Sinopsis Dream High 2 Episode 8

Penyiar bertanya pada Band, "Oh aku dengar bahwa murid Kirin bergabung dengan siaran ini karena ada sesuatu yang mau disampaikan." Yoo Jin menatap ke arah Kepala Sekolah, "Kami berharap yang telah meninggalkan kami akan kembali, itulah sebabnya kami berdiri disini. Saat aku terlibat dalam perkelahian, Guru Jeong Wan mengeluarkan 10juta won untuk membebaskan aku. Dan teman-teman yang bersamaku ini telah belajar untuk bermimpi dengan bebas. Orang yang mengajarkan kami cara untuk bernyanyi dan bermimpi juga adalah Guru Jeong Wan. Bagi kami, Pemimpin hanya bisa dilakukan oleh Guru Jeong Wan." Guru Jin Man dan Ji Soo sama-sama langsung melirik ke arah Kang Chul.

Yoo Jin kembali berkata, "Guru, aku akan memaafkan pengkhianatanmu. Sekarang kembalilah." Kepala Sekolah terlihat menyembunyikan wajahnya karna malu, "Mengapa dia membesar-besarkan hal ini? Memanggil orang kemari hanya untuk membuatnya malu, apa-apaan ini?" Guru Taeyeon tersenyum, "Apa yang membuat malu? Itu justru membuatku iri. Aku sudah memutuskan... Aku ingin menjadi seorang pemimpin sepertimu." Kepala Sekolah kesal pada Guru Taeyeon, "Aish mengapa kau jadi ikut-ikutan juga?"

Pagi hari Ui Bong sudah naik ke atas pohon dan mengikatkan pita berwarna kuning di ranting-rantingnya. Lee Seul yang melihat itu pun bertanya, "Apa yang kau lakukan?" Ui Bong menjawab bahwa dia sedang mengikatkan pita berwarna kuning. Lee Seul kembali bertanya, "Aku tau. Tapi kenapa mengikatnya di atas?" Soon Dong kini yang menjawab, "Ini kelanjutan dari aksi kami kemarin. Dan mengikat pita ini untuk memperingati kembalinya Kepala Sekokah." Tapi yang membuat Lee Seul bingung adalah pita berwarna kuning itu. Akhirnya Ui Bong pun menceritakan kisah mengenai seorang pencuri yang berkata pada Istrinya bahwa dia akan kembali jika ada pita kuning di pintu rumah mereka, namun jika tidak ada maka dia tidak akan menginjakan kaki di bus station. Tapi ternyata saat dia kembali ke desanya, seluruh desa di dekorasi dengan pita kuning dan itu sangat menyentuh hati orang-orang. Hong Joo membenarkan kisah itu bahkan dia juga menyanyikan sebuah lagu mengenai pita kuning.

Lee Seul bertanya, "Apakah kepala sekolah itu sungguh baik?" Ui Bong menjawabnya ragu, "Entahlah... Aku tidak terlalu menyukainya." Soon Dong setuju, "Aku juga. Dia selau mengomel padaku dan dia bahkan menyebutku penyihir." Lee Seul semakin bingung mendengarnya, "Lalu mengapa kalian melakukan ini?" Ui Bong menjawab, "Mungkin bisa dikatakan ini sebagai bentuk rasa terima kasih. Jika tidak ada kepala sekolah mungkin aku sudah di keluarkan. Dia selalu mendorongku selama 3 tahun terakhir. Entah sudah berapa banyak omelan dia, namun jika bukan karenanya mngkin aku tidak berhasil naik ke kelas 3." Lee Seul mengambil kesimpulan bahwa Kepala Sekolah itu baik. Ui Bong lalu membandingkan Kepala Sekolah dan Kang Chul, "Dan lagi dia bukanlah seseorang yang selalu memaksa mudinya seperti seseorang." Soon Dong setuju, "Benar... benar... benar.... Membedakan kita menjadi kelas bawah dan kelas atas, bahkan mengirimkan kita ke tempat pelatihan. Sungguh jahat!!!" Lee Seul kesal karena Ayahnya sendiri di jelekan, "Dia bukan orang yang buruk." Soon Dong terlihat bingung, "Mengapa kau ada dipihak Direktur? Itu karena kau belum pernah menderita di tangannya. Tunggulah kau pasti akan merasakannya." Lee Seul menendang dus lalu pergi. Soon Dong bergumam, "Aneh... Aneh sekali ada seseorang yang menyukai Direktur...." (Gak ada yang tau bahwa Lee Seul adalah anaknya Kang Chul.)


Guru Jin Man sedang membersihkan sampah yang berserakan di sekitar sekolah. Ada yang melempar sampah dengan sengaja ke arah Guru Jin Man dan itu adalah Guru Taeyeon. Guru Taeyeon mendekati Guru Jin Man dan membahas kejadian kemarin, "Untuk membuat Direktur terkesan, aku dengar kau membuat band. Huh kau bersikap lemah di depan orang yang kuat.... Bahkan kau memanfaatkan murid... Guru Jin Man, kau ini sebenarnya tipe yang seperti apa?" Guru Jin Man terkejut, "Apa maksudmu dengan memanfaatkan murid? Aku hanya memberikan kelas tambahan..." Guru Taeyeon menatap curiga, "Selama penampilan kemarin apa kau tidak merasa tersentuh? Mulai sekarang aku tidak akan membedakan murid kelas atas ataupun kelas bawah. Seperti kepala sekolah, aku akan memperlakukan mereka dengan tulus. Itulah sebabnya kau harus segera sadar Guru Jin Man!" Guru Jin Man terlihat malu, "Ya mengapa kau memperlakukanku seperti ini huh?"

Guru Taeyeon kembali membahas masalah kemarin, "Apa yang dikatakan Direktur kemarin? Apa dia tidak mengatakan apa-apa? Bukankah kemarin dia(Yoo Jin) secara terang terangan menghina Direktur? Apa tidak aneh jika dia tidak mengatakan apapun? Biasanya masalah ini akan menjadi kasus untuk mengusir Yoo Jin, mengusir murid lain dan juga memecat Guru Jin Man." Guru Jin Man panik mendengarnya, "Dipecat? Aku tidak bisa dipecat!!"

Direktur menghampiri Guru Jin Man dan Guru Taeyeon, "Apa yang kalian lakukan disini?" Guru Jin Man dan Guru Taeyeon sama-sama terkejut melihat kedatangan Kang Chul. Dari balik Kang Chul terlihat Kepala Sekolah dan itu membuat Guru Taeyeon sangat senang dan memeluknya, "Kepala Sekolah!!! Kau kembali?" Kang Chul bertanya pada Guru Taeyeon, "Apa kau tidak akan ke kelas?" Guru Taeyeon dan Guru Jin Man sama sama mengangguk mengerti dan segera kembali ke kelas masing-masing.

