Sinopsis Miss Ripley Episode 10


MISS RIPLEY
EPISODE 10


Myung Hoon menatap kartu nama yang ia dapat dari Hirayama dan juga kartu nama yang ia dapat dari salah seorang tamu Jepangnya itu. Dan dia juga mengingat ucapan Tamu Jepangnya yang mengatakan bahwa dia sepertinya pernah melihat Mi Ri di Fukuoka Jepang.


Mi Ri sedang menunggu lift dan pada saat pintu lift terbuka ternyata di dalam lift itu ada Myung Hoon. Mi Ri tidak ada pilihan lain sehingga dia pun masuk kedalam lift dan berdiri di samping Myung Hoon. Keduanya sama-sama terdiam dan tidak ada yang berniat membuka pembicaraan. Lift kembali berhenti dan kemudian Myung Hoon keluar dari dalam lift.


Hee Joo dan Chul Jin datang ke Universitas Korea dan bertemu langsung dengan Professor Park untuk menanyakan mengenai design yang beredar di Internet. Professor Park bilang bahwa design yang beredar di Internet itu adalah milik Jang Mi Ri. Hee Joo dan Chul Jin terkejut mendengarnya. Professor Park melanjutkan ucapannya, "Mohon beri kami waktu untuk menyelidikinya. Walaupun jika ternyata yang kau ucapkan adalah benar, tapi dari pandangan kami, kami tetap memerlukan fakta-fakta lainnya. Lagi pula ini hanya 2 gambar yang sangat identik. Kami tidak bisa mengatakan bahwa Jang Mi Ri meng-copynya. Dan lagi menurut kami, yang memungkinkan mengcopy itu adalah Moon Hee Joo." Chul Jin yang mendengarnya sudah terlihat sangat marah namun Hee Joo menenangkannya.

Professor Park berkata pada Hee Joo, "Ini adalah masalah yang sangat sensitif. Lagi pula menurut kami, seorang lulusan Universitas Tokyo(Mi Ri) tidak mungkin melakukan hal seperti ini." Chul Jin terus membela Hee Joo, "Yang lulusan Arsitektur Universitas Tokyo itu adalah Moon Hee Joo!" Hee Joo lagi-lagi menenangkan Chul Jin dan dia berkata pada Professor Park, "Tolong Hubungi aku lagi setelah mendapatkan buktinya. Ini adalah hal yang sangat penting bagiku."


Yoo Hyun keluar dari mobilnya dan langsung dikerumuni oleh para wartawan. Asisten Yoo Hyun dengan segera melindungi Yoo Hyun hingga masuk kedalam kantor Mondo Group. Asisten Yoo Hyun menjelaskan yang terjadi, "Aku rasa kedatanganmu ke Stsiun TV telah menjadi pembicaraan. Aku akan menyelesaikannya sebelum berita ini masuk ke dalam berita TV."


Lee Hwa sangat kesal saat mengetahui bahwa berita mengenai Yoo Hyun yang datang ke stasiun TV untuk bertemu seorang wanita(Mi Ri) itu sudah beredar di Koran. Maka dari itu Lee Hwa memanggil Yoo Hyun untuk membahas masalah ini. Yoo Hyun masuk kedalam ruangan Lee Hwa dan bertanya, "Ada apa kau mencariku?" Lee Hwa mencoba tersenyum pada Yoo Hyun, "Kau membuat kesalahan yang seharusnya kau tidak lakukan." Yoo Hyun merespon ucapan Lee Hwa itu, "Ah maaf karna aku membuatmu khawatir." Lee Hwa kembali berkata, "Walaupun hubungan kalian masih berjalan tapi itu belumlah keputusan final. Dan walaupun dia sudah datang ke rumah kami, namun hubungan kalian belumlah di resmikan. Aku tau kau mencintainya dan Ayahmu juga sangat menyukainya. Tapi memilih dia untuk berada di keluarga kita ini akan membuat perusahaan...." Yoo Hyun memotong ucapan Lee Hwa, "Urusan perusahaan itu berbeda. " Lee Hwa menjawab dengan cepat, "Kita tidak bisa memisahkan dua masalah itu. Pernikahan seperti apa nantinya? Seperti apa wanita itu? Perusahaan akan...." Yoo Hyun kembali menyela ucapan Lee Hwa, "Hatiku sudah tetap."

Lee Hwa terlihat kesal namun tetap memendam perasaan kesalnya itu, "Bagaimanapun juga orang-orang akan berfikir bahwa ini bukan pilihan yang tepat. Pernikahan Mondo Group adalah image dari perusahaan. Image perusahaan adalah aset milik kita." Yoo Hyun tidak suka dengan ucapan Lee Hwa, "Apakah kau mencoba membandingkan pernikahanku ini menjadi sebuah aset?" Lee Hwa menjawab, "Tentu tidak. Aku harap kau mengerti, tapi..." Yoo Hyun mendahului ucapan Lee Hwa, "Maaf aku tidak pernah mempertimbangkannya. Aku akan tetap melanjutkan hubunganku walaupun kau melarang. Tidak ada yang ingin aku ubah. Aku percaya bahwa pernikahan harus berlandaskan cinta." Lee Hwa kembali mencoba menjelaskan maksud uapannya, "Aku tidak meminta kau mengubahnya. " Yoo Hyun menatap Lee Hwa, "Aku berharap percakapan ini tidak akan dibahas lagi. Aku percaya bahwa kau mengerti aku. Aku permisi pergi." Yoo Hyun segera berdiri dan meninggalkan ruangan Lee Hwa.


Setelah kepergian Yoo Hyun, Lee Hwa menghubungi sekertarisnya, "Hubungi Manager Han dan tanya mengenai penyelidikan mengenai Jang Mi Ri."


