Sinopsis Miss Ripley Episode 8

SINOPSIS MISS RIPLEY
EPISODE 8

Mi Ri, Myung Hoon, Direktur Choi dan Profesor Park pun berpisah di depan Bar. Sebelum pergi, Professor Park mengarakan bahwa dia akan menghubungi Mi Ri lagi setelah ada kabar baik. Mi Ri menganggukan kepalanya dan mengucapkan rasa terima kasihnya. Direktur Choi bercanda pada Mi Ri dengan mengtakan agar mereka lebih sering bertemu kembali. Mi Ri tersenyum dan juga mengatakan terima kasih.


Setelah kepergian Direktur Choi dengan Professor Park, Mi Ri dan Myung Hoon hendak berjalan ke arah mobil Myung Hoon dan saat itu Hirayama dengan sengaja menabrak Mi Ri dari belakang hingga tas Mi Ri terjatuh. Hirayama menatap Mi Ri dan mengucapkan maaf dalam bahasa Jepang. Mi Ri terlihat terkejut dan dia hanya diam saja. Saat Hirayama mau mengambilkan tas Mi Ri yang terjatuh, Myung Hoon terlebih dahulu lah yang melakukannya. Hirayama kembali menatap Mi Ri dan mengucapkan maaf dalam bahasa Jepang dan kemudian dia berjalan pergi.

Myung Hoon bertanya pada Mi Ri, "Apakah kau mengenalnya?" Mi Ri dengan cepat menyangkal hal itu. Myung Hoon kembali berkata, "Saat aku melewati kamar mandi, aku pikir kau sedang berbicara dengannya." Mi Ri tetap menyangkal hal tersebut, "Kau pasti salah dengar." Myung Hoon mengangguk mengerti dan kemudian mengajak Mi Ri untuk masuk kedalam mobilnya.


Mondo Group dan Hotel A melakukan rapat untuk membahas project baru mereka. Dan Hee Joo yang bekerja di bagian perencanaan pun sedang mempresentasikan mengenai project barunya itu. Hee Joo melakukan persentasinya dengan baik dan mendapatkan tepuk tangan dari Yoo Hyun. Bahkan Shi Young, Chul Jin dan juga Myung Hoon ikut bertepuk tangan atas hasil persentasi Hee Joo.

Setelah selesai persentasi, Yoo Hyun bertanya pada Myung Hoon, "Bagaimana pendapatmu mengenai persentasi tadi? Apa kau puas?" Myung Hoon tersenyum, "Pada awalnya aku khawatir bahwa kau akan mengambil tim perencanaan yang salah, tapi ini benar-benar bagus sekali." Yoo Hyun pun langsung memuji Hee Joo, "Skill Hee Joo tidak buruk bukan?" Hee Joo yang mendengarnya pun ikut tersenyum. Shi Young bertanya pada Hee Joo, "Dari mana kau mendapatkan ide mengenai kolam renang itu?" Yoo Hyun lah yang menjawabnya, "Itu dari Ide Ayahnya dulu. Ah ya aku harus pergi setelah ini jadi aku pamit terlebih dahulu." Myung Hoon mengerti dan memberikan salam perpisahan. Setelah itu Yoo Hyun pun berjalan pergi meninggalkan Chul Jin, Hee Joo, Shi Young dan Myung Hoon.


Chul Jin lalu mempersilahkan Myung Hoon dan Shi Young untuk menuju lift. Sambil menunggu lift, Chul Jin berkomentar bahwa Hee Joo terlihat seperti yang kurang tidur. Shi Young setuju dan mengatakan bahwa Hee Joo terlihat habis menangis.

Chul Jin bertanya pada Myung Hoon, "Ah apakah ini pertama kalinya anda bertemu dengan Tim Perencanaan kami(Hee Joo)?" Myung Hoon menganggukan kepala dan menjawab bahwa dia baru pertama kali bertemu Hee Joo. Hee Joo pun memperkenalkan dirinya di depan Myung Hoon, "Namaku Han Hee Joo. Kita sudah lama tidak bertemu." Myung Hoon terlihat bingung dengan kata yang diucapkan Hee Joo, "Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Maaf karna aku tidak ingat." Hee Joo menjawab, "Kita belum pernah bertemu secara langsung. Tapi sebenarnya dulu aku bekerja sebagai housekeeping di Hotel A." Shi Young berkata pada Myung Hoon, "Itu... masalah surat kelulusan..." Myung Hoon mengerti hal itu dan berkata pada Hee Joo, "Ah aku ingat. Mengenai hal itu, aku benar-benar meminta maaf." Hee Joo berkata, "Ah tidak kau tidak perlu meminta maaf. Jika aku ada diposisimu juga maka aku akan melakukan hal yang sama. Walaupun awalnya aku sedih, tapi sekarang aku sudah lebih baik. Untuk kedepannya mari bekerja sama dengan baik." Myung Hoon mengangguk setuju, "Mari lupakan yang sudah berlalu dan mari bekerja sama dengan baik."

