Sinopsis Dream High 2 Episode 4


Karena kasus pemukulan itu maka Yoo Jin terpaksa di penjara dan dia hanya bisa bebas jika ada yang mau menjaminnya. Saat diam di dalam selnya, seorang polisi menghampirinya dan bilang bahwa Yoo Jin dibebaskan. Yoo Jin terkejut, "Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan membayar sepeserpun hah?" Polisi itu mengatakan bahwa sudah ada seseorang yang memberikan uang jaminan untuk Yoo Jin. Yoo Jin semakin terkejut mendengarnya.


Yoo Jin keluar dari kantor polisi dan melihat Kepala Sekolah yang sedang menunggunya. Melihat tatapan Yoo Jin, Kepala sekolah pun berkomentar, "Jangan menatapku seperti ini Bocah nakal! Kau ini masih berani menatapku. Ini makanlah tofu ini." Yoo Jin mengambil tofu yang di berikan oleh Kepala Sekolah dan ia kemudian bertanya, "Kenapa kau mau membayar jaminannya?" Kepala sekolah balik bertanya, "Seharusnya aku yang bertanya begitu padamu! Dimana orang tuamu? Mengapa sulit dihubungi huh?" Yoo Jin diam saja tidak memakan tofunya. Melihat hal itu Kepala Sekolah kembali memarahi Yoo Jin, "Makan! Kenapa? Kenapa kau tidak mau makan hah? Kau mau kembali ke penjara?" Yoo Jin menggerutu kesal dan bilang bahwa dia akan meminta ganti rugi pada JB, Namun Kepala Sekolah justru semakin marah, "Aish berhentilah so jago! Apa kau pikir 10 juta itu lelucon hah?" Yoo Jin menatap Kepala Sekolah bingung, "Mengapa kau tiba tiba melakukan ini? Apakah kau memiliki penyakit?"

Kepala Sekolah kesal dan menarik telinga Yoo Jin, "Hey kau dengar! Kau berhutang 10 juta padaku, mengerti? Jika kau tidak membayarnya maka aku akan menguburmu sedalam tiga kaki dan membiarkan orang tuamu mengetahui semuanya. Aku akan mengungkapkan semuanya dari awal hingga akhir! Mengerti?" Yoo Jin terlihat kesakitan karena telinganya ditarik, "Aish apa kau sedang memeras muridmu huh?" Kepala Sekolah semakin menarik telinga Yoo Jin, "Langkah pertama untuk membayar hutangmu itu kau perlu lulus dalam Evaluasi Akhir bulan, mengerti? Jika kau tidak lulus maka kau akan...." Kepala sekolah menarik tangannya ke leher seolah-olah menunjukan Yoo Jin akan mati. Kepala Sekolah pun akhirnya melepaskan telinga Yoo Jin. Kepala Sekolah berjalan menjauh namun berhenti dan menatap Yoo Jin di belakangnya, "Betapa memalukannya... Kau seharusnya berlutut dan berterima kasih padaku!! Aku mengeluarkan 10 juta untukmu! Aish benar benar tidak masuk akal. Sudah cepatlah kembali ke sekolah!!"


Hae Sung keluar dari ruang band dan bertemu dengan Rian. Rian tiba tiba saja mengajak Hae Sung untuk menjadi partnernya dalam acara Evaluasi Akhir Bulan. Tentu hal ini membuat Hae Sung curiga, "Trik apa yang kau gunakan kali ini?" Rian menjawabnya, "Bukankah kau selama ini memandangku rendah? Aku hanya ingin menunjukan padamu metapa hebatnya aku." Hae Sung langsung menolak namun lagi-lagi Rian memaksanya, "Kau belum memiliki partner kan? Jadi ini bukan saatnya kau menolak! Sebenarnya aku bisa saja mencari orang lain untuk berduet denganku. Tapi aku memilihmu karena merasa lebih nyaman. Jadi ayo lakukan duet bersama." Hae Sung terlihat bingung apakah dia harus menerima atau justru menolaknya.

Terjadi keributan sehingga Hae Sung dan Rian melihat ke arah JB dan Yoo Jin yang terlihat sedang adu bicara. Yoo Jin bertanya dengan kasar pada JB, "KAU! Kau menyelesaikannya semua dengan uang hah?" JB menjawab santai, "Kau jika bisa memerikan uang pada mereka." Yoo Jin sangat kesal mendengarnya, "Kau pikir aku terlibat karena siapa hah?" JB menjawab kembali, "Siapa yang memintamu terlibat? Apa? Kau tidak punya uang? Kalau tidak punya uang maka katakan saja. Aku bisa meminjamkannya padamu." JB membalikan badannya hendak pergi namun dia terhenti saat mendengar Yoo Jin berteriak bahwa JB sungguh memalukan. JB Membalikan kembali badannya menatap Yoo Jin, "Apakah kau lupa? Bahwa di sekolah ini aku adalah seorang artis. Ini hanya insiden kecil."


Kang Chul melihat keributan itu dan menghampirinya, "Apa kalian sedang bertengkar?" JB terkejut dan menutupinya dengan berkata bahwa mereka tidak bertengkar. Kang Chul tersenyum, "Ah pasti kalian bertengkar. Karena hubungan kalian tidak terlalu baik, jadi untuk acara Evaluasi akhir bulan ini kalian berdua akan di pasangkan. Bagaimana?" JB dan Yoo Jin terkejut bahkan Yoo Jin bilang bahwa Kang Chul sudah gila. Tapi keputusan Kang Chul sudah bulat, "Ini akan menggantikan hukuman untuk kalian. Kaliah seharusnya berterima kasih padaku karena sudah diertemukan. Mengerti? Jadi janganlah bertengkar." Kang Chul tersenyum dan meninggalkan JB dan Yoo Jin.