Yoo Hyun kembali ke ruangannya dan memanggil asistennya. Asistennya datang dan bertanya, "Apakah anda mencari saya?" Yoo Hyun menjawab, "Apakah kau bisa mencari informasi mengenai apa yang sedang Manager Han cari tahu?" Asisten Yoo Hyun berkata, "Tapi jika Ibu anda tau...." Yoo Hyun menjawab dengan cepat, "Jangan sampai dia tahu." Asisten Yoo Hyun mengangguk mengerti dan kemudian pergi.


Myung Hoon terlihat sedang melihat bangunan bar milik Hirayama di Seoul. Dan kemudian Myung Hoon memtuskan menelfon Hirayama untuk mengajaknya bertemu di sebuah cafe. Hirayama yang tau mendapat telfon dari Myung Hoon hanya tertawa dan bilang bahwa dia tidak menyangka akan mendapatkan telfon dari orang sibuk seperti Myung Hoon. Dan setelah telfon itu, mereka berdua pun bertemu di sebuah cafe.


Mi Ri memanggil taxi untuk pergi ke Opera House. Di jalan, Professor Park menelfonnya dan bertanya mengenai designnya Mi Ri, "Hmm mengenai Design itu... Apakah itu karyamu?" Mi Ri terkejut mendengarnya, "Oh tentu saja. Apa ada masalah?" Professor Park menjawab, "Ti... Tidak ada. Designmu sangatlah bagus."


Myung Hoon memperlihatkan kartu nama yang ia dapat dari Tamu Jepangnya itu pada Hirayama. Hirayama melihat kartu nama itu dan berkomentar, "Hey ini sudah lama sekali. Ah ngomong-ngomong foto ini(Foto Mi Ri) sangatlah bagus." Myung Hoon tidak mau berbasa-basi, "Aku datang mencarimu karena aku ingin mengetahui hal ini." Hirayama menjawab, "Hm aku bisa saja menceritakannya padamu. Tapi ini akan sangat menyakitkan. Namun jika kau sungguh ingin mendengarnya maka aku akan menceritakannya. Mawar memiliki duri, benar bukan? Pesona dari mawar itu adalah durinya. Tapi kenyataannya jika kau sudah bosan dengan...."

Myung Hoon tidak mau mendengar ucapan Hirayama yang terlalu berbasa basi, "Aku tidak memiliki waktu lama untuk mendengar ceritamu itu." Hirayama kemudian meminta pada pelayan cafe untuk memberikan pen dan kertas padanya. Setelah kertas dan pen itu datang, Hirayama menuliskan sebuah alamat dan menyerahkannya pada Myung Hoon, "Kau sebaiknya melihatnya langsung. Jika kau melihatnya maka kau akan tau seperti apa pesona mawar dari Nakasu(Fukuoka). Sangatlah unik. Sampai jumpa."


Mi Ri datang ke Opera House dan menyaksikan musikal bersama dengan Ayah Yoo Hyun. Setelah itu Mi Ri makan malam bersama dengan Ayah Yoo Hyun dan juga Yoo Hyun. Ayah Yoo Hyun berkata pada Mi Ri, "Terima kasih banyak karena telah meluangkan wkatumu seperti ini." Mi Ri menjawab, "Anda tidak perlu berterima kasih karna yang seharunya berterima kasih adalah aku. Dapat pergi bersama dengan Ayah dan juga menonton pertunjukan, Aku tidak pernah menyangka akan menikmati waktu seperti ini." Ayah Yoo Hyun bertanya, "Sejak umur berapa kau menjadi yatim piantu?" Mi Ri menjawab, "Sejak usiaku 9 tahun." Ayah Yoo Hyun kemudian berkata bahwa Yoo Hyun juga kehilangan Ibunya saat usia 9 Tahun. Yoo Hyun tersenyum dan berkata, "Sepertinya ini benar-benar takdir." Ayah Yoo Hyun berkomentar pada Yoo Hyun, "Bukankah sangat tidak sopan menjukan perasaanmu itu di depan orang tua?" Yoo Hyun dan Mi Ri hanya tertawa mendengarnya.

Asisten Ayah Yoo Hyun masuk kedalam ruangan dan bertanya pada Ayah Yoo Hyun, "Apa ada yang anda inginkan Direktur?" Ayah Yoo Hyun menjawab, "Aku sudah selesai makan dan kau bisa membawa barang yang sudah dipersiapkan." Mi Ri dan Yoo Hyun sama-sama tidak mengetahui maksud Ayah Yoo Hyun. Yoo Hyun bertanya, "Apa yang telah disiapkan?" Ayah Yoo Hyun menjawab, "Jika aku memberi tahu kalian maka ini tidak akan menarik kembali." Asisten Ayah Yoo Hyun masuk kembali kedalam ruangan dan membawa sebuah kotak. Ayah Yoo Hyun kemudian memberikan kotak itu pada Mi Ri. Yoo Hyun bertanya, "Apa itu?" Ayah Yoo Hyun menjawab, "Hadiah dari Ayah mertua untuk calon menantunya." Mi Ri membuka kotak itu dan terkejut karena di dalam kotak itu ada sebuah kalung. Ayah Yoo Hyun berkata, "Saat kau datang ke rumah sakit untuk mengantarkan makanan, aku sudah berfikir bahwa akan sangat baik sekali jika memiliki menantu sepertimu. Dan setelah kau datang ke rumah kami bersama Yoo Hyun, aku semakin senang. Aku ingin sekali membelikan sebuah hadiah untukmu jadi aku membelikannya hari ini untuk mengekspresikan kebahagiaanku." Mi Ri tersenyum dan berterima kasih.

