The Princess'Man episode 12

Seung Yoo dan Seok Ju melawan pengejarnya. Meskipun tangan mereka dirantai, tapi keduanya lumayan bisa kerjasama dengan baik. Serangan mereka saling mengisi dan melumpuhkan penyerangnya.

Seung Yoo tidak bisa menahan dirinya saat melihat pembunuh ayahnya. Seung Yoo langsung menyerang pria itu.
Pembunuh itu sudah diatas angin dan siap menusuk Seung Yoo. .

Seung Yoo : Aboji! Aboji!
Tapi tiba2 Seung Yoo teriak keras dan membalikkan pedang! Ia menusuk pria itu hingga tewas.
Seok Ju terpana, apalagi si pembunuh yang sekarat di tangan Seung Yoo.

Seok Ju langsung menarik Seung Yoo lari dari situ. Tahanan lain juga bisa melumpuhkan pengejarnya dan semuanya sembunyi.
Seok Ju marah pada Seung Yoo, kalau kau mau mati jangan bawa-bawa aku!

Se Ryung mondar mandir di halaman rumah dan mengingat cekikan Seung Yoo di lehernya, ia juga teringat ancaman Seung Yoo.
P. Suyang dan Lady Yoon menegurnya. Apa yang kau pikirkan? Apa kau tidak bisa tidur karena pernikahanmu?

Se Ryung berkata ia akan mengikuti perintah ayahnya dan menikah.
P. Suyang tersenyum senang, kau akhirnya membuat ayahmu merasa tenang.

Anak buah Han lainnya menemukan mayat pembunuh itu dan syok, kakak! Kakak! Kedua pembunuh lain teriak, Kim Seung Yoo!

Seung Yoo dan Seok Ju membersihkan diri di sungai. Seok Ju mengenalkan diri, namaku Jo Seok Ju. Sepertinya kau dilahirkan dari keluarga kelas atas, keluarga bangsawan.
Seung Yoo berterima kasih pada Seok Ju.

Seok Ju berkata ia hanya membalas jasa Seung Yoo saat di kapal. Baiklah, pakai keinginanmu balas dendam sebagai motivasi untuk terus hidup.

Seok Ju berjanji sambil mengangkat tangan-nya yang dirantai, selama kau hidup, aku juga bisa bertahan.

Anak buah Han mengubur hyungnim mereka. Pembunuh 1 marah, ia memerintah semua pergi untuk memenggal kepala tahanan.
Pembunuh 2 berkata mereka harus menggunakan jebakan untuk mengalahkan tahanan itu. Jika kita mau menangkapnya (Seung Yoo), kita harus menggunakan umpan.

Seok Ju, Seung Yoo dll berkumpul. Seok Ju berkata paling tidak mereka sekarang menang. Kita akan sembunyi saat pagi dan menyerang mereka saat malam.

No Geol mengeluh, kapan mereka bisa lolos. Jika terus seperti ini semua akan mati kelaparan. No Geol ingin tahu pekerjaan Seung Yoo, tapi Seung Yoo tidak tertarik mengatakan-nya.

No Geol : Ini membuatku tertekan. Aku akan mengenalkan diriku. Dengar, namaku Wang No Geol.

Semua heran, Wang No Geol? No Geol membenarkan, aku ini keturunan kerajaan Goryeo. Orang rendahan seperti kalian hanya tahu menggunakan pedang, garis darahku jelas berbeda.
Tahanan lain heran, bukankah kau dulu berkata kalau kau ini pejuang? No Geol diam saja.

Paginya, P. Suyang dan Lady Yoon menerima Shin Myun yang datang membawa seserahan untuk pernikahan-nya.
Suyang tersenyum senang, jadi menantuku disini.

Lady Yoon : Tolong katakan pada ibumu, kalau kami sangat berterima kasih.
Shin Myun : Ya.

Shin Myun mencari Se Ryung dan Lady Yoon berkata kalau Se Ryung pasti sibuk karena mempersiapkan diri untuk pernikahan.
Shin Myun berkata akan menemui Se Ryung.

Tapi hanya Yeo Ri yang berhasil ditemui Shin Myun. Yeo Ri berkata kalau nona-nya sedang tidak enak badan. Shin Myun tampak cemas, tapi Yeo Ri berkata kalau sakitnya tidak serius.
Shin Myun mengerti dan pergi.

Se Ryung sama sekali tidak sibuk dengan pernikahan-nya, bahkan cenderung tidak peduli. Ia duduk diam dan memikirkan Seung Yoo.

Saat Seung Yoo jalan menuju pengasingan.

Yeo Ri masuk dan lapor kalau Petugas Shin baru saja pergi. Se Ryung tidak menunjukkan ekspresi.

Yeo Ri : Lihat, bahkan mas kawin-nya sudah dikirim. Apa lagi yang bisa Nona lakukan? Jangan seperti ini lagi.
Lusa adalah hari pernikahan Nona, meskipun Nona tidak bersedia, anda harus mencoba menumbuhkan perasaan padanya.

