Sinopsis Dream High 2 Episode 3

Hae Sung mencoba melerai Yoo Jin dan juga JB agar tidak berkelahi, "Mengapa kalian seperti ini? Bertengkar tanpa alasan yang jelas." Yoo Jin menjawab, "Tentu saja ini ada alasannya. Setelah mengusir kami dari asrama, tanpa rasa malu kini dia menyebut ruangan ini adalah ruangan latihannya." Hae Sung kembali mencoba mendamaikan keadaan, "Tapi kau juga kan hanya menumpang...." Hae Sung langsung menutup malu karena dia sadar ucapannya tadi mengenai Yoo Jin. Mendengar hal ini pun JB jadi memiliki alasan lain untuk mebolok-olok Yoo Jin, "Oh ternyata kau hanya menumpang saja." JB mengatakan hal itu dan kemudian pergi meninggalkan Yoo Jin. Yoo Jin menatap Hae Sung kesal dan ikut pergi.

Hae Sung mengejar Yoo Jin dan menjelaskan bahwa dia tidak ada maksud untuk membuat Yoo Jin tampak buruk. Yoo Jin menghentikan langkahnya dan menatap Hae Sung, "Apa kau tidak marah setelah mereka mencuri tempatmu?" Hae Sung menunduk, "Mereka tidak mencurinya... Mereka mendapatkannya dariku." Yoo Jin bertanya, "Apa bedanya? Apa karena mereka idola besar maka kau menyerahkannya begitu saja? Untuk mengatakan bahwa kau adalah asisten.... Ah lupakan. Kau bahkan sekarang ini bukan siapa-siapa." Yoo Jin pergi meninggalkan Hae Sung yang hanya bisa menundukan kepala.


Rian masih terus mencoba membujuk Kang Chul agar dia di perbolehkan untuk bermain film. Kang Chul menatapnya dan bertanya, "Apa yang kau dapatkan dari akting? Bukankah kita hanya mendapatkan komentar negatif mengenai aktingmu yang buruk? Tunggu hingga kau dewasa dan baru dipertimbangkan untuk berakting." Rian menghela nafas lelah, "Dibutuhkan berapa tahun? Berapa lama lagi group kita bisa bertahan? 3 Tahun? Keduanya(Nana dan Ailee) memiliki kemampuan bernyanyi dan mereka memiliki masa depan cerah. Lalu bagaimana denganku? Apakah aku harus membuat shopping online??" Kang Chul berpendapat, "Aku rasa itu bukan ide yang buruk. Tapi yang pasti akting bukanlah masa depanmu." Rian kembali bertanya, "Apakah ada idola yang tidak mendapat kritik untuk akting mereka yang pertama?" Kang Chul sudah sangat kesal makanya dia membentak Rian, "Kau pastikan saja tidak menganggu groupmu! Itu yang harus menjadi perioritasmu! Berfikirlah lebih pintar sedikit." Rian kesal dan dia hanya bisa mengepalkan tangannya.



DREAM HIGH 2
EPISODE 3

Soon Dong dan Hae Sung menatap Rian yang kini berada di kamar mereka. Rian kesal dan balas menatap mereka, "Pergilah. Ini kamarku!" Hae Sung menjawabnya bahwa Guru Taeyeon bilang bahwa saat ini mereka bisa tidur ber3 dulu. Rian tidak terima dan bilang bahwa dia bahkan tidak mau satu kamar dengan membernya jadi mengapa dia harus satu kamar dengan Soon Dong dan juga Hae Sung? Hae Sung tidak menanggapi ucapan Rian, "Jika kau mau tinggal sendiri maka kau bisa keluar." Rian melihat ada bantal dengan foto JB dan dia pun bertanya pada Hae Sung, "Jangan bilang kalau kau memeluk ini saat tidur?" Hae Sung merebut bantal itu dan menjawab ya. Rian mendengus dan bilang bahwa itu sangat aneh. Hae Sung kesal dan balas bilang bahwa yang aneh adalah Rian karena memikirkan hal itu. Hae Sung kembali berkata, "Bagaimanapun juga kami akan berada di kamar ini, jika kau tidak nyaman maka kau boleh tidur." Soon Dong dan Hae Sung berjalan ke arah tempat tidurnya Soon Daong.

Saat akan tertidur, Hae Sung terkejut melihat koleksi barang miliknya dengan semua gambar JB diturunkan oleh Rian dari rak dan benda benda itu diganti dengan benda milik Rian. Hae Sung tentu tidak suka dan langsung menghampiri Rian, "Apa yang kau lakukan hah?" Rian menjawabnya santai, "Cari saja kamar lain dan tidur disana. Bukankah kau punya banyak teman disini?" Hae Sung kesal dan dia mengambil seluruh barangnya koleksi JB dan menyimpannya kembali di tempat semula. Milah seluruh koleksi JB yang di miliki oleh Hae Sung, Rian berkomentar bahwa Hae Sung terlihat seperti seorang penguntit. Hae Sung tidak terima dan dia pun bertanya pada Rian, "Apa kau menganggap semua fansmu adalah penguntit hah? Siapa yang akan kau andalkan nantinya?" Hae Sung menyentuh barang Rian dan dmasukan kembali kedalam koper Rian. Rian tidak suka barangnya disentuh makanya dia kembali marah pada Hae Sung. Hae Sung berkata pada Rian, "Jika kau ingin diperlakukan bak putri maka kembalilah ke rumahmu. Apa aku harus membantumu berkemas? Dimana rumahmu? Katakan..." Hae Sung melihat ada selembar foto di koper Rian dan ternyata itu foto Rian dan JB. Rian segera merebut foto itu dari tangan Hae Sung, "Sudah kukatakan jangan sentuh barangku!!!" Soon Dong ketakutan akan terjadi sesuatu makanya dia memilih untuk kabur.