Saat Kang Chul berjalan pergi, Kepala Sekolah mengejarnya dan memberikan amplop, "Ini untukmu. Aku sudah menjual Restaurant Ayamku. Seperti yang kau katakan, memiliki 2 pekerjaan itu terlalu sulit untuk di atur." Kang Chul bertanya, "Apa yang membuatmu memutuskan untuk kembali?" Kepala Sekolah menjawabnya, "Itu... Sulit rasanya tidak melihat murid murid. Walaupun aku kesal saat harua mengomel pada mereka dan mendengar hinaan mereka, namun saat mendengar mereka bernyanyi di depanku, aku dapat melihat bahwa mereka hidup untuk mimpinya dan itu membuatku bahagia. Ah terima kasih untuk menerimaku kembali." Kang Chul mengangguk, "Well kau kembali bukan sebagai kepala sekolah tapi hanya guru biasa. Jadi aku merasa bersalah." Kepala Sekolah menggeleng, "Tidak tidak. Demi menyiapkan mimpi anak-anak aku akan melakukan yang terbaik." Kang Chul tersenyum, "Aku tidak mau menghentikan orang yang ingin melakukan yang terbaik. Cukup yakinkan bahwa kau melakukannya dengan baik." Kepala Sekolah mengangguk mengerti, "Jika aku tidak melakukannya maka kau bisa memecatku. Terima kasih." Kang Chul tersenyum dan kemudian berjalan pergi.

Kepala Sekolah berjalan memasuki gerbang Kirin dan melihat ada banyak pita kuning yang di pasang di ranting pohon, "Dari mana mereka tau kisah itu?"

Ji Soo naik ke atas stage di Kirin dan mengumpulkan seluruh murid, "Ada seekor bebek buruk rupa. Hanya karena dia terlihat berbeda, dia mendapatkan penghinaan dari bebek lainnya." Ui Bong berkomentar, "Mengapa dia menceritakan hal ini pagi-pagi? Hanya untuk mendongeng dia mengumpulkan kita semua disini." Ji Soo mendengar hal itu dan memanggil Ui Bong, "Kau pelajar yang berbisik! Apa yang terjadi pada bebek buruk rupa itu?" Ui Bong terlihat bingung, "Hmm aku tidak pernah membaca dongeng itu saat tk." Jawaban Ui Bong langsung mendapatkan tawa dari teman temannya yang lain. Ji Soo bertanya pada murid-murid, "Apa ada yang tau bagaimana akhir dari bebek buruk rupa?" Ailee dengan semangat menjawabnya, "Sebenarnya itu bukanlah bebek, tapi angsa. Pada akhirnya dia membuat orang arang terpana."

Ji Soo membenarkan kisah itu, "Benar. Jika angsa itu tidak tau bahwa dia adalah angsa maka dia akan terus di hina oleh bebek lainsepanjang hidupnya tanpa mencoba untuk terbang dan dia pada akhirnya akan mati." Guru Taeyeon yang mendengar perkataan Ji Soo pun berkomentar, "Aish mengapa dia mengatakan hal yang mengerikan di depan murid murid? Apa dia pikir murid murid itu adalah bebek buruk rupa? Dasar Gula batu." Ji Soo kembali berkata, "Apa yang akan terjadi selama bebek itu tidak tau bahwa dia adalah angsa? Dia akan dihina, dikucilkan. Seperti teman kita yang ada di kelas bawah. Diantara bebek buruk rupa, aku telah menemukan seorang angsa." Murid murid kembali saling berbisik penasaran. Ji Soo menatap Yoo Jin, "Pelajar Jin Yoo Jin. Kau telah terpilih menjadi member pertama untuk Super Idol. Mari berikan tepuk tangan." Bukan hanya Yoo Jin yang terkejut mendengarnya, bahkan seluruh murid pun ikut terkejut. Ji Soo berkata, "Di depan semuanya, Jin Yoo Jin telah menampilkan charisma, kemampuan bernyanyi dan bahkan kemampuan membuat lagu. Kemarin di penampilan band, aku melihatnya degan cahaya yang berbeda. Dan mulai sekrang dia akan menjadi member pertama Super Idol. Walaupun sekarang murid-murid dibedakan dalam kelas atas dan bawah, tapi ternyata member pertama terpilih dari kelas bawah. Kelas atas, kalian seharusnya merasa gugup. Kelas bawah kalian tidak perlu berkecil hati." Yoo Jin pun langsung di kerumuni oleh teman temannya yang mengucapkan selamat. Dan JB tidak suka dengan kenyataan bahwa Yoo Jin telah terpilih.

Yoo Jin mendatangi ruang Kang Chul dan melihat ada Produser Jae In juga di dalam ruangan. Yoo Jin mendekati Kang Chul, "Kau bahkan tidak mendiskusikan hal ini denganku!" Kang Chul menjawabnya santai, "Bukankah kita sudah membahasnya? Kau bahkan sudah bertemu dengan Produser. Dari seorang gelandangan menjadi bintang, Kirin Art School Super Idol Jin Yoo Jin. Bagaimana? Bukankah itu bagus?" Yoo Jin menatap Kang Chul kesal, "Siapa yang mengatakan bahwa aku ingin menjadi idol?" Kang Chul berkata pada produser Jae In, "Aku menyerahkannya padamu." Kang Chul kemudian berjalan keluar ruangannya dan meninggalkan Yoo Jin bersama Produser Jae In.

Produser Jae In berkata pada Yoo Jin, "Jin Yoo Jin. Kau bernyanyi dengan baik, tidak ada alat music yang tidak bisa kau mainkan. Lagu buatanmu juga tidak buruk. Mengapa kau menghabiskan waktumu di sekolah seperti ini? Aku selalu penasaran." Yoo Jin menjawab, "Bukankah sudah kukatakan? Aku ingin menjadi rocker. Mengapa rocker harus menjadi trainee?" Produser Jae In menyerahkan koran pada Yoo Jin, "Pada awalnya aku berfikir seperti ini hingga aku menemukan berita itu." Yoo Jin menerima koran itu dan melihat ada berita 'Superstar Child, Jin Yoo Jin aktifitasnya berhenti secepat cahaya karena perceraian orang tua.'


FLASHBACK....