(Hahm = Mas kawin jaman Joseon terdiri dari kain sutra berwarna merah dan biru, yang dihias dengan benang warna senada, kertas berisi data astrologi pengantin pria, tgl lahir dll, serta perhiasan. Dikirim oleh pengantin pria ke kediaman pengantin wanita. Biasanya dibawa dalam sebuah kotak yang digendong oleh seorang petugas. Nanti pihak keluarga pengantin wanita akan memberikan makanan sebagai tanda terima kasih pada petugas yang membawa hahm.

Kalau jaman sekarang, makanan-nya diganti uang. Jumlahnya dari 400 ribu Won s/d 1 Juta Won. Sekedar info siapa tahu ada yang mo nikah dengan orang Korea hahaha..)

P. Geum Sung menemui Putri dan Jung Jong. Ia justru merencanakan untuk melakukan perlawanan saat pernikahan Se Ryung. P. Kyung Hye syok.

P. Geum Sung : Kita harus membunuh Suyang hyungnim, sekarang Anpyeong hyungnim sudah tiada, siapa yang berikutnya? Jelas, target berikutnya adalah Yang Mulia.
P. Kyung Hye : Tapi bertindak sembrono hanya akan membahayakan Yang Mulia.

P. Geum sung yakin kalau ia bisa mengerahkan pasukannya dari Chong Tong Wi. Pasukan itu sudah terlatih dengan baik, jadi jangan khawatir.
Jung Jong ragu, apa kita harus menggunakan cara yang sama seperti yang mereka lakukan?

P. Geum Sung : Jika kita kehilangan kesempatan ini, kita mungkin tidak akan bisa membalik keadaan.

Seok Ju dan Seung Yoo mengendap-endap lalu menyerang beberapa pengejarnya. Seok Ju mendapatkan kapak.

Seok Ju langsung memutuskan rantai besi mereka. Ia lega sekali.

Seok Ju berkata pada Seung Yoo: Sekarang, hidup atau mati, terserah kau.
Ia menepuk bahu Seung Yoo dan jalan pergi. Seung Yoo mengikutinya.

Malamnya, No Geol mengendap-endap di pantai. Ia ingin mencuri perahu, tapi tidak menemukan dayungnya.
Pembunuh 1 muncul, apa kau mencari ini?

No Geol terkejut. Pembunuh itu berkata kalau No Geol muncul lebih cepat dari perkiraan-nya.

Coba lihat, kau ketakutan. Pembunuh itu hanya ingin satu hal, jika No Geol memenuhinya, maka ia akan hidup.

Seok Ju, Seung Yoo dan dua tahanan lain menunggu dengan gelisah. Seok Ju menyimpulkan kalau No Geol pasti tertangkap.
Tiba-tiba No Geol muncul. Semua kaget, Jendral Wang, kukira kau sudah mati.

Seok Ju marah, apa kau pikir kau punya banyak nyawa? No Geol berkata ingin menghirup udara segar.
Salah satu tahanan mulai kelaparan dan makan kulit pohon! No Geol menggunakan kesempatan ini untuk membujuk rekan2nya, berapa lama lagi kita akan terus seperti ini?

No Geol : Jika seperti ini terus, kita tidak punya tenaga untuk bertempur. No Geol berkata ia bisa menyelamatkan mereka semua.
Seok Ju kesal, apa kau masih punya sesuatu untuk disombongkan?

No Geol berkata ke Seok Ju kalau ia pergi negosiasi dengan para pembunuh dan yang diinginkan pengejarnya bukan mereka semua, hanya satu orang.
Seok Ju kaget, apa?
No Geol : Hanya satu pria saja. Mereka janji padaku, kalau kita menyerahkan dia, maka mereka akan melepaskan kita.

Semua memandang Seung Yoo yang tidur sambil bersandar di pohon.

Para tahanan sudah tidak sabar lagi dan mengarahkan pedang ke Seung Yoo. Seok Ju kaget, bagaimana kalian bisa percaya kata-kata mereka begitu saja?
Seung Yoo berdiri waspada, siap menahan serangan mereka. Seok Ju mencoba menghentikan rekan-rekannya yang panik.

Para pembunuh datang menyerang, bunuh mereka semua! Kedua kelompok langsung bertempur.
Dua tahanan tewas, tapi untungnya Seung Yoo, Seok Ju dan No Geol lolos. Mereka sembunyi.

Seok Ju melihat ke arah Seung Yoo, lalu menghunus pedangnya. Sepertinya mereka akan mengikuti kita bahkan sampai ke dasar neraka.
Seok Ju ingat kata2 No Geol kalau mereka hanya ingin satu orang saja.

Seung Yoo menoleh dan tampak waspada pada Seok Ju.
Seok Ju : Hanya jika kau mati, maka semua akan berakhir.

Paginya, Jung Jong dan P. Kyung Hye pergi ke istana untuk menghadap Raja.
Tapi pengawal menghalangi mereka. P. Kyung Hye kaget sekali.