Soon Dong bersama teman-teman asrama yang lainnya berdiri di depan pintu kamar Hae Sung untuk mendengarkan apa yang terjadi di dalam. Hong Joo bertanya, "Sejauh apa perkembangannnya? Apa sudah tarik menarik rambut?" Soon Dong menjawab, "Hm mungkin lebih..." Soon Dong dan Hong Joo kembali menempelkan telinga mereka pada pintu namun tidak terdengar hal apapun. Karena penasaran maka Soon Dong pun membuka pintunya perlahan lahan dan yang mereka lihat adalah Rian yang sudah berbaring di kasur, sedangkan Hae Sung duduk dilantai dalam keadaan rambut yang berantakan. Melihat hal ini Soon Dong pun yakin bahwa Hae Sung kalah.

Rian menghancurkan barang-barang Hae Sung dan Hae Sung terlihat menangisi barang-barangnya itu. Dia teringat ucapan Yoo Jin, "Hanya karena mereka seorang idol hebat maka mereka bisa mengambil milikmu?" Hae Sung hanya diam menunduk sambil memperbaiki barangnya yang rusak.


Karena tidak ada petugas keamanan di asrama maka otomatis seluruh tugas dilimpahkan pada Guru Jin Man termasuk memperbaiki toilet yang mampet. Saat sedang memperbaikinya tiba tiba Guru Taeyeon datang dan karena terkejut maka tangan Guru Jin Man pun masuk kedalam closet. Guru Jin Man berteriak histeris, "AAAAH Tanganku masuk kedalam sana!!!" Guru Taeyeon berkomentar, "Semua murid akan menggunakan toilet ini sebentar lagi jadi cepatlah. Pompa yang lebih kuat." Guru Jin Man menatap Guru Taeyeon kesal, "Bisakah kau keluar? Apa kita sangat dekat hah hingga kau harus ada disini?" Guru Taeyeon menjawab, "Aish kita sudah di skeolah ini selama bertahun tahun." Guru Jin Man berkomentar, "Tapi kau berubah! Sejak pergantian Direktur, Guru Ahn Taeyeon yang aku kenal sudah mati. Guru Ahn Taeyeon yang sekarang, bukanlah Guru Ahn Taeyeon yang dulu." Guru Taeyeon menjawab kembali, "Apa kau tau bahwa transformasi wanita itu justru terlihat sangat baik? Kau memiliki waktu 10 menit untuk menyelesaikan semua ini." Guru Taeyeon tersenyum dan kemudian pergi.


Guru Jin Man kembali ke dalam kamarnya di loteng asrama dan dia terkejut melihat ada Yoo Jin yang membawa banyak pisang. Yoo Jin sangat senang melihat kehadiran Guru Jin Man, "Tada~ Aku tidak bisa mengatakan hal lain tapi akanku pastikan bahwa stock pisangmu tidak akan kehabisan. Ini adalah hadiah untuk merayakan kita menjadi teman sekamar." Guru Jin Man kembali terkejut, "Apa? Sejak kapan kau jadi teman sekamarku? Rumahmu...." Ucapan Guru Jin Man terpotong karena dia mendapat telfon dari Guru Taeyeon, "Apa?? Kau ingin aku memperbaiki kunci pintu? Aish.... Aku mengerti!" Setelah menutup telfon, Guru Jin Man bertanya pada Yoo Jin, "Apakah aku tampak seperti pesuruh bagi mereka hah? Apa aku begitu mudah ditindas?" Yoo Jin mendapatkan ide dan menawarkannya pada Guru Jin Man, "Aku tau bagaimana cara memperbaiki pintu. Aku juga bisa memperbaiki toilet dalam waktu 3 menit. Aku bisa mengganti bohlam lampu hanya dengan satu tangan. Dan topi penjaga ini juga cocok denganku. Bagaimana jika aku melakukan semua ini untukmu Guru?" Guru Jin Man memikirkan tawaran yang diberikan oleh Yoo Jin, "Hm selama kau menjadi teman sekamarku?" Yoo Jin menganggukan kepalanya.


Hae Sung mendatangi kamar JB dan berniat meminta JB untuk membantu anak-anak asrama yang lainnya mendapatkan kembali kamar mereka di asrama. Tapi JB terlihat acuh dan tidak tertarik sama sekali. Hae Sung berkata bahwa dia diusir karena para idola yang datang itu dan JB menjawab bahwa bukan JB lah yang mengusir mereka. Hae Sung bertanya, "Apa hati nuranimu tidak tersentuh?" JB menjawab santai, "Tidak." Hae Sung terkejut mendengarnya. Hae Sung membahas mengenai CD yang dia temukan kemarin, JB Panik dan bilang bahwa dia tidak memiliki waktu untuk mengobrol banyak. Dengan cepat JB Menutup pintu kamarnya. Hae Sung terdiam karena dia tidak berhasil membujuk JB sama sekali.


Hae Sung dengan teman temannya yang diusir dari asrama pun menghadap Kang Chul dengan accesories Indiana. Kang Chul yang melihatnya pun bertanya, "Hmm jadi kalian adalah penduduk pribumi dan aku adalah orang yang jahatnya?" Hae Sung segera menggeleng, "Tidak... Kami hanya... Karena permintaan kami tidak banyak ditanggapi." Kang Chul berkomentar bahwa mereka semua harusnya protes pada Guru yang bertugas, bukan pada dirinya. Hae Sung mengatakan bahwa dia sudah mencoba berbicara pada Kepala Sekolah tapi ternyata Kepala Sekolah justru menyuruh mereka agar bekerja lebih keras lagi. Mendengar hal itu Kang Chul pun berkata, "Hm yang dikatakan kepala sekolah benar." Hae Sung kembali berbicara bahwa mereka semua tidak bisa dibandingkan dengan para Idol. Kang Chul mengatakan bahwa semuanya di sekolah ini adalah pelajar dan tidak ada keistimewaan khusus yang di berikan.

Ui Bong yang ikut menghadap pun mengeluarkan suara untuk meminta diberikan kesempatan tes ulang kembali. Kang Chul justru tertawa mendengarnya, "Bukankah kalian bilang bahwa kalian tidak bisa dibandingkan dengan mereka? Bukankah tes ulang hanya membuang buang waktu? Sekarang aku tanya, siapa yang yakin akan lulus? Apa kah kau memiliki keyakinan akan lulus? Selama ini kalian tinggal dengan nyaman di balik batu tapi sekarang batu itu sudah tidak ada. Dibandingkan kalian semua, para idola itu lebih rajin belajar. Bukankah kalian hanya buang buang waktu dengan berdemonstrasi disini?" Ji Soo ikut mengeluarkan suara, "Kalian tau jelas kan berapa poin yang akan dikurangi jika kalian tidak masuk kelas? Pengurangan poin bergerak lebih cepat dari pada span email. Kalian masih tidak mau masuk kelas hah?" Semua murid pun langsung berbondong-bondong meninggalkan ruangan Kang Chul.