Orang Tua Yoo Jin bertengkar karena Ayah Yoo Jin menandatangani kontrak untuk Yoo Jin sedangkan Ibu Yoo Jin tidak setuju. Karena masalah itulah Orang tua Yoo Jin bercerai.



FLASHBACK END...

Produser Jae In berkata pada Yoo Jin, "Alamat, Detail kontrak orang tua... Semua datamu yang ada di data sekolah adalah palsu. Apakah karena ingin menjadi rocker makanya kau bersembunyi di sekolah ini? Apakah kau tidak ingin terkenal kembali? Orang yang menggunakan popularitas masa kecilmu untuk mendapatkan uang, orang dewasa yang bertengkar karena masalah ini dan pada akhirnya karena kepopuleran dan karena yang, orang tuamu berpisah." Yoo Jin menatap Produser Jae In, "Kau salah orang. Aku tidak tau hal ini." Yoo Jin hendak pergi namun tertakan saat mendengar ucapan Produser Jae In, "Aku tau kau yatim piantu. Data sekolah saja tidak memiliki alamatmu. Kontak orang tuamu itu palsu dan tidak bisa dihubungi. Apa kau mau pergi begitu saja? Rasa sakit yang kau dapatkan dari orang tuamu saat kau kecil, walaupun kau menghindarinya, tapi rasa itu tidak hilang. Dan jika kau takut orang tuamu akan mengenalimu, serahkan saja semuanya padaku." Yoo Jin berkata, "Aku katakan padamu sekali lagi. Aku tidak mau menjadi Idol bagaimanapun juga caramu memperlakukan aku, keputusanku tidak akan berubah." Produser Jae In kembali menahan langkah Yoo Jin, "Apa kau tidak penasaran bagaimana keadaan orang tuamu?" Yoo Jin hanya menatapnya dan kemudian berjalan pergi.

Murid murid Kirin sedang berkumpul bersama di ruang tengah Kirin untuk melihat Produser Jae In berbicara di TV Kirin. Soon Dong bertanya pada Ui Bong, "Siapa dia?" Ui Bong pun menjawab bahwa Produser Jae In terkenal dengan sebutan Magical Produser karna jika dia(Produser Jae In) menyukai seseorang maka orang itu akan menjadi Bintang Dunia. Soon Dong mengngguk mengerti. Produser Jae In mulai berbicara pada seluruh murid Kirin, "Aku mendapatkan permintaan khusus untuk mendapatkan bintang dari Kirin dan menggabungkannya pada Super Idol. Seperti yang orang-orang sudah ketahui, aku tidak akan sembarangan memilih orang. Kedepannya, beberapa misi dan juga pertunjukan aku akan memilih Grup Super Idol. Bersama dengan Jin Yoo Jin yang telah terpilih, akan ada 6 orang terpilih dan menjadi member Super Idol." Semuanya kembali excited mendengar hal ini.

Nana bertanya pada Ailee, "Bukankah kita sudah menjadi idol?" Ailee menjawabnya, "Ini berbeda level. Jika Produser Jae In yang melatih kita maka mungkin kita bisa masuk Chart Billboard. Itu sangat hebat!" Produser Jae In kemudian memberikan misi pertamanya, "Misiku yang pertama untuk kalian adalah 'BI'. Para guru akan mengatur kalian dan membentuk Group untuk misi ini. Setiap grup akan menyiapkan lagu dan menari sesuai dengan tema BI." Soon Dong dan teman tmannya yang lain terlihat bingung, "Bi? Apa itu?" Ui Bong menjawabnya, "Kalian tidak tau Bi? Bi itu Rain." Semuanya kini mengangguk mengerti. Produser Jae In berkata, "Seorang Super Idol bukan hanya bisa bernyanyi, tapi juga seorang top artis. Karisma artis dapat mengambil hati penonton dan menarik menjadi miliknya. Penilaian ini sangat adil, teman sekelas kalian sendirilah yang akan menjadi penonton dan memutuskan hasilnya dalam voting. Jadi apakah kalian ingin menjadi super star? Jika seperti itu maka berusahalah...."

Rian menghampiri Ji Soo dan menanyakan alasannya memilih Yoo Jin sebagai member Super Idol, "Kenapa Jin Yoo Jin? Walaupun ini karena penampilan kemarin, tapi yang kemarin tampil bukanlah Jin Yoo Jin, tapi aku. Jika kau melihat potensi dari acara pekarin, aku rasa yang harusnya menjadi Super Idol adalah aku. Jika kau memberiku kesempatan, aku bisa menunjukan sisi baik dari diriku." Ji Soo berkomentar, "Karena itu lah kami memberikan kesempatan untukmu dan juga murid lainnya untuk audisi bersama. Jika kau menjadi Super Idol, kau juga bisa kembali melanjutkan aktifitasmu." Rian masih tidak mengerti mengapa dia harus ikut audisi kembali, "Aku terkenal sejak aku debut. Bahkan setengah dari fans Hershe adalah fansku. Itu artinya aku lebih baik dari yang lainnya. Jadi mengapa aku masih harus membuktikannya?" Ji Soo menjawab, "Kau bahkan belum pernah membuktikan kemampuanmu. Jika Rian disebutkan maka apa yang ada dipikiran orang-orang? Idol yang berakting buruk, Dia hanya visual dari grupnya, dia kasar dan egois. Aku penasaran kapan penampilannya yang indah itu akan bertahan hingga kapan." Rian terdiam mendengar perkataan Ji Soo.

Ji Soo berkata kembali, "Waktu rata-rata para grup idol untuk bersinar adalah 5 tahun. Hershe baru debut 2 tahun lalu dan itu artinya masih ada waktu 3 tahun. Member yang lainnya dapat bernyanyi dan bisa memiliki kemungkinan untuk berkarir solo." Rian berkata, "Aku mencoba yang terbaik itulah sebabnya aku ikut tampil kemarin." Ji Soo menjadi penasaran dengan sikap Rian, "Apa kau sedang membutuhkan uang? Jika tidak, mengapa kau menjadi pemaksa? Hershe memiliki 3 tahun tersisa tapi Rian dapat bertahan setidaknya lebih dari 5 tahun. Aku harap kau dapat memanfaatkan kesempatan audisi ini sebaik mungkin untuk membuktikan bahwa Rian adalah orang yang special. Aku mengatakan hal ini karena aku khawatir padamu."