Rian segera menyadarkan Hae Sung yang terus menerus menatap pertengkaran Yoo Jin dan JB, "Kau! Jadi gimana? Kau ingin berpasangan denganku atau tidak hah?" Hae Sung terlihat semakin ragu dan bingung.




DREAM HIGH 2
EPISODE 4




Kang Chul yang sedang berkeliling Kirin bertemu dengan Kepala Sekolah yang juga sedang berkeliling Kirin. Kang Chul bertanya, "Apakah masalahnya sudah selesai?" Kepala Sekolah gugup dan menjawab bahwa dia akan mengembalikan uang yang dia pinjam secepatnya. Kang Chul tersenyum dan bilang untuk melupakan masalah membayar seperti itu. Kang Chul penasaran untuk apa uang itu dan Kepala Sekolah bilang bahwa dia tidak bisa mengatakan hal itu. Kang Chul mengangguk mengerti dan kemudian mengingatkan kepala Sekolah bahwa nanti akan ada pertemuan antara guru.


Saat Kang Chul akan berjalan pergi, terlihat ada 2 murid yang sedang bergandeng tangan. Kang Chul menatap mereka berdua, "Tidak ada skinship! Berpacaran dilarang! Apa kau tau peraturannya hah?" Kepala Sekolah melihat kejadian itu dan hanya bisa diam saja.


Pasangan tadi di panggil ke ruang guru dan langsung berhadapan dengan Ji Soo. Murid itu bertanya, "Cinta itu bukanlah tindakan kriminal bukan? Walaupun kita dihukum bukankah ini sangat kejam?" Ji Soo menjawabnya santai, "Jika kau ingin tetap berpacaran maka carilah sekolah lain. Jika kau tidak mau dihukum maka kalian bisa pergi."

Guru Taeyeon dan Guru Jin Man diam diam melihat kejadian ini. Guru Taeyeon berbisik pelan, "Huh mengapa bisa seseorang begitu dingin? Jangan katakan ini adalah penyakit 'wanita single'." Guru Jin Man ikut berkomentar, "Sangat tragis. Dia terlihat seperti Ratu Es. Huh sepertinya bagi dia, waktu itu adalah racun. Sangat merikan." Guru Taeyeon memandang kembali pada Ji Soo, "Bahkan dia selalu sendirian. Orang lain itu lembut seperti permen kapas, tapi dia terlihat keras sepertu gula batu." Guru Jin Man tertawa mendengarnya.


Hae Sung datang ke ruang guru untuk bertemu dengan Ji Soo, "Aku sudah menemukan partnerku untuk Evaluasi bulan ini." Ji Soo mengangguk, "Oh benarkah? Siapa?" Hae Sung menghela nafas dan kemudian menjawabnya, "Ri Ahn..." Ji Soo terlihat sedikit heran karena Ri Ahn mau berpasangan dengan Hae Sung. Guru Taeyeon yang mendengar itu langsung menghampiri mereka, "Apa kau berpasangan dengan Rian? Kau tidak sedang menghayalkan?" Hae Sung menggeleng, "Tidak. Bahkan dia lah yang memintaku menjadi partnernya." Guru Taeyeon terlihat sangat senang, "Ohbenarkah? Kalau begitu aku akan menajdi penggung jawab group kalian. Kau katakanlah pada Rian bahwa aku akan melatih kalian."

Guru Taeyeon melihat daftar nama pasangan yang akan ikut Evaluasi dan ia kaget saat melihat JB dipasangkan dengan Yoo Jin, "Omo... JB berpasangan dengan Yoo Jin?" Guru Jin Man ikut menghampiri dan menawarkan untuk bertanggung jawab atas penampilan JB dan Yoo Jin namun ternyata Ji Soo lebih mempercayai jika yang mengurus JB dan Yoo Jin adalah Guru Taeyeon juga. Guru Taeyeon tentu senang mendengar hal ini. Ji Soo menatap daftar nama dan ternyata ada 2 orang yang belum berpasangan dan itu adalah Ailee dan Soon Dong.


Semuanya sudah mendapatkan pasangan masng-masing. Hae Sung selalu berlatih dan mengajak Rian untuk berlatih, namun Rian selalu menolaknya. Disaat JB sedang latihan dance, Yoo Jin melewati ruangan dan karena kesal maka dia langsung mematikan lampu ruang latihan.


Yoo Jin berada di dalam kamarnya di atap asrama. Yoo Jin membaca partitur lagu yang harus dia nyanyikan dan dia mendengus kesal karena lagu yang di nyanyikan itu juga mengharuskan dia untuk menari. Yoo Jin sudah mau merobek kertas partitur itu namun dia ingat akan hutang 10 jutanya pada Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah mengancam akan membeberkan semua tingkah Yoo Jin pada orang tua Yoo Jin jika Yoo Jin tidak lolos Evaluasi Akhir bulan. Tiba tiba pikiran buruk mendatangi pikiran Yoo Jin, yaitu Kepala Sekolah memiliki sebuah penyakit dan akan meninggal makanya mau mengorbankan 10 juta untuknya. Namun dengan cepat Yoo Jin membuang pikiran itu, "Aku masih tidak mengerti kenapa... Dia orang baik kan?"




