The Moon That Embraces the Sun 17


The Sun Embracing The Moon

Wol mengantar Yang Myung yang akan pulang dari Seohwalinseo. Yang Myung berkata Wol tidak perlu keluar mengantarnya.
Wol mengucapkan selamat jalan dan membungkuk. Yang Myung tanya, Wol tidak akan tiba-tiba menghilang kan?

Wol : Meskipun saya menginginkannya, kemana saya bisa pergi?
Yang Myung : Benar, karena kau tahanan sekarang. Kau tahanan dan juga peramal Wol.
Yang Myung ingin memastikan atau membuat dirinya percaya, kalau Wol bukan Yeon Woo. So sad..

Wol : Apa anda tidak keterlaluan?
Yang Myung berkata ia senang karena Wol adalah tahanan dan peramal. Yang Myung minta Wol masuk dan istirahat, ia pergi.

Wol berbalik dan memandang ke satu arah.
Yang Myung jalan pulang dan berpapasan dengan beberapa orang. Yang Myung tiba-tiba merasa tidak enak, karena orang2 itu membawa pedang.

Wol merasa ada yang datang, tapi karena tidak melihat siapapun, ia jalan masuk. Wol terhenti karena mendengar seseorang memanggilnya, Yeon Woo..Yeon Woo.

Wol menoleh dan terkejut, Raja ada di depannya. Raja jalan mendekati Wol.
Wol : Apa ini kenyataan?
Raja : Apa maksudmu?
Wol : Apa ini bukan ilusi? Apa ini ..benar-benar anda, Yang Mulia?

Raja : Ini bukan ilusi, ini benar2 aku yang datang untuk mencarimu, Yeon Woo..Aku tidak mengenalimu, aku benar2 bodoh.

Yeon Woo menangis. Raja mendekat dan memeluk Yeon Woo. Keduanya menangis. Rasa sedih, menyesal, dan lega jadi satu.

Yang Myung-gun tiba dan menyaksikan keduanya.

Sekali lagi, Yang Myung-gun harus patah hati.

Yang Myung jalan pergi sambil menangis. Ia bertemu Woon di jembatan. Woon memberi tanda untuk diam. Dibelakang Woon ada tiga pria tadi yang berpapasan dengan Yang Myung.

Woon berbalik dan menghadang tiga pria itu. Mereka langsung menghunus pedang dan menyerang Woon. Woon bergerak dengan cepat sekali, ia langsung membunuh tiga pria itu.

Tanpa menarik nafas, Woon langsung lari ke arah Seohwalinseo. Yang Myung sadar, Raja dan Yeon Woo dalam bahaya. Ia mengambil salah satu pedang milik pembunuh itu dan lari mengikuti Woon.

Raja dan Yeon Woo dikepung oleh sekitar 6 orang pembunuh bertopeng. Raja menggenggam tangan Yeon woo dan keduanya jalan mundur.

Mereka menyerang. Woon tiba tepat waktu menangkis serangan mereka dan langsung mengamankan Raja.

Woon menyerang mereka, tidak memberi ruang pada pembunuh mendekati Raja. Yang Myung datang dan berhasil membunuh satu orang.

Tapi Yang Myung sendiri terluka. Raja terkejut, Hyungnim! Raja langsung merebut pedang Yang Myung dan membunuh seorang pembunuh.
Woon berhasil menghabisi sisa pembunuh itu dan mengamankan situasi. Tapi sayang, datang lagi pembunuh yang mengepung mereka.

Raja dan Yang Myung bertukar pandang. Raja mengangguk pada kakaknya. Yang Myung mengerti dan langsung menarik Yeon woo lari.
Raja dan Woon menghadapi para pembunuh. Raja dan Yeon woo sempat bertukar pandang sebelum Yeon Woo lari bersama Yang Myung.

Yang Myung mengajak lari Yeon Woo. Ia tidak menjawab saat Yeon woo tanya mau kemana mereka.

Raja dan Woon berhasil mengatasi pembunuh2 itu. Woon berkata ada pondok kecil di sebelah Barat. Jika terjadi kondisi darurat, mereka berencana melarikan Nona ke sana.

Raja segera pergi ke pondok itu. Tapi tidak ada orang di dalamnya. Raja segera kembali ke kudanya dan pergi ke kediaman Yang Myung.

Salah seorang pembunuh yang lolos, menghadap Perdana Menteri Yoon. Yoon marah, kau membiarkan gadis itu lolos lagi?

Pembunuh itu lapor, ini karena Raja dan Pengawal Woon datang, juga P. Yang Myung yang membantu gadis itu melarikan diri.

Yoon geram, bagaimanapun caranya, gadis itu harus ditangkap dan singkirkan juga Gukmu Seongsucheong itu.

