Sinopsis Dream High 2 Episode 11



Kang Chul dan Produser Jae In yang mendengar mengenai kekacauan di Kirin pun segera datang ke Kirin dan melihat apa yang tlah di lakukan oleh Eden dan HershE. Kang Chul berkomentar pada Produser Jae In, "Ini terlihat bahwa ini semua memiliki arti. JB akhirnya mulai mengambil aksi dan aku yakin.... Bahwa JB akan bisa lebih meroket karirnya dari pada sebelumnya." Produser Jae In hanya tersenyum mendengar komentar Kang Chul.

Guru Taeyeon dan Guru Ji Soo sedang tersenyum melihat keramaian di depan Kirin. Guru Taeyeon berkata pada Guru Ji Soo, "Guru Ji Soo, ternyata kau cukup mampu." Guru Ji Soo terlihat bingung, "Apa?" Guru Taeyeon menatap anak-anak muridnya, "Anak-anak... Mereka sepertinya menemukan jalan untuk menyentuh hati orang-orang." Guru Ji Soo maish terlihat tidak mengerti maksud ucapan Guru Taeyeon. Guru Taeyeon menjawab, "Ketulusan. Jawaban yang benar untuk misi sebelumnya adalah ketulusan." Guru Ji Soo mengangguk mengerti dan kembali menatap anak-anak muridnya.

Penampilan dari Ailee, Rian, JB dan Si Woo diakhiri dengan saling berpegangan tangan dan membungkuk memberi salam. Saat Ailee dan Si Woo sudah melepas genggaman tangan mereka, Rian dan JB terlihat belum melepaskan genggaman mereka. JB berkata pada Rian, "Terima kasih sudah kembali." Rian yang mendengar ucapan tulus dari JB pun tersenyum malu-malu. Hye Sung yang melihat kejadian itu hanya bisa menatap mereka tanpa bertindak apapun. Dan terlihat juga Yoo Jin yang khawatir pada perasaan Hye Sung yang melihat JB bersama Rian.





DREAM HIGH 2
EPISODE 11


Berita pembubaran Eden dan juga Hershe sudah menjadi topik utama dalam Acara Berita-berita. Dan selain itu, acara berita pun mulai memberitakan mengenai Audisi Super Idol yang memungkinkan membawa kembali member Eden dan Hershe ke dunia music. Dan mereka juga membahas menganai Jin Yoo Jin yang merupakan kanidat besar masuk kedalam member Super Idol.

Yoo Jin melihat tayangan berita itu saat dia mengantri untuk membeli makanan di sebuah cafe. Pelayan yang melihat seragam Yoo Jin yakin bahwa Yoo Jin adalah murid sekolah Kirin dan lagi terlihat ada name tag nama Yoo Jin, "Kau... Murid Kirin, Jin Yoo Jin kan?" Pelayan itu bertanya pada Yoo Jin yang sontak membuat orang-orang yang mengantri langsung penasaran dengan sosok Yoo Jin si calon Bintang itu. Bahkan ada beberapa orang yang menjambak rambut Yoo Jin demi mendapatkan tanda tangan Yoo Jin.






Di Kirin, Group Hae Sung sedang makan bersama sambil menyaksikan tayangan berita yang membahas mengenai Persaiangan JB dan Yoo Jin untuk menjadi Super Idol. Yoo Jin datang dengan keadaan lelah, dan Ui Bong pun bertanya padanya, "Super Idol Jin Yoo Jin, ada apa denganmu?" Yoo Jin menjawab bahwa tadi dia dijambak oleh beberapa orang hanya untuk memberikan tanda tangannya. Ui Bong menggelengkan kepala dan berdecak kagum karna Yoo Jin sudah benar-benar menjadi Super Star. Soon Dong berkomentar, "Aigoo... Takdir seseorang benar-benar ditentukan oleh waktu."

Lee Seul yang melihat berita di TV bertanya, "Melihat pemberitaan ini, Bukankah kita berada di posisi yang kurang baik?" Ui Bong yang menjawabnya, "Hm jika kau memikirkan dari sisi baiknya maka.... Ah Tapi bagaimanapun juga hal ini tidak menguntungkan bagi kita. Dari dulu kita selalu ada di posisi yang kurang baik, jadi kita tidak perlu mempedulikannya." Yoo Jin setuju, "Yang penting adalah misi ini, benar kan Shin Hye Sung?" Hye Sung tidak menjawab dan pandangan matanya tertuju ke arah TV. Yoo Jin pun melihat ke arah TV dan ternyata di TV terlihat ada rekaman penampilan Eden dan Hershe.

