "Ada apa?" Suk Hyun menjawab, "Ada sesuatu yang aku perlu bicarakan dengan Kyu Won." Kakek berkata, "Apa kau tidak mengerti ucapanku? Kyu Won tidak akan bermain musikal!" Kakek langsung masuk begitu saja kedalam rumah dan meninggalkan Suk Hyun di luar rumah.


Shin datang dan dia melihat Suk Hyun mash berada di depan rumah Kyu Won. Saat Suk Hyun akan pergi, Shin bertanya padanya, "Jam berapa audisi di adakan?" Suk Hyun menjawab, "Kenapa? Jam 5. Huh bahkan ini tidak sampai 20 menit lagi." Suk Hyun kembali berjalan ke arah mobilnya.


Adik Shin datang dan dia senang saat melihat Shin, "Oppa, kau pulang lebih awal?" Shin mengangguk dan dia mendapatkan sebuah ide saat melihat Adiknya itu.


Adik Shin masuk kedalam rumah Kyu Won dan melihat Kakek yang duduk di depan kamar Kyu Won. Adik Shin bertanya, "Kakek, ajari aku catur..." Awalnya Kakek menolak namun akhirnya dia mau membantu. Kakek pun pergi ke kamarnua untuk mengambil catur. Adik Shin memanfaatkan hal ini untuk membukakan pintu kamar Kyu Won. Kyu Won sempat bingung saat melihat adik Shin. Adik Shin berkata, "Sudah cepatlah pergi." Kyu Won segera mengambil tasnya dan berlari keluar rumah. Kakek yang melihat itu pun langsung berteriak memanggil Kyu Won.


Kyu Won keluar rumah dan dia melihat Shin sudah menunggunya dengan sepedahnya. Shin berkata, "Cepat naik." Kyu Won tidak ada pilihan lain dan langsung duduk di sepedah Shin. Kakek keluar rumah dan terus memanggil nama Kyu Won. Kyu Won berkata pada Kakek, "Saat aku kembali maka aku akan menerima hukumanmu. Maafkan aku kakek!!" Kakek kesal dan kembali masuk kedalam rumah. Sementara Adik Shin melambaikan tangan melihat kepergian Shin dan Kyu Won dan terlihat ada uang di tangannya pemberian Shin.


Di ruangan audisi terlihat sudah banyak orang yang menunggu. Suk Hyun datang dan meminta maaf karna membuat orang-orang menunggu. Suk Hyun berkata, "Semuanya tau bahwa ini bukanlah kompetisi bernyanyi. Walaupun bernyanyi sangat penting. Tapi aku harap kemampuan akting juga di perhitungkan. Han Hee Joo kau bisa memulainya."


Hee Joo naik ke atas panggung dan dia pun mulai bernyanyi.


Sementara itu terlihat Shin yang membonceng Kyu Won. Shin berkata pada Kyu Won, "Eratkan peganganmu." Kyu Won takut terjatuh sehingga dia langsung memeluk pinggang Shin. Mereka sampai di kampus dan Shin meminta Kyu Won segera ke ruangan audisi. Kyu WOn berhenti sesaat dan menatap Shin, "Aku tidak akan melupakannya. Aku akan berusaha keras. Terima kasih..." Kyu Won kemudian segera berlari menuju ruang audisi.


Hee Joo sudah selesai bernyanyi dan peserta selanjutnya yang harus bernyanyi adalah Kyu Won namun Kyu Won tidak juga muncul sehingga Dosen Kim mulai mengeluh, "Apa-apaan ini? Huh sepertinya audisi ini telah berakhir. Lee Kyu Won patsi takut karna hal ini..." Dosen Im ikut berkomentar, "Ya semuanya ayo pergi." Saat Dosen Im akan pergi, Kyu Won masuk kedalam ruangan audisi, "Lee Kyu Won hadir. Maafkan aku." Kyu Won segera memberikan cd musik dan naik ke atas panggung untuk bernyanyi. Suk Hyun tentu senang melihat kehadiran Kyu Won.


