Sinopsis Miss Ripley Episode 11


MISS RIPLEY
EPISODE 11

Yoo Hyun bersama Asistennya pergi ke sebuah apartemen yang terlihat kumuh. Asisten Yoo Hyun kemudian menyerahkan sebuah amplop pada Yoo Hyun dan menceritakan mengenai hasil penyelidikan yang dia dapatkan mengenai Mi Ri, "Ayahnya meninggal pada tahun 1992 karena kecelakaan lalu lintas. Dan mengenai Ibunya, Kim Jeong Su... catatan kehidupannya telah dihilangkan. Aku rasa itu tidak mudah mencarinya." Yoo Hyun kemudian menatap apartemen kumuh di hadapannya, "Jadi disinilah Mi Ri tinggal saat dia masih kecil?" Asistennya menjawab, "Ya ini adalah tempat tinggalnya sebelum di ke panti asuhankan."


Mi Ri kini sedang bertemu dengan Lee Hwa. Lee Hwa berkata pada Mi Ri, "Aku berharap pernikahan Yoo Hyun dapat membuat perusahaan menuju ke fase berikutnya. Ketika Direktur Utama(Ayah Yoo Hyun) menyetujui pernikahan ini, ini lah salah satu alasannya. Tapi faktanya, jika kalian pertama kali bertemu di sebuah penginapan itu benar... hmm sejujurnya itu sesuatu yang sulit dipercayai. Terlepas dari masalah dimana kalian saling bertemu, kau pasti mengetahui siapa dia sebenarnya dan kemudian bersikap polos, asumsi itu.... Entah kau memiliki alasan lain atau tujuan lain." Mi Ri terkejut mendengar pernyataan langsung dari Lee Hwa itu, "Maksud dengan tujuan itu...."

Lee Hwa melanjutkan ucapannya, "Berbicara secara nyata, Status Yoo Hyun, penghasilan dan lainnya. Dalam situasi ini itu bisa menjadi tujuanmu." Mi Ri berkata, "Aku mengerti apa maksud anda, tapi...." Lee Hwa kembali memotong ucapan Mi Ri, "Kau tidak memiliki rumah dan tidak memiliki keluarga. Tapi untunglah alasan di konfrensi pers itu tidak terlalu buruk. Aku katakan padamu sebagai perspektif dari para penonton. Walaupun aku tidak memegang prasangka, pernikahan itu adalah dimana saling membantu sebagai keluarga. Di dalam keluarga yang seperti kami, harus ada standarnya, entah itu terlihat dari kebudayaan atau perspektif lainnya. Atas nama cinta itu memang bagus. Tapi cinta itu tidak bertahan lama. Untuk perjuangan orang-orang yang terobsesi dengan masa depan... Itu akan menjadi penyesalan. Bukan hanya akan menghancurkan dirinya tapi juga diri orang lain. Walaupun menikahi Kaum socialite, mereka akan bercerai dan kembali ke kehidupannya semula. Tidak peduli apa alasannya...."

Mi Ri terlihat menahan tangisannya, "Aku mengerti maksudmu. Aku tumbuh tanpa rumah dan juga orang tua...." Lee Hwa tersenyum, "Baguslah jika kau mengerti. Dan itu artinya kau yatim piatu!" Mi Ri mulai menitikan air matanya, "Karena aku yatim piatu maka kau merasa tidak nyaman kan? Aku mengerti. Jika kau bertanya apakah aku mendekatinya karena uang, aku tidak memiliki pembuktian apapun. Karena jika aku membuktikannya itu artinya aku harus menyerah. Aku sangat mengerti karena aku adalah yatim piatu." Lee Hwa tersenyum penuh kemenangan, "Apakah itu artinya kau akan memutuskan hubunganmu dengan Yoo Hyun?" Mi Ri menjawab, "Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Aku tidak mau dikasihani." Lee Hwa kemudian mengeluarkan rencana jahatnya, "Aku dengar kau memiliki hubungan special dengan Direktur Jang Myung Hoon. Sebelum semua ini ketahuan, bukankah lebih baik kau menyerah dari sekarang?" Mi Ri sangat terkejut karena Lee Hwa bisa mengetahui mengenai hubungan dia dan Myung Hoon dahulu.

Ponsel Mi Ri bergetar tanda ada panggilan masuk. Yang menelfon itu adalah Yoo Hyun. Lee Hwa berkata santai, "Angkatlah." Namun Mi Ri masih terlalu shock dengan ucapan Lee Hwa mengenai hubungannya dengan Myung Hoon sehingga dia tidak mengangkat telfon Yoo Hyun. Lee Hwa kembali berkata pada Mi Ri, "Baguslah jika kita saling mengerti satu sama lain. Dan lebih baik jika pertemuan ini dirahasiakan dari Yoo Hyun. Ah silahkan minum tehnya, ini bagus untuk menenangkan hatimu." Mi Ri hanya terdiam saja.


Lee Hwa dan Mi Ri keluar dari Restaurant itu. Lee Hwa masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Mi Ri. Lee Hwa tersenyum penuh kemenangan saat berada di dalam mobilnya itu. Sementara Mi Ri berjalan pergi dan mulai menangis.