Yoo Jin mendekati Hye Sung dan menggodanya, "Sepertinya Hye Sung juga seorang wanita ya... Kau sangat cemburu sehingga matamu seperti terlihat menyemburkan api." Hye Sung kesal dan mendorong Yoo Jin hingga terjatuh. Salah satu kancing baju Yoo Jin terlepas dan dia merajuk manja pada Hye Sung, "Aigoo Kancing jaketku terlepas." Hye Sung kembali memarahi Yoo Jin, "Bukankah sudah kukatan agar kau diam?!" Yoo Jin akhirnya terdiam setelah dimarahi begitu. Hye Sung kembali memfokuskan matanya pada pemberitaan di TV.

Soon Dong berkomentar mengenai JB dan Rian, "Bukankah mereka terlihat cocok?" Ui Bong setuju, "Mereka sangat cocok. Mereka berdua sama-sama Idol. Bahkan sejak mereka di training, sudah banyak rumor mengenai mereka." Lee Seul terliat ikut penasaran, "Itu pasti bukan hanya rumor." Hong Joo berkomentar, "Idol hanya akan berkencan dengan sesama Idol lagi." Mendengar itu semua membuat Hye Sung menjadi terlihat semakin lemas. Soon Dong berkata pada Hye Sung, "Hae Sung, jangan terlalu memikirkan semua ini." Hye Sung mencoba menjelaskan pada teman-temannya, "Mengapa kalian seperti itu padaku? JB hanya teman, sama seperti kalian semua." Teman-temannya mengangguk hanya meng-iya-kan saja ucapan Hye Sung.

Hye Sung memegang kedua pipinya dan berkata pada dirinya sendiri, "Ini hanya salah paham. Salah paham... Shin Hye Sung... kembali lah ke akan pikiranmu!!"





Pemberitaan mengenai hubungan Rian dan JB semakin menjadi-jadi bahkan mereka berdua menjadi pencarian no1 yang paling banyak di cari dalam situs internet. Karna masalah itu maka Kang Chul memanggil mereka berdua keruangannya, "Setelah pembubaran yang kau inginkan, kau kini bahkan tampil di berita lebih sering. Mempublikasikan ini semua di waktu yang tepat. Kalian bahkan berada di puncak no1 pencarian di internet. Ini cukup bagus. Dan mengenai masalah asmara kalian, hal ini posisi yang sebenarnya... hm kalian tau... ini cukup tidak masuk akal. Bagaimanapun juga, kalian berdua mungkin akan saling mempengaruhi satu sama lain jadi teruskan saja hal ini." JB mengerinyat bingung, "Apa maksudmu?" Kang Chul menjawab, "Seperti yang aku katakan, kalian bisa melanjutkan asmara kalian. Ini sudah menjadi fokus utama. Dan untuk menutupi pemberitaan lainnya. Dan Rian melewatkan misi yang sebelumnya, jadi mungkin dia akan sedikit sulit beradaptasi dan berada di posisi yang kurang menguntungkan, jadi JB kau harus membantunya." Rian terlihat senang dengan keputusan Kang Chul. Namun JB justru terlihat sama sekali tidak senang.

Rian berdiri dan memutuskan keluar terlebih dahulu dari ruangan Kang Chul. Saat hanya berdua di dalam ruangan, JB bertanya pada Kang Chul, "Apa alasanmu atas semua ini?" Kang Chul menjawabnya, "Apakah aku harus kembali menjelaskan semuanya? Walaupun ini adalah skandal yang sama, tapi gadis itu(Hye Sung) tidak cocok, sedangkan Rian adalah seorang bintang yang akan bersinar di malam hari. Jika terjatuh pada saat siang hari, apakah dia akan tetap menjadi bintang? Hanya akan menjadi orang biasa."



Rian menanti JB di depan ruangan Kang Chul. Saat melihat kedatangan JB, Rian segera memberitahukan bahwa besok dia ada jadwal untuk rekaman iklan jam 2. Dan itu sudah sangat lama sejak mereka menjadi satu team. Rian juga mengucapkan terima kasih karna JB sudah mengatakan 'Terima kasih sudah kembali' kepada Rian dan kata-kata itu telah memberikan kekuatan bagi Rian.