Jung Jong marah, beraninya kalian mengarahkan senjata pada Yang Mulia Putri! Minggir semua.
Penjaga tidak beranjak dan tetap melarang pasangan itu masuk ke Daejeon. Anda berdua tidak bisa menemui Yang Mulia. Ini perintah dari Suyang Dae Gun.

Putri Kyung Hye tidak percaya ini.
Jung Jong : Beraninya kalian! Apa kalian semua punya keinginan terakhir? Orang yang seharusnya mendapatkan kesetiaan kalian bukan P. Suyang! Melainkan Yang Mulia Raja!

Jung Jong tahu tidak ada gunanya melawan mereka, karena pengawal itu tetap tidak beranjak. Ia mengajak Putri pulang.
P. Kyung Hye meninggalkan istana dengan wajah syok. Jung Jong mengikutinya dari belakang.

Di dalam istana, Suyang terus menekan Danjong. Suyang ingin mengganti para menteri dengan orang-orangnya.

Suyang : Untuk posisi Sekretaris Istana yang akan membantu Yang Mulia dari dekat, saya merekomendasikan Shin Suk Joo.
Untuk Wakil Sekretaris Istana, Kwon Ram akan sangat cocok. Lalu biarkan P. Onyeong untuk mengatur Kementrian Personel. Semuanya akan melayani Yang Mulia.

Danjong tidak bisa membantahnya, Paman, lakukan saja semaumu.

Suyang juga mengusulkan untuk memberi hadiah pada orang2 yang berjasa, yaitu dengan memberikan tanah dan rumah2 para "penjahat" pada mereka. Sedangkan anggota keluarga dari pemberontak yang masih tersisa akan diberikan pada mereka sebagai budak.

Danjong kaget : Keluarga yang lain? Apa maksudmu para wanita dan anak-anak?

Suyang membenarkan, daripada membuat mereka menjadi budak pemerintah atau dayang istana, bukankah lebih berarti kalau menggunakan mereka sebagai hadiah pada pejabat yang berjasa?
Danjong tidak bisa berbuat apa-apa kecuali setuju. Ia melihat semua menteri yang duduk di depannya, tidak satupun yang memihaknya. Semua adalah orang Suyang.

Suyang berkumpul bersama sekutunya. Shin Suk Joo merasa resah, karena P. Geum Sung terlalu tenang. Ini justru membuatku resah.
Han Myung Hoe menenangkan, ia sudah mengirim seseorang untuk mengawasi P. Geum Sung. Kwon Ram senang, bagus sekali.

Han Myung Hoe berkata kalau P. Geum Sung mulai mengontak pasukan Chong Tong Wi yang pernah dipimpinnya. P. Onyeong dan Kwon Ram gelisah, kalau melibatkan Chong Tong Wi dalam masalah ini, bisa bahaya. Kita tidak bisa diam saja.

Suyang akan menunggu, kita lihat saja pergerakan mereka.

P. Onyeong : Setelah menyingkirkan P. Geum Sung, jalanmu ke takhta akan sangat mulus tanpa halangan.
Suyang tersenyum tipis : Takhta?

Anak buah Han jalan untuk mencari tahanan yang tersisa.
Tiba-tiba melihat Seok Ju lari mengejar Seung Yoo. Para pembunuh langsung mengejar mereka.

Seung Yoo lari sampai tepi jurang. Ia terdesak. Seok Ju sudah menghunus pedang ke arah Seung Yoo. Berhenti.
Anak buah Han mendekat dan minta semuanya berhenti. Aku akan mengirim kalian ke neraka hari ini.

Seok Ju minta semuanya berhenti, apa kalian pikir, aku akan diam saja dan membiarkan kalian memenggal kepalaku? Kita tidak perlu saling membunuh kan? Orang yang kalian inginkan adalah dia.

Anak buah Han heran, apa maksudmu?
Seok Ju berkata akan membereskan Seung Yoo untuk mereka.

Seok Ju berbalik dan langsung menyerang Seung Yoo! Melukai perutnya. Seung Yoo kaget dan terjatuh.

Seok Ju langsung menendang Seung Yoo ke jurang!

Para pengejar kaget juga. Seok Ju mengancam mereka, apa kalian juga ingin kepalaku? Kalau begitu ayo maju! Tapi penjahat itu diam saja. Seok Ju berkata mereka sudah mendapat yang diinginkan.

Seok Ju jalan pergi. Anak buah Han langsung lari ke tepi jurang dan melihat sesosok mayat bersimbah darah di dasar jurang. Mereka terlihat puas. Lalu pergi.

Seung Yoo ternyata berhasil sembunyi di sebuah ceruk di jurang itu dan tersenyum.
Seok Ju keluar dari semak-semak. Ia membawa tongkat pohon dan memberikannya ke Seung Yoo, raih ini!

Seok Ju menarik Seung Yoo ke atas dengan susah payah. Keduanya terbaring di tanah. Perut Seung Yoo benar2 luka.

Flashback, ternyata mereka sudah merencanakan ini sejak semalam. Situasi ini hanya akan berhenti jika Seung Yoo mati. Seok Ju tanya, apa Seung Yoo ingin mati sia-sia?
Seung Yoo menolaknya, aku belum bisa mati sekarang.