Kang Chul berkomentar pada Ji Soo bahwa dia bingung dari mana seluruh murid itu bisa ada. Kang Chul lalu meminta Ji Soo untuk menyelidiki Kepala Sekolah, Ji Soo mengangguk mengerti. Kang Chul tersenyum licik, "Kita harus perlahan lahan mengujunya. Kita lihat apakah dia harimau yang telah kehilangan gigi atau yang menyembunyikan giginya."


Murid murid yang tadi berdemonstrasi ke ruangan Kang Chul pun kembali ke kelas vocal yang diajar oleh Guru Taeyeon. Guru Taeyeon bertanya, "Kalian semua dari mana saja?" Hae Sung menjawab bahwa mereka tadi dipanggil oleh Kepala Direktur makanya terlambat. Guru Taeyeon mengerti dan kemudian memperbolehkan mereka masuk kelas. Guru Taeyeon lalu bilang bahwa kelas kali ini adalah untuk melatih kapasitas paru-paru. Semua murid di berikan selembar kertas yang ditempelkan di hidung dan harus ditiup terus menerus. Jika kertas itu menempel ke bibir maka dianggap gagal.

Hae Sung berhadapan dengan Rian. Rian tidak meniup kertas itu dan Hae Sung pun ingin melaporkannya pada Guru Taeyeon tapi justru kertas Hae Sung menempel di bibirnya. Saat Guru Taeyeon menghampiri mereka, Rian langsung meniup kembali kertas itu dan bersikap seperti biasa. Guru Taeyeon tersenyum pada Hae Sung dan mengatakan bahwa Hae Sung lah yang kalah.
Diantara semua murid, yang memiliki kapasitas paru-paru paling banyak adalah Nana. Guru Taeyeon langsung memuji Nana pantas menjadi main Vocal di Hershe. Rian yang mendengar hal itu langsung mendengus kesal. Lalu Guru Taeyeon juga mengingatkan bahwa akan ada evaluasi akhir bulan dimana para murid harus melakukan duet, dan evaluasi akhir bulan ini bukan sekedar ujian biasa tapi lebih seperti konser makanya sebaiknya semua murid mempersiapkannya dengan baik.


Rian dan Hae Sung pergi ke toilet. Di toilet Rian mengeluarkan ponselnya dan Hae Sung tentu kaget karena peraturan mengatakan dilarang membawa ponsel. Rian berkata pada Hae Sung jika Hae Sung mau membawa ponsel maka silahkan saja. Rian lalu masuk kedalam salah satu bilik Toilet untuk mengangkat telfon dari Ibunya. Sementara itu Hae Sung mencak mencak kesal dan masuk kedalam bilik toilet yang lainnya.

Terdengar pintu toilet dibuka dan masuklah Soon Dong dengan teman-temannya yang lain. Soon Dong berkata, "Aku tentu akan melakukannya dengan Hae Sung." Teman Soon Dong berkata bahwa pasti kali ini akan sulit karena mereka harus berhadapan dengan para Idol. Soon Dong menjawab hal itu, "Bukankah ada Rian? Kita pasti lebih bagus dibandingkan dia. Kemungkinan Rian lah yang akan malu besar kali ini. Bukankah dalam group mereka ada 3 orang? Kelompok duet itu pasti terdiri dari Nana dan Ailee. Hanya mereka berdua yang bisa melakukannya dengan baik." Teman teman yang lainnya setuju akan hal itu dan tertawa sambil keluar dari toilet. Hae Sung yang mendengar itu dari bilik kamar mandi merasa kasihan pada Rian.

Rian mengeluarkan tisu packnya tapi tisu pack itu terjatuh dan masuk kedalam bilik toilet yang ditempati Hae Sung. Rian mengecek tisu di bilik toiletnya ternyata tisu itu hanya sisa sedikit. Rian pun dengan terpaksa meminta Hae Sung mengambilkannya. Awalnya Hae Sudah akan mengambilkannya tapi mendengar Rian yang justru mengejeknya maka Hae Sung tidak jadi mengambilkannya, dia justru memindahkan tisu pack itu ke bagian tengah bilik toiletnya hingga susah diambil oleh Rian. Hae Sung berkata pada Rian, "Aku menyedihkan. Tapi dibandingkan denganmu, kau lebih buruk!" Hae Sung langsung berdiri dan pergi meninggalkan toilet.


Terjadi keramaian di ruang tengah sekolah Kirin. Hae Sung bertanya pada Hong Joo, "Ada apa?" Hong Joo pun menjawab bahwa Kang Chul akan memberikan pidato. Kang Chul terlihat tampil di TV Kirin, "Halo semuanya. Aku Lee Kang Chul kepala direktur. Beberapa siswa mengatakan bahwa pengaturan asrama berjalan tidak adil. Mereka telah mengajukan saran dan sebagaimana kami menghargai pendapat mereka maka kamu memutuskan untuk mengatur ulang kamar asrama secara adil. Berdasarkan hasil ujian akhir bulan ini maka kami akan menata ulang kamar asram agar adil. Dan kepala Sekolah Jang Wan lah yang akan bertanggung jawab atas auditnya." Kepala Sekolah yang melihat itu langsung terkejut, "AKU?" Sementara murid murid yang lain bersorak senang.