Nok Young jalan bersama Seol dan Jansil ke satu tempat. Nok Young ingat setelah bertemu Raja, Hyung sun menyampaikan perintah Raja. Nok Young adalah satu-satunya saksi dalam kasus Putri Mahkota.
Sampai dengan masalahnya selesai, Nok Young harus sembunyi. Ini perintah Kerajaan. Cari tempat dimana Nok Young tidak akan ditemukan, tapi jika Nok Young dipanggil, Nok Young harus segera kembali. Tapi jika, Nok Young melarikan diri atau bunuh diri, maka akan ada konsekuensi yang harus ditanggung.
(Misalnya, semua anggota Seongsucheong akan dipenggal? ya seperti itu contohnya.) Nok Young mengerti.

Seol melarikan diri dari mereka di sebuah persimpangan. Jansil terkejut, eonni! kau mau kemana?

Jansil takut Seol tidak akan kembali pada mereka.
Nok Young menenangkan Jansil, tidak apa-apa, dia akan kembali. Kau ikut aku.

Raja tiba di kediaman kakaknya, tapi Yang Myung juga tidak ada disana. Sekarang ia mulai cemas.

Raja kembali ke istana. Hyung Sun terkejut melihat darah di hanbok Raja. Ia langsung ingin memanggil Tabib, tapi Raja membentak. Tidak perlu!

Raja duduk dan wajahnya tampak geram, hari ini semua yang terjadi harus dirahasiakan.
Raja menahan marah, Yoon Dae Hyung..lalu ia memikirkan kakaknya dan Yeon woo.

Yang Myung jalan ke arah kuil Lady Park. Kebetulan Lady Park sedang keluar, ia terkejut melihat Yang Myung yang terluka. Yang Myung-gun!
Yang Myung hanya sempat berkata, eomeoni. Lalu pingsan.

Lady Park minta tolong Yeon Woo membawa Yang Myung masuk. Lalu Lady Park ingat pernah melihat Yeon Woo, saat Yeon woo dan Bo Kyung memberi hormat pada Ibu Suri, didepan Ratu dan juga dirinya. Ia tahu siapa Yeon Woo.

Lady Park merawat luka Yang Myung dibantu Yeon Woo. Ia baru buka suara, apa anda adalah putri Kepala Sarjana?

Yeon Woo tertegun, tapi tidak berani berbohong, ia membenarkan.
Ratu muka Lady Park menjadi sedih dan ia hanya menghela nafas. Yeon Woo bingung, ada apa?

Lady Park memandang putranya yang pingsan, ia menahan tangisnya, kenapa..kenapa kau harus tenggelam dalam cinta yang akan membuatmu sakit hati?

Lady Park duduk di luar bersama Yeon Woo. Ia tidak tahu bagaimana Yeon woo bisa bertahan hidup. Ia berkata kalau Yang Myung pernah menemuinya dan tanya apa ada yang dinamakan reinkarnasi, ia bersedia melepaskan semuanya, gelar, reputasi, kekayaan-nya. Tapi ada satu orang yang tidak akan pernah bisa ia lepaskan.
Yeon Woo menunduk, ia mengerti maksud Lady Park.

Lady Park menghela nafas, mungkin ia ingin menunjukkan padaku wanita yang menggerakkan hatinya, dan orang seperti apa dia. Lady Park menangis, hanya demi ibu yang seperti diriku, dia menyeret tubuhnya yang terluka untuk datang kesini.

Kim Chae Woon melihat keduanya, lalu pergi.

Woon kembali ke istana dan menghadap Raja. Raja berkata, jadi mereka tidak ada di kuil? Woon berbohong dan mengiyakan.
Raja sepertinya tahu kalau Woon bohong. Tapi ia diam saja dan mengajak Woon mengikutinya.

Raja masuk ke kamar mandinya. Raja minta semua pergi kecuali Hyung sun dan Woon.

Raja minta Woon memberikan pedangnya. Woon langsung menyerahkan pedang pada Raja. Hyung Sun mengamati Raja dengan waspada.

Tiba-tiba Raja mengarahkan pedang ke leher Woon. Hyung Sun ketakutan, Chon Na..! Mengapa anda melakukan ini?
Raja ke Woon : Tolong buka bajumu.
Hyung sun langsung menyilangkan tangan di dadanya hahaha...

Woon tidak mengerti. Raja berkata Woon benar2 tidak menyenangkan, Woon bahkan tidak berkedip dengan pedang di lehernya, paling tidak kau harus menunjukkan sedikit rasa takut.
Raja : Aku cuma bercanda.

Hyung Sun langsung komplain, Yang Mulia. Mengapa anda selalu seperti ini? Saya takut setengah mati.

Raja : Mencari mereka sepanjang malam yang dingin, pasti sangat melelahkan. Masuklah. Aku sudah menyiapkan ini khusus untukmu.
Woon : Sebagai pelayan anda, saya tidak bisa masuk ke dalam situ.

Raja : Cepat masuk. Ini perintah Kerajaan. Melanggar perintah Kerajaan berarti tidak setia. Menyebarkan bau badanmu padaku juga tidak setia (buahaha...Woon bau kecut..) Dan juga..tidak tegas diantara aku dan Kakak, adalah kejahatan.

