Bridal Mask episode 1

Judul Lain : Gaksital
Genre : Action
Episode : 24
Produksi : KBS2, 30 Mei 2012 - 16 Agt 2012
Tayang : Rabu-Kamis 21:55

Main Cast
Joo Won as Lee Kang To
Jin Se Yun as Mok Dan
Park Ki Woong as Kimura Shunji
Han Chae Ah as Chae Hong Joo
Shin Hyun Joon as Lee Kang San
Song Ok Sook as Kang-To’s mother
Jun Noh Min as Dam Sa Ri
Lee Kyung Shil as Oh Dong Nyun
Ahn Hyung Joon as Gatsuyama Jun
Yoon Bong Kil as Abe Shinji
Kwon Tae Won as Choi Myung Sub
Based on : Manhwa "Gaksital" by Huh Young Man published in 1974

Bridal Mask atau Gaksital adalah drama sekitar th 1930-an tentang pahlawan bernama Lee Kang To yang memiliki kemampuan bela diri hebat dalam melawan penjajahan Jepang di Korea.(Terkenal dengan sebutan masa kegelapan di Korea)
Dia juga dikenal sebagai 'Gaksital' karena dia selalu mengenakan topeng untuk menyembunyikan wajahnya. Gaksital juga adalah pertunjukan seni topeng tradisional.

Awalnya Gaksital adalah kakaknya sendiri, Lee Kang San yang dikira idiot. Kematian Kang San di tangan Jepang membuat Lee Kang To berubah, ia mengambil topeng kakaknya dan menjadi Gaksital.

Menurutku ini sejenis Zorro ala Korea and I love Zorro :)


Ep 1

Dimulai dengan prosesi penguburan seorang pejabat yang dianggap berjasa atas penyatuan Joseon dan Jepang. Lee Gong. Bahkan Kaisar memberikan medali penghargaan untuk menyatakan kesedihannya.

Tidak semua orang di jalan menyukai Lee Gong, karena dia dianggap penghianat yang pro Jepang. Polisi mulai mengamankan jalan dan menghalau orang2 pergi. Termasuk menjungkir-balikkan dagangan mereka.

Yang baju putih, Kepala Polisi di Joseon, Konno Koji.

Baju putih, Kimura Taro, ayah Kenji dan Shunji.

Anggota Sirkus Timur Jauh

Seorang kakek protes pada polisi karena membuat dagangannya berantakan, tapi justru dipukuli. Upacara penguburan ini untuk pahlawan penting. Tapi rakyat kesal, mereka sudah menderita karena Raja sudah menjual negara mereka pada Jepang.

Cucu kakek tadi yang menangis karena kakeknya juga dicambuk oleh polisi Jepang.

Lee Kang To tiba dengan kuda. Ia memerintah anak buahnya untuk perhatian. Gok Eub! Kang To memerintah rakyat Korea untuk menangis keras. Benar2 memaksa mereka untuk menampilkan suasana berduka. Jadi seperti memaksa orang untuk menangis. Astaga.
Orang2 kesal dan terpaksa mengikutinya.

Kang To memerintah polisi untuk menghunus pedang dan menjelaskan siapa yang meninggal.
Ia minta atau memaksa rakyat untuk membungkukkan kepalanya. Mereka mau tidak mau harus patuh. Kang To turun dari kuda dan membungkuk.

Ada seorang gadis yang mengenakan setelan pria tampak marah, ia melemparkan batu ke arah Kang to tapi justru mengenai foto mendiang Lee Gong.

Kang To melihat gadis itu dan teriak, kejar dia!!

Dia melotot marah ke arah Kang To lalu lari. Dia adalah Mok Dan, putri Dam Sa Ri.

Polisi mengejar gadis itu. Awalnya ia bisa lolos tapi akhirnya tersudut. Mok Dan berusaha lari lewat rumah orang.

Polisi Jepang yang tadi mencambuk anak kecil itu juga mencambuk gadis itu dan membuatnya jatuh.
Polisi itu Kimura Kenji. Menyeringai melihat Mok Dan jatuh ke tanah.

Kang To muncul dan berkata ke gadis itu : Bingo! Kau tidak tahu betapa sulitnya aku mencarimu. Dimana dia? Dimana Dam Sa Ri?