Soon Dong dan murid yang lainnya langsung bilang bahwa semua ini berkat Hae Sung yang telah memimpik aksi demo tadi. Hae Sung tersenyum malu mendengarnya. Hae Sung lalu bertanya pada Soon Dong, "Oh lalu lagu apa yang akan kita nyanyikan di evaluasi akhir bulan?" Soon Dong terlihat bingung, "Hmm kita? Aku dengan Yoo Jin.... Ah aku akan melakukannya dengan Yoo Jin." Hae Sung terkejut, "Hah? Bukankah tadi di toilet kau bilang bahwa kau bersamaku?" Soon Dong mengatakan pada Hae Sung bahwa penyusunan kamar lah yang dipertaruhkan makanya harus mempertimbangkan dengan hati hati dalam memilih pasangan duet. Semua murid yang lainnya setuju. Hae Sung bertanya pada teman temannya yang lain, "Hey kau mengorbankan persahabatan kita? Huh bukankah yang dilakukan Soon Dong sangat berlebihan?" Hae Sung berbalik ke belakang untuk menatap teman temannya yang lain tapi ternyata teman temannya sudah lebih dulu meninggalkan dia.


Ji Soo berkumpul dengan Hershe dan juga JB untuk membicarakan mengenai Evaluasi akhir bulan, "Peraturan yang akan di lakukan di Evaluasi akhir bulan kurang lebih sama dengan aturan showcase jadi jangan lengah dan berlatihlah dengan baik. Ini adalah acara pertama kita di sekolah ini. Kalian mengerti?" Nana mendengus kesal karena ini mirip dengan saat mereka di trainee. Ji soo menjawab bahwa mereka memang menggunakan sistem yang sama seperti saat di trainee. Ji Soo lalu bertanya pada JB, "Kau akan berduet dengan Si Woo bukan? Aku sedang mencarinya dan kau juga harus mencarinya. Jangan membuat masalah lagi." Kali ini Ji Soo menatap Nana dan Ailee, "Apa yang akan kalian rencanakan?" Ailee langsung merangkul Nana dan bertanya, "Apakah kita harus menyanyikan lagu yang dulu saat trainee?" Nana menatap Rian dan merasa tidak enak hati jika harus meninggalkan Rian sendirian. Rian tiba tiba bilang bahwa dia harus pergi untuk casting drama. Suasana pun jadi hening dan Ji Soo memperbolehkan Rian untuk pergi terlebih dahulu.


Di asrama sedang dilakukan acara untuk menjadikan Hong Joo sebagai teman duetnya karena Hong Joo pasti lolos di Evaluasi Akhir bulan. Ui Bong menjadi pembawa acara pelelangan ini. Murid murid mulai menawarkan kupon makannya untuk Hong Joo namun Hong Joo terus menolak. Hae Sung yang ikut bergabung pun langsung mengangkat tangan untuk memberikan penawaran, "50 Kupon makan, aku akan melayanimu lalu 10 teman kencan dan juga seluruh koleksi CDku!" Hong Joo setuju dengan hal itu.

Tiba-tiba Nana dan Ailee ikut bergabung di ruang asrama dan Nana mengangkat tangan untuk memberikan penawaram, "Apakah aku juga boleh ikutan?" Semuanya terdiam dan menatap Nana. Ailee ikut terdiam karena dia menyangka Nana akan menjadi teman duetnya. Nana menatap Hong Joo dan mengatakan penawarannya, "Aku menawarkan suaraku. Bagaimana?" Hong Joo terlihat malu-malu tapi akhirnya dia setuju. Ada 2 orang yang terlihat kecewa yaitu Hae Sung dan juga Ailee.


Saat acara berakhir, Nana mengejar Ailee yang terlihat marah, "Hey mengapa kau marah?" Ailee bilang pada Nana bahwa dia pikir mereka berdua akan menjadi pasangan duet. Nana ternyata memikirkan Rian karena dia khawatir jika Rian sendirian. Ailee menjawab, "Kau terlalu peduli padanya, dia bahkan tidak pernah berterima kasih padamu."


Rian sedang menyaksikan acara dramanya(Dream High 1 Rian jadi Hyemi =))) dan banyak komentar buruk yang berada di pikiran Rian. Tiba tiba JB datang menghampirinya, "Apa kau sedang melihat aktingmu sendiri? Kau terlihat tidak baik. Apa kau sedang dalam masalah?" Rian menjawabnya kesal, "Itu karena aku pindah kemari!" JB bertanya, "Kenapa kau tidak melihat internet untuk melihat komentar?" Rian beralasan bahwa membuka internet itu dilarang. JB mendengus dan bertanya pada Rian kembali, "Sejak kapan kau menjadi orang yang taat aturan?" Tiba-tiba Rian bertanya balik, "Apakah kau masih menyukaiku? Kau sedang mencari masalah untuk alasan yang tak jelas seperti ini. Muskipun aku bukan tipe orang yang patuh pada aturan tapi statusku masih pelajar dan disekolah ini kencan itu dilarang!" Rian langsung berjalan meninggalkan JB.


Hae Sung dan Soon Dong bergantian bercermin pada cermin kecil sedangkan Rian bisa bercermin pada cermin yang besar. Hae Sung berkomentar melihat penampilan Rian, "Huh dia bahkan bukannya mau tampil di TV." Rian menatap Hae Sung lewat cermin, "Aku bisa mendengarnya!" Rian melihat botol parfumenya yang tidak tertutup dengan rapat dan dia yakin bahwa salah satu dari Hae Sung dan Soon Dong ada yang mempergunakannya. Rian mengendus ngendus tubuh Soon Dong dan Hae Sung secara bergantian dan dia yakin bahwa yang memakai parfumenya itu adalah Hae Sung. Soon Dong segera melarikan diri dari kamar.

Rian memasukan parfumenya itu kedalam saku seragam Hae Sung, "Ini aku berikan untukmu. Tapi jangan gunakan lagi barangku!" Hae Sung kesal melihat sikap Rian, "Untuk apa kau berikan padaku? Aku tidak peduli berapapun harganya ini." Rian menatap Hae Sung dengan ekspresi yang dibuat-buat, "Kenapa? Apakah lebih menyenangkan jika menggunakannya secara sembunyi sembunyi huh? Ah hati hati itu adalah penyakit mental!" Hae Sung semakin kesal di katakan seperti itu. Hae Sung mengajak Rian berbicara namun Rian langsung masuk kedalam kamar mandi sambil mengangkat telfon dari Ibunya.