Yoo Hyun kemudian bertanya pada Ayahnya, "Ayah, apa tidak ada hadiah untukku?" Ayah Yoo Hyun menjawab, "Aku punya. Tapi ini bukan hanya untukmu. Ini untuk kalian berdua. Ini bukalah." Ayah Yoo Hyun kemudian memberikan sebuah amplop pada Mi Ri. Mi Ri dan Yoo Hyun pun membukanya bersama-sama dan ternyata di dalam amplop itu hanya da sebuah surat. Yoo Hyun bertanya, "19 July? Ini apa?" Ayah Yoo Hyun semakin terlihat bahagia, "Itu adalah tanggal pelaksanaan pertunangan kalian. Aku sudah mengatur tanggalnya. Aku sangat bosan hanya diam di rumah sakit makanya aku pergi menentukan tanggal bersama Manager Kang. Aku akan memberi tahu hal ini pada Ibumu(Lee Hwa) Dia sedang sangat sibuk akhir-akhir ini."


Tidak lama kemudian ponsel Ayah Yoo Hyun berbunyi dan ternyata itu telfon dari Lee Hwa. Ayah Yoo Hyun mengangkat telfon dengan nada suara yang gembir, Lee Hwa pun bertanya, "Mengapa kau terdengar sangat bahagia?" Ayah Yoo Hyun menjawab sambil menatap Mi Ri, "Hari ini aku ditemani menonton pertunjukan dan juga makan malam bersama dengan seorang wanita cantik(Mi Ri). Dia membuatku sangat bahagia sehingga aku terus tersenyum." Lee Hwa terdengar tidak suka, "Oh Ya Manager Kang sudah memebritahukan padaku mengenai tanggal pertunangan yang sudah kau tetapkan." Ayah Yoo Hyun menjawabnya, "Ya. Aku baru saja mengatakannya pada anak-anak sekarang ini." Lee Hwa bertanya, "Mengapa kau tidak mengatakannya padaku?" Ayah Yoo Hyun balas bertanya, "Aku melakukannya karena ingin. Apa kau kecewa?" Lee Hwa menjawab, "Walaupun tanggalnya sudah di tetapkan, tolong katakan pada mereka agar menginformasikannya secara perlahan-lahan. Masih ada waktu." Ayah Yoo Hyun mengerti dan kemudian memutuskan telfon.

Yoo Hyun bertanya pada Ayahnya mengenai pembicaraan antara Ayahnya itu dengan Lee Hwa. Ayah Yoo Hyun menjawab, "Oh dia hanya khawatir jika orang-orang mengetahui bahwa kau sudah memiliki seorang wanita pilihan. Sudahlah nanti aku yang akan menenangkannya. Ayo kita minum saja."


Lee Hwa terlihat masih berada di kantornya dan memikirkan mengenai laporan dari Asistennya mengenai kehidupan Mi Ri di masa lalu. Manager Han berkata, "Dia kehilangan kedua orang tuanya saat masih kecil. Dan dia dikirim ke panti asuhan lalu di adopsi oleh pasangan asing...... Saat itu Direktur Jang Myung Hoon sedang mencari staff baru yang bisa berbicara dengan dialek Hakata, itulah bagaimana Mi Ri bisa bekerja di Hotel." Lee Hwa berkomentar, "Hmm jadi itu adalah audisi jalanan?" Manager Han menjawabnya, "Direktur Jang Myung Hoon mengetahui bahwa dia(Mi Ri) lulusan Universitas Tokyo maka dari itu dia merekrutnya. Dia tidak memiliki satupun family di Korea." Lee Hwa kemudian bertanya, "Bagaimana mengenai namanya?" Manager Han menjawab, "Namanya didapat saat dia di adopsi. Hmm apakah mungkin anda mengenalnya?" Lee Hwa menjawab, "Tidak. Dia... Dia tidak terlihat seperti orang yang aku kenal."


Hee Joo sedang berada di apartemennya dan dia memandangi design yang dibuat itu. Hee Joo terlihat sangat kesal karena designya itu justru dianggap oleh orang-orang sebagai karya milik Mi Ri.


Yoo Hyun mengantar Mi Ri ke depan apartemen Hee Joo. Yoo Hyun kemudian bertanya, "Apa kau tau perasaan seorang pria yang akan menikah?" Mi Ri menggeleng, "Apa itu?" Yoo Hyun menjawabnya sambil tersenyum menatap Mi Ri, "Itu karena dia tidak mau mengantar cintanya kembali ke rumah dan berpisah dari wanita itu." Mi Ri ikut tersenyum mendengarnya, "Apakah kau tidak suka mengantarku pulang?" Yoo Hyun menjawab, "Ya karena aku tidak mau terpisah darimu. Apa kau tau apa yang aku pikirkan pada hari ini? Aku berfikir bahwa akan sangat luar biasa jika ternyata tanggan pertunangan kita itu menjadi tanggal pernikahan." Mi Ri hanya diam dan tersenyum saja mendengarnya. Yoo Hyun mendekatkan diri pada Mi Ri dan kemudian mencium kening Mi Ri. Setelah itu Yoo Hyun pun pamit pergi.


Mi Ri pulang ke apartemen Hee Joo dan ternyata HeeJoo belum tidur. Mi Ri berniat menceritakan harinya namun tiba-tiba saja Hee Joo mendekatinya dan melempar kertas-kertas design ke wajah Mi Ri. Hee Joo kemudian menampar Mi Ri dan bertanya dengan marah, "Apakah sertifikat kelulusanku belum cukup kau curi? Jawab aku!!" Mi Ri menatap Hee Joo kesal, "Kau benar. Aku mencurinya. Lalu kenapa? Lagi pula kau tidak membutuhkannya kan? Kau hanya menyimpannya di atas meja gambar saja. Aku lah yang membuat design itu bersinar. Bukankah kau seharusnya berterima kasih padaku?" Hee Joo mengatakan bahwa masalah yang sebenarnya bukan hanya itu, "Kita sedang membangun resort Mondo dan design itu lah yang dipakai!! Jika design itu tersebar maka pembangunan pun dapat terhenti. Dan ini bukan hanya buruk bagi perusahaan... tapi bagi Yoo Hyun juga!!" Mi Ri terkejut mendengarnya.