Woon tertegun. Raja tahu ia bohong dan Raja kesal karena Woon sempat ragu dan berani berbohong demi Yang Myung-gun.

Raja memberikan pedang Woon pada Hyung Sun, jaga pedang Woon. Jika ia keluar dalam setengah jam, pakai pedang ini untuk menebasnya.
Woon : Yang Mulia.

Raja ; Woon, meskipun aku tidak bisa memberimu posisi yang lebih tinggi, aku menyayangimu diatas yang lainnya. Jadi, jangan sampai susah. Karena apa yang menyusahkanmu, akan menimpaku.
Raja jalan keluar. Sementara Hyung Sun memegang erat pedang Woon.

Paginya, Yang Myung-gun sadar dan meskipun menahan sakit, ia segera keluar mencari Yeon woo. Astaga..

Yeon woo dan Lady Park sedang membuat hiasan manik2. Yang Myung melihat keduanya dan ia tampak lega karena Yeon Woo masih ada di dekatnya.

Lady Park melihat Yang Myung, kau sudah bangun. Ia masuk ke dalam untuk mengecek sarapan dan memberikan waktu untuk mereka.

Yang Myung mengira Yeon Woo sudah pergi. Yeon woo berkata ingin bertemu Yang Myung sebelum pergi. Yang Myung mengajaknya jalan-jalan.

Keduanya jalan dan terdiam beberapa lama, lalu Yeon Woo tanya berapa lama Yang Myung tahu. Yeon Woo sadar, apa mungkin ..karena Haewooseok?

Yang Myung : Kalau tidak tahu justru lebih aneh kan. Haewooseok adalah istilah ciptaanku, saat memberikan batu itu padamu. Jadi, satu-satunya yang tahu namanya adalah kau.
Yeon Woo heran, lalu kenapa pura2 tidak tahu?

Yang Myung menahan tangisnya, ia tidak ingin tahu. Selama mungkin, ia ingin berpura-pura tidak tahu. Melihatmu hidup, aku sangat bahagia. Tapi, jika aku mengakui yang sebenarnya..
semuanya akan lenyap seperti mimpi. Apa kau tahu rasanya? Kalau kau buka mata di pagi hari, ada tempat dimana kau bisa pergi..dimana ada hal yang bisa kau lakukan, orang2 yang membutuhkan aku dan bisa melihat orang yang sangat kurindukan.
Aku sungguh sangat bahagia.

Yeon Woo : Saya juga ..sangat bahagia. Setiap kali jalanan tampak gelap dan dimana sepertinya tidak ada harapan, Yang Myung-gun selalu menjadi cahaya bagi saya. Karena anda, saya bisa menyingkirkan masalah saya untuk sementara dan tersenyum bahagia. Saat saya sebagai peramal Wol, atau saat saya sebagai Heo Yeon Woo, saya selalu merasa berterima kasih pada anda.
Tapi juga, selalu merasa sangat sedih. Saya tetap tidak bisa memberikan pada Pangeran, jawaban yang anda inginkan.

Yeon Woo ingin Yang Myung membebaskan diri darinya dan menemukan orang lain, dan hidup bahagia. Hanya ini yang bisa saya berikan pada Pangeran, ketulusan.
Yeon Woo pamit dan membungkuk pada Yang Myung.

Yang Myung menahan tangan Yeon woo, di kehidupan lalu, kau adalah milik Yang Mulia. Di kehidupan ni, apa kau tidak bisa tetap di sampingku?
Yeon woo tampak serba salah.

Tiba2 terdengar seruan, jelas tidak! Raja dan Woon tiba. Yang Myung dan Yeon woo tampak terkejut.

Raja jalan mendekat dan langsung melepaskan tangan kakaknya dari Yeon Woo. Ia memerintah Woon mengawal Yeon woo kembali ke istana.
Yeon Woo jalan mengikuti Woon, ia menoleh lagi dengan cemas ke arah kakak-beradik itu. Tapi tidak punya pilihan selain pergi bersama Woon.

Raja marah, hyungnim, apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan? Melarikan diri dengan wanita milik Raja adalah kejahatan.

Raja melemparkan pedang ke arah Yang Myung.
Yang Myung menangkap pedang itu, ia tertawa sinis: Apa anda ingin menghukum saya sebagai penghianat?

Raja : Jika aku ingin mengambil nyawamu, aku bisa menggunakan kekuatan dari hukum negara.
Yang Myung : Lalu ini apa?

Raja : Aku memberimu kesempatan untuk mengambil kepala Raja, hyungnim. Pedang di tanganmu..itu nyata. Jika kau mengambil kepalaku sekarang, kau akan menjadi Raja negeri ini, hyungnim.
Raja menghunus pedangnya. Yang Myung menahan air matanya dan menghunus pedangnya juga.