Ibu Rian ternyata menelfon Rian dengan maksud untuk memberi kabar bahwa hari ini dia akan melakukan pertemuan dengan seorang Direktur Agensi lain. Rian mengerti dan setuju bahwa dia akan datang.


Di sebuah Restaurant, Rian dan Ibunya bertemu dengan seorang Direktur Agensi yang mau mengorbitkan Rian menjadi seorang pemain film. Ibu Rian berkata pada Direktur Agensi itu, "Dari awal kamu inginnya Rian menjadi pemain film saja. Tapi mereka bilang bahwa Rian harus dibuat terkenal dulu sehingga mereka membuat Rian debut dalam girl group. Kau harus tau bagaimana khawatirnya aku saat melihat Rian harus menari dengan menggunakan sepatu tinggu itu. Aku merasa kasihan pada putri kesayanganku ini." Rian menatap Ibunya kesal dan meminta maaf pada Direktur Agensi karena sifat Ibunya yang terlalu berlebihan. Lalu Rian bertanya, "Jika aku berganti perusahaan agensi, kau akan membereskan semuanya dengan baik kan?" Direktur Agensi menjawab, "Serahkan pada kami. Selama kau sudah memutuskannya maka kami akan mengurus seagala hal. Itu tidak akan berdampak buruk pada reputasimu Ri An..."

Saat sedang berbicang-bicang terlihat ada seorang Reporter yng menyapa Direktur Agensi. Direktur Agensi, Rian dan Ibu Rian pun panik jika pertemuan ini diberitakan.


Si Woo datang ke sebuah club dan dia menarik seorang wanita yang dikerumuni oleh para pria. JB juga datang ke club itu karena Nana mmberikan informasi bahwa Si Woo sering datang ke club itu makanya Nana berharap JB bisa mmbawa Si Woo kembali. Si Woo menarik wanita itu dan bilang bahwa wanita itu terlihat menyedihkan. Saat Si Woo akan pergi, Wanita itu memanggil Si Woo, "Kau tau? Namaku ada di urutan no 1 pencarian. Yang pertama adalah Shin Min Soo two timing, yang kedua Sponsor utama Shin Min So. Dan yang ketiga adalah Gim I Ju, anak laki-laki perusahaan iklanku mengatakan bahwa aku adalah simpanannya. Padahal kami hanya bertemu sekali untuk makan malam." Si Woo yang hendak pergi pun mengurungkan niatnya dan kembali menatap wanita itu.

Si Woo memarahi wanita itu, "Ini bukan pertama kalinya kau memiliki skandal. Apa sebenarnya yang perusahaanmu lakukan hah?" Wanita itu tertawa, "Mereka memintaku agar menyerah. Mereka ingin aku diam dirumah saja. Huh sepertinya mereka bahkan sudah menyerah denganku. Aku baru berusia 22 tahun dan bagaimana aku hidup sekarang? Aku seharusnya dari awal tidak menjadi penyanyi...."


JB keluar dari club itu karena dia tidak berhasil menemukan Si Woo. Saat berjalan, dia melihat ada kerumunan orang dan ternyata orang orang itu sedang menyaksikan aksi Yoo Jin yang bernyanyi sambil memainkan gitarnya. Dan lagu yang dibawakan oleh Yoo Jin adalah lagu yang sama dibawakan olehnya saat audisi Kirin.

Selesai bernyanyi, banyak orang yang memberikan uang pada Yoo Jin. Saat sedang mengambil uang itu, ada yang melempar uang 10 sen. Yoo Jin mengambil uang itu dan menatap siapa yang memberikannya dan ternyata itu JB. JB menatap Yoo Jin, "Apa hanya lagu itu yang bisa kau mainkan? Coba mainkan lagu lain." Yoo Jin balas menatap JB dengan kesal, "Aku tidak menerima permintaan lagu jadi pergilah." JB tertawa sinis, "Jadi kau pikir aku tidak bisa melakukan sesuatu?" Yoo Jin berkata pada seluruh penontonnya, "Aku tidak mungkin meniru seseorang jadi aku akan memainkan satu lagu dengan penuh penjiwaan." Para penonton pun langsung bertepuk tangan.

Baru Yoo Jin akan memulainya, para penonton tiba tiba berteriak histeris saat melihat JB membuka penyamarannya. Otomatis para penonton lebih memilih mengerubuni JB dari pada Yoo Jin. Yoo Jin pun dengan terpaksa membereskan kotak gitarnya dan pergi. Dari jauh JB menatap merendahkan pada Yoo Jin.


Si Woo memapah wanita yang dia temui di club itu dan membantunya masuk kedalam mobil. Ternyata ada wartawan yang melihat dan mengambil foto mereka secara diam-diam. Si Woo takut masalah ini tersebar ke publik makanya dia langsung mengejar 2 wartawan itu. Si Woo berhasil mengambil kamera dan membantingkannya, "Lain kali jika kau mau mengambil fotoku maka berikan bayaran dan ambilah foto sesuka kalian. Bahkan sepertinya gaji tahunan kalian tidak akan cukup membayar biaya fotoku!" Wartawan itu merasa tersinggung dan langsung memukuli Si Woo.


Yoo Jin sedang berjalan bersama dengan JB. JB Berkata pada Yoo Jin bahwa Yoo Jin seperti menipu orang dengan permainan gitar seperti tadi. Yoo Jin langsung menatap JB kesal dan JB beralasan bahwa tadi dia hanya bercanda. Yoo Jin kembali menatap JB, "Kau pikir menghancurkan pertunjukanku disebut bercanda hah?" Yoo Jin benar benar kesal dengan semua sikap yang di lakukan oleh JB padanya makanya dia meminta agar JB tidak usah dekat dekat dengannya.

Saat melewati sebuah gang, Yoo Jin melihat Si Woo yang sedang dipukuli oleh 2 orang. Yoo Jin mau menghampirinya namun JB menahannya, "Jangan pergi. Ini akan menimbulkan masalah." Yoo Jin menatap JB bingung, "Bukankah dia temanmu?" JB menjawab santai, "Bersikaplah tenang sampai akhir." Yoo Jin benar benar tidak mengerti apa yang ada dipikirannya JB. Yoo Jin menghampiri Si Woo dan 2 wartawan itu, "Hey Ahjussi... Bukankah keterlaluan 2 lawan 1?" JB kembali menahan Yoo Jin, "Jangan menimbulkan masalah. Kau pergilah."


