Rooftop Prince episode 1

Judul lain : Attic Prince
Genre : Fantasy, Comedy, Romance
Episode : 20
Produksi : SBS, 21 Maret s/d 24 Mei 2012
Tayang : Rabu-Kamis pk 21:55 (KRT)

Main Cast
Micky Yoochun as Lee/Yi Gak and Tae Young
Han Ji Min as Bu Yong and Park Ha
Jung Yoo Mi as Hwa Yong and Hong Se Na
Lee Tae Sung as Tae Mu
Lee Min Ho (1993) as Song Man Bo
Jung Suk Won as Woo Yong Sul
Choi Woo Shik as Do Chi San

Child Actor/Actress

Choi Won Hong as Lee Gak (young)
Jun Min Seo as Park Ha (young)
Kim So Hyun as Se Na (young)

Supporting Cast
Ban Hyo Jung as President Yeo Gil Nam (Tae Yong’s grandmother)
Ahn Suk Hwan as Yong Dong Man
Park Joon Geum as Aunt Wang
Lee Moon Shik as Yang Taek Soo
Song Ok Sook as Kong Man Ok
Kang Byul as Lady Mimi
Guzal Tursunova as Becky
Ahn Sang Tae as policeman
Kim Yong Gun
Lee Won Jong

Cameo
Kim Yoo Suk as king
Kil Yong Woo as Bu Yong’s father
Kyun Mi Ri as Bu Yong’s mother
Maeng Sang Hoon as Park Ha’s father
Kim Hyung Bum as Boo Yong’s brother

Notes :
Drama ini mengharuskan kita bolak-balik dari masa lalu ke masa kini, bertemu tokoh2 dengan wajah yang sama tapi berbeda karakter dari dua masa. Let's the show begin!

Episode 1

Jaman Joseon (Jangan tanya kapan dan tahun berapa, atau siapa Rajanya.)
Seekor kucing hitam berjalan di atas atap istana, ia seperti melihat sesuatu di langit, lalu ia melihat ke bawah dan tampak seorang Kasim berlari-lari di halaman istana.

PM Yi Gak terbangun. Ia menoleh ke samping dan terkejut karena istrinya tidak ada di sampingnya.

Yi Gak merasa kepalanya sakit dan mengambil air lalu minum dulu, Bin Gung (putri mahkota)..apa kau diluar? apa ada orang diluar? Tidak ada jawaban.
Yi Gak mengeraskan suara dan memanggil beberapa kali, sampai akhirnya ia teriak. Putra Mahkota hanya sendirian di istananya!

Yi Gak mendengar suara langkah kaki yang cepat. Ia keluar dan menemui Kasim, apa terjadi sesuatu?
Kasim menangis, Chon na..
Yi Gak : Katakan, apa yang terjadi?!

Yi Gak lari keluar dengan panik. Ia lari terus sampai ke kolam. Di pinggir kolam sudah ada banyak dayang dan kasim. Sesosok tubuh wanita yang mengenakan baju Putri Mahkota mengambang di kolam.
Pengawal istana juga berlari menuju kolam dengan panik.

Yi Gak syok, itu Putri Mahkota. Yi Gak jalan perlahan menuju kolam, Bin Gung...lalu semakin cepat ke arah kolam.
Tapi sebelum Yi Gak berhasil masuk ke kolam, pangawal istana berhasil menahannya. Yi Gak hanya bisa teriak2 Bin Gung! Bin Gung! Lepaskan aku! lepaskan! Apa yang kalian lakukan? Bin Gung!

Tubuh wanita itu belum diangkat dari kolam, lalu kita pergi ke masa kini, ada sesosok tubuh lain yang juga mengambang di air. Tubuh Tae Yong.

Kedua tangan mereka seperti bersinggungan, lalu muncul kenangan2, Yi Gak, Bu Yong, Hwa Yong, Tae yong, Park Ha, Se Na, tiga orang yang sama dalam dua kehidupan berbeda.

Flashback,
Yi Gak masih kecil dan Raja tanya, Putra Mahkota. Para Menteri semua merasa sangat gelisah ingin kau segera menikah. Baiklah, Putra Mahkota, gadis seperti apa yang ingin kau nikahi?

Yi Gak : Saya ingin menikahi gadis cantik.
Raja terkejut : Apa?
Seorang Menteri tanya pada Yi Gak, Yang Mulia maafkan kelancangan pelayan anda, tapi apa anda hanya akan peduli jika dia cantik?

Yi Gak : Kupikir, jika ia cantik maka aku akan ingin melihatnya setiap hari.
Yi Gak berkata ke ayahnya, Abamama..setelah ia menjadi Putri Mahkota, saya rasa jangan membiarkan dia di kamarnya sendirian saja.

Raja geli, apa katamu? lalu ia ketawa keras. Semua Menteri ketawa.

Istana mengeluarkan pengumuman mencari Putri Mahkota. Seorang gadis bangsawan, Hwa Young (Kim So Hyun ini laris sekali, setelah Ratu Yoon sekarang Hwa Yong dan Se Na remaja) mengamati wajahnya di cermin.
Adiknya Bu Yong masuk, Eonni! Hwa Yong eonni..ia tampak semangat sekali.

Hwa Yong : Bu Yong, apa yang membuatmu begitu gembira?
Bu Yong berkata kalau Raja sudah mengeluarkan pengumuman pelarangan menikah dan minta bio data para gadis yang belum menikah.

Hwa Yong : Benarkah? Itu berarti untuk memilih Putri Mahkota.
Bo Yong membenarkan dan apa kakak tahu kenapa rumah ini jadi ribut sekali? Karena ada rumor kalau ayah kita akan menjadi Ayah mertua Putra Mahkota, jadi semua orang mengirim banyak hadiah.

Hwa Yong langsung semangat, kalau ayah kita adalah ayah mertua PM, maka salah satu dari kita akan menjadi Putri Mahkota? Siapa yang akan menjadi Putri Mahkota?