Hae Sung begadang semalaman untuk berlatih dan dia pun membangunkan Rian untuk membagi lagu. Rian terbangun dan langsung membagi bagian lagu untuknya dan juga untuk Hae Sung. Hae Sung tidak menerimanya karena bagian Rian adalah bagian utama sedangkan bagian milik Hae Sung hanyalah bagian pendukung saja. Rian bertanya dingin, "Apa kau bisa bernyanyi hah?" Hae Sung menjawabnya, "Semua yang bisa kau nyanyikan maka aku juga bisa! Lihat di bagian ini ada 8 baris dan..." Rian membentak Hae Sung agar tidak mengubah bagian yang sudah ia tentukan. Hae Sung semakin kesal jadinya, "Kita harus membaginya dengan adil! Ini adalah lagu duet. Mungkin digroupmu kau hanya menjadi pendamping saja, tapi aku tidak..." Hae Sung terdiam karena dia sadar bahwa dia sudah salah bicara. Rian menatap Hae Sung kesal, "Lakukan saja apapun yang kau mau!"

Guru Jin Man menarik Yoo Jin ke depan ruang latihan dance untuk membersihkan lantai. Ji Soo keluar dari ruangan latihan dan bertanya pada Guru Jin Man, "Guru Jin Man? Apakah kau pernah menari?" Guru Jin Man menatap Ji Soo bingung.

Murid murid kini berada di ruangan latihan dan Guru Jin Man juga ikut datang. Ji Soo berkata pada murid muridnya, "Evaluasi akhir bulan sebentar lagi diadakan tapi masih banyak yang belum bisa menari. Melompat kesana kemari itu bukanlah menari. Menari haruslah dengan gerakan lembut. Apakah kau pernah belajar berjalan? Berapa kali kalian terjatuh sebelum bisa berjalan? 2000? Aku yakin lebih. Jadi jangan berani kalian mengatakan bahwa kalian bisa menari hanya dalam beberapa kali latihan saja." Ji Soo kemudian beralih menatap postur tubuh Guru Jin Man, "Sungguh sayang sekali. Kau memiliki lengan dan kaki yang panjang. Fisik yang bagus untuk seorang penari. Coba kau ikuti gerakan naik turun saja dan tetap diam ditempat. Baiklah kalian semua perhatikan baik baik." Musik dimulai dan Ji Soo mulai menari sedangkan Guru Jin Man hanya bergerak naik turun di posisi yang sama.

Music berhenti dan semua bertepuk tangan. Ji Soo tersenyum pada murid muridnya, "Kalian bisa melihtanya bukan? Walaupun partermu tidak bisa menari namun kalian berdua bisa terlihat menjadi penari yang baik." Ji Soo lalu menatap Guru Jin Man, "Kenapa? Berapa lama kau akan tetap disini?" Guru Jin Man kesal dan kemudian berjalan pergi. Ji Soo kemudian menunjuk Hae Sung, "Kau penari terburuk kemari dan kau penari terbaik kemari." Ui Bong tersenyum malu hendak berjalan ke depan kelas namun langkahnya di tahan oleh JB yang mendahuluinya maju ke depan. Ui Bong semakin kesal dengan sikap JB.

Ji Soo memberikan arahan pada Hae Sung untuk mengikuti yang tadi dilakukan oleh Guru Jin Man yaitu diam di tempat sambil menaik turunkan tubuh. Music dimulai(I Need a Girl - Taeyang) dan JB pun mulai menari mengelilingi Hae Sung. Para murid perempuan terlihat iri dengan keberuntungan Hae Sung yang bisa berdekatan dengan JB. Dan terlihat ada 2 orang yang tidak suka dengan tarian Hae Sung dengan JB itu yaitu Yoo Jin dan juga Rian.


Keluar dari ruang latihan, Hae Sung terus mengatakan bahwa dia sangat beruntung dan harusnya tadi dia merekam kejadian tadi. Soon Dong yang mendengar itu cemberut tidak suka. Tiba tiba Rian menghampiri mereka berdua dan dia menatap Hae Sung sinis, "Aku tidak akan mencoba menutupi kemampuanmu seperti yang tadi JB lakukan. Kau juga tidak akan membantukan?" Hae Sung menjawabnya, "Jangan khawatir. Aku akan mengatasinya sendiri." Soon Dong yang melihat kejadian ini berkomentar, "Teruslah berdebat dan kami lah yang akan menang." Soon Dong tertawa dan kemudian berjalan pergi.

Rian berkata pada Hae Sung, "Huh kau sudah kehabisan nafas hanya karena 1 tarian saja. Apa kau bisa mensinkronisasikannya dengan sebuah lagu?" Hae Sung menjawabnya, "Aku sedang berusaha menahan nafasku." Rian tertawa, "Hanya dengan meniup jutaan balon maka kau bisa melakukannya." Hae Sung yang polos pun bertanya, "Benarkah? Apa dengan meniup balon maka hal itu akan membantu melatih pernafasan?"


Ponsel Rian berbunyi dan dia pun menggunakan headsetnya untuk berbicara, "Ya Ayah? Aku sedang di Sekolah. Ibu?" Hae Sung melihat guru Taeyeon dan berusaha memanggilnya sambil menunjuk Rian untuk melaporkan bahwa Rian membawa ponsel. Rian menyadari kedatangan Guru Taeyeon makanya dia menatap Hae Sung dan seolah olah sedang berbicara pada Hae Sung padahal sebenarnya dia sedang menelfon, "Aku sudha mengatakannya dengan jelas! Mengapa kau begitu membebaniku?" Rian berteriak kesal dan kemudian meninggalkan Hae Sung yang sama sekali tidak tau apa-apa. Guru Taeyeon yang melihat itu pun bertanya pada Hae Sung, "Apa kau menanggunya? Huh aku akan mngawasimu terus!"