Seok Ju : Apa kau mau dikejar seperti anjing sampai kau mati? Atau...mengikuti perintahku?

Seung Yoo dan Seok Ju meletakkan mayat rekan mereka ke dasar jurang untuk mengelabui para pengejarnya.

Kembali ke masa kini, No Geol lari2 dan mendekati keduanya, aigoo..aigoo, apa kau baik-baik saja?
Seok Ju duduk dan marah pada No Geol. No Geol merasa bersalah, maafkan aku, aku membuat kesalahan besar. Bunuh saja aku.

Seok Ju tidak membahas lagi dan mengajak semuanya pergi. Mereka mengamati para pengejar yang pergi meninggalkan pulau itu. Ternyata ada satu perahu yang ditinggalkan di pantai.
No Geol membantu Seung Yoo jalan, ia cemas dengan luka Seung Yoo. Seok Ju tidak mau disalahkan, apa? Aku cuma menggoresnya sedikit.

Anak buah Han menghadap Suyang dkk, sudah selesai. Kim Seung Yoo sudah mati. Shin Myun kaget. Suyang tampak senang.
P. Onyeong puas, sekarang tidak akan ada lagi jejak Kim Jong Seo di dunia ini.

Suyang memberikan arak untuk pembunuh itu sebagai tanda penghargaan. Shin Myun tetap terpukul, ia tidak tahan dan perlahan bangkit berdiri. Tanpa berpamitan, Shin Myun jalan keluar. Shin Suk Joo dan Suyang hanya menghela nafas.

Shin Myun jalan pulang sambil memikirkan saat2 terakhir Seung Yoo.

Se Jeong sibuk melihat-lihat baju pengantin Se Ryung. Ia ingin sekali mencobanya. Se Ryung mengangguk.
Yeo Ri masuk dan Se Ryung minta Se Jeong membawa baju pengantin itu ke kamarnya saja.
Se Jeong curiga, ada apa? Apa kau ingin aku pergi? apa ini karena Kim Seung Yoo lagi?

Se Jeong minta Se Ryung tidak seperti ini. Seung Yoo hanya pria lain, orang diluar sangat iri dengan putri P. Suyang. Tapi kenapa kau selalu melakukan hal buruk pada keluarga kita?

Se Jeong : Aku berbeda dari Kakak. Bagaimanapun, aku masih berharap Ayah bisa menjadi Raja. Maka, aku akan menjadi Putri. Aku akan senang sekali mendengar orang memanggilku Tuan Putri.
Se Ryung diam saja, mereka jelas beda frekuensi. Ngga akan nyambung. Se Jeong keluar dengan baju pengantin dan perhiasannya.

Yeo Ri mendekat dan Se Ryung langsung tanya, kau sudah mengetahuinya?
Yeo Ri lapor, kalau semua anak-anak dan wanita yang ada di kantor Hanseong akan menjadi budak untuk pejabat yang berjasa.

Se Ryung kaget : Pejabat yang berjasa? Jadi mereka tinggal di kediaman orang-orang yang membunuh keluarga mereka? Sebagai budak? (Terjemahan Se Ryung benar2 pas. Mana ada pejabat berjasa. Pembunuh semua.)

Yeo Ri lapor kalau Menantu Kim Jong Seo dikirim ke kediaman P. Onyeong. Se Ryung tanya dimana ayahnya. Yeo Ri berkata kalau P. Suyang belum akan pulang sampai petang nanti.

Se Ryung langsung bergerak. Ia keluar bersama Yeo Ri. Ternyata Shin Myun juga diam-diam menunggu di depan pintu kediaman Suyang dan mengikuti Se Ryung.

Se Ryung tanya kediaman P. Onyeong dan pergi kesana. Ia melihat sendiri, Lady Ryu yang menggendong Ah Kang jalan sambil membawa cucian.

Seorang budak lain membujuk Lady Ryu untuk meninggalkan Ah Kang. Karena anak itu sakit2an dan akan menyusahkan Lady Ryu saja. Aku tahu dulu kau berasal dari keluarga bangsawan, tapi kau harus tahu kalau hidup bisa berubah dalam sekejap mata.

Se Ryung dan Yeo Ri mendengar percakapan itu, dan merasa sedih. Lady Ryu melihat Se Ryung, ia kaget. Se Ryung tidak bisa mendekati Lady Ryu. Keduanya hanya berpandangan saja.

Shin Myun mendekati mereka, apa yang kau lakukan disini?

Se Ryung : Mereka kehilangan keluarga mereka karena ayahku dan kau.
Se Ryung ini selalu to the point hahaha..great.

Se Ryung : Dan, mereka harus bekerja di kediaman musuh yang membunuh keluarga mereka sebagai budaknya. Apa ada hal lain yang lebih menakutkan lagi di dunia ini?
Shin Myun : Yang Mulia memerintah budak-budak itu sebagai hadiah pada pejabat yang berjasa. Nona, apa yang bisa kau lakukan untuk mereka?