Sambil menunggu lift, Hee Joo kembali berkata pada Myung Hoon, "Teman sekamarku bekerja di Hotel A. Namanya adalah Jang Mi Ri." Myung Hoon terdiam sesaat mendengarnya. Shi Young bertanya pada Hee Joo, "Hm Jang Mi Ri teman sekamarmu?" Hee Joo mengangguk dan tersenyum, "Ini seperti takdir ya?" Myung Hoon setuju, "Ah ya beberapa hari yang lalu aku dengar darinya bahwa kau sakit. Apa kau sudah lebih baik sekarang?" Hee Joo menjawab, "Aku tidak sakit. Aku baik-baik saja."


Myung Hoon memikirkan ucapan Mi Ri kembali. Dia ingat bahwa Mi Ri pernah mengatakan bahwa alasanya pulang cepat itu karena teman kamarnya sedang sakit. Myung Hoon mencoba menghubungi Mi Ri namun lagi-lagi ponsel Mi Ri tidak aktif.


Mi Ri pergi ke toko bunga bersama dengan Yoo Hyun. Mi Ri bertanya, "Bunga seperti apa yang Ibumu suka?" Yoo Hyun menjawab, "Tidak ada yang special. Dia akan menyukai bunga apapun jika kau yang memilihnya." Mi Ri pun akhirnya memilih bunga Mawar putih dan Yoo Hyun setuju akan pilihan Mi Ri.


Selesai dari toko bunga, Mi Ri berkata pada Yoo Hyun, "Karna kita membawa bunga, sebaiknya kita pergi naik taxi saja." Yoo Hyun balas berkata, "Tidak perlu. Aku sudah memanggil seseorang." Asisten Yoo Hyun terlihat datang ke depan toko bunga dan membukakan pintu mobil. Mi Ri diam saja pura-pura tidak mengetahui status kekayaannya Yoo Hyun. Yoo Hyun mempersilahkan Mi Ri masuk kedalam mobil dan Mi Ri menurut saja masuk.

Di tengah jalan, Mi Ri tiba-tiba meminta pada Yoo Hyun agar mobilnya berhenti sebentar. Mi Ri dan Yoo Hyun pun kemudian turun dari dalam mobil dan berbicara berdua. Mi Ri bertanya, "Pria itu siapa? Dia terlihat seperti asisten pribadi." Yoo Hyun pun mencoba membuka status sebenarnya pada Mi Ri, "Sebenarnya ada sesuatu yang mau aku katakan padamu. Apa kau tau bahwa tempatmu bekerja, Hotel A, sudah menjadi bagian dari Mondo Group?" Mi Ri mengangguk, "Tentu saja aku tau." Yoo Hyun kembali bertanya, "Apakah kau tau bahwa Direktur Jang(Myung Hoon) memiliki atasan?" Mi Ri lagi-lagi mengangguk, "Maksudmu putra dari Direktur Utama Mondo Group?" Yoo Hyun berkata, "Putra Direktur Mondo Group itu adalah aku. Ayahku lah direktur utama Mondo Group." Mi Ri memasang ekspresi terkejutnya, "Apa maksudmu?"


Sementara itu Myung Hoon masih terus berusaha menghubungi Mi Ri namun tetap tidak aktif ponsel Mi Ri. Sekertaris Myung Hoon datang dan mengingatkan Myung Hoon bahwa mereka akan ada rapat sebentar lagi.


Yoo Hyun menatap Mi Ri dan mencoba menjelaskan semuanya, "Maaf. Seharusnya aku mengatakan padamu lebih awal, tapi aku tidak menemukan watu yang tepat. Aku hanya tidak ingin ornag-orang memandangku special karna statusku." Mi Ri pura-pura marah di depan Yoo Hyun, "Jadi kau berfikir bahwa aku adalah wanita yang melihatmu karena uangmu?" Yoo Hyun mencoba membela diri, "Bukan begitu.Ini bukan berarti aku tidak mempercayaimu. Aku harap kau tidak salah paham." Mi Ri berkata kembali, "Jadi selama ini yang aku rasakan saat makan bersama di pasar tradisional, saat kau memelukku di Pulau Jeju, itu semua bukan dirimu yang asli? Itu yang ingin kau katakan?" Yoo Hyun berkata, "Mi Ri.... Maafkan aku. Sungguh."


Myung Hoon berjalan di Lobby Hotel berniat untuk menghadiri rapat. Ternyata di Lobby sedang ada keributan kecil yang diakibatkan oleh sikap Hirayama. Myung Hoon melihat wajah Hirayama dan dia ingat bahwa dia pernah bertemu Hirayama di Restaurant kemarin. Myung Hoon mendekati Resepsionis yang sedang berbicara dengan Hirayama, "Ada apa ini?" Resepsionis itu menjawab, "Tuan ini mau bertemu dengan Jang Mi Ri." Hirayama menatap Myung Hoon dan berkata, "Ah kita bertemu kembali...."