Gadis itu, Mok Dan menyangkal : Siapa Dam Sa Ri?
Kang To marah dan menampar Mok Dan.

Terdengar teriakan orang2, Gaksital! itu Gaksital!!

Orang yang disebut Gaksital itu muncul dengan menunggang kuda. Rakyat menyambutnya dengan gembira.

Gaksital melempar pisau dengan pesan dekat anggota keluarga mendiang Lee Gong.

Kimura Taro ayah Kenji marah sekali, turunkan aku!
Isi pesan Gaksital : Jeok Ak Yeo Ang (Jika kau berbuat dosa terlalu banyak, anak-anakmu akan membayarnya.)

Polisi menembaknya tapi Gaksital berhasil lolos, dan bertempur dengan mereka. Rakyat memberi sambutan meriah untuk Gaksital.


Gaksital melompat ke udara dan merobek spanduk penguburan warna merah itu.

Orang-orang bersorak-sorai melihatnya. Suasana jadi kacau.

Lee Shi Young dan istrinya Diane Lee

Lee Kang To menarik Mok Dan. Gaksital melihatnya. MokDan menendang Kang To dan lari. Gaksital menyerang Kang To dan membawa Mok Dan, keduanya kabur dengan kuda.

Kang To menembak mereka tapi meleset. Kang To marah dan teriak, Gaksital!!!!!

Satu bulan lalu,

Lee Kang To mendapat penghargaan karena berhasil menangkap Dam Sa Ri. Orang yang sulit sekali ditangkap, bahkan oleh Kimura Kenji, polisi yang suka mencambuk itu. Kenji tampak iri dengan Kang To.


Konno Koji berkata kalau Lee Kang To berhasil menangkap seorang teroris dan mulai sekarang para polisi akan menggunakan kemampuannya dan itu akan menjadi penilaiannya.

Lee Kang To berhasil menangkap Dam Sa Ri wow..Seolwon-rang! ayah Mok Dan.

Koji menjadikan Lee Kang To sebagai contoh untuk semua anggota polisi dan minta mereka mengikutinya.

Lee Kang To berseru : Perhatian! Banzai!!
Semua polisi mengikutinya, tapi hanya satu rekannya yang tampak benar2 senang.

Soalnya ini jaman penjajahan Jepang, orang2 Jepang pasti kesal kalau ada orang Korea yang menonjol dalam karir mereka. Sama seperti saat mereka menjajah Cina atau Indonesia.

Kang To merayakan kesuksesan-nya di bar bersama rekan2nya. Mereka senang karena Kang To berhasil naik sampai posisinya sekarang tepat di bawah Kimura Kenji, dan kalau Kenji tidak hati2 Kang to bisa mendepaknya.

Kang To setuju, ia memang ingin naik bahkan menjadi atasan Kenji dan ingin menginjak Kenji. Apa ada hukum yang berkata hanya orang Jepang yang bisa jadi Kepala Polisi.
Kang To : Bahkan seorang budak bisa menjadi Perdana Menteri jika kau punya bakat. Lihat saja sampai mana aku bisa naik.

Rekan2nya bertaruh sampai mana Kang to bisa naik pangkat, karena meskipun ia paling berbakat di Joseon, dia tetaplah orang Korea. Mereka taruhan, bisa atau tidak Lee Kang To jadi Kepala Polisi.

Gadis2 Bar juga ikut taruhan. Ada seorang gadis bar bernama Meri yang taruhan lumayan tinggi untuk Kang To. Kang to berkata pada Meri, inilah mengapa aku menyukaimu Meri.
Kang To : Apa kau mau melawanku dalam pertarungan cinta?
Meri : Aku selalu siap untukmu.

Keduanya tampak gembira dan dansa bersama di depan penonton. Pemilik Bar tampak senang melihatnya.

Paginya, ibu Kang To ingin mulai membuka lapaknya di pasar, ia jualan kue beras. Tapi ada ibu dan anak yang jualan di pasar marah dan mengusirnya. Mereka kesal dan berkata hanya rakyat Joseon yang boleh jualan disini.
Mereka marah karena perbuatan Kang To yang sudah dianggap berkhianat pada negara dan kerja untuk Jepang.

Nyonya itu mencekik Ibu Kang To, ia marah karena ibu Kang To jualan disini, padahal kau bisa hidup enak tanpa jualan di pasar.