Se Ryung : Aku ingin membantu mereka melarikan diri dari perbudakan.
Shin Myun tidak percaya dengan keterbukaan Se Ryung.

Se Ryung : Jika mereka tahu..jika aku harus dihukum, aku akan menyerah untuk dihukum setelah aku memastikan keselamatan mereka. Jika kau mau melapor pada ayahku, kumohon tunggu sampai aku selesai.
Se Ryung langsung pergi tanpa mempedulikan Shin Myun.

Lady Ryu dan para budak wanita lain mencuci di sungai. Ah Kang tidur di dekat mereka. Beberapa kali, Lady Ryu menoleh dan mencemaskan Ah Kang.

Yeo Ri mendatangi mereka, ia tanya apa ada yang bisa membaca, Yeo Ri pura2 tidak bisa membaca dan minta tolong.

Seorang budak menunjuk Lady Ryu, tanya saja dia. Dia bisa membaca. Yeo Ri senang dan menunjukkan surat itu ke Lady Ryu, tolong bantu saya.
Lady Ryu membacanya, ia kaget. Isi surat ini memang ditujukan untuknya.

Surat Se Ryung : Saya orang yang anda temui di Hanseong. Saya ingin membawa anda ke tempat aman. Saya akan menunggu di tempat terakhir kita bertemu. Tolong datanglah apapun yang terjadi.
Yeo Ri memandang Lady Ryu penuh arti. Budak lain tanya isi suratnya dan Lady Ryu dengan pintar berkata kalau isinya hanyalah salam dari Ayah Yeo Ri.

Yeo Ri lapor ke Se Ryung, kalau Lady Ryu benar2 tidak mengenal Se Ryung, bagaimana ia bisa percaya pada Nona dan datang kesini?
Tapi Lady Ryu memang datang bersama Ah Kang. Se Ryung senang sekali. Lady Ryu berterima kasih, saya menghargai kebaikan anda.

Lady Ryu mencemaskan Se Ryung, Nona bisa celaka jika seperti ini terus. Se Ryung minta Lady Ryu jangan mencemaskan-nya.
Lady Ryu : Meskipun saya jadi tidak tahu malu, tapi demi anak ini, saya akan menerima bantuan anda.

Se Ryung minta Lady Ryu masuk ke tandu, ia membawa mereka pergi ke tabib. Shin Myun mengamati rombongan itu dan mengikuti mereka.
Se Ryung membawa Ah Kang ke tabib. Shin Myun berjaga di depan pintu tabib.

Seok Ju dan No Geol membantu Seung Yoo jalan. No Geol heran, bukankah tadi katanya cuma menggoresnya saja? Kenapa tubuhnya panas sekali? lebih baik kita cari tabib.

Seok Ju mengajak mereka ke dekat gibang. Ketiganya duduk dan mengamati. Pemilik Gibang, Chohi ada di sana mengamati bisnisnya. Anak buah Chohi merayu para pria.

No Geol terpesona dengan kecantikan gisaeng2 itu, mereka cantik sekali. Ia ingin memanggil Seok Ju dengan sebutan hyungnim. Apa hubunganmu dengan wanita2 itu?
Chohi mendekati gisaeng baru, ia menegur gisaeng muda itu, jual apa yang bisa kau jual. Apa kau pikir menjual anggur dan tubuhmu itu mudah?

Gisaeng baru itu, Soaeng berkata kalau orang akan datang jika kita menunggu dengan tenang. Kenapa harus membuang waktu dengan usaha keras? Gadis yang tidak populer akan melakukan itu.
Chohi tidak percaya mendengar ini.

Ada gisaeng lain, ia tinggi langsing. Namanya Muyeong. Muyeong merayu seorang pria, Orrabuni, main dengan kami? Di dalam kehidupan yang singkat ini, apa ada yang bisa menandingi pelukan wanita? Gadis2 kami lebih cantik dari yang lain.
Seorang pria tertarik, apa aku bisa main denganmu? Muyeong mengiyakan.

Gisaeng di dekat mereka geli, jangan sampai ia membodohimu. Dia...seorang pria.
Pria hidung belang itu tertegun. Muyeong menatapnya tajam, dan ketika pria itu mau kabur, Muyeong sudah siap dengan pisau untuk mengancamnya, jika tidak mau main, maka pergilah! hahaha....ini lucu juga, jaman Joseon sudah ada gisaeng wadam.

Seok Ju muncul di depan Muyeong. Apa aku boleh main ? Muyeong kaget, Orrabuni. Chohi melihatnya dengan tajam, kukira kau sudah mati. Keduanya jelas punya hubungan istimewa.

Seok Ju duduk bersama Chohi di dalam. Chohi tidak pernah mengira Seok Ju akan bisa lolos dari hukuman mati dan kembali.
Seok Ju tanya apa kepulangannya membuat Chohi sedih. Seok Ju tanya tentang Gong Chil Gu. Chohi berkata kalau orang itu kadang pergi ke gibang ini. Seolah semua gibang dan lokasi gisaeng yang kau kelola sebagai miliknya semua. Dia juga menyulitkan gadis2 kita.