Ui Bong, Hong Joo dan Soon Dong langsung mendekati Yoo Jin dan mengajaknya untuk menjadi satu grup dengan mereka. Yoo Jin kesal karena teman-temannya langsung bersikap berbeda padanya, "Cukup! Kenapa memangnya jika aku menjadi Super Idol? Hmm tapi benar juga, jika mereka tidak melihat bakatku maka mereka akan menyesal." Mendengar hal itu Ui Bong, Hong Joo dan Soon Dong jadi balas kesal pada Yoo Jin. Ui Bong berkata pada Yoo Jin, "Ya! Bukankah kau terlalu cepat puas sekarang ini? Aish muskipun aku sudah sering melihat orang yang berfikir bahwa dirinya populer, tapi tetap saja aku tidak bisa menerima sikap percaya dirimu itu. Tapi.... Apa kita tetap bisa satu grup?" Dan kembali mereka memperebutkan Yoo Jin.

Yoo Jin sendiri tidak terlihat begitu peduli dengan grup itu dan dia lebih khawatir pada Hye Sung makanya dia bertanya pada Soon Dong, "Apa kau sudah mendapatkan kabar dari HyeSung?" Soon Dong menjawab, "Apa yang kau mau dari Hye Sung huh? Ini kau telfon saja dia. Aku sudah mencobanya beberapa kali namun dia tidak juga mengangkatnya." Soon Dong memberikan ponselnya pada Yoo Jin dan Yoo Jin pun mencoba menelfonnya namun tidak diangkat juga.


Saat Yoo Jin sedang mencoba menelfon, tiba tiba ada lemparan bola basket ke arahnya dan yang melempar adalah JB. JB mendekati Yoo Jin, "Kemari, ada yang perlu aku bicarakan denganmu!" Yoo Jin awalnya menolak namun JB langsung menariknya.



Rian menghubungi Ibunya secara sembunyi-sembunyi, "Ibu! Harus berapa kali aku mengatakannya padamu?? Kita tidak bisa menandatangani kontrak dengan 2 agensi! Aku bisa mendapat masalah jika ini terus terjadi. Aku akan mengikuti semua ucapanmu tapi bukan untuk ini. Jadi kumohon jangan tanda tangani surat kontrak itu. Ibu! Aku tidak mungkin melakukan karir solo, masalah besar bisa terjadi. Sekolah sekarang sedang mencari Super Idol dan aku akan sangat populer jika terpilih. Dan lagi..... Oh aku tau....." Rian menutup telfonnya dan bernafas berat. Saat akan keluar dari tempatnya, Rian melihat JB dan juga Yoo Jin yang sedang berbicara.


JB terlihat emosi pada Yoo Jin, "Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak khawatir dengan keadaan ini?" Yoo Jin berfikir bahwa JB marah padanya karena masalah dia yang terpilih sebagai member pertama Super Idol, "Apa kau cemburu karna hal ini? Lalu kenapa jika aku Seorang Super Idol? Aku tidak memerlukan itu. Kau ambilah itu." JB menarik kerah Yoo Jin, "Ada batasnya saat membuat seseorang sedih. Kau harus berhenti memikirkan bahwa kau itu benar. Untuk mencuri lagu Hye Sung, itukah sebabnya kau selalu bersikap baik padanya?" Yoo Jin semakin bingung dengan permasalahnnya, "Aku tidak mencurinya! Kaulah yang menjiplak lagu penyanyi lain!" JB kesal karna masalah plagiat itu jadi di bahas, "Menyanyikan lagu seseorang tanpa permisi itu bisa dikatakan mencuri! Bagaimana mungkin dia yang menciptakan lagunya saja tidak tau mengenai penampilan itu? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaannya saat mendengar lagu yang bahkan belum dia nyanyikan sendiri sudah dinyanyikan orang lain?" Yoo Jin terlihat ragu menjawabnya, "Itu... Itu... Penampilan itu untuk Hye Sung dan Rian lah yang mengacaukannya. Aku bermaksud agar lagu itu dinyanyikan Hye Sung."

Rian yang mendengar namanya ikut disebut sebut pun jadi semakin penasaran. JB kembali marah pada Yoo Jin, "Dulu kau menyalahkan Hye Sung, dan kini kau menyalahkan Rian!" Tiba tiba saja Rian keluar dari tempat persembunyiannya dan menatap JB, "Aku hanya menyanyikan lagu Hye Sung. Lalu apa permasalahannya? Megapa kau sangat sensitif mengenai laginya? Apa kau... Menyukainya?" JB menjawabnya tanpa ragu, "Aku menyukainya." Yoo Jin dan Rian sama-sama terdiam. Rian kembali berkata pada JB, "Kau sepertinya salah paham... Aku tidak cemburu." JB kini menatap Rian, "Pikirkan saja apapun yang kau inginkan!" Setelah itu JB pergi meninggalkan mereka berdua.

JB berjalan keluar sekolah dan melihat Si Woo dan Nana yang hendak naik ke dalam mobil. JB menghampiri Si Woo dan meminta agar Si Woo meminjamkan mobilnya namun Si Woo menolaknya. Nana bertanya, "Apa kau mau mencari Hye Sung lagi? Kau tau dia ada dimana?" JB tidak menjawab dan dia langsung duduk di kursi balik setir. JB kembali menatap Si Woo sambil mengulurkan tangannya meminta kunci mobilnya. Nana semakin penasaran, "Apa kau benar benar berpacaran dengan Hye Sung?" JB tetap diam dan meminta kunci mobil Si Woo. Si Woo menghela nafas dan akhirnya melemparkan kunci mobilnya pada JB.

Produser Jae In datang ke ruang guru untuk menanyakan pembagian kelompok yang telah dibuat oleh masing-masing guru. Ji Soo mengatakan bahwa dia akan melatih JB, Si Woo, Nana, Ailee dan juga Ri An. Produser Jae In berkomentar bahwa Ji Soo hanya mengambil jalan yang aman. Kemudian Guru Tae Yeon mengakatakan bahwa dia akan melatih Hong Joo, Ui Bong, Hye Sung, Sun Dong dan juga Lee Seul. Produser Jae In berkomentar, "Hmm bukankah itu terlalu beresiko? Ah kalau begitu tolong masukan nama Jin Yoo Jin juga. Kau membutuhkan seseorang yang mampu."

Ji Soo bertanya pada Guru Taeyeon, "Bukankah Hye Sung sudah pindah sekolah?" Guru Tae Yeon menjawabnya, "Dia menyerah akan mimpinya karena aku, maka dari itu aku akan membantu dia menemukan kembali mimpinya."