Di ruang latihan, Hye Sung memaksa Yoo Jin untuk melepaskan seragamnya agar dia bisa menjahitkan kembali kancing yang terlepas di seragam Yoo Jin, namun Yoo Jin menolak untuk melepaskan seragamnya. Akhirnya Hye Sung pun menjahit seragam Yoo Jin dengan posisi Yoo Jin masih mengenakan seragamnya itu. Hye Sung berkomentar pada Yoo Jin, "YA! Kau ini apa anak SD hah? Semua kancing pakaianmu terlihat mau lepas." Yoo Jin mengatakan dengan sombong, "Bukankah sudah kukatakan? Bahwa ini semua karena para fansku.... Fansku...." Hye Sung kesal, "Ya bagus untukmu untuk menjadi Bintang Dunia." Hye Sung kembali fokus menjahit kancing yang terlepas di seragam Yoo Jin. Yoo Jin yang melihat hasil kerja Hye Sung pun memujinya, "Shin Hye Sung wah ini terlihat seperti awal lagi. Kau bisa menikah kalau begitu.(Maksudnya cocok untuk menikah karna bisa menjahit.)" Hye Sung tersenyum, "Walaupun aku bodoh dalam hal lainnya, tapi menjahit kaus kaki dan kancing, aku cukup handal. Saat aku kecil, aku adalah ketua dari anak-anak lainnya. Aku tidak tau seberapa liarnya aku bermain, tapi selalu saja kaus kaki dan kancing pakaianku ada yang rusak. Saat malam hari, Ibuku akan duduk di sampingku dan menjahitkannya. Aku merasa bahwa itu sungguh magic dan membahagakan. Jadi aku selalu berada di samping Ibuku."

Mendengar kisah Hye Sung itu, tanpa sadar membuat Yoo Jin semakit mendekati Hye Sung dan mencium pipinya. Hye Sung dan Yoo Jin sadar akan hal itu dan keduanya sama-sama langsung melepaskan diri. Yoo Jin yang panik langsung menjelaskan bahwa semua itu hanya salah paham, "Itu tersentuh tidak sengaja. Jangan salah paham kau! Tadi itu karna posisimu miring sehingga tersentuh." Hye Sung tidak menerima alasan itu, "Omo omo omo, apa maksudmu dengan posisiku hah? Aish." Hye Sung segera berlari keluar dari ruang latihan. Sementara itu Yoo Jin justru tersenyum dan menenangkan hatinya.



Produser Jae In muncul kembali di TV Kirin untuk memberikan misi selanjutnya, "Sekarang aku akan mengumumkan misi baru. Misi kali ini adalah, Misi melamar. Hampir 90% lagu yang orang ketahui adalah mengenai cinta."






Terlihat Si Woo yang sedang menyambut kedatangan Nana kembali di sekolah. Si Woo mencubit kedua pipi Nana berkomentar bahwa Nana sangatlah lucu. Adegan ini sama seperti dulu Nana yang menyambut kedatangan Si Woo. Si Woo kemudian merangkul Nana dan mengajaknya masuk kedalam sekolah. Sementara itu di sisi lain terlihat Hong Joo yang cemburu melihat kedekatan Nana dan Si Woo.





Produser Jae In melanjutkan penjelasannya, "Beberapa lagu mengisahkan persahabatan dan cinta akan membuat perasaan kita terkadang depresi. Dan di lagu lainnya akan membuat hati sakit atas pernyataan cinta bertepuk sebelah tangan."

Rian melihat ada poster di dalam tas JB dan dia pun mengambilnya. Rian membuka poster-poster JB itu dan dia menemukan ada sebuah gambar JB terselip diantara poster-poster itu. Dan di gambar itu ada tulisan kecil 'By: Shin Hye Sung'. Melihat itu tentu Rian merasa cemburu.





Produser Jae In berkata, "Dan beberapa lagu lainnya akan menunjukan ekspresi cemburu pada orang yang kita cinta. Misi kali ini adalah sebuah pernyataan. Musikal mengenai keabadian. Pernyataan romantis antara dua orang yang sedang jatuh cinta. Setiap lagu dan penampilan harus mengekspresikan ini. Dan ada yang bilang bahwa cinta tidak mengukur usia. Dimisi ini, tim yang sebelumnya bukanlah apa-apa. Tentukan tim yang kalian inginkan dan lamarlah dia. Keuntungan dari memilih partner ini adalah dapat memilih pemenang dari misi video dan juga Idol tim. Dan juga Kanidat Super Idol saat ini yaitu Jin Yoo Jin. Di tahap akhir pemilihan pasangan, jika lamaranmu ditolak atau kau tidak dapat menemukan pasangan. Kau akan secara otomatis kalah untuk mengikuti misi ini. Dan seberapa besar kau mengangumi pasanganmu, itu adalah hal yang terpenting. Karena ini mengenai cinta."