Seok Ju : Tapi kita harus menyelamatkan seseorang.

Chohi menoleh ke arah Seung Yoo yang pingsan, apa dia bisa dipercaya?
Seok Ju : Dia seorang yang istimewa.

Seung Yoo sudah mendapatkan tempat sembunyi. Se Ryung juga mengajak Lady Ryu dan Ah Kang ke kuil dimana ia sering berdoa.
Dua biksu cilik itu mengamati Ah Kang dengan penuh rasa ingin tahu.

Ah Kang menoleh dan melihat tajam keduanya. Hihi..lucu mereka ini.

Se Ryung : Tolong tinggal disini untuk sementara waktu. Saya akan mencari tempat persembunyian yang aman.
Lady Ryu merasa tidak enak, saya terlalu merepotkan Nona.

Se Ryung berkata ia melakukan ini agar merasa tenang.
Lady Ryu : Anda tidak perlu cemas, setelah mendengar berita tentang Seung Yoo, saya merasa langit sudah runtuh. Tapi sepertinya Tuhan itu masih ada.

Se Ryung kaget, berita tuan muda Kim..apa itu?
Lady Ryu menjelaskan, kalau kapal yang menuju pulang Gang Hwa tenggelam, apa anda belum mendengar itu?

Se Ryung syok, tenggelam?
Lady Ryu : Saya dengar hampir tidak ada yang selamat.

Se Ryung jalan keluar kuil dengan limbung, ia langsung tanya Shin Myun. Apa benar kalau Guru sudah meninggal? Mengapa kau tidak mengatakannya padaku?

Soaeng melarikan diri dari seorang tamu, lalu masuk sebuah kamar untuk sembunyi. Ternyata itu kamar Seung Yoo.
Soaeng mendekat dan mengamati Seung Yoo. Seung Yoo mulai sadar dan minta air.

P. Suyang mendapat selamat dari P. Onyeong dll atas pernikahan Se Ryung dengan Shin Myun. Se Ryung akan segera jadi Putri, sedangkan Shin Myun akan jadi Pangeran pendamping.
Shin Suk Joo : Saya juga menunggu hari itu.
Suyang tersenyum : Masih terlalu dini untuk mengatakannya.

P. Onyeong mengeluh, ada budak yang menghilang dari kediamannya. Menantu dan cucu Kim Jong Seo yang seharusnya ada di kediamanku, menghilang tanpa jejak.
P. Suyang heran, anggota keluarga Kim Jong Seo?

Kwon Ram marah, orang-orang itu..tangkap mereka dan siksa. Beraninya budak itu..
P. Suyang ingat saat Se Ryung menolong keluarga Kim Jong Seo dan tanpa takut mengakui perbuatannya. Suyang bisa menebak, kalau Se Ryung dibelakang ini.

Se Ryung pulang ke rumah, ia masuk kamar dan langsung berbaring di tempat tidur. Kata2 Lady Ryu terngiang, kapal menuju pulau Gang Hwa tenggelam dan saya dengar hampir tidak ada yang selamat. Se Ryung langsung jatuh sakit.

Shin Myun berdiri di luar kamar Se Ryung. Ia tampak tertekan.

P. Suyang pulang dan melihatnya, kudengar sesuatu yang aneh dari P. Onyeong. Keluarga Kim Jong Seo menghilang, apa ini perbuatan Se Ryung?

Shin Myun : Bukan, saya yang melakukannya.

Suyang terkejut, tapi ia mengerti Shin Myun pasti membela Se Ryung. Suyang menghela nafas, ini membuatku lega kalau menantuku mau menutupi kesalahan putriku. Tapi kita tidak bisa membiarkan Se Ryung terus melakukan ini.

Shin Myun : Untuk saat ini, biarkan saja dia. Dia sudah tahu tentang kapal yang tenggelam. Kali ini, biarkan saja sesuai keinginan Nona. Jika ia tahu kalau sisa keluarga Kim Seung Yoo meninggal..
Dia bahkan mengancam dengan pedang di leher untuk menyelamatkan Kim Seung Yoo, ya kan?

Suyang mengalah, sampaikan pesanku pada P. Onyeong besok pagi, katakan padanya untuk menghentikan pencarian terhadap anggota keluarga Kim Jong Seo. Juga sebarkan gosip kalau mereka bunuh diri.
Shin Myun : Baik.

Berita kapal tenggelam itu juga sampai ke kediaman Putri. Jung Jong dan P. Kyung Hye terkejut mendengarnya. Eun Geum membenarkan, kalau kapalnya benar2 sudah tenggelam.

Jung Jong : Bagaimana dengan Seung Yoo? Bagaimana dengan orang2 di kapal itu?
Eun Geum berkata seluruh penumpang tidak ada yang selamat.

Jung Jong tidak tahan, ia memalingkan badannya. Bagaimana bisa..bagaimana kapal sekokoh itu bisa..
Jung Jong susah payah menahan tangisnya. P. Kyung Hye juga ikut sedih.