Myung Hoon memutuskan untuk datang ke kantor Universitas Tokyo Alumni yang ada di Seoul. Myung Hoon teringat akan ucapan Direktur Choi, "Jika kau melihat di ijasahnya, penasihatnya itu adalah Professor Ishi. Tapi Professor Ishi sudah pensiun dari tahun 2001. Bagaimana mungkin dia manjadi penasihat jika sudah pensiun? Jang Mi Ri ini sangat aneh...." Myung Hoon menemui resepsionis dan mengatakan bahwa dia ingin melihat daftar lulusan Universitas Tokyo yang berasal dari Korea.


Yoo Hyun terlihat menanti kepulangan Mi Ri di depan apartemen Hee Joo. Saat Mi Ri datang, Yoo Hyun pun langsung menghampirinya, "Ada apa? Kau bahkan tidak mengangkat telfonku. Aku khawatir...." Mi Ri terlihat lemas dan meminta maaf pada Yoo Hyun. Yoo Hyun bertanya, "Apa ada yang terjadi? Ceritakan padaku." Mi Ri menggelengkan kepala, "Tidak. Tidak ada yag terjadi. Aku hanya kelelahan jadi aku ingin istirahat lebih awal." Mi Ri berniat masuk kedalam apartemen Hee Joo namun Yoo Hyun menghalangi langkahnya, "Ada apa? Pasti sesuatu telah terjadi." Mi Ri menatap Yoo Hyun, "Lalu apakah ada yang berubah jika kau tau apa yang terjadi? Jika aku mengatakan aku lelah, jika aku mengatakan orang seperti apa aku ini, apakah akan membuat perubahan?" Yoo Hyun terlihat khawatir, "Aku tidak bermaksud begitu... Apakah kau sedang sakit? Atau tidak " Mi Ri menjawab, "Jika aku mengatakan bahwa aku merasa tidak nyaman, apakah statusku sebagai yatim piantu akan berubah? Apakah Ibumu akan menerimaku? Maaf. Aku hanya sedikit sulit menerimanya." Yoo Hyun terlihat mengerti apa yang membebani Mi Ri, "Aku mengerti. Kau istirahatlah...." Mi Ri mengangguk dan kemudian berjalan masuk ke apartemen Hee Joo.


Yoo Hyun masuk kedalam mobil dan meminta pada Asistennya agar mencari jadwal yang dilakukan oleh Lee Hwa pada hari ini. Asistennya mengangguk mengerti.


Myung Hoon sedang mencari nama Mi Ri di daftar alumni Universitas Tokyo. Resepsionisnya berkomentar, "Aku sudah mengkonfirmasinya dan tidak ada yang namanya Jang Mi Ri." Myung Hoon kembali bertanya, "Apakah kau bisa memerika daftar nama mahasiswa yang absen?" Resepsionis itu menjawab, "Universitas Tokyo tidak memiliki sistem seperti itu." Myung Hoon pun akhirnya berjalan keluar dan mendapati kenyataan bahwa Mi Ri bukanlah lulusan Tokyo University.


Myung Hoon bertemu dengan Direktur Choi. Myung Hoon berkata dengan lirih, "Semuanya adalah kebohongan. Semuanya..." Direktur Choi juga terlihat terkejut dengan kenyataan ini, "Aku tidak menyangka masalah ini menjadi masalah besar. Bagaimana bisa dia menipu orang-orang?" Myung Hoon ikut berkomentar, "Ini bukan ditipu oleh orang lain, tetapi oleh dirinya. Aku merasa bodoh." Direktur Choi berkata pada Myung Hoo, "Kau terlau baik Myung Hoon. Apakah kau masih mencintainya walaupun dalam kondisi seperti ini?" Myung Hoon menundukan kepalanya, "Aku tidak mau menyalahkan orang lain. Ini salahku." Direktur Choi kesal dengan sikap Myung Hoon yang terlalu baik pada Mi Ri, "YA! Kau membuatku marah! Bukan saatnya kau bersikap seperti ini. Kau cepat hubungi Professor Park sebelum semuanya terlambat. Jika dibiarkan terus maka kau juga bisa terseret kedalamnya. Bagaimana mungkin mau melakukan kesalahan seperti ini? Cinta sungguh mengerikan." Direktur Choi lalu mengeluarkan ponselnya dan menelfon Professor Park.


Asisten Yoo Hyun mendapatkan informasi mengenai jadwal Lee Hwa dan dia pun segera memberitahukan hal ini pada Yoo Hyun, "Menurut sekertarisnya, Direktur Lee Hwa pergi meninggalkan kantor pada sore hari untuk keperluan pribadi." Yoo Hyun bertanya, "Jam berapa itu?" Asisten Yoo Hyun kembali menjawab, "Sepertinya saat kita sedang berada di apartemen tempat Jang Mi Ri dahulu tinggal."


Yoo Hyun pulang ke rumah dan bertemu secara langsung dengan Lee Hwa. Lee Hwa bertanya santai, "Apa yang ingin kau bicarakan?" Yoo Hyun menjawabnya, "Aku dengar kau bertemu dengan Mi Ri hari ini." Lee Hwa mendengus kesal dan berkomentar bahwa Mi Ri tidak bisa menjaga rahasia, Yoo Hyun membela Mi Ri dengan mengatakan bahwa dia tau hal ini bukan dari Mi Ri. Yoo Hyun juga mengatakan bahwa dia ingin tau apa yang dibicarakan oleh Lee Hwa pada Mi Ri. Lee Hwa tersenyum sinis mendengarnya, "Tidak ada yang penting. Aku hanya mengatakan bahwa aku ingin bertemu dengan calon menantuku." Yoo Hyun berkata, "Dia satu-satunya yang aku cintai. Apakah kau perlu alasan lain?" Lee Hwa menjawab, "Tentu saja." Yoo Hyun bertanya dingin, "Pendidikan, keluarga, kekayaan, dan latar belakang. Apa maksudmu alasan seperti itu?" Lee Hwa menjawabnya, "Tentu akan lebih baik jika dia memiliki hal itu. Bagaimanapun juga aku berharap dia memiliki semua itu. Kalian harus cocok satu sama lain. Dan dia tidak memiliki hal itu. Itu sebabnya aku sedikit keberatan."