Keduanya mulai bertarung. Mirip seperti dulu, saat mereka remaja. Saat itu Yang Myung diatas angin dan mengarahkan tongkat ke leher PM Hwon.
Saat inipun, Yang Myung-gun juga lebih unggul dan mengarahkan pedang ke leher Raja.

Raja membentaknya : Apa kau pikir dengan menjadi Raja maka kau akan mendapatkan semua keinginanmu?
Yang Myung : Jika saya menjadi Raja, paling tidak saya tidak akan dipanggil penghianat.

Raja : Lalu, dengan tanganmu sendiri...kenapa kau ragu-ragu? Aku berkata penggal kepalaku!

Yang Myung justru gemetaran. Matanya penuh dengan air mata. Ia menarik pedangnya dan berbalik. Yang Myung tidak bisa melakukannya.

Raja : Hyungnim, Kau sudah menyia-nyiakan kesempatanmu hari ini. Kelak, jangan pernah berharap mendapatkan kesempatan lagi.
Yang Myung merasa marah, ia berbalik dan menatap Raja dengan tajam.

Raja akhirnya kembali ke istana, Woon mengikutinya. Hyung sun tampak cemas. Raja jalan masuk kamar dan berdiri di depan tirai, ia tanya apa Yeon woo bisa istirahat.

Terdengar jawaban dari balik sekat, Ya.
Raja : Apa aku boleh tanya sesuatu?
Yeon woo : Silahkan bertanya.

Raja : Apa kau merasa kau sudah dibawa ke sini dengan paksa?

Yeon Woo : Jika saya tidak bersedia, apa anda akan mengijinkan saya pergi? Hati saya sudah menjadi milik Yang Mulia sejak dulu. Jadi apa yang anda khawatirkan?

Raja : Apa aku boleh membuka pintunya?
Yeon Woo : Silahkan.

Raja memerintah pelayan membuka sekat. Mereka membukanya dan Yeon woo membuka pintu ruangan di belakang sekat. Yeon woo sudah ganti baju, sesuai dengan status bangsawan-nya. Sama seperti 8 th lalu.
Raja tertegun melihat Yeon Woo. Raja minta Yeon woo mendekat. Yeon woo maju beberapa langkah.

Raja : Lebih dekat lagi.
Yeon woo maju sedikit. Raja tidak sabar, ia jalan mendekat dan langsung memeluk Yeon woo. Semua orang memalingkan wajahnya.
Yeon woo merasa malu, tolong jangan seperti ini.

Raja melihat ke arah Hyung sun dan dengan matanya, ia menyuruh Hyun Sun menyingkirkan semua orang haha..
Hyung sun : Semuanya keluar.
Woon dan yang lainnya mundur teratur, keluar dari kamar Raja. Tinggal Hyung sun yang memandang Raja dengan pandangan terharu campur senang, awwww...lalu ia menutup pintu.

Raja memandang Yeon Woo, ia senang sekali. Akhirnya setelah 8 th.

Raja memeluk Yeon woo dan memanggil namanya berkali-kali. Yeon Woo tersenyum, Ya, Yang Mulia. ia juga terus saja menjawab panggilan Raja.

Raja jalan bersama rombongan dan ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Raja ingat kata2 Yeon Woo, kalau hatinya sudah menjadi milik Raja sejak lama, jadi kenapa harus khawatir. Raja melihat ke arah Hyung Sun yang ikut nyengir lebar.
Raja mendelik, behave..behave ..Hyung Sun tetap nyengir.

Rombongan mereka bertemu Perdana Menteri Yoon. Yoon tanya, Raja mau kemana. Raja berkata akan kembali ke kamarnya untuk istirahat, apa ada yang akan kau katakan padaku?

Yoon : Saya dengar anda meninggalkan istana dengan menyamar dan ada masalah yang terjadi. Apa Yang Mulia baik-baik saja?

Raja : Ini benar2 aneh..yang tahu kalau aku meninggalkan istana dengan menyamar hanya aku dan pembnuh itu, Perdana Menteri Yoon, bagaimana kau bisa tahu?

Yoon berkata sudah menjadi tugasnya sebagai Perdana Menteri untuk tahu semua yang terjadi pada Raja.
Raja berterima kasih atas perhatian Yoon. Ia akan jalan pergi, tapi berhenti dan tanya, kudengar Menteri Yoon suka berburu.

Yoon tanya kenapa Raja menanyakan itu. Raja berkata ada kompetisi militer sebentar lagi. Ia ingin belajar beberapa teknik berburu dari Yoon, apa kau akan mengajariku beberapa trik?

Yoon tersenyum, ia tidak punya trik khusus. Hanya kalau sudah mendapatkan target, ia tidak akan melepaskannya.

Raja mengulang, pertama kau harus menentukan target, mengejarnya terus dan tidak menyerah, sampai akhirnya kau menangkap dan membunuh buruanmu. Baik, aku akan mengingat itu.
Raja jalan pergi. Yoon tampak curiga.