Ui Bong, Lee Seul, Yoo Jin, Hye Sung dan juga Soon Dong hanya mengangguk-angguk mengerti saat mendengar misi yang dikatakan oleh Produser Jae In. Ui Bong menjulurkan tangannya seperti hendak melamar lee Seul. Lee Seul menerima tangan Ui Bong dan Ui Bong langsung mengecup punggung tangan Lee Seul. Lee Seul segera melepaskannya dan terlihat salah tingkah. Sementara itu Yoo Jin juga terus menerus terlihat mencuri pandang pada Hye Sung. Soon Dong bertanya, "Yoo Jin, pasanganmu itu apakah kau akan mengambilnya diantara kami?" Yoo Jin hanya menjawab Iya. Soon Dong kembali terlihat lesu, "Huh kalau begitu para Idol memiliki perioritas. Bagaimana jika mereka berpasangan dengan sesama Idol lagi? Maka kita tidak memiliki kekuatan untuk memilih dan otomatis akan tereliminasi kan?" Ui Bong menenangkan Soon Dong, "Mengapa kau harus takut? Yang kau perlu lakukan adalah menerima lamaran para idol itu." Lee Seul bertanya, "Bagaimana caranya?" Yoo Jin yang menjawab, "Melakukan yang terbaik."





Si Woo sedang berdua bersama dengan Nana, "Jika aku melamarmu, apakah kau akan menerimanya?" Nana tersenyum namun masih terlihat bingung, "Apa? Lamaran?" Si Woo menjawab, "Bukankan misi audisi kali ini adalah misi lamaran. Dan lagi bukankan misi ini khusus dibuat untukku dan tunggu.... aku dengar bahwa yang akan memenangkan misi ini adalah aku." Nana tertawa melihat Si Woo yang penuh percaya diri. Si Woo bertanya ulang, "Jadi kau akan bersamaku kan?" Nana hanya tersenyum kecil dan berjalan pegri meninggalkan Si Woo. Tentu saja Si Woo langsung mengejarnya.

Hong Joo menghampiri Nana dan langsung mengajaknya untuk menjadi pasangannya. Si Woo yang melihat hal itu tentu tidak terima, "Mwo? Apa ini lelucon hah?" Si Woo dan Hong Joo saling menarik kerah baju mereka dan saling menatap marah. Nana justru tersenyum melihat mereka dan menyatukan kedua tangan mereka. Kemudian Nana berkata pelan, "Tampilah dengan baik." Nana kemudian pergi meninggalkan Hong Joo dan juga Si Woo.



Ailee sedang berada di ruang latihan dan sedang menari. Ui Bong memanfaatkan situasi dan ikut menari di samping Ailee. Ui Bong tanpa kata-kata langsung mengajak Ailee untuk menjadi pasangannya dan Ailee pun setuju.





Soon Dong sedang mengejar temannya untuk menjadi pasangannya, namun temannya itu langsung menolak. Terlihat ada Lee Seul yang sedang berdiri dekat Soon Dong. Soon Dong sengaja mengendap-ngendap untuk pergi agar tidak ketahuan oleh Lee Seul, namun Lee Seul menyadari kehadiran Soon Dong dan langsung menarik Soon Dong mendekat dan tanpa persetujuan Soon Dong terlebih dahulu, Lee Seul langsung menjadikan Soon Dong sebagai pasangannya.




Yoo Jin berada di ruang musik dan dia terlihat tegang dan bingung untuk mengajak Hye Sung menjadi pasangannya. Hye Sung datang ke ruang musik dan langsung duduk di depan pianonya. Yoo Jin bertanya, "Apa kau sudah menemukan pasanganmu huh?" Hye Sung menjawab belum. Yoo Jin tersenyum dan mengejek Hye Sung, "Sudah kuduga. Itu karna kau sangat buruk jadi tidak ada satu pun yang mau denganmu. Aku akan menyelamatkanmu. Bukankah aku ini Super Idol?" Namun dengan tegas Hye Sung langsung menolaknya. Yoo Jin terkejut dan terus membujuk Hye Sung, "Apa? Hey! Aku mengatakan bahwa aku akan menjadi pasanganmu, bukankah harusnya kau bahagia hah?"