Bu Yong yakin, pasti kakaknya. Ia sudah membayangkan, jika kakak dipilih jadi Putri Mahkota, ia akan sangat bahagia. Ia bisa melihat-lihat istana.
Hwa Yong janji, kalau ia yang dilipih, maka ia akan memanggil Bu Yong ke istana setiap hari. Kita akan makan snack lezat dan mengenakan baju yang cantik.

Bu Yong : Aku ingin tahu, seperti apa Putra Mahkota itu.

Hwa Yong dan Bo yong dipanggil orang tua mereka. Ayah berkata kalau mereka pasti sudah mendengar berita itu, kalau keluarga mereka juga akan mengajukan lamaran sebagai Putri Mahkota.

Ibu (Dayang Choi- DJG) berkata pada Hwa Yong, sebelum kau dipilih untuk masuk istana, kau harus ekstra hati-hati tentang apapun yang kau lakukan. Sebagai Putri Mahkota, kau bertanggung jawab pada kehormatan keluarga. Kau harus selalu mengingatnya.
Hwa Yong mengangguk. Tapi Ayah menyela pembicaraan mereka, dan berkata kalau ia sudah memilih Bu Yong yang akan maju sebagai Putri Mahkota.

Bu Yong : Aboji..
Semua terkejut. Ibu mereka tidak mengerti, Tuan, apa anda baru saja berkata Bu Yong?
Ayah membenarkan, Bu Yong juga akan masuk istana mengikuti pemilihan. Bu Yong terkejut, Hwa Yong tidak bisa menguasai perasaannya dan menangis.

Ayah minta Hwa Yong membantu adiknya bersiap masuk istana. Kau mengerti. Hwa Yong hanya bisa mengiyakan dengan hati sakit.

Kita lompat ke masa kini. Bu Yong masa kini bernama Park Ha. Ia asyik menikmati es krim bersama ayahnya, mereka menunggu tamu. Tamu mereka tiba, Se Na dan ibunya. Se Na adalah Hwa Yong masa kini.
Ayah minta Park Ha memberi salam. Park Ha melakukannya dengan sopan. Saat ibu minta Se Na memberi salam, Se Na hanya mengangguk saja, ia melihat es krim Park Ha dan minta dibelikan es krim yang sama. Ayah Park langsung memesankan es krim untuk Se Na.

Ibu berkata pada Park Ha kalau mereka semua nanti akan jadi keluarga, jadi Park Ha harus memanggil Se Na kakak. Panggil dia kakak ya.

Kedua keluarga itu bersatu dan masalah muncul. Ibu memarahi Se Na dan memukul betisnya dengan kayu. Ia marah karena Se Na tidak menjaga Park Ha dengan benar. Park Ha hampir membakar rumah.

Ayah mematikan kompor dan membuang panci yang gosong, siapa yang menyuruhmu masak ramen sendiri? Ayah marah ke Park Ha, kalau kau menyentuh kompor gas lagi, kau akan mendapat masalah. Park Ha menangis dan ibu memukuli betis Se Na lagi.

Se Na dan Park Ha melihat2 barang di toko serba ada. Se Na mengambil alat2 tulis dan memasukkannya ke ransel Park Ha, tanpa sepengetahuan adiknya.

Saat akan pergi, mereka dihalangi pemilik toko. Pria itu minta Se Na membuka ransel adiknya. Sena marah dan menolaknya, ada apa memangnya?

Pria itu mengambil paksa ransel Park Ha dan menuang semua isinya ke meja kasir, ternyata banyak sekali barang2 curian di dalamnya. Park Ha terkejut. Se Na yang sudah ketahuan, melimpahkan kesalahan pada Park Ha. Apa ini?
Park Ha bingung, aku tidak tahu, eonni..
Se Na marah dan menunjuk dahi Park Ha dengan jarinya, beraninya kau mencuri barang? Park Ha sampai menangis, ia benar2 tidak mencuri. Ia tidak tahu.

Se Na mengulang lagi perbuatan-nya saat ia belanja dengan Park Ha. Se Na memasukkan barang2 ke ransel Park Ha.

Tapi kali ini, Ayah Park melihatnya sendiri. Mungkin ia curiga karena Park Ha jelas tidak seperti itu karakternya.

Ayah marah pada Se Na, kali ini dia yang memukul betis Se Na dengan kayu. Anak nakal, sebaiknya kau tidak melakukan ini lagi. Aku ingin tahu, seperti apa kau nanti kalau sudah besar.

Suatu hari, Se Na membeli susu dan ingin memberikannya pada Park Ha. Park Ha menunggu di jok belakang sebuah mobil bak. Park Ha tertidur di dalam mobil.
Se Na membuka terpal dan ia mendengar pemilik mobil menghidupkan mobilnya.

Sena tiba-tiba ingin meninggalkan Park Ha di sana. Karena Se Na tidak ingin Park Ha selalu mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

Se Na akhirnya melemparkan kotak susu dan menutup kembali terpal. Mobil mulai berjalan dan awalnya Se Na ingin mengejarnya, tapi menghentikan langkahnya.

Park Ha merasakan gerakan mobil dan ia terbangun. Park Ha melihat kotak susu dan ingat janji Se Na, kalau ia harus menunggunya di mobil itu. Park Ha segera membuka terpal mobil dan melihat Se Na.

Park Ha teriak2, kakak! Kakak!..Kakak..aku disini Kakak! Kakak lihat ke sini!
Se Na tidak bergeming, Se Na justru berbalik dan jalan pergi, ia bertekad membuang Park Ha selamanya. (Park Ha juga tidak berani loncat, padahal mobilnya jalan kaya semut)

Joseon masa lalu,
Bu Yong dirias. Ibu ingin mencoba baju yang lain dan mencari hiasan pita rambut yang cocok. Ibu tanya Hwa Yong. Hwa Yong sedang memilih pita..lalu ibu ingat, Hwa yong punya pita rambut indah kiriman dari keluarga Song, cepat ambil pita itu.

Bu Yong merasa tidak enak pada kakaknya, ia merasa tidak perlu mengambil barang milik kakaknya. Semua ini sudah cukup bagus, ibu.
Ibu : Tidak, Putri Mahkota. Putra Mahkota mencari seorang istri yang cantik. Jika anda ingin menjadi putri Mahkota, maka anda harus tampil cantik, ya kan?