Hee Joo melanjutkan ucapannya, "Designmu itu... Bukan! Tapi designku itu kini sudah tersebar di internet dan atas namamu! Aku akan mengatakan pada publik hal yang sebenarnya. Jadi sebelum itu terjadi, sebaiknya kau mengakuinya saja." Mi Ri menangis dan tidak mau melakukan hal itu, "Tidak... Mengapa aku harus melakukannya?" Hee Joo benar-benar bingung apa lagi yang harus dia perbuat, "Mi Ri kau benar-benar menyeramkan." Mi Ri berkomentar, "Bukan aku saja satu-satunya yang jahat, tapi dunia ini!" Hee Joo terlihat kasihan pada Mi Ri, "Berapa lama kau akan terus seperti ini?" Mi Ri menjawab, "Hingga aku mati! Aku akan terus seperti ini sehingga tidak ada satu orang pun yang menganggap rendah diriku!" Hee Joo bertanya kembali, "Hidup dengan penuh kebohongan ini apakah membuatmu bahagia?" Mi Ri menjawabnya sambil terus menangis, "Aku tidak peduli. Yang aku lakukan adalah membuat kebohongan ini menjadi sebuah kebenaran."

Hee Joo bertanya, "Lalu bagaimana dengan Yoo Hyun? Yoo Hyun percaya bahwa kau sangat mencintainya." Mi Ri menatap Hee Joo, "Aku tidak bisa menghentikannya. Hatiku tulus padanya.... Kau mungkin tidak percaya tapi aku sendiri juga tidak percaya. Tapu nyatanya aku sungguh tulus padanya. Aku berharap dia dapat menjadi milikku. Aku tidak bisa mengatakan yang sesungguhnya pada dia Hee Joo. Kumohon bantu aku. Selama kau diam maka semuanya akan baik-baik saja. Aku lulusan Tokyo University dan aku memiliki karir di perhotelan. Hanya satu masalahku yaitu aku yatim piatu. Tapi itu tidak masalah. Jika aku bertemu dengan Ibuku mka aku bukan yatim piatu lagi. Aku mohon Hee Joo bantu aku...." Mi Ri mengenggam tangan Hee Joo dan memohon padanya. Hee Joo melepaskan tangan Mi Ri dan berlari keluar apartemennya.



Hee Joo berlari keluar apartemennya meninggalkan Mi Ri yang terus menangis. Di luar apartemennya, Hee Joo terdiam dan mengingat masa-masa kecilnya dulu bersama Mi Ri. Saat Mi Ri terus mengatakan pada dirinya bahwa dia bukanlah yatim piatu karena dia masih memiliki Ibu. Bahkan dulu Mi Ri lah yang terpaksa diadopsi oleh Orang Jepang karena Hee Joo bersembunyi. Mengingat semua hal itu membuat Hee Joo menangis.


Myung Hoon memutuskan datang ke Jepang untuk mencari alamat yang di berikan oleh Hirayama padanya. Namun dia sendiri terlihat masih ragu apakan akan mencari alamat itu atau tidak.


Yoo Hyun sampai di Perusahaan Mondo dan dia pun langsung dikerumuni oleh para wartawan yang penasaran dengan sosok kekasih Yoo Hyun. Karena masalah ini maka Lee Hwa pun memutuskan melakukan konfrensi pers tanpa Yoo Hyun. Para wartawan pun mulai menanyakan berbagai pertanyaan, "Apakah rumor mengenai Direktur Song Yoo Hyun akan menikah itu benar? Mohon di jelaskan. Dan apakah benar jika wanita itu masih pekerja dari Mondo Group?"


Asisten Yoo Hyun memberi tahu pada Yoo Hyun bahwa berita mengenai perinkahan Yoo Hyun itu sudah ramai dibicarakan di Internet makanya Lee Hwa mengambil keputusan untuk melakukan konfrensi pers agar para wartawan tidak memberitakan hal yang macam-macam.


Lee Hwa menjawab pertanyaan dari para wartawan, "Jika ada rencana pernikahan maka kami akan memberikan kabar. Tapi mengenai pernikahan itu tidak benar. Tidak ada hal semacam itu." Seorang wartawan bertanya, "Apakah pernikahan Direktur Song Yoo Hyun akan berdampak pada perusahaan? Dan apakah anda mencoba menutupi hal ini?" Lee Hwa menjawabnya sambil tersenyum, "Tidak ada yang bisa aku tutupi, benar bukan?" Seorang wartawan kembali mengajukan pertanyaan, "Jadi apakah anda mendukung rencana Direktur Song Yoo Hyun untuk menikah?" Lee Hwa menjawabnya, "Tentu saja. Aku tidak mungkin melarang pasangan yang sedang kasmaran."

Yoo Hyun dan Chul Jin sedang berada di ruangan Yoo Hyun dan mereka sedang menyaksikan konfrensi pers yang di adakan oleh Lee Hwa itu. Chul Jin berkomentar, "Bukankah dia(Lee Hwa) sama saja seperti tidak mengkonfirmasi eksistensinya Mi Ri? Dan bukankah dia melakukan hal ini padahal dia sudah tau bahwa Ayahmu telah menentukan tanggal pertunangan kalian?" Yoo Hyun terlihat diam saja. Di TV terlihat wartawan mengajukan pertanyaan pada Lee Hwa, "Jadi apa artinya bahwa anda menerima dari kalangan mana pun untuk menjadi menantu anda?" Lee Hwa menjawabnya dengan santai, "Oh tentu saja...." Chul Jin bertanya pada Yoo Hyun, "Mengapa dia(Lee Hwa) terlihat tidak menerima Mi Ri ya?" Yoo Hyun menjawabnya, "Karena Mi Ri bukan berasal dari keluarga kaya dan terpandang." Chul Jin terlihat terkejut, "Apa?" Yoo Hyun menatap Chul Jin dan menjawab, "Kau tidak tau mengenai Ibuku(Lee Hwa). Dia hanya menerima yang menguntungkan baginya saja."