Rian menarik paksa Ibunya untuk keluar dari kantor Agensi yang di datangi oleh Ibunya, "Aku sudah bilang bahwa aku tidak akan mengganti agensiku!! Mengapa kau kemari sih?" Ibu Rian melepaskan tangan Rian dan merapihkan pakaiannya. Rian menatap pakaian Ibunya dan bertanya, "Apakah kau berbelanja lagi hah?" Ibunya menjawab, "Aku ini baru bertemu seorang direktur! Bukan kepala desa! Dan lagi aku ini adalah Ibu Rian, tidak mungkin aku tidak berpakaian bagus. Gadis bodoh!" Rian melihat bahwa kini beberapa orang sedang menatap mereka. Rian mengajak Ibunya untuk segera pergi.


Di dalam taxi, Ibu Rian memperlihatkan surat kontrak yang di dapatnya dari agensi yang baru. Namun Rian sama sekali tidak suka dengan surat kontrak itu, "Apa kau tidak bisa memahami apa yang aku rasakan hah?" Rian menatap supir taxi dan bertanya, "Ahjushi, apa kau akan melaporkan apa yang kami bicarakan hah?" Supir taxi itu menjawab bahwa tidak tidak akan melaporkannya. Rian mulai merobek surat kontrak itu, "Jika kau tidak memiliki bukti foto maka percuma kau melaporkannya. Jadi berpura puralah tidak mendengarnya. Ini bukan karena aku yang tidak menurut, melainkan karena Ibuku yang mengacaukannya!" Ibu Rian shock saat melihat surat kontrak itu di robek, "Apa yang kau lakukan?!" Rian membentak Ibunya, "Aku juga ingin bermain film dan ingin popularitasku naik! Aku juga ingin berada di perusahaan yang memperlakukanku dengan baik! Tapi apabila kita mempermainkan Direktur maka kita tidak akan bisa lagi bertahan dalam dunia ini. Bagaimana jika para wartawan melihat kita? Ibu... Mengapa kau menjadi sangat menyebalkan?" Ibu Rian terlihat kaget di bentak oleh anaknya, "Ini... bukankah kau sudah berusaha keras menjadi penyanyi?"


Ibu Rian lalu meminta pada supir taxi agar segera menepikan mobil karena dia akan turun, "Tolong turunkan aku di depan dan antar putriku ke sekolah Kirin. Aku akan mencatat nomor mobilmu!" Ibu Rian turun dari taxi dan langsung mencatat nomor taxi itu. Rian menghela nafas berat melihat sikap Ibunya itu. Rian menatap jok sebelahnya dan melihat ada bulu bulu mantel yang rontok.

Ibu Rian sedang berjalan kaki untuk pulang dan tiba tiba Rian memanggilnya, "Itu imitasi kan? Kau membelinta di Dongdaemun atau di Namdaemun?" Ibu Rian terkejut mendengarnya dan berbohong dengan mengatakan bahwa mantel yang dibelinya itu asli. Rian menggerutu, "Aish bulu bulu mantelmu itu menempel di pakaianku!" Ibu Rian terkejut dan segera menghampiri Rian untuk membersihkan bulu bulu itu. Rian menatap Ibunya, "Kau kemanakan uang yang aku berikan? Buanglah pakaian ini dan beli sesuatu yang baru di Toko. Ibu Rian menggunakan mantel imitasi huh itu mencemarkan nama baikku. Pulanglah dengan taxi."


Yoo Jin sedang bermain basket dengan Ui Bong di dalam gedung Kirin. Ui Bong berkata, "Jika kau ingat menari maka yang harus kau ingat adalah Ui Bong. Bukan JB! Huh dia itu seorang penyanyi makanya dia merendahkan penari." Yoo Jin melemparkan bola pada ring, "Aku ada dalam tim yang sama dengan kotoran itu!" Tiba tiba JB datang menghampiri mereka, "Kau masih memiliki waktu senggang? Harusnya kau sibuk mempelajari tarianmu." Yoo Jin menatapnya, "Hm siapa yang bilang bahwa aku akan menari?" JB menjawab, "Apa kau tidak tau bahwa di lagu itu kita harus menari?" Yoo Jin berkomentar bahwa dia merasa terganggu saat JB menggunakan kata 'Kita'. JB kemudian menantang Yoo Jin untuk bermain bola basket bersama. Yoo Jin tertawa, "Kau akan menyesal." Namun JB segera menggelengkan kepala dan tersenyum.

Ui Bong memberi tahu murid yang lainnya bahwa Yoo Jin akan bertanding dengan JB. Tentu semuanya langsung berlari ke lapangan di dalam gedung. Nana yang heran dengan keramaian pun bertanya pada HongJoo, "Hey bukankah kita harus berlatih?" Hong Joo menjawabnya, "Kita latihannya setelah menonton pertandingan saja. Aku mohon. Yoo Jin adalah pemain terbaik dan kau tidak akan menyesal melihatnya. Ayo!" Hong Joo pun berhasil membawa Nana untuk melihat pertandingan antara Yoo Jin dan JB.

Pertandingan basket pun di mulai. Yoo Jin tentu percaya diri bahwa dia akan memenangkannya tapi dia mulai bingung saat melihat JB yang bukannya merebut bola darinya melainkan menari sambil memainkan bola. Ui Bong juga jadi bingung dengan yang dilakukan JB, "Ini aneh. Bukankah tadi dia bilang ingin bertanding bola? Mengapa dia justru menari?" JB bahkan tidak sengaja menghalangi langkah Yoo Jin, dia benar benar menggunakan bola untuk menari. Walaupun Yoo Jin memasukan banyak bola tapi tetap saja dia merasa tidak puas karena yang di lakukan oleh JB benar benar aneh.