Yoo Hyun terdiam sesaat dan kemudian menatap Lee Hwa, "Ini mengejutkanku karena kau membahas mengenai standar dari mulutmu. Aku masih ingat kau menggunakan seragam Hotel saat aku pertama kali bertemu denganmu. Kau menunduk memberi salam saat aku dan Ayahku lewat. Bukankah kau memulainya seperti itu juga dan kini berakhir seperti ini?" Lee Hwa terkejut mendengar hal itu namun dia berusaha untuk menenangkan dirinya, "Aku merasa itu bukan hal yang memalukan." Yoo Hyun menatap Lee Hwa, "Memang ini bukan hal yang memalukan. Dalam pikiran, ini bisa menjadi sebuah pelajaran. Itu sebabnya aku rasa kau akan mengerti Mi Ri. Aku tidak tau bagaimana dirimu, tapi Mi Ri itu adalah tipe wanita yang mudah merasa kecewa. Jadi..." Lee Hwa momotong ucapan Yoo Hyun, "Aku tidak berpendapat seperti itu mengenainya. Aku.... Ah benar... Mungkin aku salah. Tapi bagaimanapun juga sebagai seseorang yang sudah hidup lama memiliki perasaan yang dapat dipelajari seiring berjalannya waktu. Jadi..." Yoo Hyun kembali menintrupsi omongan Lee Hwa, "Aku mengerti maksudmu dan menghargainya. Tapi bertemu dengannya di belakangku itu...." Lee Hwa terlihat kesal, "Apa maksudmu aku tidak menghargaimu?" Yoo Hyun menjawabnya, "Dari pandanganku, ini bukanlah hal yang harus aku diam dan menyaksikannya saja."

Yoo Hyun menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, "Bagaimanapun juga perasaanku, tapi aku akan selalu menganggapmu sebagai Ibuku." Lee Hwa berterima kasih atas pemikiran Yoo Hyun itu. Namun kemudian Yoo Hyun melanjutkan ucapannya, "Tapi tidak akan ada yang mengubah pemikiranku. Terserah kau akan setuju atau tidak, aku dan Mi Ri akan tetap menikah. Aku tidak mau kita berdebat karena hal ini." Yoo Hyun berdiri dari duduknya dan langsung meninggalkan Lee Hwa.


Mi Ri berada di dalam apartemen Hee Joo sendirian. Di menatap kalung pemberian Ayah Yoo Hyun dan terlihat menahan tangisannya.


Lee Hwa menelfon Managernya dan meminta agar dibuatkan jadwal pertemuan dengan Myung Hoon. Dan jika bisa maka jadwal pertemuannya dengan Ayah Yoo Hyun di batalkan dahulu.


Mi Ri datang ke Universitas Seoul dan bertemu dengan Professor Park. Professor Park sendiri terlihat terkejut melihat kedatangan Mi Ri, "Apakah ada yang bisa aku bantu?" Mi Ri tersenyum, "Ah aku datang karna mau membicarakan mengenai mata perkuliahan khusus lagi. Bukankah waktu itu kau mengatakan padaku akan mendiskusikannya?" Professor Park terlihat bingung, "Ah itu... Apa Direktur Jang Myung Hoon belum mengatakannya padamu?" Mi Ri ikut terlihat bingung, "Maaf apa maksudmu?" Professor Park menjawab, "Sudah ada seseorang yang menggantikan tugasmu untuk memberikan mata perkuliahan khusus. Apa kau tidak tau itu? Aku pikir Direktur Jang akan memberitahukannya padamu." Mi Ri terlihat sangat kesal saat mengetahui bahwa Myung Hoon lah yang melakukan semua ini.


Myung Hoon berkata pada Sh Young, "Informasikan pada seluruh staff untuk menghapus iklan Hotel A, hapus dari web dan semuanya." Shi Young terkejut, "Apa katamu? Mengapa tiba-tiba? Apakah ini karena urusan pribadimu(Dengan Mi Ri)?" Myung Hoon hanya menatap Shi Young dan Shi Young pun terdiam megerti, "Aku mengerti. Maaf aku salah bicara. Aku minta maaf."

Ponsel Myung Hoon berbunyi dan itu merupakan telfon dari Mi Ri. Saat Myung Hoon menjawab panggilan telfon itu, Mi Ri langsung bertanya dengan kesal, "Apa yang kau lakukan hah? Kita harus bertemu. Ada yang ingin aku bicarakan!" Myung Hoon menatap Shi Young yang ada di hadapannya dan berkata pada Mi Ri, "Kita bicara nanti saja. Aku sedang sangat sibuk." Myung Hoon kemudian memutuskan sambungan telfonnya. Shi Young bertanya pada Myung Hoon, "Apakah seluruh brosur juga harus ditarik kembali?" Myung Hoon menjawab bahwa dia akan memikirkan hal itu lagi. Dan kemudian Myung Hoon berjalan keluar ruangannya.