Lee Kang San lari ke arah ibunya tapi tergelincir. Dia kakak Kang To tapi terbelakang.
Kang San : Sesuatu mendorongku.
Ibu membantunya berdiri, kenapa kau kesini. Kang San menunjuk kue beras di tanah, itu kue beras kita.

Anak wanita yang tadi mencekik ibu Kang To itu menghina Kang To karena bekerja untuk Jepang, lalu melarang keluarga Kang To untuk muncul lagi di pasar.
Kang San ingin membela adiknya, ia pura2 menembak orang itu dengan senapan mainan lalu melompat ke arah pria itu. Kang San menyebut pria itu bodoh. Tapi sayangnya justru Kang San ditendang dan dipukuli.

Ada mobil mewah jalan mendekat. Pemilik mobil membuka jendela, ternyata Kang To. Ia membagi permen untuk anak-anak Korea.
Tapi ada anak yang mengenalinya, itu Lee Kang To! mereka akhirnya bubar.

Kang to mendengar ibunya memanggil Kang San. Kang To keluar dan lari ke arah ibu dan kakaknya. Kang To melihat orang memukuli kakaknya, ia langsung menyerang orang itu.
Kang To marah, kenapa kau memukuli kakakku?

Pria itu lari sambil memaki Kang To. Kang To marah2 dan teriak pada orang2 di pasar, kenapa mereka diam saja melihat ada orang dipukuli.

Ibu Kang To kesal dan tanya anaknya : Lalu kau mau apa? Apa kau akan menangkapi mereka semua dan membunuhnya?
Kang To tertegun : Ibu..
Ibu : Aku tidak pernah punya putra seperti dirimu. Jangan mencemaskan ini, kau urus saja urusanmu sendiri.

Sementara Kang San duduk di tanah sambil menangis. Oh my..akting Shin Hyun Jun keren...bayangkan..dia biasa jadi jagoan gitu lo. Dia memang sebenarnya jagoan kok, cuma belum ada yang tahu. Dialah Gaksital.

Kang To tetap teriak mengusir kerumunan orang. Lalu melempar uang ke arah ibunya, jangan menjual kue beras lagi diluar.
Kang San mengumpulkan uang dari adiknya, tapi ibu melarangnya, Kang San-ah..letakkan kembali sekarang!

Kang To : Memang kenapa dengan uangku?

Ibu : Aku sudah bilang aku tidak akan mengambil uang darimu, setelah aku mati nanti, bagaimana aku bisa menemui ayahmu jika aku mengambil uang itu.
Kang To : Meskipun aku tidak berpendidikan dan bodoh, dengan kemampuanku aku bisa menghasilkan lebih banyak uang dari pada orang2 Korea ini.

Ibu marah, apa kau pantas menyombongkan diri dengan uang dari musuhmu yang sudah membuat kakak-mu seperti ini?

Kang to setengah menangis, lalu apa yang harus kulakukan? Ayah sudah meninggal dan kakak seperti ini, jadi apa yang harus kulakukan? Aku harus bersikap seperti 'dong gae', (itu sebutan yang tadi dikatakan pria yang memukuli Kang San, artinya lebih kurang antek Jepang, ia akan melakukan apapun untuk Jepang selama Jepang memberinya makan.)

Ibu marah dan menampar Kang To. Kang San melindungi adiknya, ia menangis dan memeluk Kang To, eomoni jangan melakukan itu, jangan memukul Kang to kita..jangan memukul adikku.
Kang to marah dan pergi.

Kang To menyerbu masuk ke rumahnya, lalu ke kamarnya. Ia melempar piagam dan tanda jasanya.

Mengenai foto dan membuat foto keluarga pecah. Kang To marah2, aku tidak mengharapkan pujian, tapi apa ibu tidak menyadari betapa sulitnya ia sampai di posisi seperti ini.

Ibu dan Kang San pulang, mereka mendengar kemarahan Kang to dari luar.

Kang To mengemasi barang2nya sambil ngomel, apa aku harus bergabung dengan gerakan kemerdekaan seperti ayah, apa aku harus berakhir dipukuli seperti kakak?
Apa itu Joseon? Apa yang hebat dengannya? Apa Joseon bisa membelikanku makanan sekali saja? Apa Joseon pernah membelikanku sebatang pensil saja? Aku hanya ingin hidup dengan layak!