Hwa Yong sedang menyetrika hanbok dengan perasaan muram. (Sekarang aku baru tahu cara menyetrika hanbok haha..thank's Hwa Yong). Bu Yong masuk sambil membawa snack buah kesemek kering.
Hwa Yong berkata kalau pihak istana mengirimkan gaun untuk Bu yong dan ia ingin menyetrikanya sendiri untuk dipakai saat hari pemilihan nanti.

Bu yong mengucapkan terima kasih dengan tulus, ia minta maaf karena masalah pita rambut itu. Pasti kakak merasa sedih kan?
Hwa Yong : Tidak, aku baik-baik saja.

Bu Yong merasa tidak enak, besok surat lamaran kita dimasukkan, bagaimana ini kakak?
Hwa yong terlihat muram, tapi ia berkata kalau hari berlalu begitu cepat. Bu Yong merasa berat berpisah dengan kakaknya.

Bu yong mengatakan semua janji mereka, kalau ia pasti akan mengundang kakaknya masuk istana tiap hari dan mereka akan makan makanan enak serta menikmati semua hal yang menyenangkan bersama. Perkataan Bu Yong ini justru membuat Hwa Yong sakit hati.

Bu Yong mengambil buah kesemek kering dan mengulurkan ke Hwa Yong, kakak, makan buah ini sambil kerja.
Hwa Yong menolaknya, kau makan duluan saja. Bu Yong ingin kakaknya makan dulu, tapi Hwa Yong sedikit kesal dan menolak buah itu. Buah kesemek itu jatuh dan Hwa Yong tampak menyesal.

Hwa Yong berdiri untuk mengambil makanan itu sambil membawa plat besi membara. Hwa yong kurang hati2 dan menginjak roknya sendiri, lalu terjatuh.

Sementara plat besi panas itu terlepas dan melayang ke arah...Bu yong! Arrrrrrrghhh...tidak!!!

Ayah murka. Ia menghantam meja. Bagaimana ini bisa terjadi? Ayah menyalahkan ibu yang tidak menjaga mereka sehingga masalah ini terjadi.
Ibu panik dan menangis, lalu apa yang harus kita lakukan? Bekas lukanya akan membekas selamanya di wajah anak itu!

Ayah membentaknya, diam! Kita harus memasukkan nama Hwa Yong dalam daftar.(Ayah mereka mungkin sudah mengenal karakter anak2nya dengan baik. Hwa Yong memang anak pertama dan cantik, tapi Ayah tahu Bu Yong lebih pintar. Bu yong adalah calon yang pantas untuk menjadi Ratu kelak.)

Hwa Yong akhirnya terpilih sebagai Putri Mahkota dan menjalankan upacara pernikahan dengan PM Yi Gak.
Keduanya jalan menuju altar sambil tersenyum. Yi Gak langsung menyukai pengantinnya yang cantik.

PM Yi Gak dan Hwa Yong saling memberi hormat sebagai suami-istri.

Bu Yong hanya bisa menahan kesedihannya sendiri. Wajahnya ditutupi cadar dengan sulaman bunga persik. Ia melihat upacara itu dari luar dinding istana.
It's time for OST - Hurt, by Ali.

Waktu berlalu dan Bu Yong sudah dewasa, ia menyentuh wajahnya

Bu Young tekun menyulam bunga dengan kupu-kupu kuning mengitari bunga itu. Sulaman Bu Yong indah sekali, hampir mirip bunga aslinya.

PM Yi Gak mengamati sulaman Bu Yong. Ada kupu2 yang mengira bunga itu asli, lalu kupu2 itu pergi. PM Yi Gak tertawa geli, bahkan kupu2 juga tertipu.
PM Yi Gak : Keahlian menyulam Putri Mahkota kita sungguh luar biasa.

Omo..Hwa Yong memanfaatkan keahlian Bu Yong dan mengakui itu sebagai hasil karyanya di depan suaminya, Bo Yong menatap kakaknya dengan terluka.
Tapi Hwa Yong sama sekali tidak merasa bersalah. Ia tersenyum dan menerima pujian dari PM Yi Gak.

Yi Gak terus saja memuji dan berkata kalau kupu-kupu ini sepertinya bisa hidup dan terbang. Tidak ada yang bisa menghentikan perasaan yang mengalir.

Lalu Yi Gak mengucapkan suatu puisi, Mok Dan Ham Ro Jin Ju Gua, pohon peoni dengan tetesan mutiara.
Mi In Jeol Duk Chan Jun Gwa, Pengantin wanita melewati jendela dan memetik bunga peoni dengan tangannya.

Yi Gak menoleh ke istrinya, Bin Gung, kau seharusnya menjawab dan mengucapkan baris berikutnya.
Hwa Yong tidak tahu jawabannya, ia menoleh ke Bo yong dan memberi tanda agar Bo Yong menjawabnya.

Bu Yong mengucapkan baris berikutnya : Ham So Mun Dal Lang, Hwa Gang Cheon Mo Gang. Dengan senyuman tipis pada pengantin pria, dia bertanya...apa aku lebih cantik daripada bunga itu?
(Mata Han Ji Min bagus sekali ya, biarpun dia pakai cadar, matanya ekspresif dan coklat)

PM Yi Gak tertarik, ia geli, apa itu jawabanmu adik ipar?

PM Yi Gak mendekat dan berkata, Dan Lang Go Sang Hee Gang Do Hwa Gee Ho, dengan bercanda pengantin pria berkata...bunga itu lebih cantik daripada dirimu.

Bu Yong : Me In Tu Hwa Seung Dab Hwa Hwa Ji Do, pengantin wanita menjadi cemburu karena dia berkata bunga itu lebih cantik. Dia menginjak bunga itu dan berkata..

PM Yi Gak : Hwa Hwak Seung Eo Cheop, jika bunga itu lebih cantik daripadaku, Geum So Hwa Dong Suk, maka tidur saja dengan bunga itu malam ini.
PM Yi Gak geli, kau ini belum menikah, adik ipar. Bagaimana kau bisa membaca puisi seperti itu?