Yoo Hyun tiba-tiba mengambil jasnya dan berjalan keluar dari ruangannya. Chul Jin yang melihat itu pun langsung mengejarnya dan menahan langkah Yoo Hyun yang terlihat penuh emosi. Chul Jin berusaha menenangkan Yoo Hyun, "Kau harus menahannya. Jika tidak maka pernikahanmu itu justru bisa menjadi masalah perusahaan." Yoo Hyun menjawabnya dengan dingin, "Aku tidak peduli. Orang yang membuat pernikahanku menjadi amsalah perusahaan adalah Ibuku(Lee Hwa). Aku tidak mau menyerah atas cintaku hanya demi perusahaan." Chul Jin terus mencoba menenangkan Yoo Hyun, "Aku mengerti. Tapi cobalah pikirkan keputusan yang lebih baik. Pasti ada jalan lain kan?"


Myung Hoon terlihat sedang berada di sebuah bis yang membawanya ke daerah Nakasu. Daerah Nakasu adalah tempat dimana Bar milik Hirayama berada.


Mi Ri berusaha menghubungi Hee Joo namun tetap telfonnya tidak dapat dihubungi. Saat Mi Ri kembali ke ruangannya, Asisten Kim dan seorang manager staff terlihat sedang menyaksikan konfrensi pers yang diadakan oleh Lee Hwa. Manager staff itu berkomentar, "Sudah kukatakan bahwa dia(Yoo Hyun) hanya akan menikah dengan sesama kaumnya." Tiba-tiba saja Shi Young masuk kedalam ruangan dan meminta pada Asisten Kim dan Manager staff untuk menyiapkan ruangan untuk konfrensi pers. Mereka berdua pun bertanya, "Konfrensi pers apa? Apakah ini perintah dari Direktur Jang Myung Hoon?" Shi Young menjawab, "Direktur Myung Hoon sedang pergi ke Fukuoka karna ada suatu kepentingan. Sebaiknya kalian cepat siapkan semuanya." Mi Ri yang mendengarnya pun penasaran dengan kepentingan yang dimiliki Mung Hoon di Fukuoka.


Ponsel Mi Ri berbunyi dan itu merupakan telfon dari Yoo Hyun. Mi Ri kemudian keluar dari Hotel dan Asisten Yoo Hyun sudah menunggunya. Asisten Yoo Hyun meminta agar Mi Ri menunggu sebentar karna mobil sedang menuju ke lobby. Mi Ri mengangguk mengerti. Sambil menunggu itu Mi Ri terus memikirkan mengenai Professor Park yang menanyakan designnya, mengenai Hee Joo yang marah padanya karena Mi Ri menyebarkan design milik Hee Joo, dan juga mengenai kepergian Myung Hoon ke Fukuoka. Mobil sudah datang dan Asisten Yoo Hyun pun mempersilahkan Mi Ri untuk masuk kedalam.


Mi Ri datang ke cafe tempat Yoo Hyun sudah menunggunya. Yoo Hyun memulai pembicaraan mereka, "Saat ini mungkin akan sulit bagimu jika mendengar berita mengenai hubungan kita. Aku tidak tau hingga kapan masalah ini akan seperti ini." Mi Ri tersenyum, "Aku mengerti. Sejak awal aku tau bahwa mencintai seseorang sepertimu itu tidak mudah." Yoo Hyun terus meminta maaf dan justru hal itu membuat Mi Ri tidak nyaman. Mi Ri pun mengungkapkan pemikirannya pada Yoo Hyun, "Karena kau selalu mengatakan maaf dan maah, itu terlihat seperti kau masih menganggapku seperti orang asing. Jika kau selalu meminta maaf, lalu aku harus membalas berapa kali meminta maaf padamu?" Yoo Hyun kembali meminta maaf dan mengatakan bahwa dia tidak pernah memikirkan hal itu.

Yoo Hyun berkata pada Mi Ri, "Aku ingin sekali mengumumkan pada dunia mengenai hubungan kita. Jika hal itu terjadi, maka kita akan mendapat perhatian banyak dari masyarakat. Kita tidak akan bisa seperti ini, menikmati waktu berdua. Kita tidak bisa pergi ke bioskop seperti pasangan lainnya. Banyak pasangan berpisah karena tidak bisa mengatasi hal ini. Apakah kau bisa menerimanya? Dan lagi masa lalumu mungkin akan dibahas oleh orang-orang. Photomu pun mungkin akan tersebar. Apakah kau baik-baik saja dengan hal itu?" Mi Ri terdiam memikirkan semua itu, "Hmm aku takut. Tapi... setidaknya aku harus merasakan hal ini satu kali kan? Jika memilih keputusan ini maka hubungan kita akan mengarah ke jalur yang berbeda dengan yang aku inginkan...." Yoo Hyun bertanya bingung, "Apa maksudmu?" Mi Ri menatap Yoo Hyun sedih, "Jika....Jika sesuatu yang ingin aku tutupi terekspos...." Yoo Hyun mengenggam tangan Mi Ri, "Itu tidak masalah bagiku karena kau tetaplah kau. Kau akan mengalami hal yang berat tapi kau harus percaya padaku karena aku tidak akan membiarkan kau terjatuh. Aku akan melakukan yang terbaik. Jadi tetaplah disisiku."


Professor Park menceritakan mengenai design milik Mi Ri yang sama persis dengan design milik Hee Joo pada Direktur Choi. Direktur Choi mencoba membandingkan kedua design itu tapi hasilnya memang dua design itu sama persis. Professor Park bertanya, "Apakah mungkin dua orang menggambarnya secara bersamaan? Jika kita membiarkan masalah ini maka kedepannya masalah ini akan semakin besar." Direktur Choi setuju dengan pendapat itu dan mengusulkan agar menelfon Myung Hoon untuk menanyakan hal ini namun Myung Hoon tidak bisa dihubungi.