Kang to melempar seragamnya ke dalam koper, ia memungut medali dan piagamnya lalu jalan keluar kamar.

Kang to mengenakan sepatunya, Kang San mendekatinya, aigoo..apa kau mau pergi? Apa kau mau melakukan perjalanan? Apa kau ingin bertemu seorang gadis?

Kang to tidak menggubris kakaknya, ia jalan melewati ibu dan berkata dengan kasar, anakmu yang membuat ibu malu bertemu ayah akan menghilang dari depanmu, jadi tetaplah sehat dan hidup bahagia dengan kakak.

Kang To jalan keluar. Kang San mengejarnya, Kang To-ya! Apa kau marah karena kakak? Kita pergi bersama. Kakak bersalah padamu.

Ibu menoleh dan menatap punggung Kang To dengan sedih. Flashback...

Kang To masih muda dan duduk dibelakang Kakaknya. Ia menyimpan sepatu kakaknya di bawah ketiaknya.
Ibu masuk membawa ubi rebus, Kang San kau pastilapar. Ayo makan.

Kang San berbalik, ya ibu. Lalu menunjuk Kang To, apa kau masih melakukan itu? Berikan sepatu itu.
Kang to berkata kalau sepatu akan kering lebih cepat jika dijepit seperti ini. Ibu heran, itu sepatu kakakmu kan?

Kang To berkata ke ibu, kita harus menghemat dan membelikan sepatu untuk kakak karena sudah berlubang di mana-mana dan akan cepat basah.
Kang San : Jangan mencemaskanku, kau yang seharusnya membeli sepatu. Apa kau bisa menarik ricksaw dengan sepatu rusakmu itu?

Kang To ketawa, jangan kuatir, aku punya sepatu kulit yang kuat. Ia menunjukkan kakinya ke Kang San, ini!!
Kang San geli, astaga...bau tahu! Kang San mengambil ubi dan menyuapkannya ke Kang To.

Kedua saudara itu bergulat sambil bercanda, saling menyuapkan ubi ke mulut masing2. Ibu hanya bisa berseru, kalian berdua..hentikan! nanti kalian bisa terluka!

Sekarang, Ibu hanya bisa menangis mengingat itu. Ia membelai foto Kang To dan menangis di kamar anaknya.

Kang San lari terus mengejar mobil Kang To, ia teriak2 memanggil Kang To. Kang To-ya! Kakak bersalah. Kang San terjatuh dan tidak bisa mengejar lagi, ia hanya teriak aaahhh..Kang to-ya!!

Kang To melihat kakaknya dari kaca spion, ia terlihat sedih, tapi tetap pergi meninggalkan keluarganya.

SD Nam San, Guru Kimura Shunji mengajar anak2 menyanyi. Semua murid mengikuti dengan riang. Sepertinya ini anak2 Korea.
Selesai menyanyi, Shunji berkata kalau pelajaran selesai dan minta anak2 membawa perabotan rumah tangga besok, apa saja.

Seorang anak (oh ini biksu kecil di TPM), tanya apa boleh membawa pispot.

Shunji geli, ya tentu saja, piring, keranjang, kain, baki apa saja. Shunji minta Ketua Kelas memimpin hormat, ternyata anak tadi ketuanya. Setelah itu kelas bubar.

Kang To mengunjungi Shunji, sekarang kau juga mau menerima pispot?
Shunji menerima perabot rumah tangga dari murid-muridnya dan membelinya. Ia sepertinya ingin membantu ekonomi keluarga murid2nya.

Shunji terkejut, ia ketawa geli : Lee Kang To apa yang kau lakukan disini?

Kang to ingin latihan kendo bersama Shunji. Kang To mengenakan kimono hitam, sedangkan Shunji putih. Keduanya bertarung dengan pedang kayu dan keduanya seimbang.

Setelah itu mereka berbaring di rumput. Shunji tahu Kang to ada masalah, ia tanya, apa sekarang kau merasa lebih baik? sudah berapa kali ini, saat kau tiba2 pergi dengan kopermu dan menemuiku?

Kang to berkata ia mendapat promosi dan kenaikan pangkat. Ia sebenarnya ingin bertahan setahun lagi dan membelikan rumah baru untuk Ibu lalu membawa kakak ke RS terbaik di Tokyo, kalau saja aku bisa menyembuhkan kakakku. Apa jeleknya disebut Dong Gae?