Raja membaca laporan2 di kamarnya. Tapi ia tidak bisa konsentrasi. Raja tanya apa yang dilakukan Yeon Woo.
Yeon Woo : Membaca buku.

Raja : Saat aku tanya beberapa waktu lalu, bukankah kau juga mengatakan hal yang sama? Apa kau tidak bosan dengan itu?
Yeon Woo : Saya tidak bosan. Jadi Yang Mulia, tolong konsentrasi pada masalah negara saja.

Raja : Buku apa yang kau baca?
Yeon Woo : Saya membaca Han Bi Ja (Filosofi Cina)

Raja menghela nafas, apa buku itu begitu menarik? Yeon woo membenarkan, ya sangat menarik.

Raja menyerah, ia melempar gulungan laporan (yang beberapa waktu lalu membuat Raja marah2 karena para menteri tidak melaporkan semua masalah padanya, sekarang taruhan..Raja pasti berharap Menteri Shim San atau siapa itu menyembunyikan beberapa gulung laporan haha). Lalu menundukkan kepala. Tiba2 Raja seperti punya ide.

Yeon Woo masih asyik membaca, tidak mendengar ada yang mendekatinya. Yeon woo mengangkat wajah dan tertegun melihat Raja pindahan. Raja membawa laporan sekalian mejanya dan pindah ke kamar Yeon Woo :)
Raja meletakkan meja di depan meja Yeon woo, lalu melanjutkan baca laporan.

Raja kesal, apa buku itu begitu menarik sampai kau tidak mendengar kalau aku datang.
Yeon Woo : Kapan anda datang?

Raja ngomel dan mengeluh, tidak bertemu denganku selama 8 th dan aku bahkan tidak sebanding dengan Han Bi Ja? Yeon woo heran, apa anda cemburu dengan Han Bi Ja?
Raja mendengus, ha, cemburu? Aku merasa kalau aku sudah ditipu. Yeon Woo tidak mengerti, bagaimana bisa merasa ditipu.

Raja : Selama lebih dari 8 th ini, aku...tidak pernah mencintai orang lain, tidak sekalipun. Aku tinggal di istana yang penuh dengan 'bunga'. Demi menjaga kesucianku, apa kau tahu sebesar apa niat dan kekuatan fisik yang dibutuhkan? Haha..

Yeon Woo heran : Apa anda membutuhkan kekuatan fisik untuk melindungi kesucian anda?

Raja tidak percaya : Tentu saja! Bagaimana kau bisa mengerti malam dimana darah mudaku bergolak. Olahraga itu penting. Sangat penting. (ini benar2 dagelan)

Yeon Woo tidak percaya, Yang Mulia, anda berkata tidak pernah mencintai wanita lain. Itu bohong, ya kan?
Raja : Bohong? Kepada siapa aku memberikan perhatianku memangnya?

Yeon woo : Pada peramal Wol yang menjaga anda setiap malam, bukankah hati anda tergoda?
Raja awalnya bingung menyangkalnya, tapi kemudian ia sadar. Tidak tunggu dulu, bukankah Wol itu adalah kau?

Yeon Woo masih kesal, bagaimanapun, hati anda tergerak pada Wol dan bukan saya. Jelas kalau hati anda tergoda.

Raja tiba2 ketawa geli, Yeon Woo heran, kenapa anda tertawa? Raja geli, apa kau cemburu? pada dirimu sendiri? Ini sangat menggelikan.

Yeon Woo marah dan menutup muka dengan buku, kenapa anda seperti ini? Saya akan melanjutkan membaca. Yang Mulia silahkan melanjutkan membaca dokumen anda.

Raja menyingkirkan mejanya. Ia duduk di depan Yeon Woo dan menurunkan Han Bi Ja menyebalkan itu. Raja berkata benar2 lucu kalau kau cemburu dengan dirimu sendiri. Tapi, aku jatuh cinta untuk kedua kalinya pada wanita yang sama, ini bisa dikatakan tidak normal juga.

Raja tiba2 mencium Yeon Woo. Membuat Yeon woo terperanjat. Raja nyengir dan kembali duduk membaca dokumen seperti tidak terjadi apa-apa. Yeon woo justru tertegun melihat Raja dan melupakan Han Bi Ja-nya hahaha.

Yoon menghadap Ibu suri tua dan lapor kalau Heo Yeon Woo ternyata masih hidup. Ibu suri Tua merasa ini tidak masuk akal. Lalu ia sadar, ini pasti perbuatan Jang Nok Young.
Ibu suri Tua murka sekali. Beraninya kau..beraninya kau..

Yoon berkata Raja sepertinya tahu apa yang terjadi, karena ia sudah memanggil Nok Young dan setelah itu, Nok Young menghilang. Mungkin Raja yang menyembunyikannya. Gadis di Seohwalinseo itu juga disembunyikan oleh Raja.
Keduanya berarti disembunyikan Raja.