Chul Jin menghampiri Hee Joo dan bilang bahwa raasanya sangat tidak masuk akal karena Chul Jin pernah melihat design Hee Joo itu di buku sketsa milik Ayah Hee Joo tapi tiba-tiba saja desgn itu kini milik Mi Ri. Hee Joo meminta pada Chul Jin agar tidak membahas masalah ini lagi karena dia ingin mengakhirinya. Chul Jin terlihat kesal dengan sikap Hee Joo yang selalu mengalah, "Ini bukan pertama dan yang kedua. Ini sangat berat bagiku untuk mengerti pikiranmu. Aku tidak mau membantumu lagi! Jika kau mau mengakhirinya maka akhiri saja sendiri. Mengapa aku juga harus melakukannya?" Hee Joo menjawab, "Jika kita tidak mengakhirinya sekarang maka ini bisa membuat Yoo Hyun dalam masalah. Dan jika mereka protes maka kita tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan pembangunan dan tentu saja Yoo Hyun yang akan bertanggung jawab. Aku tidak mau dia terluka. Dan juga... Dia akan lebih terluka jika mengetahui mengenai Mi Ri." Chul Jin berkomentar, "Ini sudah waktunya Yoo Hyun tau mengenai Mi Ri! Mengapa kau selalu menahannya? Kau ini dodoh!" Hee Joo berkata lemah, "Oppa, aku mohon jangan lakukan ini padaku. Aku sungguh lelah."


Myung Hoon mulai mencari bar yang bernama Flower Blossom seperti yang diberitahu oleh Hirayama.


Manager Han memberikan kabar pada Lee Hwa bahwa Yoo Hyun akan mengadakan konfrensi pers di Hotel A. Lee Hwa terlihat terkejut mendengarnya.


Mi Ri sedang berada di Lobby Hotel dan mencoba menghubungi Hee Joo namun tetap tidak berhasil. Seorang resepsionis dan staff Hotel bertanya pada Mi Ri, "Jang Mi Ri apa yang kau lakukan disini? Ayo cepat ikut kami ke ruang konfrensi pers." Saat Mi Ri akan pergi, Mi Ri melihat Yoo Hyun berjalan menghampirinya.Mi Ri pun bertanya, "Apa yang kau lakukan disini?" Yoo Hyun menjawabnya sambil tersenyum, "Ada sesuatu yang mau aku urus. Nanti kita bicara lagi ya." Yoo Hyun dan Manager Han kemudian pergi terlebih dahulu ke ruang konfrensi pers. Resepsionis dan staff itu terlihat terkejut melihat Mi Ri berbicara dengan Yoo Hyun. Resepsionis itu bertanya pada Mi Ri, "Apakah kalian saling kenal?" Namun Staff Hotel lah yang menjawabnya, "Ah mereka hanya pernah bertemu saja waktu itu. Ayo pergi."



Yoo Hyun masuk kedala ruangan konfrensi pers bersama dengan Manager Han. Para wartawan pun langsung mengambil foto Yoo Hyun. Terlihat para staff Hotel A juga datang ke ruangan konfrensi pers itu, bahkan Mi Ri juga ikut datang. Seorang wartawan bertanya pada Yoo Hyun, "Apakah konfresnsi pers ini mengenai Mondo Group?" Yoo Hyun menjawab, "Bukan. Tidak ada hubungannya dengan Mondo Group. Ini mengenai diriku." Wartawan lainnya kembali bertanya, "Jadi jika kami bertanya pertanyaan personal itu tidak apa-apa?" Yoo Hyun menganggukan kepalanya. Wartawan kembali bertanya, "Di dalam konfrensi pers yang di adakan oleh Direktur Lee Hwa, dia berkata bahwa kau tidak memiliki sebuah hubungan. Aku harap anda mau menjawabnya dengan jujur." Yoo Hyun pun menjawab pertanyaan itu, "Aku memiliki seorang wanita yang sangat aku cintai dan ingin aku nikahi." Para staff di Hotel A terlihat terkejut mendengarnya dan semakin penasaran.

Lee Hwa terlihat sedang menyaksikan acara konfrensi pers itu dari Tv. Wartawan bertanya pada Yoo Hyun ,"Apakah anda bisa mengungkapkan siapa wanita itu pada publik?"Yoo Hyun tersenyum, "Entahlah karena aku belum meminta persetujuannya." Wartawan terus mendesaknya, "Apakah kalian datang kemari bersama? Atau apakah dia staff dari perusahaan?" Yoo Hyun tiba-tiba berdiri dari duduknya dan memanggil nama Mi Ri dari depan panggung. Para staff Hotel A otomatis langsung terkejut dan menatap Mi Ri. Para wartawan pun langsung menyorot pada Mi Ri. Yoo Hyun berkata, "Dia adalah Jang Mi Ri dan bekerja di Hotel A. Wanita ini lah yang ingin aku nikahi." Yoo Hyun mengahmpiri Mi Ri dan kemudian mengajaknya naik ke atas panggung untuk di perkenalkan.


Di bar milik Hirayama yang ada di Seoul para staffnya terlihat sedang menyaksikan acara konfrensi pers yang dilakukan oleh Yoo Hyun. Hirayama menonton acara itu juga dan tersenyum sinis saat melihat ada Mi Ri di konfrensi pers itu.


Myung Hoon sampai di sebuah bar yang telah ditunjukan oleh Hirayama. Myung Hoon masuk kedalam bar itu dan berusaha mencari karyawannya namun karyawan bar itu sedang mengobrol dan tidak menyadari kedatangan Myung Hoon karena suasana di dalam bar itu sangat gelap. Saat lampu di dalam bar itu menyala, Myung Hoon membalikan badannya menatap sebuah papan iklan bar itu dan terkejut karena melihat ada foto Mi Ri di iklan bar itu. Myung Hoon segera keluar dari bar itu dalam keadaan shock.


