The Princess'Man episode 14

Hari pernikahan Lee Se Ryung
Anak buah Han menyamar menjadi pelayan di keluarga Suyang. Mereka tidak menyadari Seung Yoo yang menyusup dan menyamar jadi pelayan.

Seung Yoo juga berpapasan dengan Jung Jong, tapi Jung Jong merasa itu mustahil, ia pasti salah lihat.

Jung Jong hanya tersenyum dan jalan pergi. Seung Yoo jalan terus ke bagian belakang menuju kamar Se Ryung.
Seung Yoo belum pernah masuk kediaman Suyang, tapi karena setiap kediaman diatur berdasarkan ajaran Konfusianisme, Seung yoo tidak akan sulit menemukan kamar putri pertama dalam satu keluarga. Karena biasanya kamar2 mereka disusun berdasar urutan tertentu.

P. Suyang dan keluarga, bersama P. Onyeong dll siap menyambut pengantin pria dan para tamu. Mereka terlihat gembira.

Diluar, P. Suyang dan P. Geum Sung saling bertukar pandang. Suasana semakin tegang saat rombongan Shin Myun tiba bersama Jung Jong dan pengawal mereka. Suyang dan Han Myung Hoe tahu siapa sebenarnya pengawal itu.

Se Ryung mendapat pesan dari Lady Yoon, untuk segera melupakan Seung Yoo dan mendukung Shin Myun sepenuh hatinya. Lady Yoon juga minta Se Ryung menjadi bayangan Shin Myun.
Se Ryung merasa ini ironis sekali, karena justru itu adalah nasihat Seung Yoo saat pertama kali mereka bertemu.

Se Ryung sendirian dan memandangi bayangannya di cermin, ia ingat kata2 Seung yoo di dekat air terjun, jika tanpa ragu kita bisa berjanji untuk bersama sampai maut memisahkan kita, maka itu cinta.

Se Ryung tidak menyadari ada orang yang keluar dari balik sekat kamar, ternyata Seung Yoo. Seung Yoo menyiapkan tali kain.

Se Ryung menoleh dan sadar ada orang dibelakangnya. Tapi terlambat.
Seung Yoo membungkam mulut Se Ryung dan mengikatnya kuat. Se Ryung berusaha melepaskan diri dan menendang meja rias. Seung Yoo melepaskan kantung kain dan memasukkan Se Ryung ke dalamnya.

Shin Myun dan para tamu sudah tampak gelisah karena Se Ryung tidak juga keluar. P. Suyang memberi tanda pada istrinya untuk melihat. Lady Yoon mengerti dan masuk ke dalam.

Yeo Ri ada di depan kamar Se Ryung dan membujuk Se Ryung keluar. Nona, meskipun anda tidak suka, tapi anda tidak bisa lari. Nona keluarlah.
Lady Yoon datang dan marah pada Yeo ri, kalau Se Ryung tidak mau keluar kau seharusnya menyeret dia.

Lady Yoon membuka pintu kamar Se Ryung dan kaget. Karena Se Ryung tidak ada, kamar dalam kondisi berantakan.

Seung Yoo memanggul tubuh Se Ryung dan membawanya keluar. Ia kepergok seorang pelayan yang curiga dan tanya apa isi kantung yang dibawanya. Seung Yoo langsung melumpuhkan pelayan itu lalu lari.

Lady Yoon dan Yeo Ri menemui P. Suyang, Shin Myun beserta keluarga lainnya. Yeo Ri menunjukkan sepatu Se Ryung.
Lady Yoon : Dia tidak pergi sendiri kan?

P. Suyang menanyakan sepatu Se Ryung dan Yeo Ri membenarkan kalau itu memang milik nonanya.

Saat semua bingung, pelayan datang dan lapor tentang seorang pria yang membawa kantung besar. Pria itu menyerangnya.

Shin Myun tanya sebesar apa kantung itu. Pelayan berkata cukup memuat orang di dalamnya.
Shin Myun langsung tahu kalau ini penculikan.

Lady Yoon langsung jatuh ke tanah, siapa yang bisa melakukan itu padanya?
Yeo Ri dan Se Jeong lari menolong Lady Yoon.

P. Suyang murka, siapa yang berani..siapa berani menyentuh putriku?!
Shin Myun bergegas pergi, ia akan mengejar penculik Se Ryung.
P. Geum Sung ada di belakang mereka. Ia mendengar apa yang terjadi.

Shin Myun memerintah pasukannya untuk bergerak, ada yang menculik Nona. Ia membawa Nona dalam kantung kain, ia pasti dibawa dengan kuda atau tandu. Dia belum jauh, cepat kejar dia.
Ja Beon mengerti dan segera berangkat.