Ibu suri tua heran, jika Raja tahu, kenapa ia masih diam saja. Yoon merasa Raja menunggu waktu yang tepat atau masih belum tahu kebenarannya. Tapi bagaimanapun, mereka harus bergegas dan membunuh dua orang itu.
Meskipun akhirnya Raja tahu apa yang terjadi, tapi jika dua orang itu tidak ada lagi, maka kebenarannya akan terkubur.

Ibu Suri memutuskan akan menemui Raja.

Yeon Woo sekarang lebih sering memandangi Raja, daripada Han Bi Ja-nya. Raja melihat ke arah Yeon Woo dan keduanya tersenyum.
Hyung Sun juga cengar-cengir sendiri di luar kamar.

Tiba2 Ibu Suri Tua tiba. Hyung sun panik, ia memberi hormat dan Ibu suri tua minta diumumkan kedatangannya.

Hyung Sun teriak keras sekali : Chon Na!! dan juga lama sekali...Yang ..Mulia..Ibu ..Suri Tua..tiba!
Para dayang seperti sakit telinga mendengarnya.

Raja dan Yeon woo terperanjat. Raja bergegas membereskan meja beserta semua dokumennya. Ibu Suri tua tidak sabar lagi dengan Hyung Sun, ia memerintah untuk langsung membuka pintu kamar.

Hyung sun mengikuti Ibu suri masuk ke dalam. Raja masih memegang mejanya. Ibu suri dan Hyung Sun terpana.

Raja pura2 sedang olah raga dengan meja sebagai beban. Ha!

Yeon Woo gelisah di kamar sebelah, ia berusaha mendengar pembicaraan mereka.

Raja tanya kenapa neneknya tiba2 datang, kalau ingin bicara Nenek tinggal memanggilnya saja.
Ibu suri tua mengingatkan Raja kalau ia sudah berjasa menyelamatkan nyawa peramal Wol, apa anda ingat?

Raja ingat. Ibu suri tua menagih janji Raja padanya. Raja tanya apa permintaan neneknya.

Ibu suri tua ingin Raja menemukan Gukmu Seongsucheong Jang dan putri spiritualnya. Lalu menyerahkan mereka kepadanya.

Raja ingin tahu kenapa Neneknya menginginkan mereka. Ibu suri tua terus terang berkata, itu karena ia tahu Raja sudah menyembunyikan mereka.
Raja : Mengapa Nenek berpikir demikian? Mengapa Nenek ingin menemukan kedua orang itu..

Ibu suri tua berkata ia tahu Raja menyelidiki masalah 8 th lalu, Ibu Suri ingin Raja menghentikan-nya. Apa anda lupa? Mendiang Raja juga punya alasan mengubur masalah ini. Anda juga memiliki alasan yang sama.

Raja : Apa sebenarnya yang ingin Nenek sembunyikan?
Ibu Suri Tua : Jelas, saya menyembunyikan apa yang anda cari. Ini semua demi kebaikan Yang Mulia. Biar saya perjelas, ini untuk melindungi Yang Mulia dan orang-orang yang anda sayangi.

Raja ingin tahu siapa maksudnya. Ibu Suri hanya berkata, anda pasti sudah tahu. Saya ingin anda mempertimbangkannya, siapa yang paling ingin anda lindungi?

Ibu Suri hanya ingin Raja menjawab permintaannya, kata2 anda seperti emas. Itu yang anda janjikan pada saya.

Raja : Tentu saja, saya akan memenuhi permintaan Nenek. Tapi akan membutuhkan waktu mencari mereka. Jika Nenek percaya dan menunggu dengan sabar, saya akan pastikan Nenek bertemu mereka lagi. Jadi jangan cemas,

Ibu suri Tua tersenyum. Sementara Raja berpikir, kalau mereka bertemu itu pasti di pengadilan. Sebagai Saksi (Nok Young), Korban (Yeon Woo) dan Nenek, akan jadi penjahatnya.

Yeon Woo mendengar semuanya dan ia mengerti, pasti kakaknya yang dimaksud Ibu suri. Yeon Woo tampak sedih, Orabeoni..

Heo Yeom membaca buku di kamarnya, ia melihat pembatas buku hadiah dari adiknya dan ingat kata2 Hong Kyu Tae kalau Raja memerintahnya menyelidiki kemamatian Putri Mahkota 8 th lalu.
Yeom ingat saat ia protes pada ayahnya, ia tidak mau pergi saat Yeon Woo sakit keras. Tapi Tuan Heo memaksanya, karena Yeom adalah penerus keluarga dan mereka tidak tahu apa penyakit Yeon woo ini menular atau tidak.

Yeom teringat Yeon Woo dan ia jalan keluar. Yeom mendengar suara. Ia berseru, siapa itu? tunjukkan dirimu atau aku panggil penjaga!