Guru Taeyeon masuk kedalam kelas dan terlihat murid muridnya sudah memakai ember di kepala seperti metode yang selalu diajarkan Guru Taeyeon. Namun tiba-tiba saja Guru Taeyeon meminta agar ember itu di lepas, "Sebelumnya, aku meminta kalian memakai ember itu di kepala agar kalian bisa mendengarkan sendiri suara kalian. Untuk menemukan musikmu dan nadamu. Tapi bagaimanapun juga yang mendengarkan suara kalian bukanlah diri kalian, tapi aku gurumu. Jadi sekarang lepaslah ember itu. Aku sebagai guru kalian akan memulainya dari awal. Kita akan berhenti memakai ember itu dan mulai saling mendengarkan suara untuk menerima kekurangan dan membantu sesama yang lainnya." Ui Bong dan Hong Joo terlihat ragu, "Mengapa tiba tiba kau ada dipihak kami? Bukankah kau yang selalu memaksa kami menjadi idola? Apakah kau mencoba untuk memaksa kami?" Guru Taeyeon menggelengkan kepala, "Aku hanya ingin kalian menyadari bahwa kalian bukanlah bebek buruk rupa." Ui Bong kembali bertanya, "Bagi siapa? Kepala Direktur?" Lee Seul menatap Ui Bong tidak suka karna Ayahnya disebutkan. Guru Taeyeon kembali menggeleng kepala, "Tidak. Tapi bagi diri kita sendiri."


Ji Soo juga kini sedang melatih timnya di ruang dance, "Buanglah rasa percaya diri kalian sebagai seorang profesional. Ada garis diantara profesional dan amatir. Apa itu garisnya? Itu adalah basic. Lalu apa itu basic? Itulah yang terpenting. Bagi angsa untuk mengembangkan sayapnya maka dia hrus memiliki gerakan kaki yang indah. Baiklah semuanya sudah mengerti. Mengapa? Karena jika berhenti menggerakan kaki, akan mati." Rian terus mendengarkan perkataan Ji Soo dan menganggukan kepalanya mengerti.


Guru Taeyeon mulai membagi posisi masing-masing muridnya di dalam grup. Dimulai dari Hong Joo yang bernyanyi dengan sangat baik, "Kau bisa bernyanyi dengan sangat baik. Kau cocok untuk menjadi penyanyi tanpa memandang wajah. Ah buang pikiran itu! Kau memiliki kemampuan bernyanyi, kemampuan suara dan juga karakter. Dan juga kemampuan luar biasa untuk menghayati lagu. Basicmu dan kemampuan harmoni sangat sempurna. Kau adalah Main Vocal!" Kini Ui Bong yang di tes dan dia tidak terlalu baik dalam bernyanyi. Guru Taeyeon kembali berkomentar, "Bisa mengekspresikan percaya dirimu. Ui Bong kau akan mendapatkan banyak perhatian dari penonton. Kau akan menjadi tim mascot. OK?" Ui Bong tersenyum senang.

Kini giliran Yoo Jin. Yoo Jin tidak melakukan apapun dan Guru Taeyeon berkata, "Kau bisa langsung lulus. Super Idol" Yoo Jin tersenyum. Kemudian Lee Seul yang di tes oleh Guru Taeyeon, "Hmm kau bisa mengeluarkan perasaanmu dengan lirik rap. Aku tau kau tidak bermaksud ketus. Faktanya adalah kau memiliki banyak hal yang ingin dikatakan, kan? Kau cobalah menggunakan rap untuk mengekspresikan perasaanmu." Lee Seul tersenyum ragu. Soon Dong bernyanyi dan Guru Taeyeon benar-benar bingung harus menempatkan Soon Dong di bagian apa di dalam grup. Ui Bong beromentar, "Dia memiliki kemampuan menari yang baik." Guru Taeyeon mengangguk mengerti dan kemudian menetapkan Soon Dong sebagai penari dalam grup mereka. Semnuanya terlihat senang mendapatkan posisi mereka namun mereka kembali sedih saat Guru Taeyeon berkata pada mereka, "Grup kita sudah sempurna jika Hye Sung ada disini."


Ji Soo kembali menatap grupnya, "Pikiranmu, rasa percaya dirimu dan pendidikan yang tidak bisa mengalahkanmu. Kalian semua sudah menjadi angsa. Ingat itu!" Semuanya memulai menari dan Ji Soo senang melihat Rian yang memiliki kemajuan. Ji Soo menatap grupnya dan dia baru menyadari tidak ada JB, "Dimana JB?"


JB sampai ke hometown-nya Hye Sung. Saat akan menanyakan rumah Hye Sung, seorang anak kecil menghampiri JB, "Berikan aku sesuatu yang manis." JB terlihat bingung, "Hah? Mengapa aku harus memberikannya padamu?" Anak kecil itu menggerutu kesal, "Apa kau tidak mendengarnya dari Kakak-ku? Jika kau mau aku ada di pihakmu maka kau harus memberiku caramel." JB bertanya, "Kau ini siapa?" Anak kecil itu tersenyum, "Adik Shin Hye Sung. Kau kemari untuk mencari kakak-ku kan, JB Oppa?" JB tersenyum.


JB menghampiri Ayah Hye Sung yang sedang membersihkan sayuran. JB memohon agar bisa bertemu dengan Hye Sung namun Ayah Hye Sung tidak mengizinkannya, "Aku tidak akan membiarkan anakku kembali ke Seoul. Jika dia melihatmu maka dia akan memikirkan mengenai musik kembali."

Shin Hye Poong(Adik Hye Sung) dan Hye Sung diam diam mengintip dari dalam rumah. Hye Poong bertanya, "Apa kalian dekat? Oppa itu terlalu tampan. Dia tidak akan cocok denganmu Eonni." Hye Sung kesal dan memukul kepala adiknya. Hye Poong kembali bertanya, "Tapi kenapa JB Oppa ada disini? Bukankah kalian tidak dekat?" Hye Sung sendiri tidak tau jawabannya, "Benar, mengapa dia kemari?"

Ayah Hye Sung berkata pada JB, "Dia terlalu sedih karena kehilangan harapannya. Aku ingin putriku bahagia. Jika kau peduli padanya maka kau akan mengerti tanpa mengatakan apapun. Kau Pulanglah." JB terus memaksa Ayah Hye Sung dengan menarik tangannya, Ayah Hye Sung mengibaskan tangan JB dan justru hal itu membuat JB terjatuh ke ember yang berisi cucian sayur.


Hye Sung yang melihat itu pun dengan cepat keluar dari rumah menghampiri JB, "Kau tidak apa-apa?" JB justru tersenyum karena bisa bertemu dengan Hye Sung, "Hey, kau memotong rambutmu?" Hye Sung tersenyum malu.