Para tamu bingung, apa yang terjadi kenapa penundaan-nya lama sekali. P. Geum Sung segera memberi kode pada anak buahnya untuk pergi, misi dibatalkan.
Han Myung Hoe juga terlambat menahan mereka.

P. Suyang dan Lady Yoon keluar, ia minta maaf karena putrinya tiba-tiba muntah-muntah dan pusing. Putriku itu mungkin tahu kalau ayahnya belum rela membiarkannya pergi. Aku seharusnya tidak cemburu pada menantuku. Penyebab sakit putriku pasti akan segera kuselidiki. (Suyang mengatakan ini sambil melihat P. Geum Sung penuh arti)
Jadi aku minta maaf karena kalian semua sudah jauh-jauh datang dan justru menghadapi hal ini.

P. Suyang janji akan mengundang para tamunya lagi. Dan tolong jangan menolak hadir. P. Suyang juga minta semuanya menyantap hidangan pesta yang sudah mereka siapkan.

Ja Beon tanya ke penduduk sekitar apa ada yang melihat tandu atau kuda lewat sini, dan ia mendapat laporan kalau ada kuda yang membawa kantung kain besar menuju dermaga Mapo.
Shin Myun bergegas pergi.

Seung Yoo membawa Se Ryung sampai ke Bing Ok Gwan. Ia menambatkan kudanya dan memanggul Se Ryung masuk.
Seung Yoo bersembunyi sebentar dari No Geol yang sedang cuci muka, lalu segera masuk ke dalam gudang yang paling belakang.

Seung Yoo menurunkan Se Ryung dan membuka kantung kain itu. Se Ryung setengah sadar. Ia melihat wajah Seung Yoo samar-samar, lalu pingsan.

Seung Yoo mengikat Se Ryung dengan erat, lalu memandanginya sebentar. Setelah itu ia keluar dan mengunci pintu gudang.

No Geol mencicipi makanan di meja langsung dengan tangan. Muyeong muncul sambil membawa sayur, ia memukul tangan No Geol dan menunjuk sumpit dengan dagunya. No Geol mengambil sumpit.
Mu Yeong jalan di belakang No Geol dan menepuk pantat No Geol, hahaha..setelah itu pergi.

No Geol kaget, wanita ini...tidak. Pria itu! No Geol sudah tahu identitas asli Mu yeong hahaha..

No Geol melihat Cho Hi dan Seok Ju turun bersama dari lantai atas, ia heran kenapa Noonim dan Hyungnim turun bersama-sama? Jelas ada yang berbeda, apa semalam kalian...
Cho Hi kesal dan memukul belakang kepala No Geol, jangan sembarangan atau tidak usah makan!
Seok Ju juga memukul kepala No Geol. No Geol kesal, baiklah, aku tidak akan makan!

Tapi mereka semua akhirnya duduk makan. Soaeng mencari Seung Yoo. Seok Ju juga heran. Tiba-tiba Seung Yoo masuk, ia sudah ganti baju hitam lagi. Seok Ju tanya kemana Seung Yoo pergi.

Seung Yoo tidak menjawab dan tanya apa Seok Ju punya kertas dan tinta.

Seok Ju bingung, kertas...tinta?
No Geol menjelaskan, maksudnya kertas, kuas..aku benar kan? Soaeng segera menghambur mencari kertas, tinta dan kuas untuk Orrabeoninya.

Seung yoo masuk kamarnya, ia mulai menulis...Su Yang..

Shin Suk Joo menemui Suyang, ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Suyang minta maaf pada besannya atas insiden ini. Shin Suk Joo menenangkan, Shin Myun pergi menyelidiki, pasti akan segera ada kabar.

Suyang berkumpul bersama yang lain di rumahnya, siapa yang berani melakukan hal seberani itu?
Kwon Ram : Apa mungkin Geum Sung Dae Gun?

P. Suyang berpikir mungkin P. Geum Sung sengaja membocorkan rencana palsu untuk melakukan ini diam-diam. Suyang minta maaf tidak mengatakan kalau P. Geum sung punya rencana membunuhnya.

Shin Suk Joo mengerti, P. Suyang merahasiakan ini karena tidak perlu mengatakannya. Tapi, apa maksudnya semua ini pekerjaan P. Geum Sung.

Han Myung Hoe berkata ini bukan perbuatan P. Geum Sung. Untuk apa ia mengungkapkan rencana pemberontakan dan menculik Nona Se Ryung, dia sama sekali tidak akan mendapat keuntungan apapun. Ini pekerjaan orang lain.
Suyang heran : Orang lain?

Semua heran, selain P. Geum Sung siapa yang melawan Pangeran? Musuh yang tidak kita ketahui..