Shunji : Sekarang kau membuatku merasa bersalah karena jahat pada ayahku.
Kimura Shunji ini sepertinya anak Kimura Taro dan adik Kenji.

Shunji menggelitik Kang to. Kang To geli, apa yang kau lakukan? hentikan, panas.
Seorang bibi tua datang, Tuan Muda. Ia memanggil Shunji. Shunji senang melihatnya dan langsung lari ke arah bibi pengasuhnya.

Kang to geli, apa kau sangat menyukainya? apa kau mau menyusu? Ha!

Mok Dan ternyata adalah anggota Sirkus Timur Jauh. Ia mengamati penonton dari balik tirai. Sun Hwa, temannya heran kau menunggu siapa? Siapa dia?
Mok Dan memegang pisaunya erat2 dan berkata satu hari dia pasti datang.

Sun Hwa : Eonni, Kau tahu aku tidak akan tahan jika aku ingin tahu, ini bukan hanya satu dua hari, tapi setiap kita mengadakan pertunjukan, kau seperti ini. Siapa sebenarnya yang kau tunggu seperti itu?

Mok Dan menggantung pisau itu di lehernya. Sun Hwa heran, kak, kau mau menggantungnya di lehermu lagi? Siapa sebenarnya orang itu?

Flashback,
Ada dua anak bersembunyi di rerumputan. Seorang remaja pria dan Mok Dan. Anak lelaki itu memberikan pisau itu untuk Mok Dan dan minta Mok Dan tetap hidup apapun yang terjadi.
Anak laki : Kau tidak boleh mati apapun yang terjadi.
Mok Dan memanggilnya Tuan Muda. Apa yang akan anda lakukan?

Anak laki : Boon yi, kita harus bertemu lagi.
Anak itu akan pergi tapi Boon menahannya, anda mau kemana? Anak itu hanya berkata tetaplah hidup dan aku pasti akan menemukanmu.

(Ada tanda huruf 'yung'(mandarin) di pisau itu, anak lelaki itu bisa Kang San atau Kang To)

Mok Dan menggenggam erat pisaunya, anda bersungguh-sungguh kan? Anda benar2 akan menemukan saya, ya kan?
Kedua anak itu berpelukan, lalu anak laki itu lari untuk mengalihkan perhatian orang2 yang mengejar mereka agar menjauh dari Mok Dan.

Kembali ke Sirkus Timur Jauh, orang2 yang ada di pinggir jalan tadi, ternyata juga anggota sirkus. Mereka sirkus yang mendukung kemerdekaan Korea.
Shin Nan Da (Manager Park-SG!) mengumumkan yang akan tampil berikutnya. Mok Dan!

Mok Dan muncul mengenakan baju seperti tokoh opera Cina. Ia ahli topeng.

Mok Dan bisa berganti-ganti topeng dengan sangat cepat. Penonton kagum dan tepuk tangan meriah sekali. Pertunjukan sukses.

Mok Dan membuka topeng untuk menunjukkan wajahnya.

Kang To menginap di rumah Shunji. Keduanya tidur sekamar. Shunji cerita tentang seorang gadis yang ia temui saat masih kecil. Namanya Esther.
Kang to heran, kenapa namanya seperti itu?

Shunji menjelaskan, itu nama Baptisnya, aku tidak tahu nama Joseon-nya.
Shunji ingat kalau gadis itu pernah memarahinya. Kang to heran, kau kena masalah dengannya?

Shunji berkata gadis itu yang membuatnya menjadi manusia. Kang to ingin tahu cerita itu dari awal, tapi Shunji bercanda, jangan terlalu ingin tahu, nanti kau akan terluka.
Kang to kesal, kalau ini rahasia, jangan cerita dari awal.

Mok Dan remaja mengenakan baju suster Katolik dan berdoa, Tuhan, tolong bantu agar aku bisa segera bertemu ayahku dan untuk anak lelaki yang memberikan pisau ini kepadaku, tolong selamatkan dia. Seperti janjinya, tolong kami agar bertemu.
Ada remaja Jepang di sudut yang mendengarnya, itu Shunji.

Shunji : Aku ingin tahu apa dia sudah tahu siapa anak itu dan apa mereka berdua sudah bertemu lagi.
Kang to tidak mendengar kata2 Shunji, ia sudah tidur nyenyak.