Karena pakaian JB basah maka dia pun terpaksa memakai pakaian Ayah Hye Sung. Hye Poong menghampiri JB dan mengajaknya masuk kedalam kamar Hye Sung, "Oppa, bagaimana penampilanku? Apakah aku akan mendapatkan juara satu?" JB terlihat bingung, "Apa? Juara satu apa?" Hye Poong pun menjelaskan bahwa besok dia akan ikut kontes kecantikan dan dia sudah menyiapkan semuanya dalam wkatu 1 tahun. JB tersenyum melihat tingkah Hye Poong, "Kau cantik. Tapi kau akan lebih cantik jika kau tidak memakai make up." Hye Poong ikut tersenyum karena di puji, "Aku sudah mengatakan hal ini pada Ayah namun Ayah tidak mengizinkanku. Jadi jangan beri tahu ayah dan antarkan aku besok." JB kembali bertanya, "Apa? Mengantarmu?" Hye Poong mengangguk, "Ya. Ayah tidak suka aku ikut kontes seperti ini karena Eonni." JB tertawa dan mengelus kepala Hye Poong.

JB Melihat kamar Hye Sung dan menemukan banyak rubik, "Ini milik Hye Sung?" Hye Poong menjawabnya, "Sebelumnya, saat Kakak-ku ulang tahun maka Ibuku selalu membelikan itu untuknya. Tapi Ibuku sudah meninggal 2 tahun lalu." JB Menatap rubik itu dan membuat dia mengingat sesuatu.


JB ingat bahwa dulu dia mendapatkan rubik dari seorang fansnya yang mengatakan bahwa JB akan merasa lebih tenang jika memainkan rubik itu. Lalu JB ingat kejadian di ruang latihan saat Hye Sung menyelesaikan rubik itu dengn cepat dan bahkan Hye Sung tau jika rubik milik JB itu sudah dimiliki oleh JB selama 2 tahun. Mengetahui fakta itu kembali membuat JB tersenyum.

Hye Sung masuk kedalam kamarnya dan memberi tahu bahwa makanan sudah siap.


JB makan dengan lahap dan membuat Hye Sung, Hye Poong dan Ayah mereka hanya diam melihat cara makan JB. JB sadar jika dia terus diperhatikan makanya dia tersedak. Hye Poong berkata pada Ayahnya bahwa JB tersedak itu karena Ayahnya terus memperhatikan JB. Ayah Hye Sung berkata, "Ah itu karena dia sungguh tampan. Aku tidak menyangka dia makan dengan sangat lahap." JB tersenyum, "Ini sudah sangat lama sejak terakhir aku makan makanan rumah. Selama ini aku jika tidak tinggal di hotel maka tinggal di dorm." Ayah Hye Sung berkomentar, "Kalau begitu minta izinlah untuk pulang dan merasakan makan bersama dengan keluargamu." JB menjawabnya, "Orang tuaku sudah meninggal. Ibuku meninggal saat aku masih kecil dan Ayahku meninggal 2 tahun lalu." Ayah Hye Sung mengangguk, "Aku mengerti. Semakin pahit hidup maka semakin cepat kau tumbuh. Ini sudah sangat malam, kau menginap saja disini." JB menggangguk dan tersenyum. Hye Sung ikut tersenyum malu pada JB.


Ui Bong, Hong Joo dan juga Soon Dong sedang memilih-milih lagu Rain untuk dinyanyikan. Yoo Jin datang dan dia terlihat tidak tenang, "Apa tetap tidak ada kabar dari Hye Sung? Dia tidak mengangkat telfonnya. Aish sungguh membuat frustasi...." Ui Bong senang melihat sikap Yoo Jin itu, "Kau menyukai Hye Sung? Mengapa kau terus menanyakan Hye Sung sepanjang hari?" Yoo Jin segera membantah hal itu, "Sejak kapan? Aku... Aku hanya peduli padanya." Ui Bong justru semakin senang mengolok olok Yoo Jin, "Ah dia tertangkap basah. Semakin mau menyangkal maka semakin benar hal itu."

Soon Dong bilang pada Yoo Jin agar berhenti saja memikirkan Hye Sung karena JB dan Hye Sung itu berpacaran. Yoo Jin terkejut mendengarnya. Ui Bong lalu berpura pura sebagai JB dan Hong Joo sebagai Ayah Hye Sung. Ui Bong memegang tangan Hong Joo dan menangis, "Paman! Aku membutuhkan Hye Sung!!" Yoo Jin jadi terlihat semakin emosi, "Dimana Hye Sung?" Soon Dong menjawabnya, "Oh itu di ChungJu..." Yoo Jin berdiri hendak pergi namun Ui Bong menahannya, "Lupakanlah. Dia ada di ChungJu bersama JB." Yoo Jin membalikan adan berniat pergi namun langkahnya kembali tertahan saat melihat Rian yang sepertinya mendengar obrolan mereka mengenai JB yang sedang bersama Hye Sung.


Rian terlihat berlatih di ruang latihan dan dia juga terus memikirkan ucapan Ji Soo mengenai karirnya setelah tidak bersama Hershe. Nana yang melihat Rian sedang latihan pun merasa aneh dan bertanya pada Ailee, "Sudah sangat lama sejak aku melihat dia berlatih, Iya kan?" Ailee menjawabnya, "Hm. Dia berubah sejak Produser Jae In datang. Apalagi yang dia miliki selain wajahnya? Produser Jae In tidak akan memilihnya hanya karena dia cantik. Huh apa dia pikir dia bisa mengembangkan bakatnya hanya dalam waktu singkat? Dia lah yang terlemah di Hershe." Nana langsung memarahi Ailee, "Kecilkan suaramu! Dia bisa mendengarnya!" Nana kemudian langsung menarik Ailee untuk pergi.


JB sedang duduk bersama Hye Sung di dalam gereja. Hye Sung bertanya, "Mengapa kita ada disini?" JB menjawab bingung, "Entahlah. Hmm mungkin karna aku ingin mengembalikan ini padamu." JB mengeluarkan sebuah rubik dan memberikannya pada Hye Sung, "Ini milikmu kan?" Hye Sung menganggukan kepalanya. JB berkata kembali, "Terima kaish. Aku ingin mengatakan hal itu pada orang yang memberikan rubik itu. Saat aku depresi atau ingin menyerah, itu memberikanku kekuatan. Kini kaulah yang harus kuat." Hye Sung hanya tersenyum dan kembali terdiam. JB bertanya, "Apa kau tidak akan bernyanyi kembali?" Hye Sung menggeleng, "Sudah cukup. Aku tau fakta bahwa aku tidak bisa bernyanyi bagaimanapun telah aku coba. Aku harus tau waktunya untuk menyerah." JB berkata, "Siapa yang bilang kau tidak bisa? Bukankah dulu Ayahmu mengatakan jika ada yang tersentuh mendengar lagumu maka kau boleh kembali bernyanyi? Ada satu orang disini, Satu orang yang tersentuh mendengar lagumu." Hye Sung tersenyum, "Itu sudah percuma. Ayah sudha menungu kita, ayo kembali."