P. Kyung Hye mondar mandir di halaman rumahnya. Ia gelisah karena belum ada kabar dari Jung Jong dan P. Geum Sung.

Eun Geum menenangkan Putri, Yang Mulia, dia pasti kembali dengan selamat, tolong bersabar. (Eun Geum tahu kalau Putri mencemaskan Jung Jong haha..kalau dipikir, P. Kyung Hye dan Jung Jong ini seperti Full House-nya Joseon, bisa jadi drama sendiri nih..)

Tidak lama, P. Geum Sung dan Jung Jong pulang. Putri langsung lega. Tapi tidak lama, karena mereka lapor kalau Se Ryung menghilang.
Putri kaget, bagaimana bisa. Jung Jong menjelaskan, ada orang lain yang menculik Se Ryung.

P. Geum Sung : Karena pengantin wanita tiba-tiba menghilang, pernikahan-nya ditunda dan rencana kita tidak bisa diteruskan.
Putri Kyung Hye : Siapa sebenarnya yang melakukan itu?

Jung Jong tiba-tiba ingat pelayan yang mirip Seung Yoo, tapi ia merasa tidak mungkin dan menggeleng. Putri tanya ada apa.
Jung Jong menjelaskan ia melihat pria mirip Seung Yoo di rumah Suyang. Tapi Putri langsung berkata tidak mungkin, ini mungkin karena kau sangat merindukan Seung Yoo. Jung Jong hanya mengangguk saja.

Kembali ke kediaman Suyang. Han Myung Hoe berkata mereka tidak bisa duduk menunggu saja. Han ingin segera menangkap P. Geum Sung, karena dalang penculikan Nona Se Ryung bisa saja P. Geum Sung.
Han : Tolong perintahkan petugas Hanseong untuk menahan P. Geum Sung.

Anak buah Shin Myun pergi ke kediaman P. Kyung Hye dan berkata kalau mereka mendapatkan perintah menahan P. Geum Sung. Perintah P. Suyang.
Jung Jong dan Kyung Hye tidak bisa berbuat apa-apa saat P. Geum Sung dibawa pergi.

Akhirnya mereka pergi ke istana untuk menemui Raja.
Danjong terkejut, Paman Geum Sung dipenjara?
Jung Jong menjelaskan kalau itu perintah P. Suyang pada kantor Hanseong.

Danjong kesal, sekarang dia bahkan tidak membicarakan apapun denganku sebelum bertindak.
Jung Jong merasa bersalah, ia tukar pandang dengan P. Kyung Hye. Lalu menjelaskan kalau P. Geum Sung memang merencanakan pemberontakan melawan Suyang.

Danjong : Pemberontakan?
Jung Jong : Sebenarnya, rencana menyingkirkan P. Suyang akan dilakukan saat pernikahan, tapi pernikahan itu tiba-tiba dibatalkan dan akhirnya kami tidak bisa melakukannya dengan lancar.
Danjong : Jadi ini artinya, rencana Paman Geum Sung diketahui oleh Paman Suyang?

Keduanya membenarkan dengan wajah bersalah.

Danjong marah, kenapa tidak mengatakan dulu padaku?
Jung Jong : Pelayan anda merasa takut.

Danjong memerintah untuk memindahkan P. Geum Sung ke Nae Geum Bu (Biro Penyelidik Kerajaan), jika ia tetap di Hanseong, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi padanya. Kita tidak bisa kehilangan P. Geum sung juga.

Se Ryung perlahan-lahan mulai sadar. Ia terkejut karena berada di tempat tidak dikenalnya. Se Ryung berusaha keras melepaskan ikatan tangannya.

Seung Yoo duduk diam sambil memoles pedangnya. No Geol duduk didekatnya. Seung Yoo teringat saat di dalam kamar Se Ryung dan mendengar kata2 Se Ryung : Aku selalu ingin menjadi bayangannya dan dia juga menjadi bayanganku. Begitulah aku ingin hidup.
Seung Yoo menghela nafas.

Muyeong keluar dengan barang2 tidak dipakai lagi, ia minta No Geol membawanya keluar.
No Geol : Aku?
Muyeong : Lalu, apa kau mau orang lemah seperti aku melakukannya?
No Geol tidak percaya, Lemah? Kita punya barang yang sama..hahaha (No Geol-Mu Yeong ini lucu banget)

Muyeong mengancam No Geol, kalau masih berani bicara ngawur, ini akan jadi pemakamanmu. No Geol akhirnya mengalah. Muyeong minta No geol membawa barang2 itu ke gudang belakang.