Yoo Hyun masih terus berusaha menjelaskan semuanya pada Mi Ri, "Bisakah kau lupakan segalanya dan memulai yang baru dengan hanya memikirkan aku? Bisakah kau mengerti bahwa aku melakukan ini semua untukmu?" Mi Ri menjawab, "Aku mengerti. Tapi..." Yoo Hyun memotong ucapan Mi Ri, "Aku mencintaimu.... Maaf aku mengatakannya dalam situasi seperti ini. Walaupun ini sedikit menyakitkan, namun aku sungguh tulus. Aku mencintaimu. Kau hanya perlu mengingat hal itu, bisakah?" Mi Ri terdiam dan hanya menatap Yoo Hyun.


Myung Hoon mengajak Hirayama menuju ke ruangannya. Hirayama berbasa-basi dengan memuji bahwa ruangan Myung Hoon terlihat nyaman. Myung Hoon justru tidak mau berbasa-basi dan langsung menanyakan apa hubungan Hirayama dengan Mi Ri. Hirayama menjawab, "Hm hubungan apa yang harus aku katakan ya? Hmm hubungan yang tidak bisa terpisahkan." Myung Hoon tidak mempercayai hal itu, "Aku tidak mempercayaimu." Hirayama tertawa dan berkata, "Ini masalah hutang. Apa yang telah aku berikan padanya dan yang harus dia kembalikan." Myung Hoon bertanya, "Maksudmu ini bukan masalah hutang uang yang sederhana?" Hirayama kembali tertawa, "Kau pantas menjadi seorang Direktur. Kau memiliki pemikiran yang cepat."


Yoo Hyun dan Mi Ri sampai di rumah kediaman Orang Tua Yoo Hyun. Yoo Hyun melihat Mi Ri yang gugup dan mengatakan padanya agar tidak perlu gugup dan menjadi Mi Ri yang seperti biasa. Mi Ri hanya tersenyum dan kemudian mereka berdua berjalan masuk menuju rumah Orang Tua Yoo Hyun.


Lee Hwa dan Ayah Yoo Hyun terlihat sangat excited saat mendengar bahwa Yoo Hyun datang bersama seorang perempuan. Saat pertama kali melihat bahwa perempuan yang datang bersama Yoo Hyun adalah Mi Ri, Lee Hwa berkomentar, "Bukankah kau....?" Mi Ri tersenyum dan memperkenalkan diri kembali. Yoo Hyun bertanya pada Lee Hwa, "Apakah kau pernah bertemu dengan Mi Ri sebelumnya?" Lee Hwa menjawab, "Ya. Kita bertemu di pesta perusahaan. Benar bukan?" Yoo Hyun terlihat senang, "Oh benarkah? Mi Ri kau ada di pesta itu juga? Bagaimana bisa aku tidak melihatmu?" Mi Ri menjawabnya, "Karena aku sedikit merasa tidak enak badan maka aku pulang terlebih dahulu." Yoo Hyun kembali bertanya, "Mengapa kau tidak mengatakan apapun sebelumnya padaku?" Ayah Yoo Hyun juga terlihat senang karena perempuan yang dikencani oleh Yoo Hyun adalah staff Hotel yang selama ini baik padanya, "Ternyata perempuan yang selama ini membuat kita penasaran adalah seseorang yang sudah kita kenal. Ini luar biasa." Lee Hwa ikut berkomentar, "Ya. Ini sangat menarik."

Ayah Yoo Hyun lalu mempersilahkan Mi Ri untuk duduk. Mi Ri terlihat tegang makanya Lee Hwa berkata padanya, "Tenanglah. Kau tidak perlu gugup seperti itu." Mi Ri tersenyum menanggapinya.


Selagi Lee Hwa dan Ayah Yoo Hyun menikmati teh di kebun mereka, Yoo Hyun membawa Mi Ri berkeliling kebun di rumahnya itu.


Hirayama berkata pada Myung Hoon, "Manusia.... Ada yang meminjam uang dan juga perasaan." Myung Hoob bertanya, "Apa maksudmu Kau dan Jang Mi Ri memiliki hubungan seperti itu?" Hirayama menjawab, "Kami hidup bersama saat kesulitan. Meminjam perasaan ini tidak bisa dihitung dengan uang. Hidup sangat berat. Aku tidak yakin bahwa orang kantoran sepertimu akan mengerti apa maksudku." Myung Hoo bertanya, "Apa maksudmu?" Hirayama kembali menjawab, "Sangat sederhana. Dia hanya perlu mengembalikan hitangnya. Kau tidak perlu marah. "


Yoo Hyun berjalan bersama dengan Ayahnya dan menjelaskan perasaannya pada Mi Ri itu, "Karena aku telah membohingnya terlalu lama, aku menjadi semakin meyukainya. Aku tidak tau apakah aku ini pria jahat atau bukan." Ayah Yoo Hyun tersenyum, "Tidak apa-apa. Semuanya sudah menjadi baik sekarang ini." Yoo Hyun kemudian bertanya pendapat Ayahnya, "Apakah kau puas?" Ayahnya menjawab, "Tentu saja. Sangat puas."