Diam-diam JB melihat kejadian itu dari jendela. Dan dari samping JB, Muncul Kepala Sekolah secara tiba tiba. Kepala Sekolah bergumam pelan, "Aku suka kau." JB terkejut mendengarnya, "Hm apa yang kau lakukan?" Kepala Sekolah menatap JB, "Saat aku mengatakan menyukaimu, apa kah kau merasa bahwa aku menyukaimu?" JB menggelengkan kepala. Kepala Sekolah berkata kembali, "Itu dia. Wanita adalah makhluk yang sangat peka. Ini bukan mengenai apa yang kau katakan, yang terpenting adalah ketulusan. ketulusan. Apa yang kau lakukan dengan diam saja hah? Apa yang kau lakukan dengan melamun saja? Kau harus menunjukan jati dirimu." JB terkejut, "Hm... Jati diri?" Kepala Sekolah tersenyum, "Jika ingin tau lebih jelas, datanglah keruang konsultasi." Kepala Sekolah kemudian berjalan meninggalkan JB.






Kepala Sekolah membuat minuman di ruangannya. Pintu terdengar diketuk dan Kepala Sekolah bergumam, "Bocah itu benar-benar tidak sabaran.(Kepala Sekolah menyangka yang datang adalah JB)" Pintu terbuka dan ternyata yang datang adalah Guru Jin Man. Guru Jin Man langsung duduk di kursi dan membuat Kepala Sekolah bingung, "YA! Mengapa kau duduk disitu?" Guru Jin Man terlihat bingung, "Guru, biolehkan aku meminta saranmu? Aku memiliki sesuatu yang aku sukai. Tapi jika aku melakukannya maka hidupku akan semakin membungungkan. Apa yang harus aku lakukan?" Kepala Sekolah bertanya, "Apa sesuatu yang kau sukai itu?" Guru Jin Man menjawabnya ragu, "Menari. Sebenarnya aku menari dengan sangat baik. Tapi, sekali aku menari maka hidupku akan semakin membingungkan. Saat masa senior, nilaiku sungguh bagus dan banyak orang yang mencariku untuk menjadikan aku penyanyi. Makanya aku menyerah untuk belajar dan tidak pergi ke Universitas. Dan kemudian kekasihku meninggalkan aku. Jadi aku memantapkan hatiku dan menjadi Guru bahasa Inggris. Suatu waktu ada seseorang menemuiku dan bilang ingin membuatkan album untukku. Aku percaya dan menyerahkan seluruh tabunganku. Tapi lagi-lagi aku dibohongi. Aku mengatakan pada diriku sendiri untuk tidak menari lagi! Tidak lagi!"

Kepala Sekolah bertanya, "Kalau begitu ya jangan menari kembali. Apa yang salah?" Guru Jin Man semakin bingung, "Tapi melihat murid-murid itu... Jika aku mengajari mereka sedikit maka mereka pasti bisa lolos dari kelas B ke kelas A. Hatiku sungguh frustasi." Kepala Sekolah mengambil sebuah kertas dan menyerahkannya pada Guru Jin Man, "Itu Surat pemindahan Guru." Guru Jin Man protes, "Ya! Berikan aku saran...." Kepala Sekolah menatapnya, "Kau ubah profesimu dan ajari mereka menari. Bukankah kau ingin aku mengatakan itu? Lakukan apa yang kau inginkan." Guru Jin Man terdiam dan menatap kertas pemindahan guru itu.




Rian sedang bersama dengan JB untuk shooting iklan. Rian menghampiri JB dan menanyakan mengenai pasangan JB untuk misi selanjutnya dan JB mengatakan bahwa dia belum memikirkan itu. Rian tersenyum kecut, "Ah aku pikir kau akan bersamaku. Karena misi yang lalu aku tidak berpartisipasi jadi aku harus mendapatkan nilai tinggi kali ini. Apakah kau akan membantuku?" JB terlihat mau menolaknya namun takut Rian tersinggung, "Hm banyak orang yang lebih bagus, kan?" Rian menatapnya bingung, "Orang lain? Siapa? Disekolah ini apakah ada yang lebih bagus dari pada kau? Dan lagi tidak ada yang cocok bersamaku selain kau." JB terlihat semakin bingung menolak Rian.




Guru Ji Soo sedang berada di Ruang Latihan bersama beberapa murid kelas A dan kelas B. Guru Ji Soo bertanya, "Jadi apakah kalian sudah menemukan pasangan kalian?" Hanya Ailee dan Ui Bong yang menjawabnya dengan semangat. Sementara Nana langsung menggandeng kedua tangan Hong Joo dan juga Si Woo. Dan Lee Seul bersama Soon Doong sama-sama terlihat tidak bersemangat. Guru Ji Soo berkata, "Pelajaran hari ini adalah membangun chemistry diantara pasangan kalian. Dalam tarian pasangan maka kalian harus sangat kompak. Ubahlah cara pandang kalian. Ini adalah pelajaran dalam masalah emosi. Guru Yang Jin Man, tolong masuk kedalam." Mendengar panggilan dari Guru Ji Soo, maka Guru Jin Man pun masuk kedalam Ruang Latihan.