Kepala Sekolah dan Kang Chul juga ikut menonton pertandingan. Kang Chul berkomentar bahwa JB bukanlah pemain basket yang buruk, Sedangkah Kepala Sekolah terlihat sama bingungnya dengan Yoo Jin, "Dia bukan bermain basket. Dia lebih banyak menari. Dia menari dengan sangat baik." Kang Chul tersenyum dan mengingatkan bahwa nanti akan ada perjamuan makan malam bersama guru-guru.


JB menghampiri Yoo Jin yang terlihat kesal, "Hm 15-2. Kau menang. Apa kau senang karena menang?" JB tertawa merendahkan dan berjalan pergi. Yoo Jin sangat emosi sehingga dia melemparkan bola ke arah JB. Tapi JB tiba tiba menunduk sehingga yang terkena bola pun jadinya Kepala Sekolah. JB dan Yoo Jin sama-sama terkejut.


Rian kembali ke Kirin dan dia bertemu dengan Kang Chul. Kang Chul bertanya, "Dari mana kau? Kau membolos? Apa kau pikir ini adalah mall dimana kau bisa datang dan pergi sesukamu?" Rian menunduk dan bilang bahwa sesuatu telah terjadi dirumahnya. Kang Chul bertanya, "Bagaimana kau tau jika ada yang terjadi di rumah?" Kang Chul mengulurkan tangan meminta Rian menyerahkan Ponselnya. Rian tidak ada pilihan lain selain mengembalikan ponselnya dan meminta maaf. Sebagai hukuman maka Kang Chul melarang Rian untuk menggunakan ruang latihan. Rian terkejut mendengarnya. KanG Chul bertanya, "Kau pulang ke rumah semaumu, menggunakan ponsel tanpa izin. Apa kau masih membutuhkan ruang latihan hah?"


Diacara pertemuan para pengajar Kirin diadakan di tempat Karaoke. Guru Taeyeon menyanyikan lagi That Woman OST Secret Garden. Kang Chul bertanya pada Kepala sekolah, "Kenapa pelatih vocal seperti itu?" Kepala sekolah menjawab bahwa Guru Taeyeon memang tidak bisa bernyanyi tapi bisa mengajar dengan baik. Kepala sekolah mencoba membahas mengenai waktu Evaluasi akhir bulan yang diadakan terlalu cepat namun Kang Chul tidak menanggapinya dan dia justri meminta agar Kepala Sekolah bernyanyi. Mendengar Kang Chul memanggil kepala sekolah dengan sebutan Hyung, Guru Jin Man pun jadi penasaran, "Hyung? Apakah kalian ada hubungan saudara yang dekat?" Kang Chul dan Kepala Sekolah hanya tertawa dan tidak menjelaskan lebih mengenai hubungan mereka.

Setelah guru Taeyeon selesai bernyanyi, Guru Jin Man bilang bahwa sebaiknya selanjutnya yang bernyanyi adalah Kang Chul dan Kepala Sekolah namun keduanya menolak. Ji Soo bertanya pada Guru Jin Man, "Mengapa tidak kau saja yang memeriahkan suasana?" Kang Chul ikut berkata bahwa dia akan menjadikan Guru Jin Man penyanyi jika suaranya bagus. Guru Jin Man pun dengan cepat maju ke depan untuk bernyanyi. Guru Jin Man tidak hanya menyanyi tapi juga menari. Kang Chul cukup terkejut melihat aksinya, "Huh bukankah dia guru Bahasa Inggris?" Guru Jin Man menghampiri Ji Soo dan mengajaknya untuk menari bersamanya. Ji Soo menerimanya dan mulai menari bersama. Yang terlihat tidak senang hanyalah Guru Taeyeon.


Ailee sedang berlatih bersama dengan Soon Dong. Soon Dong kembali melakukan ramalan anehnya itu pada Ailee. Awalnya Ailee percaya melihat tingkah Soon Dong yang terlihat meyakinkan namun akhirnya Ailee sadar bahwa Soon Dong hanya berbohong bahkan Ailee berkata pada Soon Dong agar pergi ke sekolah sihir Hogwart saja dibandingkan ke sekolah seni Kirin.


Hae Sung sedang berlatih bernyanyi bersama Guru Taeyeon dan juga JB dan Yoo Jin(Rian dilarang menggunakan ruang latihan). Nafas Hae Sung yang pendek membuat Guru Taeyeon mencurigainya merokok namun Hae Sung segera membantahknya. Guru Taeyeon bertanya, "Hanya ada 2 alasan mengapa orang tidak memiliki nafas panjang. 1 karna dia perokok dan 2 karena dia adalah bayi yang baru lahir. Kau bukanlah keduanya lalu bagaimana ini? Suara bernafas juga merupakan jenis alunan. Jika tidak terkontrol maka Ritme dan ketukannya akan hilang. Nadamu bahkan sumbang." JB terlihat menertawai Hae Sung sementara Yoo Jin hanya diam memandang Hae Sung kasihan.

Guru Taeyeon kembali bertanya, "Siapa yang menetapkan pembagian lagunya?" Hae Sung menjawab bahwa dia lah yang melakukannya. Guru Taeyeon merebut kertas music Hae Sung dan menandakan bagian yang harus Hae Sung nyanyikan hanyalah bagian pengiring saja dan Hae Sung mencoba menolak namun guru Hae Sung justru semakin memarahinya, "Apa salahnya menjadi pengiring? Jika tidak buka maka nyanyikan saja lagu solo, bukan duet! Ini bukan mengenai kompetisi, melainkan harmoni~ Adakah harmoni tanpa iringan?" Hae Sung hanya bisa diam saja.