Sementara Yoo Hyun sedang berjalan bersama dengan Ayahnya, Mi Ri sedang membantu Lee Hwa mempersiapkan teh. Lee Hwa terlihat tidak begitu menyukai Mi Ri, "Kau sepertinya lelah." Mi Ri berkomentar, "Tidak. Aku tumbuh sebagai yatim piatu dan hidup dengan penuh disiplin sehingga itu membuatku terbiasa." Lee Hwa berkata, "Biasanya hidup terlalu disiplin akan membuat orang merasa nyaman dengan prinsip orang lain." Mi Ri terlihat gugup menjawabnya, "Tidak seperti itu. Aku terkadang merasa kurang nyaman jika bersama dengan orang yang abru aku kenal. Aku membutuhkan wkatu lama untuk lebih mengenai Yoo Hyun." Lee Hwa berpendapat bahwa itu artinya Mi Ri adalah tipe orang yang berhati-hati, Mi Ri menyetujui akan hal itu.

Karna Lee Hwa terus berbicara dalam bahasa formal, Mi Ri pun memintanya agar Lee Hwa berbicara dengannya dengan bahsa yang lebih nyaman saja. Namun Lee Hwa menolaknya dengan mengatakan bahwa hal itu harus dilakukan secara pelan-pelan dan bertehap. Mi Ri diam saja mendengarnya.


Hirayama mengatakan pada Myung Hoon bahwa dia akan pergi . Sebelum pergi, Hirayama menyempatkan untuk memberikan kartu namanya pada Myung Hoon. Myung Hoon ebrkata pada Hirayama, "Aku akan menghubungimu saat aku bisa menghubungi Mi Ri." Hirayama justru tertawa mendengarnya, "Menghubungi dia? Bukankah aku seperti ini karna sulit menghubunginya? Ah bagaimanapun juga... Aku yakin bahwa kita akan bertemu kembali."


Mi Ri dan Yoo Hyun bersiap masuk kedalam mobil dan hendak pamit pada Ayah Yoo Hyun dan juga Lee Hwa. Lee Hwa bertanya pada Mi Ri, "Apakah kau lelah menjawab pertanyaan kami?" Mi Ri menjawab, "Tidak apa-apa. Aku lah yang banyak merepotkan." Yoo Hyun berkata pada Orang tuanya bahwa dia akan mengantar Mi Ri pulang, dan mereka berdua pun kemudian pergi.


Melihat kepergian itu, Lee Hwa masih terdiam dan Ayah Yoo Hyun menyadari hal itu, "Ada apa? Apakah kau tidak menyukai gadis itu?" Lee Hwa menjawab, "Aku hanya khawatir karena gadis itu tubuh sendiri tanpa orang tuanya." Ayah Yoo Hyun bependapat, "Kau pantas untuk khawatir, tapi aku rasa dia bukan gadis yang jahat." Lee Hwa hanya menjawab, "Hmm seharusnya begitu." Ayah Yoo Hyun kembali berkata, "Berikanlah dia kepercayaan. Lagi pula, dibandingkan apapun.... Keluarga adalah segalanya. Dan pernikahan sederhana bukankah terasa lebih baik?"


Di dalam mobil, Mi Ri terlihat diam saja makanya Yoo Hyun berpendapat bahwa Mi Ri pasti lelah. Mi Ri bertanya, "Apakah tadi aku melakukannya dengan baik? Apakah aku membuat kesalahan?" Yoo Hyun tersenyum, "Kau tidak membuat kesalahan. Kau melakukannya dengan baik." Mi Ri menarik nafas dengan lega, "Ah aku senang mendengarnya." Yoo Hyun bertanya, "Apakah kau masih kesal padaku?" Mi Ri menjawab, "Aku tidak begitu yakin. Yang penting bagiku adalah hatimu, bukan siapa dirimu." Yoo Hyun mengenggam tangan Mi Ri, "Kalau begitu kau tidak perlu khawatir karena perasaanku ini tulis. Percaya padaku..." Mi Ri menatap Yoo Hyun, "Aku akan mencobanya."


Di apartemennya, Hee Joo terlihat sibuk mencari salah satu designya yang hilang. Bell Apartemennya berbunyi dan Hee Joo pun membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Myung Hoon. Hee Joo pun mempersilahkan Myung Hoon untuk masuk kedalam apartemennya. Selagi Hee Joo membuat minuman untuk Myung Hoon, Myung Hoon melihat apartemen Hee Joo itu dan matanya tertuju pada salah satu foto masa kecil Hee Joo dan Mi Ri. Hee Joo selesai membuat minum dan memberikannya pada Myung Hoon.Myung Hoon bertanya, "Apakah kedatanganku terlalu tiba-tiba? " Hee Joo menggelengkan kepalanya. Myung Hoon melanjutkan ucapannya, "Ada sesuatu yang mau aku bicarakan dengan Mi Ri tapi aku tidak bisa menghubunginya jadi..."