Myung Hoon datang ke rooftop dan bertemu dengan Mi Ri. Mi Ri menatap Myung Hoon kesal, "Aku kecewa...." Myung Hoon bertanya santai, "Kecewa? Apalagi yang kau harapkan dariku?" Mi Ri tidak percaya dengan yang dikatakan Myung Hoon, "Aku sungguh bodoh..." Myung Hoon mengomentari ucapan Mi Ri, "Benar. Akhirnya kau menyadari bahwa kau itu bodoh. " Mi Ri sudah sangat kesal mendengarnya, "Karena semua diantara kita sudah berakhir lalu mengapa kau tetap melakukan hal seperti ini padaku?" Myung Hoon menjawab, "Ini bukanlah akhir. Ini baru permulaan. Masalah ini berkaitan dengan orang-orang yang aku kenal. Semua orang ini jadi terlibat masalah ini karena aku. Jadi bagaimana mungkin aku hanya diam dan menyaksikannya?? Aku akan membuat semuanya kembali seperti semula." Mi Ri terkejut, "Lalu apa yang akan kau rencanakan padaku? Apakah kembali ke sisimu akan membuat semuanya kembali seperti semula?" Myung Hoon tidak menatap Mi Ri, "Tidak. Kau bahkan tidak tau posisimu ada dimana saat ini. Akulah yang membawamu hingga ke posisi ini jadi aku harus bertanggung jawab mengembalikanmu ke posisi semula."

Mi Ri benar-benar tidak mengerti semua ucapan Myung Hoon, "Apa maksud yang kau bicarakan?" Myung Hoon menatap Mi Ri, "Mulai sekarang, hal-hal yang kau inginkan tidak akan berjalan sesuai keinginanmu. Kau tidak bisa melanjutkannya lagi Mi Ri. Cukup aku yang merasakan sakit hati. Kau pikir seberapa besar aku mengetahui segala kebohonganmu?" Mi Ri hanya bisa terdiam saja tidak berkutik.


Yoo Hyun sedang berjalan-jalan bersama dengan Ayahnya di taman rumah sakit. Kemudian Ayahnya membahas mengenai perdebatan yang terjadi antara Yoo Hyun dan Lee Hwa, "Semalam kau melakukan sesuatu yang kau belum pernah lakukan. Ini bukan berarti aku tidak mengerti dirimu, tapi orang tua juga memiliki alasan untuk sebuah tindakannya. Kau harus mencoba mengerti juga. Terkadang kau merasa bahwa orang ini sudah cocok denganmu, tapi terkadang kau juga akan merasa ketidak cocokan. Lalu yang mana yang pantas? Hal seperti itulah pernikahan. Untuk menemukan sebagian dari dirimu(Wanita) kau harus memiliki pertimbangan. Tapi menngetahui kau menyukainya(Mi Ri) aku ikut senang. Aku dengar sangat sulit saat ini untuk menemukan seseorang sepertinya. Dia terlihat tulus. Tapi kau juga harus mengerti posisi Ibumu. Bukan berarti Ibumu matrealistis, dia hidup di dunia seperti ini dan mengetahui banyak hal." Yoo Hyun mengatakan bahwa dia mengerti maksud Ayahnya itu.


Hee Joo berjalan keluar dari Mondo Group dan kembali mengingat momment saat dia memberikan surat pengunduran dirinya pada Yoo Hyun namun Yoo Hyun secara langsung menolak pengunduran diri itu.


Mi Ri dan Yoo Hyun pergi bersama ke sebuah store perawatan. Yoo Hyun memilih sebuah produk dan meminta pada pelayan agar dibungkus. Pelayan itu berkomentar, "Apakah ini untuk kekasih anda? Kekasih anda pastilah sangat bahagia." Mi Ri dan Yoo Hyun hanya sama-sama tersenyum.


Kemudian Yoo Hyun membawa Mi Ri ke sebuah butik pakaian. Pelayan Butik itu dengan ramah menyambut kedatangan Yoo Hyun dan Mi Ri. Pelayan Butik itu lalu berkomentar mengenai Mi Ri, "Omo... melihatnya secara langsung sungguh cantik. Aku penasaran siapa yang akan kau(Yoo Hyun) nikahi. Kau sangat beruntung." Mi Ri tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Yoo Hyun lalu bertanya pada pelayan itu, "Dress seperti apa yang akan cocok untuknya?" Mi Ri terlihat bingung dan bertanya pada Yoo Hyun, "Apakah kita mencari gaun pernikahan?" Yoo Hyun menjawab, "Lalu kau ingin memakai pakaianmu ini saat nanti kita bertunangan? Kau hanya memiliki aku jadi akuyang akan mengurusnya." Mi Ri tersenyum menatap Yoo Hyun.

Pelayan itu lalu berkomentar, "Karena anda mencari gaun disini maka kami sengaja menutup butik. Ah ya ayo kita coba beberapa gaunnya. Direktur Jang dari Hotel A juga adalah tamu kami." Mi Ri langsung terdiam mendengar hal ini, sementara Yoo Hyun justru terlihat bersemangat, "Oh benarkah?" Pelayan itu menjawab, "Ya. Apakah kalian mengenalnya?" Yoo Hyun yang kini menjawab, "Ya. Kamu memiliki hubungan kerja sama." Mi Ri tidak mau mereka berlama-lama membicarakan mengenai Myung Hoon makanya Mi Ri pun berkata pelayan butik bahwa dia ingin segera mencoba pakaiannya.