Melihat kedatangan Guru Jin Man, Ui Bong dan Hong Joo sama-sama heran karna mereka mengetahui bahwa Guru Jin Man sebenarnya itu Guru Bahasa Inggris. Guru Jin Man berkata pada murid-muridnya, "Mulai hari ini, yang akan mengajari kalian menari adalah Yang. Jin. Man." Murid-murid tertawa mendengar itu, bahkan Ui Bong berkomentar bahwa mereka sedang sial. Guru Jin Man berkata, "Aku akan menggabungkan kekuatan dasar kalian bersama dengan kekuatan individual kalian. Bukankah misi kalian yang selanjutnya adalah misi duet? Lamaran? Emosi yang akan merubah antara lelaki dan wanita.... Guru Ji Soo, bisakah kau membantuku? Kau cukup diam tempat saja dan bergerak sedikit." Guru Ji Soo tertawa, "Sepertinya aku pernah meihat kejadian ini...." (Inget kan dulu Guru Ji Soo yang pernah minta tolong Guru Jin Man untuk diam di tempat aja? =))

Guru Ji Soo pun mulai hanya diam di tempat sambil sesekali bergerak, sedangkan Guru Jin Man menari mengelilingi Guru Ji Soo. Murid-murid yang melihatnya pun langsung terpana dan tidak menyangka akan kemampuan menari Guru Jin Man. Sementara itu dari Luar Ruang Latihan ada Guru Taeyeon yang melihat duet tari antara Guru Ji Soo dan Guru Jin Man, dan dia hanya mengeluh karna dulu orang tuanya melarang dia untuk ikut kelas menari.

Produser Jae In baru saja keluar dari ruangan Kang Chul, Guru Taeyeon yang melihatnya pun langsung menghampirinya, "Produser Jae In, aku rasa kau membuat kesalahan kali ini." Produser Jae In terlihat bingung, "Kesalahan? Aku?" Guru Taeyeon mengangguk, "Ya. Anak-anakku sudah melengkapi misi sebelumnya dan bahkan mereka memiliki kemajuan yang pesat daam masaah team work. Tidak mudah bagi mereka untuk menyatu, tapi sekarang kau justru menyatukan kedua tim. Itu sebabnya mereka jadi kebingungan." Produser Jae In justru tersenyum, "Itu sebabnya aku menyatukan mereka, untuk membuat mereka bingung. Guru Taeyeon, satu pen yang sama yang di simpan di tempatnya apakah akan terlihat secara langsung?" Guru Taeyeon menjawab, "Jika kita mencarinya maka...." Produser Jae In mempotong ucapan Guru Taeyeon, "Kau akan menemukannya jika kau mencarinya secara hati-hati kan? Itulah mengapa aku memisahkan mereka. Jadi mereka bisa terlihat lebih nyata. Apakah ini masih menjadi kesalahanku?"





JB berusaha mendekati Hye Sung untuk mengajaknya menjadi pasangannya pada misi selanjutnya, tapi kemanapun Hye Sung pergi pasti selalu ada Soon Dong dan itu membuat JB kesulitan mendekati Hye Sung. Soon Dong kesal karna terus diikuti terus makanya dia bertanya pada JB langsung, "Ada apa denganmu?" JB menjawabnya, "Hm aku mau berbicara dengan Hye Sung, bisakah kau memberikan waktu sesaat?" Sebelum Soon Dong menjawabnya, Hye Sung duluan yang menjawabnya, "Tidak perlu. Aku tidak mau mengatakan apapun. Ayo pergi...." Hye Sung langsung menggandeng tangan Soon Dong untuk pergi. Namun dengan segera JB menahannya kembali, "Hmm, kau maukah bernyanyi duet bersamaku?" Hye Sung menatap JB malas, "Kenapa harus aku?" JB jadi ikut bingung menjawabnya, "Hmm itu..." Ui Bong tiba tiba berlari ke arah mereka dan memberi tahukan Hye Sung bahwa Ayah Hye Sung datang ke Kirin. Dan JB yang mendengar hal itu pun ikut bahagia.