Mi Ri sampai di depan apartemen Hee Joo dan dia berkat apada Yoo Hyun, "Walaupun aku sedikit gugup namun aku sangat senang. Kau jagalah dirimu baik-baik." Saat Mi Ri akan turun dari mobil, Yoo Hyun berkata bahwa dia akan mengantar Mi Ri hingga depan pintu apartemen Hee Joo. Awalnya Mi Ri menolak, namun Yoo Hyun tetap memaksanya.


Hee Joo bertanya pada Myung Hoon, "Kau datang kemari untuk mencari Mi Ri apa karna ada sesuatu yang terjadi di Hotel?" Myung Hoon menjawabnya dengan sedikit terbata-bata, "Tidak. Sebenarnya.... Aku sangat menyukai Jang Mi Ri. Kami memiliki sebuah hubungan." Hee Joo terkejut mendengarnya dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Hee Joo kemudian meminta maaf atas keterkejutannya itu. Myung Hoon berkata, "Tidak apa-apa. Semuanya pasti akan terkejut juga. Aku hanya sedikit mengetahui mengenai Mi Ri, makanya aku khawatir padanya dan memutuskan untuk datang kemari."


Saat mengantar Mi Ri menuju depan apartemen Hee Joo, Yoo Hyun bertanya, "Apakah kau merasa senang? Aku merasa bahwa keluargaku akan menerima hubungan kita. Aku tidak menyangka bahwa memperkenalkan kau apda Orang tuaku akan menimbulkan perasaan seperti ini." Mi Ri balas bertanya, "Jadi kau senang?" Yoo Hyun menjawab, "Tidak. Aku bahagia."


Myung Hoon berkata pada Hee Joo, "Tidak dapat mengatakan pada siapapun mengenai hubungan kami... Aku merasa bersalah pada Mi Ri. Itu sebabnya aku mengkhawatirkannya." Hee Joo berkomentar, "Tidak. Mi Ri pasti mengerti perasaanmu." Mereka berdua terlihat sama-sama canggung karena Mi Ri tidak juga kunjung datang.



Yoo Hyun akhirnya sampai mengantarkan Mi Ri kedepan Apartemen Hee Joo. Yoo Hyun berkata, "Tolong sampaikan salamku pada Hee Joo dan katakan padanya aku meminta maaf karna tidak mampir dahulu. Kau tidurlah dengan nyenyak." Mi Ri tersenyum, "Kau juga hati-hatilah...." Yoo Hyun hendak berjalan pergi namun dia kembali mendekati Mi Ri dan memeluknya. Mi Ri berkata pada Yoo Hyun, "Orang-orang pasti melihat kita." Yoo Hyun balas berkata, "Lalu kenapa jika mereka melihatnya? Aku akan menghubungimu nanti." Mi Ri tersenyum mendengarnya dan melihat kepergian Yoo Hyun.


Karna Mi Ri belum juga pulang, Myung Hoon memutuskan untuk pulang saja. Hee Joo bilang bahwa Mi Ri pasti sebentar lagi pulang, namun Myung Hoon bilang bahwa itu sudah terlalu malam. Di depan pintu apartemen Hee Joo, Mi Ri berniat berjalan masuk dan dia terkejut saat melihat Myung Hoon ada di depan apartemen Hee Joo. Mi Ri bertanya, "Mengapa kau ada disini?" Hee Joo balas bertanya pada Mi Ri, "Mengapa kau pulang larut malam? Dia(Myung Hoon) menunggumu sejak tadi."


Mi Ri dan Myung Hoon pun berbicara berdua di dalam mobil. Mi Ri bertanya, "Apa ada masalah?" Myung Hoon menjawab, "Aku tiba-tiba saja ingin bertemu denganmu. Aku sulit menghubungimu." Mi Ri berkomentar bahwa dia kira ada hal penting makanya Myung Hoon datang. Myung Hoon kemudian berkata, "Kau dan Hee Joo terlihat berteman baik. Kalian sama-sama kuliah di Jepang?" Mi Ri mengangguk, "Ya. Mengapa kau tiba-tiba bertanya seperti ini?" Myung Hoon menjawab, "Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran. Aku tidak banyak tau mengenai kehidupan masa lalaumu. Aku seperti tidak begitu memperhatikannya. Sekarang aku sudah bertemu denganmu, kau masuklah kedalam. Sampai jumpa besok di kantor." Mi Ri tersenyum dan kemudian keluar dari mobil Myung Hoon.


Di dalam apartemen Hee Joo, Hee Joo langsung menghampiri Mi Ri untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi, "Mi Ri, kau ini.... apa yang sebenarnya kau pikirkan?" Mi Ri menjawab kesal, "Dia hanya atasanku di kantor!" Hee Joo kembali berkata, "Tapi tadi dia berkata bahwa..." Mi Ri memotong ucapan Hee Joo, "Aku sudah katakan padamu agar tidak mengurusi urusan pribadiku!" Hee Joo berkata, "Bagaimana bisa aku tidak mengurusi urusanmu? Jika Yoo Hyun tau hal ini, apa yang akau kau lakukan?"