JB berjalan mendekati Si Woo dan hendak memapahnya namun 2 wartawan itu langsung menghalangi JB, "Siapa yang menyuruhmu untuk membawanya pergi hah?" Seorang wartawan melihat wajah JB dan tertawa, "Oh bukankah kau JB? Idola macam apa kalian ini huh?" Wartawan itu terus menoyor kepala JB hingga JB kesal dan memukuk wartawan itu, "Dimana otakmu hah hingga berani menyentuhku?!" Yoo Jin yang mash diam saja pun jadi bingung lagi dengan sikap JB, "Woh bukankah dia yang bilang agar diam saja?!" Wartawan yang lainnya tidak terima dengan perlakuan JB dan langsung memukulnya. Yoo Jin tidak diam sajadan dia ikut memukuli wartawan itu.

Hae Sung berjalan di lorong asrama untuk mencari partner tapi ternyata semuanya sudah memiliki partner masing masing. Hae Sung melihat ada seorang temannya dan mengajak untuk berduet bersama namun temannya itu menolak. Ri An baru datang ke asrama dan semua orang langsung menghampirinya untuk mengajak berduet. Hae Sung terlihat kecewa dan memilih masuk kedalam kamar.


Ri An masuk kedalam kamar dan terlihat lelah. Hae Sung menghampiri Ri An, "Kau selalu pergi, apa kau tidak lelah hah?" Rian menjawabnya, "Aku sedang ingin sendiri jadi kau pergilah dan cari kamar lain untuk tidur. Kau seperti pengemis." Hae Sung marah karena disebut seperti pengemis, "Apa yang kau katakan? Kau pikir kau bisa mengejekku hah? Apa Idol adalah pejabat penting? Mereka harusnya memiliki bakat tapi kau sama sekali tidak ada bakat, benar bukan?" Ri An ikut emosi dikatakan seperti itu, "Sekarang kau bilang bahwa bakatku lebih buruk dari pada milikmu huh? Pamanku adalah seseorang yang tidak memiliki bakat dan dia terus berusaha belajar. Bahkan hingga usia 30 tahun dia masih terus mengikuti audisi. Dia akhirnya mencoba bunuh diri dan sekarang dia seorang gelandangan. Melihat kau mengingatkanku pada pamanku. Kau bahkan belum menjadi trainee. Kau selama ini bermimpi terlalu tunggi. Kau seharusnya menyerak." Hae Sung kesal dan menarik rambut Ri An, "Kau idola yang sungguh kasar! Kau tidak pantas disebut idola!"

Ri An kesal karena rambutnya di tarik tiba-tiba, "Cepat lepaskan selagi aku baik!" Namun Hae Sung tidak ada niat sama sekali untuk melepaskannya. Hingga akhirnya Rian benar benar marah dan menendang hidung Hae Sung hingga berdarah.


Guru Taeyeon masuk kedalam kamarnya di asrama dan terkejut saat melihat ada Soon Dong dan juga Hae Sung, "Ya! Kalian sedang apa disini?" Soon Dong dan Hae Jung lagsung sama sama memohon agar diperbolehkan tidur di kamar Guru Taeyeon 1 malam saja. Guru Taeyeon kasihan dan akhinya setuju.


Rian menatap langit langit kamarnya, "Bintang? Bukankah mereka hanya terlihat indah dari jauh saja?" Ponselnya berbunyi dan itu merupakan telfon dari JB. JB berada di depan gerbang sekolah dan meminta agar Rian membukakan pintu untuknya.


Hae Sung tidak bisa tidur sehingga dia memilih menyelesaikan beberapa soal di buku pelajarannya. Pintu keluar dari kamar ketua asrama tiba tiba terbuka dan terlihat Yoo Jin yang masuk kedalam. Hae Sung tentu panik melihat Yoo Jin, "YA! Kau menyusup kedalam kamar guru hah?" Yoo Jin panik dan langsung menutup mulut Hae Sung dan menggiringnya pergi ke ruang makan.

Di ruang makan, Hae Sung bisa melihat wajah Yoo Jin yang sedikit terluka, "Apakah kau berkelahi?" Yoo Jin mengalihkan pembicaraan dengan mengambil buku yang sedang di pegang oleh Hae Sung, "Wow kau sungguh pekerja keras~" Hae Sung mengatakan bahwa tadi dia sedang stress makanya dia memilih untuk mengerjalan beberapa soal matematika. Yoo Jin menatap Hae Sung takjub, "Hm bukankah menyelesaikan soal matematika justru membuatmu semakin stress? Aigooo jika ada museum manusia maka aku akan memasukanmu kesana. Kau benar benar alien." Yoo Jin mengambil sebungkus ramen dan memakannya langsung tanpa dimasak. Hae Sung terus menatapnya dan Yoo Jin pun bertanya, "Kenapa?"


Akhir
nya mereka berdua makan ramen yang belum dimasak. Yoo Jin berkata bahwa harusnya wanita berinisiatif sendiri untuk membuatkan ramen, namun Hae Sung bilang jika ramen rasanya lebih enak jika dimakan langsung tanpa dimasak terlebih dahulu. Yoo Jin setuju akan hal itu. Hae Sung lalu membahas mengenai Evaluasi akhir bulan, "Bagaimana kolaborasimu dengan Soon Dong? Apa berjalan baik?" Yoo Jin terkejut, "Apa aku gila hah mau satu group dengan wanita itu?" Hae Sung senang mendengarnya, "Lalu kau berpasangan dengan siapa?" Yoo Jin terlihat gugup makanya dia mengalihkan pembicaraan dengan membahas ramen kembali.

Hae Sung melihat luka Yoo Jin dan berkomentar, "Huh laki laki sudah tau bahwa mereka pasti mendapatkan pukulan jika berkelahi lalu mengapa masih sukaberkelahi?" Yoo Jin membela diri dengan bilang bahwa laki-laki yang dia pukuli keadaannya lebih menyedihkan. Hae Sung tertawa, "Apakah 17 lawan 1 huh?" Hae Sung membuka plester dengan gambar JB dan menempelkannya pada luka Yoo Jin. Yoo Jin sendiri tidak tau bahwa di plester itu ada gambar JB makanya dia menerima saja.