Mok Dan membaca selebaran yang berisi penangkapan ayahnya. Ia terkejut sekali.

Kang to keluar dari toko, ia membeli topi baru dan temannya Abe Shinji memujinya, kau keren kau bisa muncul di film.

Kang To sengaja dandan karena ia yakin pasti akan masuk koran. Kang To masuk mobil dan melewati Mok Dan, tapi ia tidak melihat gadis itu.

Mok Dam Sa Ri dibawa ke pengadilan bersama beberapa orang lain karena mereka terlibat gerakan kemerdekaan.

Mok Dan Sa Ri terus saja bicara untuk mengobarkan semangat rakyat Korea, mereka akan terus memberontak meskipun nyawa sebagai taruhannya, bahkan setelah kematian. Dia terus bicara akan melawan kekuasaan Jepang.
Hakim minta Dam Sa Ri diam, tapi Dam Sa Ri justru menyanyikan lagu patriotik Korea, mereka teriak mengusir Jepang. Pengunjung yang sebagian besar juga orang Korea jadi terpengaruh.

Hakim marah dan minta sidang dibersihkan dari orang luar, menjadi sidang tertutup. Booo...
Lee Kang To melihat kejadian itu dengan tersenyum.

Mok Dan tiba di pengadilan dan berusaha masuk, ini ayahku. Ayahku diadili hari ini dan aku tidak tahu. Aku sudah lama tidak bertemu ayahku, tolong ijinkan aku masuk.
Petugas melarang Mok Dan. Mereka ingin menyeretnya pergi, tapi terdengar keributan di pengadilan, petugas segera ikut mengamankan, jadi Mok Dan bisa menyelinap masuk.

Mok Dan masuk ke ruang sidang dan mengumumkan hukuman untuk Dam Sa Ri. Kang To berbisik, Bingo! ia tampak gembira.

Kang to bahkan berfoto bersama Mok Dam Sa Ri, Abe Shinji dengan senang hati memotretnya.

Mok Dan marah dan memaki Kang To. Mok Dan melompat dari balkon dan menyerang petugas. Ia lari mendekati Kang to, pembunuh! Mok Dan menyerang Kang to dengan pisau pemberian anak laki waktu ia remaja.

Kang To dengan mudah menahan tangan Mok Dan, menelikungnya dan membuatnya menjatuhkan pisau itu. Petugas menangkap Mok Dan. Mok Dan meludahi Kang To.

Kang To akan memukul Mok Dan, tiba2 Gaksital muncul. Ia turun dari balkon dan melumpuhkan beberapa petugas. Kang To memerintah petugas menyeret Mok Dam Sa Ri dan Mok Dan.

Kang To bertempur melawan Gaksital. Gaksital melayani Kang to tapi tidak berniat melukainya, ia hanya mendorong Kang To saja.

Mok Dan juga bergerak, ia berhasil mengambil pisaunya kembali dan membebaskan ayahnya. Mok Dan berkata, Ayah ini aku Boon!
Dam Sa Ri terkejut, kau putriku Boon. Mok Dan minta ayahnya cepat2 melarikan diri. Keduanya pergi.

Abe Shinji hampir berhasil menembak Gaksital, tapi rekan Mok Dan berhasil mencegahnya. Gaksital bisa melarikan diri dari Kang To.

Mok Dan bersama ayahnya sembunyi di kamar Hakim Choi.

Diane datang menemui Hakim Choi. Keduanya jelas punya affair.

Kang to yang mengejar Dam Sa Ri dan Mok Dan menemui Hakim Choi dan ingin memeriksa kamarnya, tapi ditolak. Kang To berkeras, demi keselamatan Hakim Choi karena dia yang memberi hukuman mati pada Dam Sa Ri.

Choi mengalah. Kang To dan Abe Shinji masuk memeriksa kamar Hakim tapi tidak ada yang mencurigakan. Ia melihat Mok Dan lari bersama ayahnya dari jendela.
Kang to dan pasukan bergegas mengejar.

Hakim Choi masih sempat bermesraan dengan Diane dan ingin menciumnya. Tapi Diane Lee berkata kalau Gubjen/Gubernur Jendral akan datang ke kediaman mereka.
Hakim Choi kaget, apa kau ingin aku membebaskan suamimu?