Mi Ri menatap Hee Joo tajam, "Apa kau sedang mengancamku? Dengar! Tidak peduli siapapun yang bertanya mengenai aku di kemudian hari, kau tidak perlu mengatakan apapun! Ah dan kau sudah tau bahwa Yoo Hyun adalah anak Direktur kan? Dan kau berpura-pura seperti tidak mengetahuinya." Hee Joo terlihat bersalah, "Itu salahku karena tidak mengatakannya padamu. Tapi Yoo Hyun lah yang memintanya padaku agar tidak mengatakan hal ini padamu. Yoo Hyun tulis menyukaimu." Mi Ri kembali menatap Hee Joo tajam, "Aku juga tulus! Apa maksudmu aku ini tidak tulus? Aku tau bahwa Myung Hoon menyukaiku. Aku tentu harus menghargainya. Jika bukan karena dia maka aku tidak mungkin bertahan di Hotel. Apakah kau akan bertanggung jawab semuanya hah? " Hee Joo berkata pada Mi Ri, "Jangan seperti ini. Bersikap seperti ini tidak ada untungnya bagi siapapun. Apa yang kau lakukan ini bukanlah cinta," Mi Ri menatap Hee Joo, "Cinta? Apa itu cinta?" Mi Ri menghindar dan langsung pergi ke kamar mandi.


Myung Hoon terlihat berada di pinggir sungai dan terus menatap kartu nama yang di berikan oleh Hirayama.


Malamnya, Mi Ri terlihat tidak tidur dan terus memikrikan ucapan Hee Joo. Hee Joo sendiri terlihat tidak tidur.


Pada pagi hari, Myung Hoon mendatangi Resepsionis dan meminta agar resepsionis yang bernama Lee Ji Yeon agar menemuinya di ruangannya.


Mi Ri datang ke sebuah Restaurant dan kemudian dia datang ke kantor Mondo Group dan menghampiri Resepsionisnya, "Bisakah kau beritahu lantai berapa ruangan Song Yoo Hyun?" Resepsionis itu balas bertanya, "Apakah anda sudah membuat janji?" Mi Ri menjawab, "Tidak. Tolong katakan saja bahwa yang mencarinya adalah Jang Mi Ri. Kau bisa menghubunginya kan?"

Mi Ri dan Yoo Hyun terlihat makan siang bersama di taman. Dan makanan yang mereka makan adalah makanan yang di beli oleh Mi Ri sebelum datang ke Mondo Group. Yoo Hyun bertanya, "Apakah kau membuat ini semua?" Mi Ri menjawab, "Saat aku memikirkanmu, akujadi membuat makanan ini untukmu. Makanlah."


Resepsionis yang bernama Lee Ji Yeon itu datang ke ke ruangan Myung Hoon dan bertanya mengapa Myung Hoon mencarinya. Myung Hoon berkata, "Apakah kau bisa melakukan sebuah permintaan dariku? Tolong rahasiakan mengenai pria yang kemarin datang mencari Jang Mi Ri. Hanya kau dan aku saja yang mengetahui hal ini." Lee Ji Yeon mengganggukan kepalanya mengerti dan kemudian pamit keluar dari ruangan Myung Hoon. Lagi-lagi Myung Hoon menatap kartu nama yang di berikan oleh Hirayama.


Yoo Hyun berkata pada Mi Ri, "Ayahku sepertinya sangat menyukaimu." Mi Ri terlihat senang mendengarnya, "Benarkah? Ceritakan..." Namun Yoo Hyun enggan menceritakannya dan mengatakan bahwa itu adalah rahasia. Mi Ri berkata, "Janan seperti itu. Dari awal aku bangun hingga bertemu denganmu, aku sangat gugup. Apa yang ayahmu pikirkan tentang aku? Bagaimana padangannya mengenai aku. Aku sungguh penasaran." Yoo Hyun tersenyum dan berkata, "Jika mungkin, aku berharap kita menikah secepatnya." Mi Ri terkejut mendengarnya. Melihat ekspresi terkejut itu, Yoo Hyun bertanya, "Apakah kau merasa terbebani?" Mi Ri menjawab dengan gugup, "Tidak. Maafkan aku. Aku baru saja beremu dengan orang tuamu. Hal seperti ini membuatku bingung." Yoo Hyun berpendapat, "Aku mengerti maksudmu. Kau pasti merasa hubungan kita terlalu cepat. Tapi kita bukan anak kecil lagi. Jika kita sudah siap memutuskan, maka tidak ada alasan untuk menundanya lagi. Apakah kau tidak memeprcayai aku?" Mi Ri menjawab dengan cepat, "Aku percaya padamu. Aku juga ingin menikah. Tapi menikah itu bukan hanya tujuan." Yoo Hyun tersenyum, "Ayahku justru mengatakan bahwa yang paling penting itu adalah tujuan kita. Kau tidak perlu memberikan jawaban sekarang. Ambilah waktumu dan aku harap kau akan memberikan jawaban positif."


Hee Joo sedang berada di lokasi proyek. Dia memikrikan semua ucapan Yoo Hyun yang tulis menyukai Mi Ri, ucapan Myung Hoon yang juga menyukai Mi Ri, sementara Mi Ri sendiri terlihat tidak begitu mempercayai perasaan cinta.