Ini mengejutkan Seung Yoo. Jadi sebelum No Geol sempat ngomel atau membawa barang2 itu keluar, Seung Yoo sudah jalan mendahului dan membawanya keluar tanpa bicara.

No Geol dan Mu Yeong bengong, ada apa dengannya? Terima kasih hyung!
Mu Yeong : Dia tidak bereaksi pada api, dan biasanya sedingin es.
Seok Ju mendengar ini dan tampak curiga.

Se Ryung berhasil melepaskan tali pengikatnya, dan membuka tali di mulutnya. Ia mendengar suara, lalu mencari sesuatu sebagai senjata dan pura2 masih pingsan.

Seung Yoo memastikan kondisi aman, lalu masuk ke dalam gudang.
Seung Yoo memandangi Se Ryung dan menghela nafas. Ia tidak sadar kalau Se Ryung sudah siuman.

Seung Yoo berbalik akan keluar lagi, saat tiba-tiba Se Ryung menyerangnya dengan senjata yang ditemukannya.

Tapi Seung Yoo sangat cepat, ia reflek berbalik dan menahan tangan Se Ryung.
Se Ryung bisa melihat dengan jelas wajah Seung Yoo, ia syok. Se Ryung hanya bisa diam saja sambil memandang Seung Yoo dengan mata lebar.

Seung yoo mengambil tali dan mengikat tangan Se Ryung lagi. Se Ryung tanya, apa itu..apa itu benar2 kau, Guru? Apa kau benar2 masih hidup?
Seung Yoo diam saja, tidak melihat mata Se Ryung. Dengan wajah dingin terus saja bekerja menyelesaikan ikatannya.

Se Ryung : Aku pikir kau sudah meninggal saat kapal itu tenggelam. Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?
Mata Seung Yoo tiba-tiba berkilat marah. Se Ryung tanya lagi, kau masih hidup tapi mengapa kau tidak...

Seung Yoo berbalik memunggungi Se Ryung, lalu menjawab, Kim Seung Yoo yang kau kenal itu, tidak ada lagi di dunia ini.

Seung Yoo menatap tajam Se Ryung, putri musuh yang membunuh ayahku akan menikah dengan teman yang menghianatiku.
Se Ryung menunduk, ia merasa bersalah.

Seung Yoo menyindir, benar2 pasangan serasi.
Se Ryung perlahan menatap mata Seung Yoo. Seung Yoo menyerang Se Ryung dengan kata-kata, bukankah kau memintaku untuk kembali hidup-hidup untuk membunuhmu?

Se Ryung : Guru.
Seung Yoo : Bukankah kau berkata kalau kau akan menunggu hari dimana kau akan mati di tanganku?

Seung Yoo menyeringai, apa itu hanya omong kosong? Hari yang kau tunggu akhirnya tiba. Tunggu saja, aku akan segera membunuhmu.

Seung Yoo berbalik dan akan pergi. Se Ryung memanggilnya lagi, Guru.

Seung Yoo murka, ia langsung mencekik Se Ryung, terus saja panggil aku seperti itu...jika kau mau mati saat ini. (Astaga..Seung Yoo bisa benar2 membunuh Se Ryung, ia sedang gelap mata.)
Seung Yoo mendorong Se Ryung kembali ke tanah lalu keluar dengan marah.

Seok Ju melihat Seung Yoo kaluar dari gudang dan heran dengan raut muka Seung Yoo.
Se Ryung duduk dan teringat kata2 Seung Yoo, Se Ryung tampak putus asa.

Malamnya, Shin Myun dan pasukannya tiba di Bing Ok Gwan. Membuat terkejut para gisaeng dan tamu.
Shin Myun : Kami kesini mencari pria misterius.

So Aeng menemui Shin Myun dan berkata kalau disini tidak ada pria misterius, hanya ada pria hidung belang. Orabeoni, kenapa anda tidak masuk dan mencicipi anggur Bing Ok Gwan sebelum pergi?

Shin Myun memerintah : Masuk ke dalam dan cari!
Ja Beon dll : Ya, Tuan.

Shin Myun masuk dan memerintah agar semua tidak bergerak.
No Geol pucat pasi dan mulai gugup. Seok Ju memegang tangan No Geol untuk menenangkannya.

Cho Hi langsung mendekat, apa ada yang bisa dibantu? Jika anda ingin minum, silahkan duduk. Jika ingin mencari gadis2 kami, maka mohon tunggu sebentar.

Shin Myun : Kami mencari pria mencurigakan.

Cho Hi berkata tidak ada yang seperti itu. Tapi Shin Myun tidak peduli dan memerintah untuk mencari dengan menyeluruh.
Seung Yoo melihat Shin Myun dan pasukannya, ia menyelinap dan beberapa kali berhasil menghindari Shin Myun.