Mi Ri mulai mencoba gaunnya dan Yoo Hyun benar-benar terpana melihatnya....


Setelah dari Butik itu, Yoo Hyun dan Mi Ri pergi makan bersama. Mi Ri terlihat diam sepanjang makan makanya Yoo Hyun bertanya, "Ada apa? Apa tidak cocok dengan seleramu?" Mi Ri menggelengkan kepala, "Bukan itu.... Aku hanya tidak tau apa yang bisa aku lakukan untukmu." Yoo Hyun tersenyum dan menjawab, "Kau cukup bekerja dengan baik dan mencintai aku." Mi Ri lalu mulai bercerita mengenai pekerjaannya, "Sebenarnya... Akhir-akhir ini atmosphere di kantor terasa sedikit tidak nyaman." Yoo Hyun bertanya, "Apa sesuatu telah terjadi?" Mi Ri menjawab, "Bukan... Hmm ini karna Direktur Jang Myung Hoon. Ada rumor yang tidak enak beredar dikantor." Yoo Hyun mengatakan pendapatnya, "Itu mungkin salah paham. Dia bukan tipe seperti itu." Mi Ti berkata, "Aku mencoba berhati-hati membicarakan ini denganmu karena aku tau apa yang kau pikirkan mengenai Direktur Jang. Dan lagi dia adalah penyelamatku. Dia lah yang membawaku ke Hotel A. Dan jika bukan karena Direktur Jang, sepertinya aku tidak bisa bekerja di Hotel A. Tapi kemudian ada rumor yang beredar..." Yoo Hyun semakin penasaran mendengarnya, "Apa itu?" Mi Ri menjawabnya, "Hmm ini mengenai wanita."

Yoo Hyun berjalan memasuki kantornya dengan perasaan yang bingung setelah mendengar penjelasan Mi Ri. Tadi Mi Ri menceritakan mengenai hal yang membuatnya tidak nyaman ada di kantor, "Banyak staff wanita yang tidak nyaman dengan Direktur Jang. Aku dengar, dia akan mengajak staff untuk makan malam dan membelikan wine dan champagne. Dia akan mengatakan bahwa dia merasa sendiri... Dan sebenarnya dia melakukan hal itu juga padaku. Itu lah yang membuatku tidak nyaman."


Yoo Hyun menceritakan hal yang diceritakan oleh Mi Ri itu pada Chul Jin. Dan Chul Jin pun berkomentar, "Apa katamu? Itu tidak mungkin. Aku merasa ini sedikit aneh. Aku bertemu dengannya minggu lalu dan dia terlihat baik-baik saja. Aku juga tidak mendengar rumor buruk mengenai Direktur Jang. Sebenarnya setelah dia dipromosikan menjadi direktur, dia bisa saja mengganti para staff tapi nyatanya dia tidak melakukannya. Ya kecuali Mi Ri." Yoo Hyun bertanya bingung, "Apa maksudmu?" Chul Jin menjawab, "Ini adalah hal yang paling tak terduga yang di lakukan Direktur Jang. Saat itu dalam ekadaan penting dia harus menemukan seorang penerjemah untuk Tuan Nakamura. Dan saat itu dia bertemu dengan Mi Ri. Dia memulai bekerja tanpa harus bekerja secara formal. Dia bahkan mendaptkan visanya karena bantuan Direktur Jang. Dia(Mi Ri) juga mendapatkan promosi sangat cepat setelah bergabung dengan Hotel A. Ah tentu saja dia melakukan hal yang baik pada kejadian putri Perdana Mentri Jepang itu. Dan dari mana kau mendengar berita seperti ini? Ini sungguh tidak masuk akal. Kau cobalah cari waktu dan bertemu langsung dengannya untuk membahas hal ini."


Lee Hwa datang ke sebuah tempat dan diantar oleh Manager Han. Saat Manager Han akan mengantar masuk Lee Hwa, Lee Hwa menolaknya dan meminta pada Manager Han agar menunggunya di luar saja.


Lee Hwa masuk ke tempat itu yang merupakan tempat untuk menyimpan harta-harta berharga. Lee Hwa memasukan kode loker yang dia punya dan kemudian saat pintu sudah terbuka, dia pun mengambil kotak yang dia simpan itu. Di dalam kotak itu terlihat ada beberapa dokument yang disimpan dan salah satunya adalah passportnya. Lee Hwa membuka sebuah dokument peribadinya dan di dalam dokument itu terselip sebuah foto Lee Hwa bersama dengan Mi Ri saat kecil. Lee Hwa menatap foto putrinya itu dan kemudian menyimpannya kembali. Lee Hwa mengeluarkan sebuah amplop besar dari dalam tasnya dan kemudian memasukan kembali loker itu ke tempat semula. Ternyata Lee Hwa adalah Ibu kandung Mi Ri yang telah meninggalkan Mi Ri saat kecil. Namun Lee Hwa sendiri tidak tau bahwa wanita yang akan menikahi Yoo Hyun itu adalah Mi Ri yang merupakan putrinya.


Si Young pergi bersama dengan Hee Joo. Hee Joo memberi tahu mengenai rencananya yang ingin mengundurkan diri dari Mondo Group. Shi Young berkomentar, "Karena surat pengunduran dirimu itu belum di proses maka kau diberi cuti? Itu bagus. Selama kau memiliki kesempatan maka cobalah untuk belajar. Itu bagus."