Guru Taeyeon lalu memanggil JB dan Yoo Jin untuk berlatih tapi Yoo Jin justru hendak berjalan ke pintu keluar. Guru Taeyeon memanggilnya, "YA! Kau mau kemana?" Yoo Jin beralasan bahwa dia hanya ingin mengambil minum. Sementara itu Hae Sung hanya duduk di pinggir ruang latihan.


Hae Sung mencoba meniup balon agar bisa membuat nafasnya panjang. Saat berjalan dia menabrak Ailee dan balon itu pecah. Ailee hanya menatap Hae Sung kesal dan berjalan pergi. Hae Sung masuk kedalam ruang band dan bertemu dengan Soon Dong, "Soon Dong~ Panggilkan seseorang untukku. Kumohon... " Soon Dong tau permasalah Hae Sung yaitu gugup. Soon Dong bilang bahwa dia tau cara mengatasi hal itu.


Hae Sung masuk ke asrama laki laki dengan diam diam dan dia pun langsung masuk kedalam kamar JB yang sedang kosong. Dia ingat ucapan Soon Dong untuk mencari foto masa kecil idola yang kita sukai dan memegang foto itu akan membuat kita jadi tidak gugup kembali. Hae Sung mencari photo album dan berhasil menemukannya. Hae Sung mengambil satu photo dan dia terdiam saat melihat bahwa di balik photo itu ada photo Rian dan JB. Bahkan di foto itu Rian dan JB terlihat sangat dekat.


JB datang ke ruang laundry dan melihat Rian sedang berlatih sendiri disana makanya dia bertanya pada Rian, "Kenapa berlatih sendiri disini?" Rian bingung dan berbohong bahwa dia sedang menunggu cuciannya. JB melihat ke mesin cuci dekat Rian dan ternyata tidak ada isinya. JB lalu membahas mengenai pasangan Rian, "Ada apa dengan pasanganmu? Bukankah kau harusnya berlatih dengannya? Tidak kah kau pikir ini tindakan tidak bertanggung jawab?" Rian kesal mendengarnya, "Lalu bagaimana denganmu? Apa kau pikir kau menjaga Si Woodengan baik? Dia adalah satu satunya membermu tapi kau bahkan tidak peduli saat dia mengatakan berhenti. Apakau mengkhawatirkanku? Ini bukan seperti JB yang aku kenal." JB menatap Rian, "Aku khawatir padamu makanya aku berkata seperti ini. Apa kau salah paham? Ah jadi selama ini kau salah paham. Berada di dalam girl group hanya sebagai vas bunga sudah cukup bagimu? Menjadi penyanyi... Ah benar mimpimu yang sebenarnya adalah menjadi pemain film huh bahkan kau tidak tau cara berakting." Rian sangat marah dan menampar JB. Kemudian Rian pergi meninggalkan JB.

Saat Hae Sung akan pergi keluar dari kamar JB, Dia mendengar suara pintu yang dibuka makanya dia panik dan bersembunyi di bawah tempat tidur. JB duduk di tempat tidur yang lainnya dan memainkan rubiknya. Hae Sung tersenyum melihat itu karena dia ingat bahwa 2 tahun yang lalu dia pernah melihat JB menangis dan Hae Sung ikut sedih makanya dia memberikan rubik miliknya pada JB agar JB tidak sedih kembali.

Tiba tiba pintu kamar JB terbuka dan masuklah Yoo Jin. JB terkejut dan mengingatkan Yoo Jin agar mengetuk pintu terlebih dahulu. Yoo Jin lalu mengatakan maksudnya datang pada JB, "Kau buatkan aku CD. Untuk koreografi kita. Aku tidak mau belajar darimu jadi aku hanya akan mempelajarinya dengan melihat video saja." Mata Yoo Jin melihat ke bawah ranjang dan terkejut saat melihata ada paha seorang wanita. Yoo Jin tertawa melihatnya, "Aish pantas saja kau memintaku mengetuk pintu terlebih dahulu. Hey bukankah kau tau bahwa disini dilarang pacaran? Dan kau mau menyembunyikan kekasihmu hah?" JB tidak mengerti dengan yang di maksud oleh Yoo Jin.

Yoo Jin mendekati bawah tempat tidur dan membuka tirainya sambil tertawa namun tawa Yoo Jin langsung hilang saat menyadari bahwa wanita yang bersembunyi itu adalah Hae Sung. JB juga ikut terkejut. Hae Sung terlihat panik, "Ini... Ini terjadi bukan seperti yang kalian pikirkan. Maaf." Hae Sung segera berlari keluar dari kamar JB. Yoo Jin menatap JB penasaran, "Apakah kalian berpacaran?" JB langsung menyangah hal itu. Yoo Jin pun berkomentar bahwa Hae Sung benar benar seorang penguntit.


Hae Sung berlari keluar dari asrama laki-laki sambil membawa foto masa kecil JB. Hae Sung benar benar panik dan bilang bahwa dia benar-benar akan mati, tapi ketika dia melihat foto JB, Hae Sung tersenyum dan kembali mendapatkan semangatnya.


Hong Joo sedang berlatih bersama Nana. Dan suara Nana terdengar serak. Hong Joo khawatir dan menyarankan agar Nana pergi ke rumah sakit. Saat ke rumah sakit, Nana justru melihat Si Woo yang sedang menggoda para suster makanya dia berteriak kesal. Si Woo menyadari kehadiran Nana dan tersenyum, "Hai. Apa kau membawa sesuatu?"