Mi Ri dan Yoo Hyun pergi untuk makan malam bersama. Yoo Hyun mengungkapkan rasa terima kashnya pada Mi Ri akrena Mi Ri tidak marah padanya mengenai konfrensi pers yang diadakannya itu. Mi Ri berkomentar, "Aku sangat bahagia. Ini pertama kalinya seseorang memperkenalkan aku pada banyak orang sebagai wanita yang dicintainya." Yoo Hyun tersenyum dan kembali berkata bahwa dia senang karena Mi Ri menerimanya. Mi Ri kemudian berkata, " Jika kita menikah maka aku akan memiliki keluarga kan? Jika aku tau bahwa kehidupanku akan seperti ini maka aku akan menjalankan kehidupanku dengan berbeda. Aku sangat bahagia." Yoo Hyun lalu mengajak Mi Ri untuk bersulang, "Untuk masa depan kita dan untuk hari tanpa tangisan bagi Jang Mi Ri." Mi Ri tersenyum dan kemudian mereka bersulang.


Myung Hoon kembali ke Korea dan dia masih terlihat kacau setelah mengetahui masa lalu Mi Ri.


Mi Ri terlihat berada di cafe dan sedang menanti kedatangan Hee Joo. Saat Hee Joo datang, Mi Ri terlihat tersenyum. Mi Ri membuka pembicaraan di antara mereka, "Aku sudah mendengar dari Professor Park mengenai kau tidak memeprmasalahkan design itu. Terima kasih Hee Joo." Hee Joo membalasnya dengan dingin, "Aku tidak melakukannya untukmu jadi kau tidak perlu berterima kasih." Mi Ri berkata pada Hee Joo, "Kumohon hapuskan kekesalanmu itu. Aku sudah sejauh ini dan kau harus membantuku banyak, jadi..." Hee Joo terlihat tidak suka dengan ucapan Mi Ri, "Apa? Mengapus kekesalanku? Sebenarnya aku tidak mau membiarkan masalah ini begitu saja. Tapi aku khawatir jika Yoo Hyun akan terluka itu sebabnya aku membiarkan masalah ini. Lagi pula ini bukan hal yang harus kau terima kasihi padaku. Dan lagi aku sebenarnya sangat tidak ingin melihat wajahmu. Maaf. Aku pergi terlebih dahulu." Hee Joo bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Mi Ri.


Mi Ri masuk ke ruangannya dan Asisten Kim serta Manager Staff pun langsung menanyainya berbagai pertanyaan mengenai pertemuan Mi Ri dengan Yoo Hyun. Shi Young masuk kedalam ruangan dan menabrak Mi Ri dengan segaja. terlihat dengan sangat jelas bahwa Shi Young semakin tidak menyukai Mi Ri.


Ponsel Mi Ri berbunyi dan itu merupakan telfon dari Yoo Hyun. Yoo Hyun bertanya, "Bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak?" Mi Ri tersenyum, "Ya. Bagaimana denganmu?" Yoo Hyun kini yang menjawabnya, "Tidak. Aku tidak tidur nyenyak karena merindukanmu. Ah ya ada suatu tempat yang ingin aku datangi bersamamu. Apakah kau ada waktu?" Mi Ri terlihat penasaran, "Kemana kita akan pergi?" Yoo Hyun tidak mau memberitahu tempatnya, "Kau akan mengetahuinya setelah kita disana." Yoo Hyun kemudian menutup telfonnya.


Setelah menutup telfonnya, Yoo Hyun melihat foto masa kecil Mi Ri dan bertanya pada Asistennya, "Apakah ini foto Jang Mi Ri?" Asistennya menjawab, "Ya. Masih ada seorang suster yang hidup dan dia tinggal di gereja tempat dulu Hee Joo pernah datang kesana juga." Yoo Hyun mengangguk mengerti.


Hee Joo datang ke lapangan baseball tempat dia dulu pernah pergi menyaksikan pertandingan baseball bersama dengan Yoo Hyun. Kenangan itu terus diingat oleh Hee Joo dan kemudian dia memutuskan untuk pergi dari lapangan itu.


Hee Joo memberikan surat pengunduran dirinya pada Yoo Hyun. Yoo Hyun bertanya, "Apa alasannya?" Hee Joo hanya menjawab bahwa itu adalah masalah pribadi. Yoo Hyun pun menolak alasan itu dan tidak menerima surat pengunduran diri Hee Joo, "Maaf tapi kau bisa mengambilnya lagi. Aku tidak menerima pengunduran diri tanpa alasan yang jelas." Hee Joo mencoba membujuk Yoo Hyun namun Yoo Hyun tetap tidak mau menerimanya.

Chul Jin masuk kedalam ruangan Yoo Hyun dan bertanya, "Ada apa ini?" Yoo Hyun dan Hee Joo sama-sama terdiam tidak menjawabnya. Chul Jin kemudian berkata dingin pada Hee Joo, "Hee Joo ayo keluar kita perlu bicara."


Di luar ruangan Yoo Hyun, Chul Jin bertanya pada Hee Joo dengan kesal, "Apakah kau harus melakukan hal ini? Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan. Kau mengatakan padaku agar aku tidak mengatakan apapun, aku ikuti. Kau memintaku untuk bersikap seperti tidak ada apaapa, aku ikuti. Yoo Hyun pasti merasa hal ini sangat tidak masuk akal." Hee Joo terus menundukan kepalanya, "Aku tau. Tapi aku tidak mau melakukan hal ini lagi." Chul Jin menatap Hee Joo, "Aku tau kau melakukan ini demi Yoo Hyun tapi lebih baik jika dia mengetahui kebenarannya. Walaupun ini akan menyakitinya tapi katakanlah apa yang ingin kau katakan. Katakan jika kau mencintainya. Katakan jika kau seperti ini karena Mi Ri. Katakan padanya agar tidak mempercayai Mi Ri." Hee Joo berkomentar, "Bagaimana bisa begitu? Selama hanya aku yang menderita maka aku rela. Aku hanya butuh waktu...."