Diane Lee membujuk Choi membebaskan suaminya, aku tidak bisa melarang Gubjen datang kan? Suamiku kan teman main kartu-nya. Aku juga tidak bisa mengatakan kalau suamiku menyetir dalam kondisi mabuk dan menabrak seorang ibu dan putrinya sampai mati.

Choi berkata ia tidak bisa melakukannya. Ini melanggar hukum. Diane Lee merayu Choi, Kantor distrik Kyung Sung berencana untuk meratakan desa Shin Dap. Mereka ingin membangun kota baru dengan rumah2 baru. Jika kau membeli tanah disana sekarang, nanti harganya pasti akan naik 10 atau 20 kali lipat.

Diane Lee membujuk, kau tahu siapa lagi yang bisa memberikan informasi seperti ini selain suamiku?
Ia juga berkata sudah menyuap korban tabrakan, jadi tidak masalah. Lalu ia menunjuk bungkusan di meja, itu cookies ala Barat, nikmatilah bersama anak buahmu.

Diane Lee mencium pipi Choi dan pergi. Bye..(Diane Lee ini Sun Young di YAMD hehe)

Kang To lari mengejar seseorang yang ia pikir Mok Dam Sa Ri.

Tapi sebenarnya Dam Sa Ri sudah berganti baju dan jalan meninggalkan lokasi.

Kang to menembak orang itu dan kena di punggungnya. Abe Shinji melompat dan membalik tubuh orang itu. Ternyata orang lain.

Hakim Choi membuka bungkusan kue dari Ny. Lee, Isinya uang. Uang suap. Ia tampak puas.
Choi menelepon seseorang untuk membebaskan suami wanita tadi. Ia berkata kalau yang salah adalah si korban. Astaga..hakim apa ini.

Choi meletakkan telp dan berbalik. Ia terkejut sekali saat melihat Gaksital berdiri di depannya!
Choi ketakutan : Kau siapa?
Gaksital : Choi Myeong Sub? Bukan, Kwon Soo Jung.

Choi terkejut. bagaimana kau tahu nama itu.

Gaksital : Bagaimana kau bisa menjadi hakim, kau menyebut dirimu sebagai Hakim setelah membunuh orang menggunakan hukum. Apa tidak cukup bagimu menghianati rekan seperjuanganmu sekarang kau membunuh dengan menggunakan hukum?
Kau akan membayar untuk kejahatanmu. Aku datang untuk memastikan itu.

Choi : Kau..berarti kau adalah..
Tapi Gaksital sudah menyerangnya dengan pedang dan menyudutkan Choi.

Choi ini mungkin yang sudah membunuh Ayah Kang To dan Kang San.

Kang to memberi perintah untuk membunuh semua penyusup. Tiba2 tubuh Hakim Choi terlempar dari jendela ruang atas.
Kang to lari melihatnya, ia melihat Gaksital lari.

Kang To lari mengejar Gaksital, ia melihat petugas berbaris dan melihat Kang San, kakaknya jalan di belakang tentara.
Kang San tampak gembira melihat Kang To, Adikku Lee Kang To! Kang To tanya apa yang dilakukan kakaknya disini. Kau pulang saja.

Kang San mengajak Kang To pergi, aku ingin main bersamamu, aku bosan.

Mok Dan duduk sendiri di ruang pertunjukan sirkus. Ia ingat ayahnya berkata jangan mencemaskanku, kau harus hidup dengan baik.
Mok Dan ingin ikut ayahnya, aku tidak bisa apa-apa, tidak apa jika aku mati. Aku tidak ingin hidup terpisah lagi dari Ayah.

Seolwon no, Mok Dam Sa Ri berkata ia akan menemui Mok Dan lagi. Kemana aku harus mencarimu?
Mok Dan menangis. Ayahnya mengingatkan, kau adalah putri Ketua Pergerakan Kemerdekaan.

Mok Dan berkata ia bekerja di sirkus, Ayahnya tampak tenang, ia kenal dengan pemimpinnya. Tuan Cho. Mok Dan terkejut, ayah mengenalnya?
Dam Sa Ri hanya minta Mok Dan tetap di sirkus itu, aku akan menemukanmu.

Mok Dan memandang foto ayahnya dan berkata, aku tidak sempat mengatakannya padamu Ayah, tapi ibu meninggal. Aku akan hidup dengan baik, kau juga harus selamat dan kembali padaku. Aku akan menunggumu, Ayah.