Bu Yong malu dan berkata ia sangat menyesal. Saya minta maaf karena tidak bijaksana, tolong hukum saya.
Yi Gak tertawa, aku cuma bercanda. Ini karena sangat menyenangkan menggoda dirimu.

Hwa Yong cemburu dan langsung menghalangi pandangan Yi Gak ke arah Bu Yong, ia tanya : Yang Mulia, bunga apa yang sedang mekar di Kolam Bu Yong? Saya sangat ingin tahu.
Yi Gak mengajak semua jalan ke kolam Bu Yong.

Di tengah jalan menuju kolam, Hwa Yong menunjuk ke satu arah, Yang Mulia, lihat bunga itu..
Tapi Yi Gak justru berbalik dan menoleh ke arah Bu Yong, adik ipar, aku punya teka teki lain. Kali ini, tidak akan mudah untuk dipecahkan.
Hwa Yong tampak kesal, tapi diam saja.

PM Yi Gak : Jika kau bisa menjawabnya dalam dua hari, aku akan memberimu hadiah yang besar. Kau mengerti adik ipar?
Bu Yong : Ya, Yang Mulia.

PM Yi Gak : Apa yang mati meskipun ia hidup dan apa yang hidup meskipun sudah mati?
(Matahari kah?)

Bu Yong mengulang pertanyaan Yi Gak dan tampak berpikir keras. Yi Gak menoleh ke Hwa Yong, Putri Mahkota, apa kau bisa menjawab teka tekinya?
Hwa Yong : Saya mungkin tahu, tapi saya tidak yakin.
PM Yi Gak : Putri Mahkota, kau tidak akan mengetahuinya.
(Yi Gak, beauty memang bagus, tapi Beauty and Brain lebih bagus kan? hahaha..kena dia.)

Kita kembali ke awal episode, saat Putri Mahkota diduga sudah meninggal. Yi Gak memerintah anak buahnya untuk menutupi tubuh Putri Mahkota, pastikan dia diperlakukan dengan penuh hormat. Bungkus dia dalam kain sutra dengan baik.
Mereka mengiyakan.

Yi Gak memerintah pengawal di kanan kirinya untuk mencari apa ada saksi yang melihat Putri Mahkota keluar semalam. Tutup lokasi itu dan jangan biarkan siapapun untuk pergi. Semua yang ada di dalam kediaman kami, semua cawan air, semua sendok..tidak boleh ada yang menyentuhnya. Amankan semuanya. Wow..Joseon CSI ya?

Yi Gak murka : Beraninya kau...di dalam istana negri ini..mengambil nyawa Putri Mahkota? Aku pasti akan menemukan siapa yang membunuh Putri Mahkota dan aku sendiri akan merobek-robek orang itu sampai hancur.
Pasti ada yang sudah membantu pembunuhnya. Aku akan mengambil nyawa mereka semua!

Ada perkabungan untuk Putri Mahkota. PM Yi Gak menyendiri dan menangis sambil melihat sulaman bunga peony dan kupu-kupu "karya" Putri Mahkota.
Air mata Yi Gak menetes ke sulaman kupu2 dan membuat kupu2 itu hidup lalu terbang di sekitar Yi Gak. (kaya rumah spongebob aja, yang tumbuh setelah spongebob nangis haha)

Kupu-kupu itu terbang meninggalkan istana jaman Joseon, terus terbang...lalu masuk ke masa kini.

It's New York! New York! kupu2 itu melintasi belantara pencakar langit New York, Wall Street dengan Golden Bull-nya. Masuk ke jalan kecil dan belok ke sebuah taman.

Kupu2 kuning itu terbang di sekitar Tae Yong. Tae yong mengulurkan tangan berusaha menyentuh kupu2 itu.

Kupu2 itu menghindar dan terbang ke arah..Park Ha. Hinggap di bahu Park Ha yang sedang jualan buah. Tae Yong mau tidak mau jadi melihat ke arah Park Ha. Ia tertarik dengan ekspresi Park Ha.

Tae yong mengeluarkan kartu pos dan mulai menggambar wajah Park Ha dengan kupu2 di bahunya.
(OST time, Han Cham Ji Na Seo -Baek Ji Young. Han Cham Ji Na Seo, Ji Na Seo, Na, Ji Geum Yeo Gi Wasseo, Geu ddae ga, geuri weo seo, mo reun che, sal a do, saeng gak na deo ra dst..)

Park Ha sibuk dengan kupu2 dan suasana romantis, karena ada anak yang main gelembung sabun. Tapi tidak menyadari ada dua anak nakal yang mencuri apelnya.

Park Ha sadar dan marah2, thief! It's a thief! Stop right there! or I'm going to kick your ass! (Han Ji Min bhs Inggrisnya lucu.)

Kedua anak itu justru mengejek Park Ha. Park Ha mengambil apel, mati kalian! Ia melempar apel itu, tapi mereka berhasil menghindar dan apelnya justru mendarat ke kepala Tae Yong.

Tae Yong jatuh dengan sukses. Park Ha panik, oh my God! What should I do? Oh, I'm so sorry..
Seorang pria menolong Tae Yong. Ia bicara dalam bahasa Korea, Tae Yong kau tidak apa-apa? Park Ha yang sudah sampai di dekat mereka, langsung tanya, kalian orang Korea?

Tae Mu, sepupu Tae Yong membenarkan. Park Ha minta maaf. Tae Mu tidak mempermasalahkan ini, ia menunjuk dagangan Park Ha, lihat disana..
Park Ha menoleh dan marah, dua anak bandel itu mencuri apel2nya lagi. Park Ha langsung lari dan memarahi mereka.

Tae Mu dan Tae Yong geli melihat Park Ha. Tae Mu tanya kondisi Tae Yong sekali lagi dan Tae yong tersenyum, dari mana saja kau?