Nana dan Si Woo kini sedang mengobrol. Nana harus menghemat suaranya makanya dia hanya menuliskan kalimatnya di kertas dan kemudian menunjukannya pada Si Woo, "Tenggorokanku sedang sakit makanya aku harus diam untuk menjaga suaraku." Si Woo berkomentar, "Kalau begitu pergilah ke rumah sakit." Si Woo terdia sesaat dan tertawa, "Ah ya benar kau sudah ada di rumah sakit saat ini." Nana kembali menulis, "Berita kau akan pergi itu hanya rumor kan?" Si Woo menjawabnya bingung, "Aish kau ingin benar benar mencampuri urusan orang lain. Jika kau bersikap jasar seperti Rian maka hidupmu akan berjalan lebih mudah." Nana kesal dan kembali menulis, "Pergilah temui Direktur dan meminta maaf." Namun Si Woo langsung menolak mentah mentah usulan itu.

Si Woo bercanda pada Nana dengan mengajak Nana untuk kabur saja namun Si Woo justru ditendang oleh Nana. Si Woo mengerang kesakitan dan bertanya, "Apa? Kenapa kenapa?" Nana berteriak kesal, "Ini karena aku mengkhawatirkanmu!!!" Si Woo terkejut karena Nana justru berteriak padanya. Si Woo melihat Nana menggunakan syal miliknya makanya dia meminta dibalikan namun Nana menolaknya dan langsung pergi.

Hae Sung mencoba membujuk Rian untuk berlatih bersama namun Rian menolaknya. Hae Sung bertanya, "Bukankah kita pasangan duet?" Rian menjawabnya, "Huh apakah kau sudah bisa melakukannya dengan benar? Kau memalukan." Hae Sung tersinggung dan bertanya, "Kalau begitu mengapa kau meminta aku menjadi pasanganmu hah?" Rian menjawabnya, "Karna saat itu aku tidak tau kemampuanmu!" Rian pergi begitu saja meninggalkan Hae Sung.


Yoo Jin berlatih menari dengan menggunakan bola basket. Saat bola basketnya terlepas, bola itu di tahan oleh kakinya Hae Sung. Yoo Jin melihat Hae Sung sedang meniup balon makanya dia bertanya, "Apa kau mau memberikan balon itu pada JB hah?" Hae Sung kesal dan menendang bola basket ke kaki Yoo Jin, "Ini untuk latihan pernafasan." Yoo Jin hanya berkomentar bahwa cara Hae Sung sangatlah aneh dan mirip seperti labu. Hae Sung kesal dan dia pun terus meniup balon dan berjalan mendekati Yoo Jin. Yoo Jin terkejut saat melihat balon berada di dekatnya. Melihat hal itu Hae Sung justru tersenyum, "Apakah kau takut dengan hal seperti ini?" Yoo Jin terkejut, "A-Apa?" Hae Sung tertawa dan terus meniup balon hingga pecah dan Yoo Jin berteriak kaget. Hae Sung tertawa, "Sangat lucu!Apa yang harus ditakutkan dari balon?" Yoo Jin menjawab bahwa dia tidak takut balon hanya berfikir bahwa meniup balon sangat membuang waktu.

Hae Sung justru semakin bersemangat untuk meniup balon. Yoo Jin memberikan saran pada Hae Sung untuk bernyanyi sambil berjalan untuk melatih nafas namun Hae Sung tidak mau dan memilih meniup bola saja. Hae Seung meniup balon lagi namun balon itu terlepas. Hae Sung berniat mengejar Yoo Jin namun yang Yoo Jin lakukan justru menggunakan bola basket untuk menari. Melihat hal itu membuat Hae Sung terdiam, "Kau..." Yoo Jin bingung, "Kenapa?" Hae Sung menjawab, "Banyak peningkatan. Aku juga harus semakin melatih pernafasanku!" Saat Hae Sung mau meniup balon kembali, dia justru terlihat hampir terjatuh dan membuat Yoo Jin panik, "Kau kenapa?" Hae Sung menjawab bahwa dia pusing karena sejak tadi hanya meniup balon. Tiba tiba terdengar suara perut Hae Sung yang kelaparan. Yoo Jin tersenyum dan mengajak Hae Sung makan.


Tempat makan yang dipilih oleh Yoo Jin ternyata Restaurant Ayam milik kepala Sekolah. Kepala Sekolah terlihat kesal saat melayani mereka berdua. Yoo Jin berkomentar pada kepala sekolah, "Guru, kau dibandingkan menjadi kepala sekolah, lebih cocok menjadi pemilik kedai ini." Hae Sung berkata pada Yoo Jin bahwa Yoo Jin juga lebih cocok jadi pemain basket dibandingkan penyanyi. Yoo Jin kesal dan bilang pada Hae Sung agar makan saja. Kepala Sekolah kesal dan bertanya, "Apa kalian tidak akan pergi?" Yoo Jin bertanya pada Hae Sung, "Apa kau mau minum cola?" Hae Sung setuju dan mereka berdua pun meminta Kepala Sekolah membelikan cola.

Kepala Sekolah sangat kesal dan langsung memberikan cola dan juga ayam yang sudah dibungkus, "Kalian cepatlah kembali ke sekolah! Jangan datang lagi!" Hae Sung ketakutan dan langsung pergi terlebih dahulu. Yoo Jin berkomentar bahwa Kepala Sekolah sangatlah tidak sopan karena telah mengusir tamu. Tiba tiba kepala sekolah ingat satu hal, "Ah pelanggan, Tolong membayar." Yoo Jin menjawabnya, "Tidak ada bedanya aku membayar juga karna masih ada hutangku 10 juta." Kepala Sekolah ingat hal itu, "Ah benar. Kau masih ada hutang." Yoo Jin bilang bahwa Kepala sekolah bisa menjual gitarnya yang disita itu karna harganya bisa lebihd ari 5 juta. Kepala sekolah justru tertawa dan bilang gitar itu lebih pantas jika harganya 500ribu saja. Yoo Jin kesal, "Kau boleh menghinaku tapi jangan gitarku ok?"