Ada tamu untuk Jung Jong, ternyata Shin Myun. Jung Jong dingin menyambutnya. Kudengar Seung Yoo sudah meninggal. Benarkah?

Shin Myun diam saja. Jung Jong marah, brengsek. Kau tahu mengenai ini?

P. Kyung Hye keluar dan marah, beraninya kau menginjakkan kaki kotormu kesini? Banyak orang di kediaman ini yang sudah kau bunuh. Bagaimana kau bisa berdiri disana tanpa malu? Jangan pernah menginjakkan kakimu kesini lagi.
P. Kyung Hye masuk ke dalam rumah dengan marah.

Jung Jong minta Shin Myun pulang. Shin Myun berkata tidak lama lagi adalah pernikahannya, seperti pernikahanmu dulu, jadilah Hu Haengku kali ini. Aku datang minta tolong. Dari semua temanku, hanya tinggal kau, Jong.

Jung Jong ingat rencana pemberontakan P. Geum Sung, yaitu saat hari pernikahan Se Ryung. Jong minta Shin Myun cari orang lain.
Shin Myun : Aku akan menunggumu.

Malamnya, P. Kyung Hye gelisah, ia memanggil Eun Geum dan tanya apa ada berita dari Raja.
Terdengar jawaban seorang pria, belum ada berita. Jadi tolong istirahat saja.

P. Kyung Hye kaget, siapa itu. Pintu kamarnya dibuka dari luar, ternyata Jong.

Jung Jong : Tidak akan ada berita dari istana di tengah malam seperti ini. Jika ada aku pasti akan mengatakan-nya padamu. Jadi tenanglah dan tidurlah sebentar.

P. Kyung Hye heran kenapa Jung Jong ada disini. Jung Jong berkata ia sengaja minta semua pelayan pergi dan istirahat. Ia akan menjaga tempat ini dengan baik.
Jung Jong menenangkan Putri, jangan cemas dan istirahat saja. Lalu ia menutup pintu dari luar.

P. Kyung Hye mulai bisa merasakan kesedihan Jong, ia tanya apa ini karena masalah Kim Jikgang, sehingga kau tidak bisa tidur?

Jung Jong menjawab dari luar, aku benar2 tidak ingin memikirkan itu, tapi orang itu..terus saja muncul di depanku. Jong terisak.

Sebenarnya Orang yang ditangisi Jong kondisinya tidak terlalu buruk. Seung Yoo mulai sadar dan saat membuka mata...samar-samar..

Terlihat kumpulan gisaeng cantik mengamatinya. Ini melegakan, dia sudah membuka matanya. Dia benar2 tampan. Sungguh. Ini bagus kalau kita tidak harus menyiapkan penguburan.
Dilihat dari manapun, wajahnya benar2 suatu mahakarya. Apa anda sudah sadar, Tuan Muda?

Chohi kesal dan mengusir gisaeng2 itu, kalian semua, keluar.

No Geol langsung mendekati Seung Yoo, aigoo..hyungnim, apa kau baik2 saja? Aku boleh memanggilmu Kakak?

Seung Yoo menanyakan tempat ini pada Seok Ju. Seok Ju menjelaskan kalau ini adalah gibang dekat pelabuhan Mapo, tempat ini aman, jangan khawatir.

Seok Ju minta Seung Yoo istirahat saja dulu, jangan kemana-mana. Lukamu lebih dalam dari yang kukira. Jangan kemanapun sampai lukamu sembuh. Kita bertiga..kita tidak ada lagi di dunia ini.

Shin Myun menghadap Suyang, ia ingin menunda pernikahan hanya untuk beberapa hari. Suyang merasa tidak enak, apalagi pada ayah Shin Myun.
Shin Myun : Saya akan bicara pada Ayah, tolong penuhi keinginan saya.

Yeo Ri kaget saat melihat Se Ryung duduk di luar kamarnya, Nona, kapan anda keluar kamar?

Yeo Ri mengantar Se Ryung menemui Lady Yoon. Ibu berkata kalau Shin Myun mencemaskan Se Ryung dan bahkan bersedia menunda pernikahan sampai Se Ryung siap. Shin Myun sudah mengatakan ini pada Ayahmu dan dia sendiri yang akan meyakinkan keluarganya.

Lady Yoon : Jangan pikirkan masa lalu lagi. Semua orang sudah berpikir kalau kau dan Petugas Shin akan menjadi suami-istri.

Se Ryung tidak mempedulikan kata2 ibunya, saya harus pergi ke satu tempat sebentar.
Lady Yoon melarang, tubuhmu masih lemah. Tapi melihat ekspresi wajah Se Ryung, ia menghela nafas. Lakukan sesukamu. Kapan kau pernah mematuhi ibumu?

Se Ryung ke kuil bersama Yeo Ri. Tapi kaget saat mendengar dari dua biksu kecil itu kalau Ah Kang dan ibunya tiba-tiba menghilang.
Dua biksu kecil itu tidak tahu kemana mereka pergi.

Seung Yoo mengganti perban di perutnya, lalu pakai baju.