Setelah selesai menempelkan plester itu Hae Sung tertawa sementara Yoo Jin terlihat gugup. Hae Sung berdiri dan hendak pergi kembali untuk istirahat namun dia menahan langkahnya dan menatap Yoo Jin, "Ah itu... Terima kasih atas nasehatmu. Aku tidak seharusnya membiarkan orang lin mengambil milikku. Kau benar. Aku tidak akan menyerahkannya begitu saja dan aku akan mempertahankan apa yang menjadi milikku." Yoo Jin ikut senang medengarnya.


Mereka berdua berjalan bersama di lorong asrama dan langkah mereka terhenti saat melihat Rian dan JB yang baru masuk pintu asrama. Hae Sung terkejut melihat Rian yang sedang bersama dengan JB. Sedangkan Yoo Jin masih kesal dengan sikap JB tadi makanya dia menatap JB sinis. Rian dan JB memilih untuk pergi duluan ke kamar masing masih. Hae Sung menundukan kepala kecewa. Yoo Jin menatap Hae Sung dan sadar bahwa Hae Sung sedih melihat JB bersama Rian.


Guru Jin Man menatap wajah Yoo Jin yang sedang tertidur dan ada plester JB di wajahnya. Yoo Jin terbangun dan ikut terkejut saat melihat Guru Jin Man. Guru Jin Man bertanya, "Apa kau menyukai laki-laki? Jika benar maka jangan sampai kau menyukaiku." Yoo Jin bingung dengan yang dibicarakan Guru Jin Man. Yoo Jin melihat cermin dan baru sadar bahwa plester yang di tempelkan oleh Hae Sung ternyata ada gambar JB, "SHIN HAE SUNG! MATI KAU!!"


Kepala Sekolah berada di depan Kirin untuk mengontrol kedatangan murid murid. Ada sebuah mobil yang berhenti di depan Kirin makanya Kepala Sekolah mengingatkan pengemudi itu agar tidak parkir sembarangan tapi ternyata pengemudi itu bukan berniat untuk parkir. 3 Orang turun dari dalam mobil dan bertanya pada Kepala Sekolah, "Apakah ada pelajar kelas 3 yang bernama Jin Yoo Jin?" Kepala Sekolah menghela nafas, "Aish... Kenapa kau mencari Yoo Jin?"


Ui Bong berlari menghampiri Hae Sung dan juga Soon Dong untuk mengabarkan bahwa ada masalah besar yang terjadi. Semua murid berbondong bondong mendatangi ruang tengah Kirin dan terkejut melihat ada nama Si Woo dan juga Yoo Jin di dalam pengumuman nama murid yang telah melanggar peraturan. Nana dan Ailee juga tidak menyangka akan ada nama Si Woo.


Berita mengenai Si Woo sudah tersebar di Internet dan Kang Chul sangat marah, "Aku pikir kita akan damai setelah pindah kemari. Aish anak itu selalu membuat masalah." Bahkan komentar yang beredar pun sangatlah buruk. Ji Soo mengatakan bahwa dia sedang berupaya agar Si Woo dan JB diklaim sebagai Korban dan dia juga sedang berusaha menghentikan peredaran berita ini. Kang Chul bertanya, "Apakah mungkin berita ini di stop? Karanglah berita mengenai Si Woo dan tutupi masalah JB. Si Woo sudah seharusnya keluar dari perusahaan kita, umumkanlah pada media." Ji Soo terkejut mendengarnya, "Apa? Tapi Direktur..." Kang Chul tetap pada keputusannya dan meminta Ji Soo mencari sekolah lain untuk Si Woo.


Yoo Jin dipanggil ke ruang kepala sekolah untuk membahas kejadian semalam. Yoo Jin marah marah karena dia dianggap sebagai pelakunya, "Aish!! Ada beberapa orang yang memukuli mereka(Eden) apakah aku harus berdiri melihat saja hah? Ini bukan masalahku. Jika tidak percaya maka tanya saja pada JB!" Polisi menjawab, "Pihak mereka sudah berdamai." Yoo Jin kembali terkejut, "Berdamai? Aish sebenarnya siapa ini yang menjadi korban?" Kepala sekolah meminta maaf pada polisi karena sikap Yoo Jin yang tidak bisa mengontrol diri. Polisi memaklumi dan bilang bahwa mulai sekarang Yoo Jin akan berada di pengawasan polisi.

Setelah kepergian polisi, Kepala sekolah melihat kesal pada Yoo Jin. Dia menyadari bahwa Yoo Jin membawa gitar baru dan dia pun mencobanya, "Wow ini terlihat mahal. Apakah kau menindas teman teman kelasmu huh? Jangan lakukan itu! Wow suaranya sangat bagus. Baiklah hingga investigasi selesai maka gitar ini aku sita! Aku sudah bilang padamu sebelumnya agar tidak mencari masalah hingga kelulusan. Apa kau mendengarkannya huh? Tidak masuk akal! Pokonya gitar ini disita!"


JB Dan Si Woo sama sama berada di rumah sakit karena OZ Entertainment mencoba membuat orang orang berfikir bahwa ya mereka berdua lah yang menjadi korban. JB sedang membuka internet dan melihat berita mengenai Si Woo. Si Woo datang ke ruangannya JB, "Kau sudah melihat melihat berita? Perusahaan memintaku untuk mencari sekolah lain. Bukankah itu sama saja dengan mereka ingin aku keluar? Bukankah itu yang kau inginkan juga? Kau ingin berkarir solo kan?" Si Woo kemudian mengeluarkan sebuah kertas dan memberikannya pada JB. JB Membuka kertas itu dan ternyata itu adalah list nama anak-anak yang akan di Drop Out dari Kirin. Si Woo berkata santai, "Aku khawatir apa yang akan dilakukan jika aku tidak ada disana makanya aku memberikan ini padamu. Kau lihatlah disitu juga ada namaku. Cepat atau lambat aku akan di keluarkan. Kenapa tidak mengusirku sekarang saja? Aku tidak menyangka ini berjalan cepat. Ya ini lebih baik."