Hae Sung muncul di depan pintu, "Apa kita tidak akan pergi?" Kepala sekolah berkata, "Aish cepatlah pergi. Karena kalian maka lihatlah rambut putihku bertambah." Yoo Jin tertawa, "Bagaimana jika satu rambut putih harganya 100 won? Aku akan cepat mengumpulkan 10 juta." Kepala Sekolah mengatakan bahwa saat ini yang penting Yoo Jin melakukan penampilan yang bagus pada Evaluasi Akhir Bulan. Yoo Jin mengerti dan pamit pergi.

Di perjalanan pulang, Hae Sung bertanya mengenai hubungan Yoo Jin dan Kepala Sekolah yang terlihat sangat dekat. Yoo Jin tidak menjawabnya dan hanya bilang bahwa dia gila bisa dekat dengan Kepala Sekolah itu. Yoo Jin mendapatkan sebuah ide, "Hmm karena aku telah meneraktirmu makan. Maukah kau membantuku sesuatu?" Hae Sung bertanya polos, "Apa itu?"


Ternyata permintaan Yoo Jin adalah agar Hae Sung merekan JB yang sedang latihan menari. Dari rekaman itulah Yoo Jin berlatih. Hae Sung juga berusaha berlatih setiap harinya. Hanya Rian lah yang memilih duduk santai di kamarnya tanpa berlatih sama sekali.


Acara Evaluasi Akhir Bulan dimulai dan ternyata acara ini bukanlah acara biasa karena OZ Entertainment bahkan memamanggil para wartawan juga. Ji Soo membuka acara dan mempersilahkan para peserta untuk turun dan berjalan di karpet merah. Satu persatu padangan mulai berjalan di karpet merah dan berfoto bersama pasangan mereka. Soon Dong melihat Hae Sung yang sendirian, "Rian belum juga datang?" Hae Sung menggeleng panik dan meminta agar yang lainnya duluan saja yang turun. Ji Soo melihat hanya sisa Hae Sung yang belum turun makanya dia meminta Hae Sung untuk turun dan berjalan di karpet merah. Hae Sung sangat gugup saat berjalan dan di foto oleh para wartawan.


Kang Chul naik ke atas panggung dan memberikan kata sambutan,"Bagaimana perasaan kalian berjalan di karpet merah? Senang? Hmm aku penasaran siapa sebenarnya yang akan benar benar bisa berjalan di karpet merah itu. Apakah hanya 10 orang? 20 orang? atau 30 orang?" Semua murid hanya terdiam mendengarnya. Kang Chul melanjutkan ucapannya, "Aku cuma mau mengatakan, Berhentilah bermimpi. Jika kau ingin mimpimu menjadi nayta maka hal pertama adalah bebaskan dirimu dari khayalan. Untuk menumbuhkan impian semua orang, aku ingin menghancurkan fantasi kalian. Tidak ada latihan untuk acara ini. Angap ini sebagai sebuah audisi. Dan juga... Dalam satu group ada 2 orang. Satu orang akan tereliminasi. Kemarin mungkin mereka semua parternemu. Tapi hari ini mereka adalah lawanmu! Mereka yang memenuhi kualifikasi akan lolos dan yang tidak akan tereliminasi!" Semua murid kembali terdiam dan slaing melirik partner mereka.

Kang Chul tersenyum, "Akan segera dibentuk tim bagus dan tim buruk. Pelajaran yang akan diberikan juga berbeda. Apa ada yang merasa tidak adil? Jika kalian merasa tidak adil maka bertahanlah hingga akhir. Hanya yang bertahan yang bisa menjadi super idol! Aku akan mengambil murid bermutu dari Kirin dan membuat sebuah group Super Idol kelas dunia. Teman yang ada di sampingmu saat ini mungkin yang akan berdiri di panggung dunia dan menjadi top star. Poin permulaan dari mimpi itu adalah hari ini!" Semuanya terlihat sangat gugup, bahkan Kepala Sekolah sendiri baru mengetahui hal ini.

Di belakang panggung, Hae Sung terlihat menunggu Rian. Dan saat melihat Rian datang, Hae Sung segera menariknya untuk berbicara, "Sudah kukatakan kita setidaknya harus berlatih bersama sama." Rian menatap Hae Sung merendahkan, "Kau cukup melakukan yang baik dan kau akan berhasil. Apa gunanya kita mensinkronkan suaraku dan suaramu?" Hae Sung terdiam dan dia mengerti maksud Rian menjadikannya teman duet, "Apakah aku begitu mudah ditindas? Sejak awal kau mengajakku berduet bukan karena merasa nyaman. Kau sudah tau kan bahwa dua orang itu bukan sebagai tim melainkan sebagai saingan. Karena itu kau ingin aku menjadi partnermu?" Rian menatap Hae Sung, "Kenapa? Apa hal ini menganggumu? Bukankah kau juga memandang rendah padaku? Kau selalu berlatih namun aku tidak pernah. Jadi aku rasa ini cukup adil." Hae Sung terlihat sangat kesal, "Aku pasti akan mengalahkanmu. Pasti!" Rian tersenyum sinis, "Diatas panggung aku adalah seorang profesional. Tapi kau.... Bukan apa-apa."



Pst :



Kemarin aku bilang bahwa Ui Bong mirip dengan Jinguk dan sekarang apa ada yang ngerasa bahwa guru Ahn Tae Yeon itu mirip sama Yoon In Na yang main di Secret Garden jadi sahabatnya Raim? :)