Ia keluar dan melihat daerah sekitar. Seung Yoo tidak mengikuti perintah Seok Ju untuk istirahat.
Se Ryung bergegas pergi ke kantor Shin Myun. Se Ryung langsung marah2 dan menuduh Shin Myun yang memindahkan mereka.

Se Ryung : Kemana kau mengirim mereka? Anak kecil itu dan wanita lemah..ke kediaman pejabat berjasa mana kau mengirim mereka? Kenapa kau tidak menjawabnya? Apa mungkin mereka ke kediaman Petugas Shin?

Shin Myun : Apa aku ini orang seperti itu di matamu?
Se Ryung : Untuk orang yang sudah membunuh teman baik beserta ayahnya, bagaimana aku bisa menganggapnya orang yang baik?
(Ouch..pedes juga..)

Shin Myun tersinggung. Ia jalan mendekat dan menarik Se Ryung. Se Ryung protes, tapi Shin Myun tidak peduli. Diam dan ikut aku.
Shin Myun keluar kantor, siapkan kuda!

Shin Myun menaikkan Se Ryung ke atas kuda, lalu ia juga naik dan memacu kudanya. Yeo Ri panik, nona! nona.

Langkahnya membawa Seung Yoo ke depan kediaman lamanya. Rumahnya sudah disegel. Seung Yoo tiba-tiba mendengar suara anggota keluarganya.
Suara ayahnya, lalu kakak ipar, suara Ah Kang yang manja.

Seung Yoo melihat seorang wanita jalan bersama putrinya di depan rumah itu dan mengira itu Ah Kang. Ia lari mendekat, ternyata bukan. Seung Yoo tertegun.

Shin Myun menghentikan kuda di satu tempat. Ia turun.

Se Ryung juga bergegas turun dan menampar Shin Myun.

Shin Myun masih menarik tangan Se Ryung, tapi langsung dikibaskan, jangan pernah menyentuhku lagi.

Se Ryung berbalik dan terkejut, ada Lady Ryu dan Ah Kang di depannya. Lady Ryu tersenyum, Agassi, kapan kau datang?
Se Ryung menoleh ke arah Shin Myun, tapi Shin Myun sudah menghilang.

Se Ryung duduk di dalam dan Ah Kang memberikan teh untuknya. Se Ryung membelai kepala Ah Kang.

Lady Ryu datang dan berkata ia mendengar kalau Se Ryung tidak sehat, jadi ia merasa cemas.

Se Ryung heran darimana Lady Ryu tahu kalau ia sakit.

Lady Ryu berkata dari seorang pria yang tidak dikenal. Ia berkata adalah teman lama adik iparnya. Dia yang mengatakannya pada saya.
Pria itu juga mencarikan tempat tinggal untuk mereka dan tidak pernah menemui mereka secara langsung. Semua mulai dari makanan dan baju juga disediakan oleh orang itu.

Lady Ryu : Agassi, apa anda mengenalnya?

Se Ryung mengangguk, Ya.

Lady Ryu terlihat lega, saya seharusnya berterima kasih secara pribadi padanya, tapi sepertinya ia sibuk. Tolong katakan rasa terima kasih saya padanya. Almarhum Ayah mertua dan adik ipar juga pasti akan merasa berterima kasih padanya.
Se Ryung mengangguk, baiklah.

Se Ryung keluar dari rumah itu dan melihat Shin Myun. Se Ryung agak kikuk, lalu membiarkan Shin Myun mengantarnya pulang.

Seung Yoo jalan ke satu tempat.

Shin Myun mengantar Se Ryung pulang. Se Ryung berkata kalau Lady Ryu berterima kasih pada Shin Myun.
Shin Myun : Jika ia tahu kalau orang itu aku, dia akan memakiku sebagai munafik dan meludahiku.

Se Ryung minta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Kalau kau mengatakan padaku sebelumnya..

Shin Myun : Apa kau akan mempercayaiku? Kau mengira aku mengirim mereka ke satu tempat untuk dibunuh, kau pasti ketakutan. Di mata Agassi, aku adalah orang seperti itu.
Alasan mengapa aku mengambil pilihan itu juga tidak ingin kau dengar. Dengan darah dingin aku membunuh temanku sendiri, dan orang yang tidak tahu malu yang tidak tahu apa sakit itu..itu yang kau pikirkan, ya kan?

Se Ryung berbalik, aku masuk ke dalam dulu.

Shin Myun tiba2 teriak, berapa lama lagi? Berapa lama aku harus menunggu sampai kau berpaling dan melihatku? pemandangan punggungmu saat kau jalan pergi sangat melukaiku. Apa kau tahu itu?

Se Ryung terkejut, tapi tetap tidak tersentuh. Kumohon, pergilah.

Se Ryung jalan masuk dan Shin Myun mengejarnya. Shin Myun menarik Se Ryung dan memaksa memeluknya.

Se Ryung kaget tapi tidak bisa melepaskan diri.

Ada orang lain yang mendengar semua pembicaraan keduanya. It's Seung Yoo. Do u see anger beneath his cool face?

PM [1], [History], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11]