Ayah Hye Sung datang ke Kirin bersama dengan Hye Pung, Ayah Hye Sung membawa makanan dan akhirnya mereka makan bersama di taman sekolah bersama dengan Hye Sung, JB dan juga Yoo Jin. Saat sedang makan, Hye Pung menatap JB sinis, "Oppa, apakah kau ada skandal hubungan huh?" Hye Pung bahkan menunjukan koran yang menampilkan foto JB bersama Rian. JB langsung mengambil koran itu dan menjeaskan pada Hye Pung bahwa itu hanya salah paham saja. Yoo Jin justru tertawa mendengar hal ini dan dia jadi mengejek JB, "Hey pria itu harus setia! Benar bukan?" Hye Pung justru sekarang jadi memarahi Hye Sung, "Eonnie! Ini semua pasti karenamu! Kau ini terlalu lemah lembut, kau harus bisa mengontrol kekasihmu ini." JB dan Hye Sung sama-sama terdiam mendengar ucapan Hye Pung. Yoo Jin kembali tertawa, "Hye Pung ah, kau benar-benar yang terbaik!!"

Ayah Hye Sung berkata, "Aku tau bahwa aku ini terlalu sensitif, tapi aku berharap Hye Sung tidak mengalami masa yang berat." JB langsung terdiam sementara Yoo Jin tertawa. Hye Sung mencoba menenangkan situasi, "Masa berat apa? Ayahku hanya bercanda saja..." Ayah Hye Sung kembali tersenyum pada JB, "Aku ingat bahwa kau sangat penyukai sup pasta kacang jadi aku membawakannya. " JB balas tersenyum dan menikmati makannnya. Yoo Jin berkomentar pada JB, "YA! Kau masih bisa menikmati makannya hah? Jika aku menjadi kau, maka aku akan berlutut dan..." JB tidak mempedulikan Yoo Jin dan dia kini berbicara dengan Hye Pung, "Hye Pung, apa yang harus aku lakukan agar kau tidak marah padaku?" Hye Pung langsung tersenyum senang dan mengajaknya ke Karaoke. JB setuju dan mengatakan kalau mereka akan pergi ber Karaoke setelah selesai makan.





Hye Pung tiba tiba menunjuk ke arah Nana dan Rian yang juga sedang berjalan di taman, "Oh bukankah itu si kucing?" Hye Sung, JB dan Yoo Jin pun otomatis menoleh ke arah yang dimaksud oleh Hye Pung. JB diam saja saat melihat Rian dan dia bahkan menundukan kepalanya. Nana bertanya pada Rian, "Bukankah itu Ayah dan Adiknya Hye Sung? Mengapa ada JB dan Yoo Jin juga disana?" Rian hanya menggelengkan kepala dan kemudian mengajak Nana segera pergi.



Saat di tempat Karaoke, Hye Pung bertanya pada Yoo Jin, "Oppa yang tinggi, mengapa kau datang kemari?" Yoo Jin menjawabnya, "Itu mungkin karna kau tidak tau, tapi sebenarnya aku dan Hye Sung ini sangatlah dekat." Hye Pung terlihat bingung, "Tapi aku tidak pernah mendengar sekalipun Eonni membicarakan tentangmu. Tunggu.... Jangan katakan padaku bahwa kau adalah Ahjusshi yang dulu menelfon?" Yoo Jin terkejut, "Siapa? Aku? Bubukan..." Hye Pung semakin menatap Yoo Jin curiga, "Ah ini pasti cinta bertepuk sebelah tangan, kan? Ini sangat rumit." Mendengar ucapan Hye Pung, tentu saja Yoo Jin tidak menerimanya, "Apa katamu? Cinta bertepuk sebelah tangan hah? Tapi.... Apakah benar jika Hye Sung sama sekali tidak pernah membicarakan tentang aku?" Hye Pung menganggukan kepalanya.



Rian sedang berjalan sendirian dan dia melihat ada beberapa orang yang sedang menyiapkan penampilan di jalanan. Tiba-tiba saja Yoo Jin datang menghampiri Rian, "Apakah kau sekarang menjadi tamu special lagi?" Rian tiba-tiba saja tersenyum, "Apakah kau ada waktu luang?" Yoo Jin belum sempat menjawab namun Rian sudah menarik paksa Yoo Jin.





JB, Hye Sung, Hye Pung dan Ayah Hye Sung keluar bersamaan dari tempat Karaoke. Disaat yang bersamaan terlihat ada fans JB yang melihatnya dan langsung memotretnya serta mengikuti JB dari belakang.