No Geol heran, siapa sebenarnya yang mereka cari? Seok Ju hanya menggeleng. Mereka mendengar percakapan dua tentara, apa putri tertua Suyang Dae Gun pergi kesini?
Tentara 2 menjawab entahlah, mungkin ia diseret kesini dengan paksa.

Seok Ju tiba-tiba menyadari sesuatu.

Diluar, Shin Myun melihat gudang belakang yang dikunci dari luar. Shin Myun curiga dan jalan mendekat.
Se Ryung melihat Shin Myun dari celah pintu, tapi ia tidak berusaha memanggil bantuan. Se Ryung justru mundur dan mencari tempat sembunyi.

Shin Myun hampir menyelidiki gudang saat terdengar teriakan, Siapa itu? Tangkap dia! Shin myun mengejar orang yang lari itu. Orang itu No Geol yang mengalihkan perhatian.

Seung Yoo cepat-cepat mengeluarkan Se Ryung dari dalam gudang dan mengajaknya lari.
Mereka ditahan Seok Ju. Se Ryung dan Seung Yoo kaget.

Se Ryung dimasukkan ke kamar Seung Yoo. Se Ryung menunggu dengan tegang.

Seung Yoo bicara pribadi dengan Seok Ju diluar. Seok Ju langsung tanya, apa wanita itu...apa dia adalah putri Suyang Dae Gun?
Seung Yoo diam saja.
Seok Ju kesal dan teriak, jawab aku!

Seung Yoo : Ya.

Seok Ju tertegun, lalu mencengkeram baju Seung Yoo, apa yang sudah kau lakukan? Jangan bilang kalau yang kau sebut balas dendam ini juga menggunakan cara seperti ini?

Menggunakan wanita yang tidak bersalah dan lemah sebagai umpan, cara pembalasan dendam kotormu ini benar2 tindakan rendah. Apa kau tidak merasa malu...pada ayahmu yang kau hormati dan membuatmu sangat berduka itu?

Seung Yoo marah, hati-hati dengan kata2mu.

Seok Ju : Kukira kau berbeda dari yang lainnya. Pergi..jangan biarkan orang2 disini terlibat masalah ini. Menghilang dari hadapanku!

Seung Yoo jalan pergi. Seok Ju melihatnya dengan pandangan cemas. No Geol masuk dan mengeluh, kakak, kukira aku sudah mati tadi saat pasukan menangkapku, kenapa kau memintaku melakukan hal berbahaya seperti itu?
Seok Ju diam saja dan tidak menanggapi No Geol, ia pusing dengan Seung Yoo.

Seung Yoo masuk ke kamarnya dan melemparkan baju pelayan untuk Se Ryung. Ganti bajumu!

Se Ryung diam saja sambil memandangi Seung Yoo dengan mata penuh air mata. Seung Yoo murka, ia langsung mendekat dan membuka jubah pengantin Se Ryung: Jika kau tidak mau mati, maka ganti baju! (whoa..ngga sopan.)

Ini membuat sebuah kantung jatuh. Seung Yoo membuang isinya dan ternyata itu adalah pecahan garakji yang dihancurkan Seung Yoo.

Se Ryung jongkok dan mengumpulkan pecahan garakjinya satu per satu. Seung Yoo gemetaran. Ia ingat kata2 Se Ryung saat dikuil :
"Itu adalah satu-satunya peninggalan yang kumiliki dari orang yang kucintai. Itu lebih penting dari nyawaku, kumohon kembalikan padaku."

Seung Yoo marah, kenapa kau mengambil barang yang sudah rusak? Cepat ganti baju! Seung Yoo menarik paksa tangan Se Ryung.

Tapi Se Ryung diam saja, ia tidak mau berdiri. Se Ryung melepaskan tangannya, lepaskan aku! Se Ryung marah, meskipun ini sudah hancur berkeping-keping, bagiku ..ini mewakili orang yang memberikan seluruh hatinya yang tidak bercacat padaku.
Seung Yoo diam saja.

Se Ryung : Apa kau ada di kuil Seung Bup kemarin? Apa kau mengikutiku selama ini? aku selalu memikirkanmu, tapi Guru ternyata sudah mengikuti selama ini. Aku benar2 bersyukur, kalau kau masih hidup. Aku benar-benar bersyukur.

Seung Yoo mulai resah, tapi mengeraskan hatinya dan membentak, lakukan saja yang kuminta. Sambil mengangkat Se Ryung dan melemparkannya ke tempat tidur.

Se Ryung menahan tangis, dan mulai ganti baju. Seung Yoo tidak tahan lalu jalan keluar.