Saat berjalan menuruni tangga, kaki Hee Joo terseleo sehingga dia terjatuh dan tangannya mengenai batu. Chul Jin yang melihatnya sangat panik dan langsung membawa Hee Joo ke rumah sakit. Yoo Hyun yang mendengar kabar bahwa Hee Joo terluka pun langsung menuju rumah sakit.


Mi Ri sedang berjalan di lobby Hotel dan dia mendengar resepsionis Hotel yang sedang bergossip. Mi Ri pun mendekati mereka dan bertanya, "Apa ada sesuatu yang terjadi?" Resepsionis Lee Ji Yeon dengan segera menarik Mi Ri untuk membicarakan hal yang terjadi, "Ada seorang pria datang namun dia terlihat sangat aneh." Mi Ri bertanya, "Apa dia mengatakan sesuatu?" Ji Yeon menjawab, "Aku tidak tau. Dia hanya berkata bahwa dia ingin bertemu denganmu. Dan aku tidak tau apa yang dia bicarakan di dalam ruangan Direktur Myung Hoon. Ah apa kau baru tau ini? Astaga aku sudah berjanji pada Direktur bahwa aku tidak akan memberi tahu hal ini." Mi Ri dengan kesal langsung meremas kartu nama milik Hirayama.


Mi Ri menaiki lift menuju ruangan Myung Hoon. Setelah sampai di depan pintu, Mi Ri justru terlihat tidak berani untuk masuk. Sekertaris Myung Hoon keluar dari ruangan dan menyapa Mi Ri. Mi Ri bertanya, "Apa Direktur ada di dalam?" Sekertaris Myung Hoon menjawab bahwa Myung Hoon sedang pergi.


Myung Hoon menatap kartu nama pemberian dari Hirayama dan kemudian juga menatap sebuah bangunan bar yanga da di hadapannya. Bar itu adalah bar milik Hirayama yang ada di Seoul.


Mi Ri pergi ke rooftop dan menelfon Hirayama, "Katakan padaku apa maumu!" Hirayama tertawa mendengarnya, "Kau tidak menepati janjimu." Mi Ri berkata dingin, "Tidak ada perjanjian!" Hirayama lagi-lagi tertawam "Benarkah tidak ada?" Ada telfon masuk lainnya ke ponsel Hirayama dan itu merupakan telfon dari Myung Hoon. Hirayama berkata pada Mi Ri, "Ah aku tidak tau apalagi yang harus dibicarakan denganmu karna aku akan mengangkat telfon dari Direkturmu. Aku tutup telfonnya, ok?" Hirayama menutup telfon dari Mi Ri secara tiba-tiba. Mi Ri tentu kesal dengan hal ini.


Shi Young dan Asisten Kim yang berada di rooftop melihat Mi Ri dan bertanya, "Apa yang kau lakukan disini?" Mi Ri menahan amarahnya dan mengatakan bahwa dia tidak melakukan apapun. Mi Ri kemudian pamit pergi.


Mi Ri segera memanggil taxi dan meminta pada supir taxi agar menuju daerah Yeoksamdong.


Yoo Hyun bertemu dengan Dokter yang merawat tangan Hee Joo. Dokter itu mengatakan bahwa tidak ada luka serius pada tangan Hee Joo jadi tidak perlu terlalu khawatir. Yoo Hyun lega mendengar hal itu.

Yoo Hyun berkata pada Hee Joo, "Apa kau tau betapa paniknya aku?" Hee Joo menundukan kepalanya dan meminta maaf, "Maaf membuat masalah untukmu." Melihat sikap itu Yoo Hyun bertanya, "Ada apa denganmu? Mengapa tiba-tiba...?" Hee Joo menjawab, "Itu karena kau adalah Direktur." Yoo Hyun terlihat tidak nyaman dengan hal ini. Dia mengatakan ada Hee Joo bahwa dia akan mengantar Hee Joo pulang, namun Hee Joo langsung menolaknya dan bilang bahwa ada Chul Jin. Chul Jin menghampiri Yoo Hyun dan mengatakan bahwa dia yang akan mengantar Hee Joo pulang. Yoo Hyun mengerti dan kemudian dia pamit terlebih dahulu. Chul Jin menatap Hee Joo dan berkata bahwa mereka harus berbicara.


Hee Joo dan Chul Jin pun kini berada di sebuah cafe. Chul Jin bertanya, "Ada apa denganmu?" Hee Joo menunduk, "Aku juga tidak tau." Chul Jin mencoba menebak apa yang terjadi, "Jangan katakan padaku bahwa kau belu mengungkapkan perasaanmu pada Yoo Hyun? Appa aku benar? Menyerahlah. Jika kau terus seperti ini maka yang akan tersakiti adalah kau." Hee Joo menjawab pelan, "Aku tau itu...." Chul Jin kembali berkata, "Aku sebenarnya tidak begitu menyukai Mi Ri. Tapi kau tidak bisa memaksakan cinta. Yoo Hyun sangat mencintai Mi Ri." Hee Joo tiba-tiba bertanya, "Bahkan jika Yoo Hyun tidak mengetahui kenyataannya?" Chul Jin bingung dengan maksud ucapan Hee Joo, "Apa maksudmu?" Hee Joo menggeleng lemah, "Tidak ada apa-apa. Aku hanya tidak tau apa yang harus aku lakukan."