Yeom jalan mendekati sudut rumah dan tertegun melihat seorang gadis, Seol. Yeom tidak mengenali Seol, kau siapa?
Seol : Saya pelayan anda, Seol. Tuan Muda.

Yeom terkejut, Seol? Ah..kau anak yang melayani Yeon woo, ya kan?

Seol membenarkan. Yeom heran kenapa mengendap-endap seperti kucing dan tidak masuk lewat pintu depan?

Seol berkata ia cuma lewat dan mampir sebentar. Lagipula ini juga sudah malam. Yeom tersenyum, tidak apa-apa. Yeom menanyakan kabar Seol.
Seol : Saya masih seorang budak, tapi saya memiliki majikan yang sangat baik. Saya hidup dengan baik, Tuan Muda.

Yeom minta Seol tidak memanggilnya Tuan Muda lagi, karena Seol bukan pelayan mereka lagi. Seol menatap Yeom dan dalam hati berkata, baginya, Yeom akan selalu menjadi Tuan Mudanya. Seperti saat anda memberi saya nama, Seol.
Yeom heran kenapa Seol menatapnya seperti itu, apa ada yang ingin kau katakan?

Percakapan mereka terputus oleh panggilan Ny. Heo. Apa yang kau lakukan diluar Yeom?
Yeom ingin menunjukkan Seol pada ibunya, tapi Seol sudah menghilang.

Ny. Heo merasa P. Min Hwa sakit sejak pulang dari kuburan ayah Yeom. Ia ingin membawa Min Hwa ke istana untuk diperiksa oleh tabib. Yeom setuju saja.
Ibunya mengajak Yeom masuk menemui istrinya. Yeom jalan masuk, tapi menoleh sekali lagi mencari Seol.

Raja tidak bisa tidur, ia memikirkan kata2 Neneknya. Ibu suri tua punya alasan menyembunyikan masalah 8 th itu dan semua demi kebaikan Raja. Raja masih belum mengerti apa maksud Neneknya.

Yeon woo memanggil Raja, panggilan kedua baru dijawab, ya...maafkan aku. Aku sedang memikirkan sesuatu.
Yeon Woo mengingatkan Raja untuk istirahat, ini sudah larut malam.

Raja tidak bisa tidur, ia tanya kenapa Yeon Woo tidak tidur. Yeon Woo memberi alasan karena Raja juga belum tidur.
Raja tahu Yeon Woo pasti bosan setengah mati di kamar mungil itu.

Yeon Woo : Tapi saya ada di dekat Yang Mulia. Saya hanya ingin berada di dekat anda. Jangankan di ruangan kecil seperti ini, meskipun ini neraka, saya akan bergegas pergi tanpa ragu.

Raja mengajak Yeon Woo jalan-jalan. Keduanya jalan keluar hanya ditemani Hyung Sun dan woon. Raja mengajak Yeon Woo ke Paviliun Bulan Tersembunyi.

Raja ingin tahu kenapa waktu mereka bertemu terakhir kali disini, Yeon Woo tidak berkata kalau ia sudah ingat lagi. Kenapa kau sembunyi dariku? Jika kau mengatakan padaku saat itu..

Yeon Woo : Saya tidak sampai hati mengatakannya. Yang Mulia sudah memiliki Ratu disisi anda.

Ratu Yoon tiba2 terbangun dengan gelisah. Jo Sanggung bergegas masuk, Mama..apa anda mimpi buruk lagi?

Ratu : Ada sesuatu yang sangat aneh. Aku tidak tahu sejak kapan, tapi aku tidak mendengar lagi tangisan dari Paviliun Bulan Tersembunyi lagi.

Jo Sanggung : Ini..saya dengar peramal Seongsucheong sudah memasang jimat disana, mungkin rohnya sudah lenyap?

Ratu gemetaran, tidak..kau salah. Ia mencengkeram selimutnya erat2 dan tampak ketakutan. Pemilik Paviliun Bulan Tersembunyi sudah kembali untuk mengambilnya lagi.
Jo Sanggung bingung, Mama!
Ratu : Heo Yeon Woo, anak itu...pasti ada di satu tempat di dalam istana.

Jo Sanggung tampak sedih, Mama..anda harus tetap bertahan.
Ratu ingin minta ayahnya untuk menyingkirkan Yeon Woo lagi..tapi Ratu sadar, ayahnya pasti tidak suka melihatnya seperti ini.

Ratu menyuruh Jo Sanggung memanggil mata2 yang dulu mereka pekerjakan, saat ini juga. Ratu tidak peduli meskipun ini sudah tengah malam.

Yeon Woo menjelaskan, dia sudah dianggap meninggal dan sekarang ia hidup lagi, Yeon Woo menyadari pengaruh pada keluarga Raja dan Istana. Belum lagi, kebodohannya karena tidak bisa mengenali Raja.