Se Ryung sudah ganti baju pelayan. Seung Yoo membawanya keluar dari gibang. Tiba-tiba Se Ryung menarik Seung Yoo untuk sembunyi.
Se Ryung melihat Shin Myun dan Ja Beon. Mereka masih mencari di daerah sekitar. Lalu pergi karena tidak menemukan apa-apa.

Seung Yoo mengibaskan tangan Se Ryung yang memegang lengannya (Huuu..). Seung Yoo mengambil kuda dan membawa Se Ryung pergi ke tempat terpencil.

Seung Yoo turun dari kuda dan mengikatkannya di pohon. Tidak menjawab pertanyaan Se Ryung. Aku tanya, kita mau kemana?
Seung Yoo menarik Se Ryung turun dan mengikat tangannya. Semua dilakukan dalam diam dan dengan wajah cemberut.

Seung Yoo membawa Se Ryung jalan masuk hutan. Se Ryung susah payah jalan dalam kegelapan dan dengan tangan terikat, lalu ia tersandung sesuatu dan jatuh berguling-guling ke bawah bukit. Astaga...

Seung Yoo hanya melihat dengan pandangan dingin.

Se Ryung juga tidak mengeluarkan keluhan sedikitpun. Gadis ini juga keras kepala haha...Ia berusaha berdiri sendiri dengan tangan masih terikat.
Seung Yoo melihatnya beberapa saat, lalu mendekat dan menarik Se Ryung berdiri dengan kasar. Seung Yoo melepaskan ikatan Se Ryung.

Keduanya jalan lagi sampai ke pondok kecil dalam hutan. Seung Yoo dan Se Ryung masuk ke dalam.
Mereka duduk dalam diam. Seung Yoo tanpa sadar melihat ke arah Se Ryung dan pandangannya terlihat sedikit cemas.

Se Ryung : Aku tidak kesakitan, kau tidak perlu melihatku seperti itu.
Seung Yoo (dengan gengsi) : Jangan berprasangka.

Se Ryung : Kapan kau akan membunuhku?

Seung Yoo : Aku adalah umpan yang membuat ayahku terbunuh. Kau juga akan menjadi umpan yang membunuh ayahmu. Kenapa? Meskipun ayahmu sangat keji, kau tetap tidak ingin ia mati?
Ayah yang tangannya berlumuran darah orang lain, apa kau benar2 menyayanginya?

Se Ryung terus saja memandang Seung Yoo dengan iba. Seung Yoo marah, jangan melihatku seperti itu. Pandangan polos dan terluka yang kau perlihatkan..
Seung Yoo ngamuk, jangan melihatku dengan wajah seperti itu!

Seung Yoo mencengkeram baju Se Ryung, dengan wajah ngeri Seung Yoo teriak2, apa kau tidak mengerti apa yang kukatakan?

Seung Yoo : Bagaimana aku...bagaimana aku bisa membuatmu mengerti kata2ku ?

Seung Yoo histeris, kau dan ayahmu sama saja. Pedang ini akan menikam dada ayahmu dan setelah memenggal semua kepala anggota keluargamu, kau juga akan dibunuh dengan kejam...tanpa ampun. Apa kau mengerti?!

Se Ryung tiba-tiba menarik Seung Yoo ke pelukannya! Ia memeluk Seung Yoo erat-erat..berapa banyak...berapa banyak luka yang sudah kau derita?

Se Ryung : Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kau bisa menanggung luka separah itu..jika dengan mencabut nyawaku, lukamu bisa sembuh..aku bersedia mati ribuan, jutaan kali..
Oh dear...this scene makes me speechless...

Seung Yoo tampak bingung, syok, lalu melepaskan diri. Ia menghujamkan pedang ke leher Se Ryung. Tanpa sengaja Seung Yoo melihat bekas luka di leher Se Ryung dan ingat kata2 Shin Myun, jika aku berkata kalau demi menyelamatkanmu, wanita itu bersedia mengorbankan nyawanya sendiri..apa kau akan percaya itu?

Seung Yoo stres, ia langsung lari keluar. Meninggalkan Se Ryung berlutut di lantai. Seung Yoo duduk di teras pondok sambil menenangkan diri.

Se Ryung melihat bayangan Seung Yoo di pintu dan mengulurkan tangan membelai bayangan itu.

Seung Yoo menyadarinya, ia segera pergi meninggalkan pondok. Menenangkan diri.

Suyang kecewa saat mendengar belum ada berita tentang pria yang menculik Se Ryung. Shin Myun minta maaf.
Suyang berkata kalau sebenarnya ia adalah sasarannya. Kita harus menangkapnya dan aku akan membuatnya membayar karena meremehkan aku.