Kang to dan Kenji menghadap Kimura Taro untuk lapor kalau Gaksital adalah penjahatnya.
Kenji berkata kalau Gaksital mengenakan topeng dan membantu gerakan kemerdekaan. Kimura Taro marah dan menampar anaknya, karena terlambat mengatakan soal Gaksital ini.

Kenji merasa ayahnya tidak perlu tahu karena ia tidak mengira Gaksital akan membunuh Hakim Choi. Kenji minta maaf.
Tapi Kenji kesal karena Kang To tidak kena marah.

Taro, Kenji dan Kang To memeriksa mayat Choi. Kang To minta maaf, mereka gagal menangkap Dam Sa Ri, tapi menangkap anggota gerakan kemerdekaan yang lainnya.

Taro dan Kenji terperanjat melihat luka sayatan di mayat Hakim Choi, mereka seperti tahu artinya.

Taro memerintah Kenji menangkap Gaksital. Kang To ingin melakukan tugas itu tapi ditolak, Kang to harus menangkap Dam Sa Ri.

Kita kembali ke awal, saat Kang To teriak Gaksital!!
Ia melihat ke arah robekan bendera merah dan menyadari tanda yang sama dengan bentuk luka Hakim Choi.

Kang to kembali ke kantor Hakim Choi dan mulai menyelidiki. Kang To memandang foto bendera Jepang, lalu memeriksa bagian belakangnya. Ia menemukan foto lama, Hakim Choi dan Kimura Taro.

Kang To menunjukkan foto itu pada atasannya, Konno Koji. Koji heran ia juga baru tahu kalau Choi Myeong Sub dan Kimura Taro bersahabat dekat.

Kang To berkata kalau jahitan di baju keduanya sama dengan robekan di bendera merah dan juga sayatan di tubuh Choi. Jadi, Gaksital sengaja meninggalkan tanda itu. Pasti ada hubungan diantara Choi Myeong Sub, Lee Gong dan Kimura Taro. Huruf itu seperti huruf Jepang, ki.

Konno Koji merasa Taro takut kalau hubungan ini diketahui, itu sebabnya ia menyerahkan penyelidikan kepada Kenji, anaknya.

Taro, Kenji dan beberapa pejabat datang. Konno Koji menyembunyikan foto itu. Ia marah pada anak buahnya karena tidak bisa menangkap Gaksital. Ini sudah sebulan.
Kenji minta maaf tapi Koji ingin Kang To mengambil alih penyelidikan dan menangkap Gaksital.

Kimura Taro berkata kalau Kang To seharusnya menangkap Dam Sa Ri.
Koji ke Kang to : Apa kau bisa menangkapnya (Gaksital) dalam satu minggu?

Kang To mengiyakan. Saya akan melakukan yang terbaik dan menangkap Gaksital.

Kenji menghadap ayahnya dan berkata ia akan membunuh Kang To sebelum dia mengetahui soal rencana dan organisasi (rahasia) mereka. Taro setuju dan berkata mereka harus mengurus Kang To tanpa membuat Konno Koji curiga.
Kenji mengerti, saya punya cara mengurusnya.

Kang To sibuk menyelidiki kematian Hakim Choi. Ia memeriksa dokumen demi dokumen.
Sementara Kenji menelepon seseorang dari kantornya. Kenji berkata, malam ini. Kau berani kan?

Malamnya, Kang To jalan ke mobil dan memasukkan kotak ke bangku belakang.

Tiba-tiba ada yang menodongkan pistol ke kepala Kang To. Gaksital Palsu. Karena yang asli biasanya pakai pedang.

Notes

Aku tidak buat recap Dr. Jin. Pertama, karena temanya mirip2 Rooftop, kedua ..too many beautiful faces. Aku jadi bosan.
Kalau Big baru tayang hari Senin, 4 Juni. Jadi mungkin kalau ada waktu akan buat.

Iseng lihat Gaksital dan langsung jatuh hati hehe..kaya Zorro cuma ini di Korea. Dan ada Joo Won !!

Oya, ada yang menggangguku. Kenji jelas adalah si antagonis disini, tapi penampilannya...
mirip dengan the guy below hehehe..meskipun cuma gaya rambutnya aja.