Kyu Won mulai menyanyi dan dia menyanyikannya dengan penuh emosi sehingga dia mulai menangis. Shin masuk kedalam ruangan audisi dan melihat Kyu Won bernyanyi. Mendengar suara Kyu Won itu Shin mengingat ucapan Kyu Won, "Mulai sekarang, tidak peduli siapa yang kau sukai, atau seberapa terlukanya kau karna dia, aku tidak akan peduli lagi. Aku tidak menyukaimu." Kyu Won selesai bernyanyi dan semua orang langsung bertepuk tangan. Bahkan 3 senior perempuan itu ikut bertepuk tangan.


Suk Hyun berkata pada para dosen, "Seperti yang aku katakan sebelumnya, kita akan memilihnya berdasarkan voting. Kalian bisa menuliskan nama Hee Joo atau Kyu Won pada kertas itu." Para Dosen pun mulai menuliskan nama pilihan mereka di atas kertas. Suk Hyun memeriksa hasilnya dan mengumkannya, "Hasilnya 6:2. Han Hee Joo menang." Hee Joo tersenyum senang dan langsung mengucapkan terima kasih pada semuanya. Dosen Im bahkan bertepuk tangan untuk Hee Joo.


Walaupun Hee Joo yang menang, namun Kyu Won lah yang mendapatkan sambutan meriah. Teman-teman Kyu Won naik ke atas panggung dan langsung memeluk Kyu Won. Hee Joo tentu kesal melihat hal itu. Shin hendak pergi dari ruangan audisi namun sebelumnya dia menatap ke arah Kyu Won. Kyu Won balas menatap Shin dan tersenyum.


Audisi selesai dan orang-orang pun pergi. 3 Orang senior itu mendapatkan banyak uang karna taruhan mereka. Salah satu dari mereka berkata, "Entah mengapa aku merasa bersalah memenangkan uang ini." Yang lainnya ikut berkomentar, "Aku juga merasa sama. Lee Kyu Won sangat bagus dalam bernyanyi. Dia bahkan 100 kali lebih bagus. "


Di ruangan audisi yang tersisa adalah Suk Hyun dan Yoon Soo. Yoon Soo berkata, "Kyu Won bernyanyi dengan bagus. Ah hari ini adalah hari di putarnya pertunjukan, jika kau terlalu sibuk maka kita bisa menontonnya lain waktu." Suk Hyun menjawab, "Tidak apa-apa. Aku akan pergi ke ruanganku dulu, kau pergilah duluan kesana." Yoon Soo tersenyum dan pergi dari ruangan audisi.


Teman-teman Kyu Won berniat merayakan kemenangan itu. Suk Hyun datang dan memanggil Kyu Won. Teman-teman Kyu Won pun memutuskan untuk pergi duluan dan memberikan waktu pada Kyu Won untuk berbicara dengan Suk Hyun. Suk Hyun berkata pada Kyu Won, "Kau sudah bekerja keras." Kyu Won berkomentar, "Tapi dari awal kau sudah mengatakan padaku bahwa aku tidak akan sukses." Mendengar hal itu Suk Hyun langsung mengacak-acak rambut Kyu Won.

Tiba-tiba saja Shin datang, "Lee Kyu Won, bukankah kau seharusnya segera pulang?" Kyu Won baru ingat bahwa Kakek menunggunya di rumah. Suk Hyun tersenyum melihat sikap Shin itu, "Apakah kau managernya?" Shin sama sekali tidak mempedulikan Suk Hyun. Shin berkata pada Kyu Won, "Kakekmu pasti sangat mengkhawatirkanmu. Aku akan mengantarkan kau pulang." Kyu Won terkjut mendengarnya, "Tidak perlu. Aku akan pulang sendiri." Suk Hyun lalu berkatam "Jika kau takut Kakekmu akan marah maka aku saja yang akan mengantarmu. Bukankah penjelasan langsung dari Sutradara itu akan lebih baik?" Kyu Won mengangguk setuju, "Ah kalau begitu terima kasih tawaranmu..." Kyu Won kemudian pergi bersama Suk Hyun dan meninggalkan Shin yang terlihat cemburu.



Pst : Ye secara tidak langsung akhirnya Shin mulai menunjukan sikap care-nya pada Kyu Won. Dan Kyu Won mulai terlihat jual mahal pada Shin :-D

Spoiler Episode 8 : Shin bakalan lebih care sama Kyu Won. bahkan saat Kyu Won masuk rumah sakit karna terjatuh, Shin mau nemenin Kyu Won di rumah sakit. Tunggu episode 8 ya ;-)