Lady Yoon menunggu Yeo Ri dan kecewa saat Yeo Ri lapor belum ada berita tentang Se Ryung. Lady Yoon hampir jatuh lagi, tapi ia yakin Se Ryung tidak apa-apa, dia gadis yang sangat kuat. Sesuatu seperti ini tidak akan menghancurkannya dengan mudah.

Se Jeong dan Sung hanya bisa mencemaskan Se Ryung. Tiba-tiba seseorang menembakkan panah dengan pesan. Anak panah itu menancap di tiang kayu. Membuat Lady Yoon dll terkejut.

Pasukan Suyang segera mengejar orang itu yang bukan lain adalah Seung Yoo. Seung Yoo berhasil melarikan diri dari kejaran.

Surat itu dibawa pada Suyang : Su Yang, putrimu sekarang ada di tanganku. Besok siang, datang ke Batu Karang di lembah Hwang sendiri. Jika kau berani menggerakkan pasukan, atau bertindak gegabah, putrimu akan mati disana.

Tentu saja Han Myung Hoe dll minta Suyang tidak pergi. Ini jebakan. Shin Myun berkata nyawa Se Ryung dipertaruhkan. Meskipun harus mempertaruhkan nyawa kita, kita harus menyelamatkannya.
Shin Suk Joo memperingatkan anaknya, Myun.

Mereka juga masih ragu akan mengerahkan pasukan atau tidak, karena mungkin justru akan membuat situasi semakin buruk. Tapi mereka juga tidak bisa mengirim P. Suyang pergi sendiri ke tempat bahaya.
Shin Myun : Apa kita akan membiarkannya mati begitu saja?
Suyang menenangkan semua orang dan bertekad akan pergi, ia sudah memutuskannya.

Seung Yoo kembali ke pondok dalam hutan, ia duduk dan tidur. Tidak mempedulikan pandangan Se Ryung padanya.

Paginya, Seung Yoo terbangun dan kaget karena Se Ryung menghilang! nah lo.
Seung Yoo lari keluar dengan panik, ia mencari Se Ryung.

Se Ryung muncul sambil membawa air dalam mangkuk. Ia mengulurkan air ke arah Seung Yoo.
Seung Yoo menepis mangkuk itu dari tangan Se Ryung (huuu..sudah susah payah diambilkan air.) Ia mengeluarkan tali dan mengikat tangan Se Ryung.
(Baru kali ini ada korban yang mengambilkan air untuk penculiknya hahaha..)

Se Ryung : Dendam ini, kumohon akhirilah dengan mengambil nyawaku saja. Setelah mengambilnya, kumohon bangunlah dari mimpi buruk yang mengerikan ini.

Seung Yoo menyeringai, ia tidak percaya dengan kata2 yang didengarnya, jangan bicara ngawur. Ayahmu...dia harus membayar harganya.

Se Ryung : Kekejaman yang dilakukan ayahku memang tidak bisa dimaafkan.
Tapi orang yang mencegah guru dipenggal juga adalah ayah.

Seung Yoo : Mencegahku dipenggal? Maka, orang yang menenggelamkan kapal yang membawa banyak nyawa agar dikubur di dasar laut, siapa itu?

Se Ryung bingung, apa maksudmu dengan itu? Ayahku berkata kalau nyawamu diampuni. Kalau kau dikirim ke pulau Gang Hwa sebagai budak...

Seung Yoo : Sepertinya kau masih tidak mengetahui siapa sebenarnya ayahmu itu. Menggunakan pengasingan sebagai samaran, semua musuh ayahmu, termasuk aku, akan dibunuh, sekaligus.
Se Ryung terbelalak, ini pertama kalinya ia tahu cerita sebenarnya.

Suyang siap-siap berangkat dan Lady Yoon membantu mengenakan baju besi di balik hanbok suaminya.
Sung ingin ikut tapi Suyang melarangnya. Suyang minta Sung dirumah dan menjadi kepala Keluarga saat ia tidak dirumah.

Sung : Pastikan kembali bersama kakak.
Suyang : Jangan khawatir.

Suyang keluar dan minta Shin Myun tidak mengawali penyerangan, kita bukan hanya harus menyelamatkan Se Ryung, kita juga harus menangkapnya hidup-hidup dan mencari tahu siapa dibelakang ini.
Shin Myun : Kalau seperti ini, nyawa Nona ada dalam bahaya.

Suyang : Kecuali aku memberikan perintah, kau tidak boleh mencabut nyawa pria itu.
Shin Myun akhirnya mengiyakan.

Seung Yoo memoles anak panahnya dan Se Ryung mengamati Seung Yoo, ia memikirkan kata2 Seung Yoo tadi, kalau ayahnya adalah penyebab tenggelamnya kapal yang membawa Seung Yoo dll ke pengasingan.