Kemudian mereka berdua pergi ke sebuah cafe. Shi Young membahas mengenai Mi Ri, "Mi Ri... Dia bilang bahwa dia awalnya tidak tau jika Yoo Hyun adalah pangeran mahkota. Apakah dia berbohong? Aku hanya merasa aneh. Saat pesta antara Mondo dan Hotel A, aku juga datang ke tempat itu dan melihat Mi Ri mengenakan gaun yang sangat bagus. Walaupun aku wanita, tapi aku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya. Aah waktu itu Myung Hoon mengatakan padaku bahwa dia mau menyapa Song Yoo Hyun. Aku melihatnya dengan mata kepalaku." Hee Joo terlihat diam saja karena tidak tau mau berkomentar apa. Shi Young melanjutkan ucapannya, "Tapi kemudian dia mengatakan bahwa dia tidak enak badan dan pulang ke rumah. Tapi aku melihat dengan jelas bahwa hari itu dia baik-baik saja. Bukankah kau emrasa ini juga aneh? Ngomong-ngomong, sejak awal aku tidak menyukai Mi Ri. Singkatnya, ada orang yang tidak mampu , walaupun sudah menerima bantuan tapi dia selalu pamer. Dan ada juga orang yang terluka dan jatuh namun cepat kembali. Bukankah begitu?" Hee Joo lagi-lagi hanya diam mendengarkan ucapan Shi Young.


Hee Joo berjalan pulang dan dia memikirkan pertanyaan Shi Young mengenai Mi Ri yang sebenarnya sudah tau status Yoo Hyun atau belum. Namun Hee Joo segera menggelengkan kepalanya menampik semua kecurigaannya.


Myung Hoon menemani Ibunya untuk periksa ke Dokter. Dokter berkomentar bahwa kesehatan Ibu Myung Hoon sudah lebih baik, tapi tetap tidak boleh terkena stress. Sepulang dari Dokter, Myung Hoon memutuskan untuk mengantar Ibunya pulang. Di perjalanan Ibunya Myung Hon menanyakan mengenai Mi Ri, "Apakah kalian berdua sudah berakhir? Kenapa?" Myung Hoon mengenggam tangan Ibunya, "Ya. Aku tidak menyukainya lagi." Ibu Myung Hoon berkomentar, "Tentu saja. Mana ada wanita yang mau mencintai pria yang sudah pernah bercerai. Cinta bukanlah sesuatu yang perlu kau dikte. Mengapa kau melepaskannya? Hidup sendiri itu seprrti hidup dengan kekosongan. Membiarkan dia pergi tanpa kau menahannya, apa yang kau pikirkan?" Myung Hoon diam saja tidak berkata apa-apa lagi.


Myung Hoon mengantar Ibunya hingga depan rumah. Adik Myung Hoon keluar menyambut mereka. Ibu Myung Hoon bilang pada adik Myung Hoon bahwa Myung Hoon belum makan, Adik Myung Hoon pun menawarkan agar Myung Hoon makan dahulu namun Myung Hoon menolak. Ibunya terlihat kesal dan justru jadi mengusir Myung Hoon pergi. Ibu Myung Hoon pun mendahului mereka berdua untuk masuk kedalam rumah. Adik Myung Hoon bertanya pada Myung Hoon, "Ada apa ini?" Myung Hoon hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia tidak tau.



Ibu Myung Hoon masuk kedalam rumah dan terus menggerutu mengenai Myung Hoon yang meninggalkan Mi Ri padahal terlihat jelas bahwa Myung Hoon mash mencintainya. Ibu Myung Hoon mendapatkan ide dan dia pun segera menelfon Hotel A untuk mendapatkan nomor telfon serta alamat Mi Ri.


Yoo Hyun membuat janji bertemu dengan Myung Hoon di sebuah Restaurant. Dan kemudian Yoo Hyun menceritakan mengenai rumor yang beredar di Hotel A mengenai Myung Hoon. Myung Hoon terlihat geram dan tau bahwa ini semua perbuatan Mi Ri. Yoo Hyun berkata pada Myung Hoon, "Aku harap kau tidak salah paham. Aku tidak mempercayai berita itu. Aku hanya memikirkan mengenai orang yang menyebarkan rumor itu untuk menjatuhkan reputasimu. Itu sebabnya aku ingin mengetahui orang itu."(Yoo Hyun tau dari Mi Ri kalau rumor itu sudah beredar jadi Yoo Hyun tidak berfikir bahwa rumor itu bibuat oleh Mi Ri.) Myung Hoon menjawab, "Tidak peduli apapun hukumannya, jika image Hotel A rusak karena aku. Maka aku akan mengundurkan diri. Tapi..."

Yoo Hyun memotong ucapan Myung Hoon, "Jika rumor itu benar.... Aku tetap percaya padamu. Tidak ada adik yang tidak percaya pada Hyungnya. Aku mengatakan hal ini karna khawatir dengan rumornya. Aku rasa kau harus memikirkan hal ini." Myung Hoon menjawab, "Setelah aku memberikan semuanya, aku kehilangannya. Jadi aku berusaha mengembalikan seluruh kesalahanku pada posisi awalnya. Jika tidak... Maka aku akan membiarkannya. Seperti yang kau katakan, jika seseorang mencoba menjelekkanku, aku berfikir bahwa ada sesuatu yang perlu aku lakukan. Aku akan bertanggung jawab dan mengundurkan diri. Tapi... Aku tidak akan melakukan itu. Walaupun aku harus melakukannya, tapi sebelumnya aku akan menyelesaikan segala permasalahan ini."