Keduanya minum di bar, Tae Mu ingin tahu sebenarnya Tae Yong kerja di mana, sampai tidak bisa pulang ke Korea. Tae Yong tidak menjawab dan tanya kabar Neneknya.

Tae Mu berkata kalau Nenek membicarakan Tae yong terus setiap hari. Mereka melihat Park Ha yang juga kerja sambilan sebagai pelayan di bar ini. Tae Mu langsung mengenalinya, itu dia kan? Gadis apel itu?
Tae Yong menunjukkan sketsanya pada Tae Mu. Tae Mu tanya : Kau kenal dia?

Tae Yong tersenyum malu, tidak, aku tadi menunggumu dan kupikir ia cantik. Tae Mu terkejut, baru kali ini ia mendengar Tae Yong mengatakan cantik pada seorang gadis.

Tae Mu pergi ke toilet dan tanpa sengaja mendengar kalau Park Ha libur dua hari lagi. Tae Mu kembali ke tempat duduknya dan berkata pada Tae Yong kalau gadis apel itu berkata ia akan libur lusa. Ayo, ajak dia keluar.
Tae Yong heran, darimana kau tahu?
Tae Mu : Itu sebabnya aku disebut pro. Kau tadi bilang ia cantik kan? Ajak dia keluar. Hei itu dia datang.

Park Ha lewat di dekat mereka, tapi Tae Yong tidak berani menyapanya. Tae Mu hanya menghela nafas. Tae Yong berkata sudah menyewa yacht untuk menggambar dan mengajak Tae Mu pergi bersamanya.

Park Ha keluar dan menerima telp. Ternyata dari Korea dan ia tampak terkejut, apa? apa itu benar? Anda tidak membuat kesalahan?

Park Ha lari masuk dapur dan langsung mengatakan ini pada temannya, aku akan ke Korea. Temannya tanya apa Park Ha sudah menemukan ayahnya yang hilang.
Park Ha membenarkan dan ia baru saja dapat telp dari Korea. Keduanya langsung bersorak, Oh may God! Oh my God!

Tae Mu dan Tae Yong membawa yacht ke lepas pantai New York. Tae Mu yang menyetir. Tae Yong melambai ke Tae Mu.

Tae Yong menemukan pemandangan yang pas untuk dilukis. Ia melukis kota New York dari pantai. Tae Mu berkata kalau Nenek (Presdir) telp dan memberikan telp ke Tae Yong.

Tae Yong menolak, ia akan telp Neneknya nanti. Tae Yong tidak mengerti, kenapa kau tidak mau mengangkat telpnya.
Tae Yong menepis tangan Tae Mu, aku tidak mau menjawab telpnya!

Tae Mu marah, kali ini dia berkata untuk menyeretmu kembali ke Seoul. Tae Yong minta Tae Mu berkata kalau ia tidak menemukan dirinya.
Tae Mu : Nenek..bukan, aku seharusnya memanggilnya Presdir. Sepertinya ia ingin pensiun dari perusahaan.

Tae Yong tidak mengerti, kenapa Nenek ingin memberikan perusahaan padanya. Sedangkan dia tidak tahu bagaimana mengurus perusahaan. Perusahaan ini punya paman dan kau, Hyung.

Tae Mu berkata dengan pahit, itu bukan milikku dan juga bukan milik ayahku. Tae Yong, perusahaan itu adalah milik keluargamu.
Tae Yong tidak suka jika Tae Mu berkata seperti itu, kita semua adalah keluarga, Hyung. Tidak menyenangkan kalau kau berkata seperti itu.

Tae Mu : Kau dan aku adalah sepupu tiri. Hak-ku sebagai sepupumu hanya 50%.
Tae Yong : Hyung..

Tae Mu : Tae Yong, Presdir adalah nenekmu, bukan nenekku. Aku tidak bisa memanggilnya nenek. Aku tidak pernah memanggilnya seperti itu. Bagi Presdir, Ayahku adalah aib dan duri di matanya, karena suaminya selingkuh dan punya anak diluar nikah. Jadi perusahaan ini adalah perusahaan keluargamu!
(Ini kaya lanjutan Bad Guy aja.)

Tae Yong marah dan berkata ia muak mendengar Tae Mu mengatakan itu.
Tae Mu : Kalau begitu jangan membuatku sampai mengatakan ini. Jangan membuatku duduk di pesawat selama 14 jam hanya untuk melakukan tugas ini!

Tae Yong kesal dan mendorong Tae Mu, hentikan!
Tae Mu marah dan memukul Tae Yong. Malangnya, pukulan Tae Mu membuat Tae Yong hilang keseimbangan dan kepalanya terbentur palang besi di yacht lalu tubuhnya terlempar masuk ke dalam air.

Tae Mu panik, Tae Yong! Tae Yong! Tapi Tae Mu tidak mencoba terjun menyelamatkan sepupunya. Ia justru ingin melenyapkan jejaknya. Tae Mu menghapus sidik jari di kemudi yacht dan mengembalikan semua seperti sedia kala.
Tae Mu juga membuang ponsel Tae Yong ke dalam air karena ada foto mereka berdua. Tae Mu melompat ke air hanya untuk berenang kembali ke pantai.

Tubuh Tae Yong dibiarkan mengambang begitu saja di air.

Tae Mu kembali ke Korea dan Se Na sudah menunggunya. Tae Mu! Apa perjalananmu menyenangkan?
Park Ha juga tiba di bandara dengan pesawat yang sama.

Tae Mu tiba2 memeluk Se Na saat di dalam mobil. Se Na terkejut, kenapa kau tiba2 seperti ini?
Tae Mu yang sebenarnya ingin menenangkan diri karena sudah membunuh sepupunya hanya minta Se Na diam saja, biarkan seperti ini sebentar saja.

Tae Mu berkata pada Nenek kalau Tae Yong menghilang. Nenek syok, apa maksudmu kalau dia menghilang? Bagaimana dia bisa menghilang? Tae Yong-ku, bagaimana ia bisa hilang? Jelaskan padaku bagaimana ia bisa hilang.

Tae Mu : Presdir, masih terlalu dini mengatakan kalau ia menghilang.
Nenek marah, kau sendiri tadi yang mengatakan ia hilang.