Shin Myun dan pasukannya sudah bersiap. Shin Myun berkata kalau ada bahaya, segera tembak.
Ja Beon heran bukankah tadi P. Suyang memerintah untuk menangkapnya hidup2?

Shin Myun marah : Aku ini atasanmu. Kau ikuti saja perintahku, mengerti!
Ja Beon minta maaf, ya saya mengerti.

Se Ryung jalan bersama Seung yoo dan ia merasa ini terlalu berbahaya. Mungkin akan ada penyergapan oleh pasukan.

Seung Yoo tidak peduli, selama aku bisa membunuh ayahmu.

Se Ryung : Mengapa kau tidak ingin hidup?
Seung Yoo : Selama aku bisa membunuh semua keluargamu dan membalas dendam keluargaku, aku tidak peduli meskipun aku mati.

Se Ryung tiba-tiba berseru, beberapa anggota keluargamu masih hidup.

Seung yoo kaget dan berbalik, kau benar-benar berani...

Se Ryung : Keponakan kecilmu dan kakak iparmu, menunggu Guru dengan gelisah. Mereka bersembunyi di tempat aman. Pergi dan carilah mereka.

Seung Yoo tidak percaya, siasat apa yang kau mainkan sekarang? Aku tidak akan jatuh dalam kebohonganmu lagi.
Se Ryung berusaha membuat Seung Yoo percaya, ini benar. Ini sungguh benar. Pergi dan temui mereka, lalu pergilah bersama Ah Kang dan kakak iparmu. Itu adalah jalan yang seharusnya guru ambil.

Seung Yoo marah, kau! Kau benar-benar..

Lalu ia mengikat mulut Se Ryung lagi agar tidak bicara lagi.
Seung Yoo membawa Se Ryung ke lokasi yang ditentukan, diatas batu karang.

Shin Myun kaget melihat kondisi Se Ryung dan segera menarik pedangnya. Tapi Ja Beon dengan cepat menahan pedang Shin Myun, Nona akan ada dalam bahaya.

Seung Yoo mengancam, Jika ayahmu tidak datang, kau akan mati disini.
Se Ryung melihat sekeliling, ia mencemaskan Seung Yoo.

Seung Yoo mengarahkan busurnya ke Se Ryung. Shin Myun langsung merampas busur anak buahnya dan mengarahkannya ke Seung Yoo.

Se Ryung menggelengkan kepala, ia ingin Seung Yoo tidak melanjutkan rencananya. Tapi akhirnya Se Ryung menutup mata, pasrah.

Tiba-tiba terdengar suara Suyang, bebaskan putriku yang tidak bersalah.

Seung yoo dan Se Ryung kaget, mereka tidak menyangka Suyang benar2 datang.

Suyang : Pengecut yang menutup wajahnya di depan orang lain, masih berani menantangku?
Seung Yoo : Harga untuk menyelamatkan putrimu adalah...nyawamu.

Suyang : Ya, Aku tahu.
Cepat dan biarkan dia pergi. Ambil nyawaku. Panah itu seharusnya diarahkan padaku, ya kan?
Seung Yoo langsung mengalihkan sasarannya. Suyang berseru, kenapa kau ragu-ragu? tembakkan panahnya. Kenapa kau tidak menembak?

Shin Myun siap membidik Seung Yoo.

Akhirnya Seung Yoo melepaskan anak panahnya.

Tepat kena sekitar perut atau dada Suyang.

Se Ryung syok, ia tampak mencemaskan ayahnya. Tapi tidak beranjak dari posisinya.

Suyang seperti kehabisan nafas sejenak, lalu tiba-tiba menyeringai tipis.

Seung Yoo curiga dan Se Ryung sadar, ayahnya sudah menyiapkan jebakan.
Benar saja, Shin Myun melepaskan anak panahnya ke arah Seung Yoo.

Se Ryung melihat sekeliling dan tanpa berpikir lagi, ia lari ke arah tubuh Seung Yoo sebelah kanan. Bagian yang terbuka untuk diserang.

Se Ryung membiarkan punggungnya sebagai tameng. Panah Shin Myun langsung menghujam punggung Se Ryung tanpa ampun.

P. Suyang syok. Shin Myun juga. Ia tidak mengira ini bisa terjadi.

Se Ryung tidak melepaskan pandangannya dari Seung Yoo, ia menangis.
Seung Yoo menahan tubuh Se Ryung yang merosot jatuh ke atas batu, ia tidak percaya dengan tindakan Se Ryung..

Well...it's love, Seung Yoo-ssi..

PM [1], [History], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13]