Hee Joo sedang berada di luar apartemen. Dan saat akan berjalan menuju apartemennya, Dia melihat ada seorang perempuan yang berdiri dan terlihat kebingungan makanya Hee Joo pun menghampirinya, "Apa anda sedang mencari seseorang? Siapa yang anda cari?" Perempuan yang datang itu adalah Ibunya Myung Hoon, "Hmm aku... Aku mencari Jang Mi Ri." Hee Joo tersenyum, "Oh aku teman satu apartemennya. Tapi bolehkan aku tau siapa anda?" Ibu Myung Hoon menjawabnya, "Karena kau teman apartemennya, pasti kau tau hal ini. Aku adalah Ibu Jang Myung Hoon." Hee Joo sedikit terkejut mendengarnya, "Oh aku juga kenal dengan Direktur Jang. Kalau begitu ayo menunggu di dalam saja." Namun Ibu Myung Hoon menolak karena tidak ada Mi Ri. Tapi kemudian Hee Joo melihat kedatangan Mi Ri dan memberitahukannya pada Ibu Myung Hoon. Ibu Myung Hoon terlihat senang saat bertemu dengan Mi Ri, sementara MiRi hanya terdiam karena terkejut.


Mi Ri dan Ibu Myung Hoon pun pergi ke sebuah cafe untuk berbicara. Ibu Myung Hoon lah yang mulai membuka pembicaraan, "Aku senang dapat bertemu denganmu. Saat di Rumah Sakit aku tidak bisa melihatmu dengan jelas. Aku hanya melihatnya dari foto saja." Mi Ri tidak berkomentar apa-apa dan terus menundukan kepalanya.


Yoo Hyun menelfon Mi Ri tapi ternyata ponsel Mi Ri tertinggal di apartemen sehingga Hee Joo lah yang mengangkatnya. Yoo Hyun bertanya pada Hee Joo, "Ah dimana Mi Ri? Aku dalam perjalanan kesana." Hee Joo menjawabnya, "Dia keluar sebentar. Tadi ada seseorang yang mencarinya." Yoo Hyun terlihat penasaran dengan siapa yang mencari Mi Ri, "Hm siapa itu?"


Ibu Myung Hoon berkata pada Mi Ri, "Dalam hubungan pastilah ada hal yang terjadi seperti ini. Walaupun ini tidak berjalan mulus... tapi... Myung Hoon terlihat lelah. Hatiku merasa tidak nyaman makanya aku datang mencarimu. Jika kau melepaskan segalanya maka kau akan menyesal. Kalian berdua saling menyukai. Sebagai Ibunya, yang aku pikirkan mungkin ada kesempatan agar kalian berbalikan kembali. Aku dapat merasakannya bahwa kau menyukai Myung Hoon. Aku memintamu agar memberikannya kesempatan lagi. Bagaimanapun juga ini bukan pertama kalinya kami merasa sedih, cukup satu kali saja. Aku mengatakan ini bukan karena dia putraku, tapi Myung Hoon adalah anak yang baik. Walaupun dia tidak mengekspresikan perasaannya, dia adalah orang yang sensitif." Mi Ri menatap Ibu Myung Hoon, "Bukan seperti itu Ibu. Aku mengenal Direktur Jang, dia sangat baik. Tapi... " Ibu Myung Hoon memotong ucapan Mi Ri, "Pernikahan memang seperti ini. Aku menyadarinya saat aku kehilangannya."

Mi Ri berkata kembali, "Aku mencintai Direktur Jang dengan tulus. Walaupun aku sendiri tidak tau mengapa jadi seperti ini, tapi... semakin kami mengenal satu sama lain hatiku pun menjadi tulis. Karena dia adalah orang pertama yang memberikan kehangatan padaku. Dia seperti Kakak dan juga Ayah bagiku." Ibu Myung Hoon bertanya, "Lalu mengapa?" Mi Ri menatap Ibu Myung Hoon, "Karena ada orang lain yang muncul. Orang itu... aku tulus mencintainya." Ibu Myung Hoon mengatakan bahwa dia tau hal itu dan sudah melihatnya dr TV. Mi Ri melanjutkan ucapannya, "Aku tidak tau pasti tapi aku tulus dengan orang ini. Aku mengubah seluruh hidupku dan aku tidak mau meninggalkannya. Maafkan aku. Aku sudah membuat keputusanku. Walaupun aku merasa bersalah pada Direktur Jang, tapi aku tidak mau melepaskan orang ini(Yoo Hyun)." Mi Ri lalu mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin yang dahulu pernah Myung Hoon berikan padanya dan dia kembalikan cincin itu pada Ibu Myung Hoon. Ibu Myung Hoon bilang pada Mi Ri agar tidak seperti ini namun Mi Ri tetap pada pendiriannya.



Yoo Hyun tiba-tiba meminta pada supirnya untuk menghentikan mobil. Yoo Hyun membuka kaca mobilnya dan melihat Mi Ri berada di luar cafe bersama seroang wanita tua. Wanita Tua itu terus mengejar Mi Ri namun Mi Ri terlihat menaiki Taxi dan pergi begitu saja.


Ibu Myung Hoon terlihat mulai pusing karena penyakitnya. Saat akan duduk di halte bis, dia terjatuh dan membuat orang-orang panik. Yoo Hyun yang melihat kejadian ini pun langsung turun dari mobilnya dan menolong Ibu Myung Hoon. Yoo Hyun menggendong Ibu Myung Hoon dan membawanya ke mobil untuk segera dibawa ke rumah sakit. Pada saat itu Yoo Hyun tidak tau jika wanita tua yang mengobrol dengan Mi Ri itu adalah Ibu Myung Hoon.