Ayah Tae Mu menjelaskan, kalau anaknya tidak bisa bertemu Tae Yong saat di NY, selama 5 hari ia tidak bisa menemukannya dan mengontaknya. Itu sebabnya ia berkata seperti itu. Jadi lebih baik memang lapor NYPD.

Manager heran bukannya Tae Mu sempat telp Tae Yong sebelum pergi ke NY. Tae Mu membenarkan, tapi saat di NY, Tae Yong tidak muncul di lokasi yang sudah direncanakan dan ponselnya di matikan. Ia tidak pernah kembali ke rumah.
Teman2 Tae Yong juga tidak tahu dimana anak itu.

Nenek sudah panik, bagaimana ini, Tae Yong tidak akan apa-apa, ya kan?
Manager berkata akan mengirim orangnya ke Amerika untuk mencari tahu. Nenek setuju dan minta segera dilaksanakan.

Park Ha pergi ke kantor polisi dan seorang petugas tanya apa dia Park Ha, dari Amerika. Petugas itu berkata hasil tes DNA membuktikan kalau Park Ha memang putri tuan Park.
Park Ha senang sekali, bagus. Apa anda bisa mengatakan dimana ayahku sekarang?

Petugas itu serba salah, meskipun mereka bisa menghubungi Park Ha tapi tidak bisa menghubungi Ayahnya.
Park Ha mengira ayahnya tidak ingin menemuinya. Petugas itu tidak setuju, ayah Park Ha jelas ingin sekali bertemu putrinya hanya saja saat ini..
Park Ha : Sekarang? kenapa...ada apa?

Park Ha pergi ke sebuah pemakaman, ternyata ayahnya meninggal. Just so..tragic. Park Ha hanya bisa menangis.

Se Na baru saja tiba dan ibunya marah2, kemana saja kau selama ini? Aku sudah bilang kalau kau harus jadi pemimpin perkabungan. (Yang memimpin menangis kalau ngga salah.) Kemana saja kau selama ini?
Apa kau mau orang bilang kalau kau ini putri yang tidak berbakti?

Se Na : Ada yang penting di kantor.
Ibunya kesal, kau ini terlalu berdedikasi pada perusahaan, lalu kenapa tidak satupun rekan kerjamu datang untuk memberi penghormatan?

Se Na : Namaku Hong sedangkan ayah adalah Park, apa ibu mau aku harus menahan malu di perusahaan?
Ibunya kesal sekali, meskipun begitu Se Na tidak seharusnya mengatakan hal seperti itu.

Keduanya masuk dan melihat Park Ha yang menangis tersedu-sedu. Se Na heran, siapa itu yang menangis sampai seperti itu?
Ibunya langsung tahu, oh anak yang malang..
Se Na terkejut, ibu siapa dia? Ibunya heran, kau bahkan tidak mengenalinya? Dia itu Park Ha, Park Ha.

Park Ha sudah mengenakan baju hanbok hitam. Ibu mendekat, kelihatan bagus. Kita tidak bertemu hampir 15 th tapi saat ini bukan saat yang bahagia. Pertama, kita harus mengurus masalah pemakaman dulu. Kita akan bicara lagi nanti.
Park Ha mengerti. Ibu heran, apa kau benar2 tidak ingat apapun? Saat itu, usiamu 9 th, seharusnya kau paling tidak tahu nama ayahmu dan alamatnya, kenapa kau tidak bisa menemukan ayahmu?

Park Ha menunjukkan bekas luka. Dulu lukanya besar, tapi sekarang sudah mengecil. Park Ha mengalami kecelakaan mobil dan tidak ingat apapun, yang ia ingat hanyalah tinggal di RS dalam waktu lama.

Ibu menghela nafas, aigoo..jadi kau kecelakaan mobil? Ini sungguh..
Ibu berkata ke Se Na : Se Na, saat kita mencarinya dulu, kita sudah mencoba segala cara. Tapi tidak bisa menemukannya karena ternyata ia kecelakaan mobil.

Se Na tidak terlalu ingin mendengarnya, apa ini waktu yang tepat membicarakan itu? Ibu mengerti dan minta Park Ha siap2 menyambut tamu, keluarga kita kecil jadi tidak banyak yang akan membantu.

Park Ha mengiyakan. Se Na tanya apa Park Ha benar2 tidak ingat apapun. Kita dulu sering main bersama, saat ayah dan ibu pergi kerja di pasar. Aku menjagamu di rumah.
Park Ha : Aku benar2 tidak ingat.
Se Na : Benarkah? itu bagus. Karena mungkin itu kenangan yang buruk.

Back to Joseon (Jangan bingung dan enjoy aja..dua Hong/scriptwriters ini memang terlalu kreatif.)

Raja dan PM Yi Gak mengadakan pertemuan dengan para Menteri. Yi Gak berkeras kalau ini kasus pembunuhan. Tapi Perdana Menteri tidak setuju, bagaimana bisa ini kasus pembunuhan? Siapa yang akan berani membunuh Putri Mahkota di dalam istana?

Yi Gak : Perdana Menteri, jika ini bukan pembunuhan, lalu mengapa Putri Mahkota ditemukan tenggelam dalam kolam Bu Yong? katakan padaku kenapa bisa seperti itu!

Yi Gak bersumpah akan menemukan alasan-nya. Raja mencoba menjelaskan, Putra Mahkota kau juga tahu benar kalau Putri Mahkota punya kebiasaan jalan-jalan kalau tidak bisa tidur. Sayangnya, ia pasti kehilangan keseimbangan di dekat paviliun dan terjatuh dalam kolam.
Para Menteri memohon agar Yi Gak menutup kasus ini dan tidak mempermalukan Putri Mahkota lagi. Kami mohon, Yang Mulia.

Yi Gak marah, ini sama sekali tidak masuk akal! Jika ia keluar di tengah malam untuk jalan-jalan, pasti pelayannya mengikutinya. Jika benar ia terjatuh dalam kolam Bu Yong, kenapa tidak ada seorang pun yang menyelamatkan dia?