Yeon Woo : Bagaimana saya bisa dengan mudahnya mengatakan kalau ini adalah saya?
Raja : Omong kosong, ini salahku kau sudah banyak mengalami penderitaan. Kau sudah menahan kesakitan dan ketakutan akan kematian. Sementara aku tidak berdaya melakukan apapun, ini semua adalah salahku.

Yeon Woo : Bukan itu maksud saya. Karena Anda tidak melupakan gadis biasa seperti saya selama 8 th, saya tidak bisa meminta apa-apa lagi. Jadi, saya memutuskan untuk terus mengingat dan merindukan Yang Mulia, meskipun Yang Mulia melupakan saya.

Raja janji, ia tidak akan melupakan orang2 yang telah membuat Yeon woo menderita, ia pasti akan membuat mereka membayarnya dan akan mengampuni mereka yang tidak bersalah, dan akan mengembalikan semuanya pada tempat yang semestinya.

Yeon Woo yang tahu keterlibatan Min Hwa minta Raja melupakan semuanya, apa yang terjadi di masa lalu, lebih baik ditinggalkan di masa lalu. Jika Raja sebelumnya ingin menutupi kebenarannya, dia pasti punya alasannya sendiri.

Raja memandang Yeon woo, ia heran. Raja mengutip kata2 Yeon Woo, "saya percaya pada anda. Saya percaya anda akan mengungkapkan kebenaran." Bukankah kau pernah mengatakan itu padaku? Tapi mengapa..?

Yeon Woo : Saya percaya pada Yang Mulia, tapi..saya takut kalau kebenarannya hanya akan menyakiti anda. Saya hanya ingin tetap disisi anda, saya tidak bisa minta yang lain lagi..

Raja tidak percaya, apa Yeon Woo suka ada di ruangan kecil dengan cahaya yang minimalis seperti itu. Yeon Woo menjawab, karena ia telah memiliki matahari disisinya, saya tidak membutuhkan sinar yang lain.

Raja tersenyum dan menggandeng Yeon Woo pergi. Yeon Woo heran, kita mau kemana Yang Mulia?

Raja membawa Yeon Woo ke Balairung istana, tempat di mana Eojwa (Takhta Raja) ada.
Yeon Woo tertegun, tempat ini..

Raja : Disini, dimana politik negara ini dimulai. Disini, aku mendengarkan masalah-masalah rakyat.
Aku memutuskan apa yang harus dilakukan untuk masyarakat.

Yeon Woo : Kenapa membawa orang seperti saya ke tempat sepenting ini?

Raja berkata saat pertama bertemu Yeon woo, Yeon woo mengingatkannya tentang kesalahan hukum negara dan kalau Raja negeri ini harus bermoral.

Yeon woo malu, ia merasa masih muda dan naif waktu itu.

Raja mengutip, dimata seorang anak, semua di dunia ini bisa menjadi masalah, dan semua di dunia ini juga bisa menjadi jawaban. Itu adalah pelajaran pertama yang diberikan gurunya, yaitu Kakak Yeon Woo.
Jadi, jika menurut seorang anak itu tidak masuk akal, berarti ada masalah. Jadi sebagai Raja, setiap kali aku harus membuat keputusan akan satu masalah, aku akan memikirkanmu dan juga guruku, dan apa yang telah kalian nasihatkan.

Raja menatap Yeon woo, aku akan berpikir seperti ini.

Yeon Woo terharu. Raja menunjuk lukisan Irworobongdo atau Irwoldo (Lukisan Matahari, Bulan dan Lima puncak di belakang takhta Raja). Kau lihat itu?

Saat aku masih sebagai Putra Mahkota, berdasar arti dibalik lukisan Matahari dan Bulan itu, aku menyuruh seorang seniman membuat binyeo wanita. Aku ingin memberikannya padamu saat aku memintamu menjadi Bulanku, sebagai tanda cintaku saat aku memintamu menikahiku.

Raja mengeluarkan kantung merah dari balik jubahnya, dan memberikan binyeo phoenix itu kepada Yeon Woo. Ini sebenarnya sepasang. Yang satunya lagi sudah kuberikan padamu. Aku menyimpan ini untuk diberikan padamu saat kau menjadi istriku. Aku ingin memberikan ini padamu.
Yeon woo mengamati binyeo phoenix itu dengan terharu.

Raja mengeluarkan kantung lain dari balik jubah (jadi ingin tahu, apa aja isi jubahnya Raja haha), kali ini kantung hitam, Raja sudah memerintah untuk mengambil barang2 Yeon Woo dari Seohwalinseo dan ia menemukan binyeo phoenix yang satunya lagi. Raja memberikan binyeo itu pada Yeon woo.

Sekarang di tangan Yeon woo ada sepasang binyeo phoenix rancangan Raja.

Raja : Hari ini..mereka berdua akhirnya menjadi satu.

Yeon Woo menangis. Raja mendekat dan mencium Yeon woo.


The Moon [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7], [8], [9], [10], [11], [12], [13], [14], [15], [16]