JB menatap Si Woo, "Mengapa kau memberikan ini padaku?" Si Woo tersenyum, "Aku hanya penasaran dengan reaksimu. Sepertinya Direktur berusaha menutupi berita burukmu." JB berkata dingin, "Bukankah memang seharusnya seperti itu? Menggunakan orang yang tidak berkompeten untuk menutupinya hm memang harusnya seperti itu. Apa kau pikir aku rela berkelahi hanya untuk seorang teman? Jangan terlalu tersentuh." Si Woo terkejut melihat perubahan sikap JB, "Kau berubah banyak. Apakah kau sadar bahwa kau berubah?" Si Woo berjalan menjauh namun langkahnya terhenti saat mendengar bunyi sobekan kertas. JB Menatap Si Woo, "Apakah berubah adalah hal yang buruk? Itu lebih baik dari pada seseorang yang tidak tau caranya untuk berubah!"


Rian melihat berita mengenai kasus Si Woo, "Aish ini sudah terekspos. Apa yang akan dia lakukan sekarang?" Kang Chul tiba tiba menghampiri Rian dan Rian terlihat terkejut. Kang Chul bertanya, "Kenapa kau terlihat terkejut huh? Bagaimana kehidupan sekolahmu?" Rian menjawab baik. Kang Chul melanjutkan ucapannya, "Aku tau apa yang ada dipikiranmu saat ini. Masalah Si Woo... Jika dia keluar maka kehidupan para idol akan semakin sulit. Popularitasnya akan turun dan sulit untuk bangkit kembali. Hm itu pasti tidak menyenangkan. Jadi jangan coba coba mencari masalah denganku Rian." Rian hanya terdiam mendengar semua ucapan Kang Chul.


Kang Chul memanggil Kepala Sekolah kedalam ruangannya dan mereka membahas mengenai masalah yang sedang terjadi. Kepala Sekolah berbicara pada Kang Chul, "Entah malah ini datang dari Murid muridmu(Para Idol) atau murid muridku... Bukankah memberikan peringatakan untuk dikeluarkan itu sedikit keterlaluan? Kau seharusnya berkonsultasi dulu denganku. Karena aku masih tetap sebagai kepala sekolah disini." KanG Chul berkomentar, "Aku akan mengubah sekolah ini menjadi sekolah seni terbaik di Korea. Jadi jangan membedakan muridku dan muridmu. Mengelola apa yang baik dan membuang yang buruk. Itu harus mulai di lakukan." Kepala Sekolah masih tidak mengerti dengan semua ini, "Hey apa kau pikir ini sebuah perusahaan? Ini adalah sekolah. Tempat dimana kita melindungi para murid hingga mereka debut." Kang Chul tersenyum sinis, "Hyung, berhentilah hidup dalam dunia fantasimu. Kita harus menemukan bakat mereka dan juga memberikan harapan bagi yang memang pantas. Apa kau mau bertanggung jawab jika mereka tidak bisa hah?" Kepala Sekolah tentu tidak mau, dia hanya berharap agar murid lain diberikan
kesempatan.

Kang Chul melanjutkan ucapannya, "Yang terjadi di masa lalu maka tetaplah sebagai masa lalu. Kita sekarang harus bekerja sama untuk kepentingan sekolah." Kepala Sekolah bertanya, "Jadi apa yang selama ini kau janjikan pada mereka adalah kebohongan?" Kang Chul menjawab, "Ini bukan persaingan antara kelompok. Tapi kerja sama antara 2 orang. Yang satu akan terpilih dan yang satu akan tereliminasi. Dengan cara begini maka anak anak akan termotivasi untuk bangkit. Mereka harud mengikuti naluri mereka." Kepala Sekolah terlihat lelah berdebar, "Tapi masalahnya murid murid mu bersaing dengan murid muridku." Kang Chul kembali tertawa, "Kemampuan murid muridku juga normal. Mungkin saja anak anakmu yang bisa menang. Bukankah kau ingin keadilan?"


Rian bersembunyi untuk menelfon Ibunya, "Ibu, jangan hubungi Direktur Agensi lagi! Sepertinya Direktur kami sudah mengetahuinya. IBU! Apa kau tidak lihat yang terjadi dengan Si Woo huh? Jangan lakukan!"


Yoo Jin melihat JB dan langsung mengejarnya, "KAU! Kau menyelesaikannya semua dengan uang hah?" JB menjawab santai, "Kau jika bisa memerikan uang pada mereka." Yoo Jin sangat kesal mendengarnya, "Kau pikir aku terlibat karena siapa hah?" JB menjawab kembali, "Siapa yang memintamu terlibat? Apa? Kau tidak punya uang? Kalau tidak punya uang maka katakan saja. Aku bisa meminjamkannya padamu." JB membalikan badannya hendak pergi namun dia terhenti saat mendengar Yoo Jin berteriak bahwa JB sungguh memalukan.


Hae Sung keluar dari ruang band dan bertemu dengan Rian. Rian tiba tiba saja mengajak Hae Sung untuk menjadi partnernya dalam acara Evaluasi Akhir Bulan. Tentu hal ini membuat Hae Sung curiga, "Trik apa yang kau gunakan kali ini?" Rian menjawabnya, "Bukankah kau selama ini memandangku rendah? Aku hanya ingin menunjukan padamu metapa hebatnya aku." Hae Sung langsung menolak namun lagi-lagi Rian memaksanya, "Kau belum memiliki partner kan? Jadi ini bukan saatnya kau menolak! Sebenarnya aku bisa saja mencari orang lain untuk berduet denganku. Tapi aku memilihmu karena merasa lebih nyaman. Jadi ayo lakukan duet bersama." Hae Sung terlihat bingung apakah dia harus menerima atau justru menolaknya.


Pst :
Ternyata dunia Idol Korea memang berat ya kalau diliat-liat. Kalau ada scandal kaya gitu aja langsung bikin karis hancur... Kasian... Masih ada yang berniat jadi Idol Korea? :D