Seorang petugas polisi ingin menghadap. Pelayan anda, Kepala Polisi Hong Nak Hyun disini. Raja mengijinkan Polisi Hong masuk.

Hong : Saya sudah menemukan dua dayang istana yang mengikuti Putri Mahkota semalam.
Yi Gak : Katakan apa kata mereka.

Hong : Baik, Yang Mulia. Semalam Putri Mahkota tidak bisa tidur, jadi dia keluar ke Paviliun Bu Yong untuk menikmati pemandangan. Dua dayang istana ini terpecah perhatiannya. Lalu saat mereka kembali untuk mencari Putri Mahkota, dia sudah jatuh ke dalam kolam.
Jadi, dua dayang istana ini ketakutan dan melarikan diri dari istana setelah itu.

Yi Gak : Mereka harus mati.
Hong : Yang Mulia, kedua dayang ini sudah meninggal.

Raja ingin tahu bagaimana dua dayang itu meninggal. Polisi Hong berkata, mereka sudah berhasil menangkap dan membawa dua dayang itu kembali, tapi mereka mencoba kabur dan dibunuh oleh petugas saat dalam pengejaran.

Ayah Hwa Yong langsung berkata kalau mereka sudah mendapat hukumannya. Lagipula, mereka sudah mengakui kesalahan mereka, jadi tidak ada keraguan lagi. Ia hanya minta masalah ini diselesaikan.

Raja tampak lelah : Baiklah.
Ayah Hwa Yong : Terima kasih Yang Mulia.

Siapa yang sebenarnya meninggal, Hwa Yong atau Bu Yong dan kenapa Ayah Hwa Yong tidak terlalu ingin kasusnya diselidiki? menarik.

Tapi PM Yi Gak tidak puas, ia tidak ingin berhenti begitu saja. Yi Gak langsung bergerak. Kita akan bertemu dengan calon anak buah Yi Gak (cara mengumpulkannya kaya Ocean's Eleven)

Pertama, kita bertemu Song Man Bo. (Hore..Yang Myung-gun remaja!!)
Suara Yi Gak : Tahun ini dia akan berusia 22 th. Meskipun ia adalah anak yang jenius, tapi karena ia anak diluar nikah, dia tidak bisa duduk mengikuti ujian negara. Jadi, dia tidak bisa mendapatkan posisi di pemerintahan. Dia berhenti belajar Klasik dan masuk dalam gaya hidup tidak bermoral.

Song Man Bo sedang minum2 di kedai, ia melihat pelayan wanita lewat dan ingin menyentuh pantatnya. Tapi Man Bo salah pegang, justru ia memegang seorang pria yang tinggi besar, pria itu ingin menghajar Man Bo. Untung PM Yi Gak segera tiba dan Man Bo selamat.

Man Bo menghadap Yi Gak. Yi Gak berkata semua hal dikuasai Man Bo, bahasa, obat2an, astronomi, geografi, teknik, ..tidak ada yang tidak kau kuasai. Benar kan?
Man Bo berterima kasih, tapi saya masih kurang berpengalaman.

Yi Gak : Tahun lalu, kau memecahkan pembunuhan dari 3 Gisaeng di Pyongyang, benar kan?
Man Bo : Benar, Yang Mulia.
Yi Gak : Ada kasus pembunuhan lain.

Orang kedua, Wu Yong Seol
Suara Yi Gak : Dia menemukan dan membunuh bangsawan yang membunuh ibunya dan memperkosa adiknya. Dia membunuh semua 7 pengawal bangsawan itu dan 9 orang lain yang mengejarnya.
Yong Seol hampir dipenggal, saat PM Yi Gak tiba, darimana kau belajar menggunakan pedang?

Yong Seol : Saya ingin melindungi orang biasa dan melindungi negara ini.
PM Yi Gak turun dari kuda, aku adalah negara ini. Apa kau sanggup melindungiku?

Orang ketiga, Do Chi San.
Suara Yi Gak : Dia masuk ke istana sebagai Kasim, tapi ia menjadi terlalu dekat dengan para gungnyeo dan diusir keluar istana. Dia tahu tentang pria dan mengerti wanita. Dia mengerti banyak hal tentang manusia pada umumnya. Dia kerja di Gibang terbesar di Joseon.

Chi San masuk ke toilet pria dengan mengenakan baju Gisaeng lengkap dan dandan ala Gisaeng. Chi San buang air kecil dengan mengangkat roknya. Membuat pria di sampingnya yang juga sedang pipis syok dan lari ketakutan.
Astaga...hanboknya mirip yang dipakai Daemul haha...

Chi San menghadap PM Yi Gak dengan memberi hormat ala Gisaeng. Yi Gak berkata : dari yang terjadi di istana sampai ke kamar tidur, tidak ada yang tidak kau ketahui.

Yi Gak : Jadi, apa gosipnya? Apa Putri Mahkota tenggelam karena jatuh atau dia dibunuh?
Ini kasus kecelakaan atau kasus pembunuhan?

Paginya, ketiga orang itu mendapatkan perintah khusus dari Putra Mahkota untuk masuk istana.

Song Man Bo, akan menjabat sekretaris dept pendidikan istana. Ia akan jadi guru/penasehat PM. Ini penugasan khusus.
Do Chi San, akan menjabat sebagai Kasim istana. Ini penugasan khusus.
Wu Yong Seol, aku menunjukmu sebagai pengawal pribadiku, ini penugasan khusus.

PM Yi Gak mengajak mereka bertiga ke kamarnya. Mereka melakukan rekonstruksi kejadian.
Yi Gak : Malam itu, aku minta dibawakan makanan. Putri Mahkota dan aku bercakap-cakap..

Menarik, mereka melakukan reka ulang dengan lihat langsung adegan-nya haha..

Tidak ada yang istimewa, kami minum bersama. Aku mengeluh tentang masalah dengan para pelajar.

Oya, aku lupa..adik ipar datang. Dia berkata telah memecahkan teka-teki yang kuberikan dan harus menemuiku meskipun itu sudah larut malam.