Mi Ri merenung sendirian di taman dekat apartemennya. Mi Ri mulai menangis saat mengingat ucapan Myung Hoon yang mengatakan bahwa Myung Hoon berharap bahwa wanita yang akan dinikahinya itu akan memakai cincin milik Ibunya dan berada disampingnya. Hee Joo datang mencari Mi Ri dan dia terdiam saat melihat Mi Ri yang menangis.


Yoo Hyun bertemu dengan dokter yang merawat Ibu Myung Hoon itu. Dokter mengatakan pada Yoo Hyun, "dia sudah melewati masa kritisnya. Tekanan darahnya juga sudah kembali normal. Tidak akan ada masalah lagi. Dan lagi sepertinya dia sedang dalam masa pengobatan." Yoo Hyun mengangguk mengerti. Lalu Asisten Yoo Hyun datang dan mengatakan bahwa dia sudah menelfon keluarga Ibu Myung Hoon itu. Namun Yoo Hyun belum tau bahwa wanita yang di bantunya itu adalah Ibu Myung Hoon.


Myung Hoon terlihat tergesa-gesa masuk kedalam rumah sakit sementara Yoo Hyun dan asistennya baru saja keluar dari rumah sakit. Para dokter mengantar Yoo Hyun hingga keluar rumah sakit dan mengatakan bahwa mereka akan menjaga pasien hingga keluarganya datang.


Myung Hoon masuk kedalam ruang rawat Ibunya dan dia pun mengenggam tangan Ibunya.


Yoo Hyun berada di kamarnya dan dia terlihat memikirkan banyak hal.


Myung Hoon mendatangi bagian administrasi dan ingin tau siapa orang yang telah membawa Ibunya ke rumah sakit. Tapi pihak administrasi mengatakan kalau mereka tidak menyimpan data seperti itu jika bisa menghubungi keluarga pasien.


Malamnya Mi Ri terlihat tidak bisa tertidur karena memikirkan semua kejadian yang telah terjadi.


Di kediaman Orang Tuan Yoo Hyun, para pelayan terlihat sibuk menyiapkan meja makan untuk jamuan makan. Bahkan Lee Hwa sendiri langsung turun tangan untuk menyiapkan segalanya. Ayah Yoo Hyun menelfon Yoo Hyun untuk memberi tahu hal ini, "Ibumu walaupun terlihat dingin di luar, tapi hatiny sangat hangat. Dia bahkan menyiapkan segalanya sendiri. Ah dia juga bahkan bilang bahwa dia mengundang tamu special untuk Mi Ri. Datanglah dan jangan terlambat." Yoo Hyun mengerti dan kemudian mematikan ponselnya.


Yoo Hyun mengatakan pada Mi Ri mengenai makan siang yang disiapkan oleh Lee Hwa, "Mereka hanya ingin makan siang bersama denganmu jadi kau tidak perlu gugup. Bahkan katanya ada tamu special untukmu." Mi Ri terlihat bingung, "Oh benarkah? Siapa itu?" Yoo Hyun berfikir dan mencoba mencari tahu, "Ah apakah mungkin relasi? Sebagian dari keluargaku tinggal di luar negeri, tapi sepertinya mereka ingin mengenalmu." Mi Ri hanya mengangguk dan kemudian terdiam. Yoo Hyun lalu membahas mengenai kejadian kemarin, "Hmm siapa dia? Wanita yang mencba mengejarmu? Aku melihatnya sedang berbicara denganmu kemarin. Dan aku merasa bahwa dia bukanlah orang asing bagimu." Mi Ri menjawabnya dengan berbohong pada Yoo Hyun, "Ah itu... Dia berasal dari daerah yang sama dan dia pernah aku bantu beberapa kali sehingga dia terus menempel padaku."


Mi Ri dan Yoo Hyun sudah sampai di rumah orang tua Yoo Hyun. Mi Ri berniat membantu Lee Hwa menyiapkan makanan namun Lee Hwa menolaknya, "Tidak perlu... Kami tidak akan membiarkan tamu melakukannya." Yoo Hyun terlihat kesal dan bertanya pada Lee Hwa, "Bukankah kita keluarga?" Lee Hwa menjawabnya dingin, "Kita belum tau hingga dia berjalan di gedung pernikahan." Lee Hwa tersenyum dan kemudian duduk di kursinya. Lee Hwa bergumam bahwa tamunya itu harusnya sudah datang. Yoo Hyun bertanya, "Siapa itu?" Ayah Yoo Hyun memberi tahu Lee Hwa bahwa dia belum memberi informasi mengenai tamu itu pada Yoo Hyun. Lee Hwa berkata sambil menatap Mi Ri, "Ah aku ingin kalian terkejut saat melihat tamunya. Mi Ri, kau jangan terlalu terkejut." Mi Ri terlihat penasaran dengan siapa tamu yang akan datang.

Pelayan di rumah Yoo Hyun itu masuk kedalam ruang makan dan bilang bahwa Direktur Jang telah datang. Mi Ri terkejut saat mengetahui bahwa tamu special yang datang itu adalah Myung Hoon. Myung Hoon datang ke ruang makan dan memberikan salam pada Ayah Yoo Hyun.