Hye Sung berdiri hendak keluar gereja namun JB menahannya, "Aku menyukaimu." Hye Sung tertawa kecil, "Aku juga menyukaimu. Bahkan sejak kau debut aku sellau menyukaimu." JB menjelaskan maksudnya, "Bukan seperti itu. Itu bukan karena kau adalah fansku. Aku hanya.... Menyukaimu." Hye Sung jadi bingung mendengarnya, "Kenapa kau menyukaiku? Aish kau hampir membodohiku. Kau jika mengatakan kebohongan di tempat ini maka kau akan mendaptkan hukuman." JB sangat gugup sehingga dia mengambil minuman yang ada di gereja dan meneguknya. Hye Sung panik melihat hal itu, "Hm itu bukan air. Itu wine untuk acara gereja...." Tapi sayangnya JB sudah mabuk duluan dan terjatuh ke pangkuan Hye Sung.


JB terbangun dan ternyata mereka masih ada di gereja. JB melihat Hye Sung yang tertidur sambil mendengarkan lagu. JB ikut mendengarkan lagu itu dan menyanyikannya. Hye Sung perlahan lahan tertidur di bahu JB. Hye Sung sebenarnya sudah bangun namun dia tetap diam saja dan bersandar pada bahu JB. (JB nyanyi lagu se7en - When I can't sing)


Sementara itu di kamarnya Rian terlihat membuang seluruh barang barang pemberian dari JB. Soon Dong yang melihat itu bertanya, "Apa kau akan membuang itu? Apa boleh aku memilikinya?" Rian mengangguk dan memberikan seluruh barang itu untuk Soon Dong. Soon Dong senang dan melihat barangnya satu persatu namun dia kemudian melihata da sepatu yang sudah lusuh, "Hmm sepatu apa ini? Ah tidak akan terpakai lagi. Dibuang saja." Rian menatap sepatu itu sedih.


Yoo Jin bangun pagi-pagi dan dia langsung menghubungi ponsel Hye Sung dan ternyata yang mengangkatnya ada Hye Poong, "Ini siapa? Bukankah telfonnya Hye Sung?" Hye Poong menjawabnya, "Hye Sung? Oh dia tidak kembali semalam." Yoo Jin terkejut mendengarnya, "APA? Kau Adik Hye Sung? Hye Sung berada di luar? Dengan siapa? Kemana dia pergi? Kenapa?" Hye Poong kesal dengan pertanyaan yang diajukan Yoo Jin, "Mengapa aku harus mengatakannya padamu? Hanya karena aku masih kecil itu bukan berarti kau bisa bersikap kasar padaku. Tidak hanya itu saja, Siapa kau? Mau mencoba mencari informasi dariku hah? Aku tutup telfonnya!" Yoo Jin semakin berteriak marah saat Hye Poong memutus sambungan telfon.


Ui Bong masuk kedalam kamar dan terlihat bingung dengan sikap Yoo Jin. Yoo Jin tiba tiba saja mengatakan bahwa dia sakit dan tidak akan masuk sekolah. Yoo Jin pergi keluar kamar dan Ui Bong justru tertawa, "Ah itu terlihat jelas... Dia pasti mau mencari Hye Sung. Tapi... Apakah dia bisa menang dari JB?"


Yoo Jin mendatangi Guru Taeyeon dan meminta alamat Hye Sung. Saat sedang berbicara, Ibu Rian dan Rian datang dengan terburu-buru masuk kedalam ruang Direktur.


Ibu Rian langsung marah pada Kang Chul, "Mengapa ada audisi lagi? Selama ini bahkan Rian sudah melewati 3 atau 4 audisi. Selalu ada tes mingguan dan ada tes diakhir bulan sehingga pre debut. Kau sudah selesai melatih mereka! Kau bahkan menghentikan aktifitas mereka dan mengembalikan mereka ke sekolah. Apa dia maish perlu audisi?" Kang Chul terlihat sangat santai di depan Ibu Rian, "Nyonya, kita memiliki pemikiran..." Ibu Rian langsung menyelanya, "Pemikiran apa? Semua aktifitasnya sudah dihentikan. Jika terus begini maka aku akan mengganti agensi!" Rian menatap Ibunya panik. Kang Chul berkata, "Mohon tunggu sebentar..." Lagi lagi Ibu Rian membentaknya, "Sebentar... sebentar... Berapa lama kami harus menunggu? Jika kami terus seperti ini maka keluarga kami bisa mati! Satu satunya yang berpenghasilan dikeluarga kami hanyalah Rian. Tolonglah lebih mengerti dia." Kang Chul setuju dan mengatakan akan mencarikan kembali aktifitas solo untuk Rian. Ibu Rian puas dan hendak berjalan pergi namun dia menahan langkahnya dan kembali menatap Kang Chul, "Untuk kedepannya, aku tidak akan membuang waktuku dengan datang kemari. Aku akan langsung mencari agensi lain!"


Ibu Rian keluar dari ruangan Kang Chul dan langsung bernafas lega karna sudahberhasil. Melihat Rian yang menghampirinya, Ibunya bertanya, "Bagaimana dengan yang tadi? Bukankah tadi aku melakukannya dengan baik?" Rian mendesah pelan, "Ibu. Aku sudah katakan agar tidak melakukan hal ini." Ibu Rian menjawab, "Jika aku memiliki pilihan lain maka aku juga tidak akan datang kemari. Aku melakukan ini semua untukmu. Aigoo aku melatih hal ini di depan kaca ribuan kali. Actingku tidak terlalu buruk kan? Aku akan pulang. Kau makanlah yang banyak. Kau bahkan terlihat lebih kurus dari sebelum debut. Jangan memikirkan hal yang menyedihkan. Ibu pulang...." Ibu Rian kemudian berjalan pergi meninggalkan Kirin.

Ternyata Yoo Jin diam-diam mendengar percakapan itu dan merasa kasihan pada Rian.