Yi Gak : Apa yang membawamu datang kesini malam-malam seperti ini?
Bu Yong : Yang Mulia, saya sudah memecahkan teka tekinya.
Yi Gak : Benarkah? Lalu apa jawabannya?

Bu Yong menjawab, tapi tidak terdengar oleh pemirsa.
Yi Gak tersenyum, ia sudah memecahkan teka tekinya, setelah itu ia pergi. Aku minum anggur satu cawan lagi lalu tertidur.
Aku bangun tengah malam dan tidak melihat Putri Mahkota.

Setelah mempelajari kasusnya, tiga sekawan langsung bekerja. Man Bo dan Yong Seol menghadap Yi Gak. Apa yang kalian temukan?

Man Bo menceritakan hasil penyelidikannya, ia membawa jam pasir dan jalan dari kamar PM Yi Gak sampai ke kolam, mengukur jarak dan waktu.

Yang Mulia, jika, seperti yang anda katakan, Putri Mahkota mungkin telah diracun, dia sepertinya masih bisa jalan dari kamarnya ke kolam seperti biasa. Akan membutuhkan waktu bagi racun untuk menyebar ke seluruh tubuh.

Yong Seol lapor, ia berhasil menemukan orang yang menjual racun di pasar gelap. Meskipun ia bisa menemukan persembunyian orang itu, sayangnya saat Yong Seol tiba, orang itu sudah menjadi mayat. Mayatnya masih segar, bahkan belati yang digunakan masih tertancap di tubuh mayat.
Yong Seol : Saya mendapat info kalau dia khusus menjual arsenik.

Yi Gak : Arsenik. Bubuk putih beracun.

Song Man Bo sadar, Yang Mulia, buah kesemek kering. Malam itu ada buah kesemek kering di atas meja. Buah kesemek kering biasanya ditaburi tepung dan sulit dibedakan dari arsenik. (di Jawa banyak, buah kesemek yang ditaburi tepung. Tapi aku ngga terlalu suka buah kesemek. Orang Asia Timur suka ya buah ini.)

Do Chi San lari2, Yang Mulia! Yang Mulia! Chi San lapor, ia mendengar gosip di pasar dan mereka mengatakan kemungkinan besar diracun.
Bahkan ada saksi yang melihat Putri Mahkota diluar semalam.

Yi Gak terkejut, siapa mereka? Chi San berkata ia berhasil menemukan tempat tinggalnya. Yi Gak tidak sabar dan ingin memeriksa sendiri.

Ke-empatnya naik kuda sampai ke hutan. Yi Gak tanya apa Chi San yakin ini tempat yang tepat. Chi San membenarkan, orang itu mengatakan seperti itu.

Tiba2 ada anak panah yang melayang dan hampir kena PM Yi Gak. Semua kaget, lalu dari bawah tanah keluar pembunuh, jumlahnya banyak. (Ingat adegan The Curse of Yellow Flower)
Yong Seol langsung melindungi PM dengan sepenuh tenaga. Hebat juga, sendirian tapi berhasil mengalahkan mereka. Ada pembunuh lagi muncul dan mengejar mereka.

PM Yi Gak dan tiga anak buahnya memacu kuda mereka secepat mungkin.
Di langit tampak awan hitam menutupi bulan, ada hawa mistis yang kuat.

Mereka lari menuju tebing dan dibelakang, pasukan pembunuh menembaki mereka dengan anak panah. Yi Gak dkk tidak bisa berhenti, mereka hanya bisa melompati tebing.
Anak panah itu meleset semua. Empat orang itu melompat dan terbang dari kuda. Masuk ke sebuah lubang yang tidak kelihatan. Bersamaan dengan itu terjadi gerhana bulan.

Yang Mulia....!!!!

Seoul, present day.
Park Ha membantu ibu jualan ikan di pasar. Ibu berkata, Park Ha datang ke Korea 2 th lalu dan sekarang sudah buka toko sendiri, itu benar2 hebat.
Park Ha : ah itu cuma toko kecil, dan itu dibuka dengan uang pinjaman.

Ibu mengeluh, kalau Se Na meminjam uang hanya untuk membeli sepatu high heels dan tas. (Korean women and their high heels, amazing...ini out of the context ya, Korean Women itu bisa lari, mendaki gunung, jalan2 di pantai, apa saja dengan high heels! seriously.)

Se Na datang dan tampak kesal, lengan dan kaki ibu luka, tapi kenapa masih jualan di pasar? Ibu istirahat saja. Apa ibu harus kerja?

Ibu terkejut, lalu berkata apa kau pernah menawarkan diri membantuku saat lengan dan kakiku sakit? Park Ha berkata kalau kakak sibuk telp aku saja. Aku bisa mengantar ibu pulang.

Se Na kesal, kalau seperti itu, kau seharusnya telp aku tadi. Se Na membantu ibunya jalan pulang. Ia mengeluh capai sekali. Ibu tahu dan minta tolong Park Ha membereskan dagangan lalu pulang.
Park Ha mengerti dan minta keduanya hati-hati.


Park Ha pulang, ia tinggal di apartemen rooftop. Park Ha melihat ke arah kota dan meregangkan tangannya. Meskipun berat, tampaknya ia bisa menikmati hidupnya.

Park Ha masuk rumah dan menyalakan lampu. Ia mengambil air minum.

Empat pria Joseon itu muncul dan duduk di ruang tamu Park Ha.
Park Ha kaget setengah mati, ia menjatuhkan gelasnya. Siapa kalian?

Joseon 4, itu sadar. Man Bo, Chi San dan Yong Seol langsung melindungi PM Yi Gak.
Park Ha mengambil wajan dan menjadikannya senjata, siapa kalian? Apa yang kalian lakukan disini?

Joseon 4 tampak bingung, ketakutan, tapi tetap dalam posisi melindungi Yang Mulia.

Notes :
Rooftop Prince memang ratingnya rendah, tapi aku penasaran. Lagipula suara Baek Ji Young berhasil mempengaruhiku :) Asyik nulis sambil dengerin Hanchamjinaseo.