Ibu Myung Hoon dan Adik Myung Hoon melihat berita di TV Mengenai Mi Ri yang akan menikah dengan Yoo Hyun. Merke berdua terkejut mendengarnya karena yang mereka tau itu Mi Ri adalah kekasih dari Myung Hoon. Ibu Myung Hoon bilang pada adik Myung Hoon bahwa Myung Hoon dan Mi Ri pasti memiliki sebuah alasan. Tapi Adik Myung Hoon tidak menerima hal itu dan mengatakan bahwa Mi Ri pasti berpindah hati pada Yoo Hyun karena Yoo Hyun lebih memiliki uang.


Asisten Kim sedang mencari resume, sertifikat milik Mi Ri karena Myung Hoon lah yang memintanya. Seorang staff bertanya, "Mengapa dia(Myung Hoon) membutuhkan data milik Jang Mi Ri?" Asisten Kim menjawab, "Bukankah ini karena dia adalah tunangan dari Direktur Song Yoo Hyun." Staff itu bertanya dengan bingung, "Jadi... Jang Mi Ri dengan Direktur Myung Hoon tidak memiliki hubungan?" Asisten Kim segera meninggalkan ruangan data dan pergi ke ruangannya Myung Hoon.


Asisten Kim masuk kedalam ruangan Myung Hoon dan menyerahkan data yang diminta oleh Myung Hoon. Myung Hoon pun kemudian melihat kembali data-data itu.


Lee Hwa sedang menelfon Ayah Yoo Hyun, "Apa maksudmu dengan sedih? Aku sangat bangga dengan apa yang dia telah lakukan. Melihat orang-orang membicarakan mengenai perusahaan.... Aku hanya bersikap seolah-olah tidak mengetahuinya. Jika aku tidak perlu melakukannya kembali bukankah itu bagus bagi kita semua?" Ayah Yoo Hyun tersenyum, "Jika saja Yoo Hyun mengetahui bahwa kau melakukan ini demi dirinya. Ah mengetahui hal seperti ini aku rasa kita tidak perlu menundanya kembali. Bagaimana jika kita majukan tanggal pertunangan mereka?" Wajah Lee Hwa terlihat berubah saat mendengar hal ini, "Oh baiklah. Lagipula ini aku sedang memanggil dia(Mi Ri) untuk makan malam bersama. Ya tentu saja. Kita bisa lakukan apa yang mereka inginkan. Ya." Lee Hwa mematikan telfonnya dan wajah dinginnya pun kembali terlihat.


Mi Ri datang kesebuah Restaurant dan mengatakan pada pelayannya bahwa dia datang untuk bertemu dengan Lee Hwa. Pelayan itu mengerti dan kemudian mengantar Mi Ri menuju ruangan Lee Hwa.


Lee Hwa meminum tehnya dan kembali mengingat percakapannya dengan Manager Han. Manager Han kembali mendapatkan informasi mengenai masa lalu Mi Ri, "Setelah dia diadopsi dia di bawa ke Jepang. dan kini kedua orang tua angkatnya sudah meninggal. Dia besar di tempat yang berbeda. Dan tidak ada satupun relasi yang dapt ditemukan. Dan.... Walaupun hal ini belum terkonfirmasi, tapi para staff Hotel A mengatakan bahwa Jang Mi Ri memiliki hubungan dengan Direktur Jang Myung Hoon." Lee Hwa menatap Manager Han, "Rumor tidak mungkin beredar jika tidak ada hal yang mendukungnya. Kau tetaplah cari informasi mengenai rumor itu. Sejak kapan mereka berhubungan, berapa lama dan cari tahu segalanya." Manager Han mengangguk mengerti dan kemudian pergi meninggalkan ruangan Lee Hwa.


Pelayan itu mengantar Mi Ri menuju ke ruangan dimana Lee Hwa sudah menunggunya. Mi Ri meminta maaf pada Lee Hwa karena membuat Lee Hwa datang terlebih dahulu. Lee Hwa berkomentar pada Mi Ri, "Tidak apa-apa. Persiapan seseorang dalam pertemuan memang berbeda-beda untuk membuat parter bertemunya terkesan." Mi Ri terkejut medengar hal itu. Lee Hwa kemudian mempersilahkan Mi Ri untuk duduk. Lee Hwa mengatakan bahwa dia tidak mengirimkan mobil untuk menjemput Mi Ri di Hotel A karena takut membuat orang curiga. Mi Ri menjawabnya santai, "Tidak apa-apa Ibu. Tempat ini mudah dicari." Lee Hwa terkejut, "Ibu?" Mi Ri menjadi salah tingkah, "Ah maaf. Jika kau merasa tidak nyaman maka..." Lee Hwa memotong ucapan Mi Ri, ""Tidak. Kita tidak perlu mempermaslah hal itu. Orang-orang justru akan menatap aneh jika kau tidak seperti itu. Ah ya maksudku memanggilmu kemari karena ada yang ingin dibicarakan." Mi Ri tersenyum kaku pada Lee Hwa.




Pst :

Di Epiosode ini keliatan banget penderitaan Hee Joo dan Myung Hoon karena keegoisan Mi Ri. Menurut Zola sih Mi Ri sebenernya udah suka sama Myung Hoon karena Myung Hoon lah yang pertama kali membuat Mi Ri merasakan memiliki keluarga. alasan dia memilih Yoo Hyun ya karena hartanya. Dan Mi Ri terlihat mencoba membiarkan dirinya mencintai Yoo Hyun. Sekedar Info aja kalau Miss Ripley ini sebenarnya diangkat dari kisah nyata. Astaga ternyata ada ya perempuan seperti ini ckckckck.


Lebih suka Mi Ri dengan Yoo Hyun atau Myung Hoon? :-)