Hirayama bertemu dengan Myung Hoon di sebuah cafe. Myung Hoon berkata, "Aku tidak akan bertanya berapa jumlah uang yang kau inginkan dari Mi Ri." Hirayama menanggapi perkataan itu, "Kau akan kaget jika kau tau hal itu." Hirayama lalu membuka amplop uang yang diberikan oleh Myung Hoon dan dia tersenyum. Myung Hoon berkata, "Kumohon jangan pernah muncul di hdapanku dan Mi Ri lagi." Hirayama berkatam "Kau mungkin berpendapat begitu. Tapi siapa sangka sebuah akhir justru akan menjadi sebuah awal yang baru? Akan ada kesempatan dimana kita bertemu kembali karena Jang Mi Ri." Tiba-tiba pintu cafe terbuka dan terlihat Mi Ri yang kini sedang menatap Hirayama dan Myung Hoon. Hirayama kemudian berkomentar pada Myung Hoon, "Ini sepertinya bukan hubungan yang biasa antara pekerja dan Direktur. Kau benar-benar Direktur yang baik." Setelah mengambil uangnya, Hirayama pun meninggalkan cafe itu.


Myung Hoon menepikan mobilnya di pinggir sungai. Mi Ri mendekati Myung Hoon dan meminta maaf, "Maafkan aku. Aku sebenarnya mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu. Tapi aku tidak tau harus memulai dari mana. Ditinggalkan oleh orang tua angkatku di Jepang, aku harus bekerja untuk membayar hutang pada para renternir. Bukan untuk siapa-siapa, tapi untukmu. Aku tidak memilki rasa percaya diri. Saat ini aku menemukan kantor dan juga keluarga...." Myung Hoon memutuskan ucapan Mi Ri, "Cukup. Jangan mengatakan apapun lagi. Aku seharusnya menutupi semua ini darimu dan mengakhirinya disini tapi hal ini menjadi seperti ini. Ah aku memiliki berita bagus. Seseorang menghubungiku agar kau bersiap untuk menjadi Dosen di Kampus. Mulai sekarang tidak akan ada lagi kesedihan. Tidak peduli apapun yang kau minta, aku akan mencoba melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya. Tidak... Aku pasti akan mewujudkannya." MyungHoon mendekati Mi Ri dan memeluknya. Mi Ri terlihat menangis karena ternyata MyungHoon masih bersikap baik padanya padahal dia telah membohongi Myung Hoon.


Keesokan harinya Mi Ri dan Myung Hoon terlihat menghabiskan waktu bersama untuk mempersiapkan pekerjaan baru Mi Ri yaitu mengisi mata kuliah. Setelah seharian belajar bersama, Mi Ri terlihat lelah dan tertidur di mobil. Myung Hoon sengaja menepikan mobilnya ke pinggir jalan agar dia bisa menurunkan sandaran kursi Mi Ri sehingga Mi Ri dapat tidur dengan lebih nyaman. Myung Hoon memperlakukan Mi Ri dengan sangat lembut dan dia terus tersenyum saat menatap wajah Mi Ri.


Myung Hoon membawa sebuah bunga dan masuk kedalam mobilnya. Staff Hotel yang melihat hal itu pun kembali bergossip, "Apakah bunga itu bukan untuk Jang Mi Ri? Apakah untuk wanita lain? Aish... dia benar-benar kurang ajar!" Sementara itu di dalam mobil Myung Hoon terus menerus menatap bunga tersebut.


Yoo Hyun datang ke sebuah toko perhasian. Pelayan toko datang menyapanya dan mengatakan bahwa Orang Tua Yoo Hyun sudah menelfon memberikan kabar bahwa Yoo Hyun datang untuk mencari cincin. Yoo Hyun meminta pada pelayan toko untuk memperlihatkan cincin yang sederhana karna Mi Ri lebih suka hal yang sederhana. Sementara itu Myung Hoon juga datang ke toko perhiasan yang sama. Dan Pelayan toko yang lainnya pun menyambut Myung Hoon.

Pelayan toko bertanya pada Yoo Hyun, "Berapa ukuran cincinnya?" Yoo Hyun menjawab, "Hmm mungkin 85." Disaat yang sama juga pelayan toko yang sedang melayani Myung Hoon berkata bahwa dia sudah menyiapkan cincin dengan ukuran 85. Pelayan itu mempersilahkan Myung Hoon untuk naik ke lantai atas melihat cincinnya. Saat Myung Hoon akan naik ke lantai atas, terlihat Yoo Hyun yang sedang menuruni tangga dan mereka pun saling tersenyum tanpa mengetahui bahwa wanita yang akan mereka lamar itu adalah sama.