Be You Self

Aku ingin mengambil hikmah dari beberapa film yang pernah aku tonton.



Pertama film "Snow Queen"
Film itu bercerita tentang seorang pemuda bernama Han Tae Woong. Dia seorang yang bisa dibilang jenius sehingga dapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah teladan. Tapi kemudian suatu hal buruk menimpanya. Hingga ia pun meninggalkan segalanya. Meniggalkan sekolahnya, ibunya, teman-temannya. Dan untuk melupakan itu semua ia pergi ke tempat yang tidak ada yang mengenalnya dan mengganti namanya nemjadi Han Duk Gu. Menjadi Han Duk Gu membuat rasa bersalahnya di masa lalu berkurang dan lebih bebas. Diapun mempunyai teman-teman baru yang peduli padanya.

Namun bertahun-tahun kemudian ia bertemu orang-orang dari masa lalunya yang mengenalnya. Ibunya dan teman sekolahnya. Berangsur-angsur masa lalu yang ingin ia lupakan pun kembali terungkap. Di saat ia bingung, ibunya menasehatinya. Ibunya bilang

"Pasti sangat menyenangkan menjadi Han Duk Gu kan? punya kehidupan baru, teman-teman baru. Menjadi Han Tae Woong memang sangat menderita, Han Tae Woong memang sangat kasihan. Tapi seberapapun sulitnya menjadi Han Tae Woong, ibu lebih senang kamu menjadi Han Tae Woong karena anak ibu adalah Han Tae Woong bukan Han Duk Gu".

Lalu ketika temannya mengetahui masa lalunya, temannya itu bertanya "Sekarang aku harus memanggilmu apa? Han Tae Woong atau Han Duk Gu? Lebih baik aku memanggilmu Han Duk Gu saja ya? Soalnya aku sudah terbiasa dengan panggilan itu." Lalu pemuda itu menjawab "Maaf,tapi kini aku ingin menjadi Han Tae Woong lagi. Walaupun berat, tapi Han Tae Woong adalah aku yang sebenarnya."


Film kedua adalah adalah "200 pounds Beauty"
Film ini bercerita tentang seorang gadis bernama Hanna bertubuh gemuk yang mempunyai suara yang merdu. Karena suaranya yang merdu inilah ia dimanfaatkan oleh pria bernama Han Sang Joon untuk mengisi suara penyanyi cantik dan sexy bernama Ami yang sebenarnya mempunyai suara yang pas-pasan.

Karena menganggap cintanya bertepuk sebelah tangan terhadap Han Sang Joon, Hanna lalu memilih menghilang untuk melakukan opearasi besar-besaran terhadap tubuhnya. Operasi itu sukses besar, Kini Hanna menjadi seorang gadis yang cantik. Karena ingin melupakan masa lalunya sebagai Hanna, lalu gadis itu mengubah namanya menjadi Jenny.

Menjadi Jenny membuatnya menjadi penyanyi terkenal yang cantik sehingga ia menerima beberapa tawaran iklan kosmetik. Menjadi terkenal membuat ia melupakan segalanya dari masa lalunya, bahkan ayahnya yang sudah tua agar identitas aslinya tidak diketahui publik.

Tapi, serapat apapun kita menutup sebuah bangkai baunya akan tercium juga. Perlahan-lahan gosip tentang identitas aslinya pun mulai mencuat. Pada akhirnya ia pun harus mengaku di hadapan banyak orang pada konser pertamanya tentang masa lalunya dan ia pun mengakui ayahnya.


Film ketiga adalah "Meteor Garden II"
Di situ Tao Ming Tse kehilangan ingatan karena sebuah kecelakaan. Ye Sha yang merasa bertanggung jawab atas penyakit Tao Ming Tse itu memutuskan merawat Tao Ming Tse di rumahnya.

Terkadang Tao Ming Tse merasa kesal pada dirinya sendiri karena tidak dapat mengingat apapun, bahkan tentang dirinya. Saat itu Tao Ming Tse mengurung diri dan mengamuk di dalam kamar. Ye Sha yang berada di luar kamar tak bisa berbuat apapun.

Ketika Ye Sha mendengar suara di dalam kamar sudah tenang, ia lalu berkata pada Tao Ming Tse dari luar kamar.

"Apalah arti sebuah nama, tanggal lahir, tempat tinggal, dan lain-lain. Itu semua hanyalah sebuah identitas dan tidak menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Tetap saja kita harus mencari jati diri kita masing-masing"

Pesan yang dapat kita ambil di film ini adalah Be Your Self, Jadilah diri sendiri. Seberapa beratpun hidup yang kita jalani, seberapa pun jeleknya keadaan fisik kita, kita tetap harus bangga menjadi diri sendiri.

Walau kita bersembunyi di balik sosok orang lain, walau kita mengganti nama beberapa kali, mungkin itu semua bisa menipu mata orang lain tapi tidak bisa membohongi diri kita sendiri.

Bersyukurlah pada apa yang ada pada diri kita. Jangan pernah merasa bahwa kitalah yang paling kasihan paling menderita. Jika kita malu dengan keadaan kita, ingatlah masih ada yang lebih menderita dari pada kita, masih ada yang lebih kasihan dari pada kita, masih ada yang lebih di bawah kita.

Jangan selalu melihat ke atas karena itu akan membuat kita terjatuh berulang kali. Sesekali lihat ke bawah, masih banyak kerikil jalanan yang dilupakan, diacuhkan bahkan diinjak oleh orang yang lalu lalang. Tapi mereka tak mengeluh karena walau mereka hanya kerikil mereka masih berguna untuk membangun sebuah bangunan yang kokoh, membuat jalanan agar tidak licin dan berlubang.

Begitu pula dengan manusia. Manusia diciptakan di dunia ini pasti ada tujuannya masing-masing, pasti ada manfaatnya bagi orang sekitar.

Di dalam lagu jikustik ada lirik yang berbunyi :
"Jangan pernah merasa hidup ini tak adil, Kau tak akan bisa mendapatkan semua".
Lirik lagu itu ada benarnya. Hidup ini selalu adil. Allah sudah menciptakan makhluknya sesuai porsinya masing-masing dengan tujuan masing-masing pula. Hilangkan rasa iri dan dengki terhadap orang lain dan rasa ingin memiliki semua. Syukuri apa yang ada pada diri kita.

Jadi, mulai kini Jadilah diri sendiri. Jangan pernah lagi merasa malu atau buruk terhadap diri sendiri.