Kang Chul menelfon seseorang untuk membicarakan pekerjaan untuk Rian, "Oh ya... Mengenai hal yang sebelumnya, aku rasa aku dapat membantu. Ah ya... Diantara para member ada seseorang yang memiliki waktu luang. Ya... ya..." Kang Chul menutup ponselnya dan tersenyum penuh arti.


Rian mendapatkan kabar mengenai pekerjaan baru untuknya dan dia pun masuk kedalam sebuah bis. Rian duduk dan mengeluh kesal karna pihak managementnya bahkan tidak menyewakan sebuah mobil untuk Rian pergi ke sebuah desa. Rian melihat ke arah pintu masuk bis dan terkejut melihat Yoo Jin, Rian panik dan berusaha menutupi wajahnya. Yoo Jin yang mengenali wajah Rian itu justru tersenyum dan memilih untuk duduk di sampingnya. Rian bertanya pada Yoo Jin, "Mengapa kau selalu mengikutiku huh?" Yoo Jin menjawabnya, "Aku juga punya urusan sendiri di ChungJu... Kau... Apa kau baik-baik saja?" Rian bingung dengan pertanyaan Yoo Jin makanya dia balas bertanya, "Baik-baik apa?" Namun Yoo Jin tidak menjawabnya lagi dan memilih untuk memutar music.


Hye Sung membuka kamar Ayahnya secara diam-diam dan melihat bahwa Ayahnya masih tertidur. Hye Sung pun dengan cepat mengajak Hye Poong dan JB untuk segera pergi menuju kontesnya Hye Poong. Di dala mobil, Hye Poong menyadari sikap JB dan Hye Sung yang sama-sama terdiam. Hye Poong bertanya, "Apa ada yang terjadi semalam?" JB dan Hye Sung langsung membantah hal itu dan mengatakan tidak ada apa-apa. Jawaban itu justru membuat Hye Poong semakin penasaran, "Aku rasa ini mencurigakan...."


Yoo Jin sampai di Chung Ju dan mencoba menanyakan mengenai Hye Sung pada seorang Nenek, "Nenek, Apakah di desa ini ada yang namanya Hye Sung?" Nenek itu tersenyum, "Ah kau kemari mencari Hye Sung? Hye Sung sedang pergi ke kontes Miss Apple yang ada di pusat kota." Yoo Jin terkejut, "Hah? Miss Apple?" Nenek itu mengangguk, "Ya. Aigoo Mengapa orang yang mencari Hye Sung selalu memiliki wajah tampan?" Yoo Jin hanya tersenyum malu, "Terima kasih... Hm arah menuju kota kemana ya?" Nenek itu kemudian menjelaskannya pada Yoo Jin. Yoo Jin sudah mengerti dan kemudian pamit. Saat berjalan pergi, Yoo Jin bergumam, "Miss Apple? Shin Hye Sung itu benar-benar...."

Rian sampai di tempat tujuannya yang merupakan sebuah acara kecil untuk masyarakat kota. Rian mencoba mencari orang yang bertanggung jawab akan acara namun orang-orang mengabaikannya. Akhirnya Rian bertemu dengan orang yang bertanggung jawab pada acara dan orang itu mengajak Rian menuju sebuah tenda kecil dan memberikan Rian sebuah kantong berisi costum yang harus dikenakan Rian. Rian kesal karena dia benar-benar diabaikan oleh orang-orang. Rian menerima pesan dari Kang Chul, "Kenakan costum itu dan ambil foto lalu kirimkan padaku!" Rian segera membuka kantong berisi costumnya dan terkejut karna di kantong itu ada topeng kelinci dan juga sarung tangannya, "Mwo? Apa-apaan ini?!"

Rian menelfon Ibunya untuk mengadu, "Ibu.. Aku sungguh tidak bisa melakukan ini! Apa kau tau aku harus menjadi apa hah? Apa?..... 10 juta won? Apa Direktur memberimu 10 juta won? Baiklah baiklah... Aku akan melakukannya!!"


Hye Sung, Hye Poong dan JB sampai di tempat kontes namun panggung kontes itu terlihat tidak begitu meyakinkan karna ada 2 orang kakek-kakek yang sedang minum sabil bernyanyi. JB bertanya, "Apa kau yakin tempat ini?" Hye Sung menjawabnya, "Mungkin mereka belum selesai menata panggung." Hye Poong tidak mempermasalahkan mengenai panggung karena dia benar-benar tidak sabar akan acaranya.


Para kontestan Miss Apple diminta berkumpul di tenda yang sudah dipersiapkan. Hye Poong melihat seorang perempuan yang memakai topeng kelinci(Rian) dan dia menertawakannya, "Walaupun kau ingin menarik banyak perhatian, tapi bukankah menggunakan topeng seperti ini sangatlah kuno?" Rian kesal, "Kau uruslah urusanmu sendiri."


MC naik ke atas panggung dan mengatakan bahwa untuk memeriahkan acara maka mereka telah mengundang seorang penyanyi special. Music diputar dan Hye Sung bertanya pada JB, "Oh bukankah ini lagu HershE? Tapi sepertinya tidak mungkin mereka datang ke tempat seperti ini." JB hanya diam dan kembali menatap panggung. (Lagu yang di puter Boo Peep - T-Ara.)

Pihak panitia menarik Rian agar segera naik ke atas panggung, Rian berdiri di atas panggung dan dia terkejut saat melihat ada Hye Sung dan juga JB di kursi penonton. Hye Sung berkata pada JB, "Oh bukankah dia mirip sekali dengan Rian? Hmm dimana mereka bisa menemukan seseorang yang begitu mirip dengannya ya?" JB tetap diam dan menatap panggung. Dari arah jauh, Yoo Jin sedang berjalan menuju tempat acara, "Oh apakah ini acaranya?"

Rian maish tetap terdiam di atas panggung karena dia benar-benar merasa malu. Para warga tidak terima dengan sikap Rian yang diam saja dan mereka pun terus mengomel sambil memarahi Rian yang diam saja. Rian sangat ragu untuk mulai bernyanyi.


Di dekat tempat kontes itu ada lapangan bola dan sebuah bola mengenai kepala Rian sehingga topeng kelinci Rian terlepas dan Rian ikut terjatuh. Hye Sung dan JB sama-sama terkejut saat tau bahwa itu Rian. JB hendak menolong Rian tapi ternyata Yoo Jin lebih dulu naik ke atas panggung menghampiri Rian, "Kau tidak apa-apa?" Rian menatap Yoo Jin sesaat dan kemudian terjatuh pingsan. Yoo Jin panik dan langsung menggendong Rian.