JB dan Hye Sung mengantar Hye Pung dan Ayahnya ke tempat taxi. Ayah Hye Sung mengatakan pada JB, jika ada makanan yang diinginkan oleh JB maka JB bisa mengatakan padanya dan nanti ia akan membawakannya pada JB. JB tersenyum dan dia mengatakan bahwa dia suka dengan Apel dan dia sudah pernah memakan Apel pemberian Ayah Hye Sung dulu. JB lalu bertanya pada Hye Pung, "Hye Pung ah, apakah kau masih marah padaku?" Hye Pung langsung menggelengkan kepala, "Tidak. Di dunia ini, aku paling menyukai JB Oppa." Hye Sung pura-pura sakit hati di depan Hye Pung, "Lebih dari aku?" Hye Pung menjawab, "Tentu tidak. Aku menyukai JB Oppa setelah Eonnie dan juga Ayah." JB kembali tersenyum dan berjanji akan membelikan makanan enak untuk Hye Pung di lain waktu. HYe Pung mengangguk dan kemudian bersama dengan Ayahnya masuk kedalam taxi.





Setelah kepergian Ayahnya dan Hye Pung, Hye Sung berkata pada JB, "Terima kaish untuk hari ini. Tapi, jangan seperti ini lagi. Kau tidak perlu berpura-pura menjadi kekasihku." JB bertanya, "Apakah kau mengatakan hal ini karena berita mengenai aku dan Rian?" Hye Sung menggeleng, "Aku tidak peduli akan ha ini jika benar atau pun tidak." JB melihat ke arah belakang Hye Sung dan ternyata ada beberapa fansnya yang sedang memotret dirinya. Hye Sung bertanya, "Kau... Mengapa menyukaiku?" JB bingung menjawabnya karna dia masih khawatir dengan para fansnya yang sedang melihat ke arah mereka berdua. Hye Sung berkata, "Lihatlah... Kau bahkan tidak bisa menjawabnya alasan mengapa kau menyukaiku. Kau tidak menyukaiku. Kau pikir kau menyukaiku, tapi sebenarnya itu hanya fan service saja. Kau salah paham mengenai menyukai aku. Dan mungkin itu hanya rasa simpati." JB masih bingung menjawab, "Bukan begitu..." Hye Sung menatap JB, "Di dalam Film, akan ada seorang lelaki keren yang akan menyukai wanita biasa. Tapi itu hanya di Film. Di dunia nyata, lelaki keren itu hanya akan menyukai seseorang yang sama keren dengan dirinya. Seperti Kau dan Rian." Setelah mengatakan hal itu, Hye Sung berjalan pergi meninggalkan JB.


Rian membawa Yoo Jin ke toko pakaian dan membelikannya sebuah sweather. Yoo Jin bertanya, "Mengapa kau membelikan pakaian untukku?" Rian menjawab, "Untuk balas budi. Untuk kejadian saat kau membantuku di Rumah sakit, ini aku menggantinya dengan ini." Yoo Jin tersenyum setuju dan mengambil pakaian yang tadi dibelikan oleh Rian.


Mereka berdua berjalan bersama di jalan umum dan terlihat beberapa orang yang menatap ke arah mereka karna penasaran. Rian berkomentar bahwa berita mereka berdua yang sedang berjalan bersama ini patsi akan menjadi skandal. Yoo Jin bertanya, "Bukankah kau menyukai skandal? Aku pikir kau yang membayar orang untuk memberitakan kisahmu dan JB." Rian menatap Yoo Jin tidak suka, "Kenapa harus aku?" Yoo Jin menjawab, "Bukankah kau menyukai JB? Faktanya, kau sebenarnya berharap orang-orang mengetahui hubungan special kalian dulu."

Rian kesal mendengarnya dan balas membicarakan Yoo Jin, "Kalau begitu kau juga harusnya ada berita bahwa kau berkencan dengan Hye Sung, bukankah kau menyukai Shin Hye Sung?" Yoo Jin kini yang terlihat kesal, "Kapan aku melakukannya?" Rian tertawa, "Kau sangat menunjukan ekspresi menyukai Hye Sung namun mulutmu tetap menolak hal itu. Jika kau tidak menyukainya lalu untuk apa kau pergi ke Chungju? Lalu mengapa tadi kau ikut makan bersamanya? Kau menyukai Shin Hye Sung! Semuanya mengetahui hal itu kecuali kau. Lalu mengapa kau tidak mengajaknya untuk menjadi pasanganmu pada saat duet?" Yoo Jin balas bertanya, "Jika aku bersama Hye Sung, bukankah nantinya kau akan bersama JB?" Rian menjawab, "Jangan salah paham. Aku hanya ingin mendapatkan hasi yang bagus saat di misi ini." Yoo Jin justru menganggap bahwa Rian berbohong, "Dengan kemampuan aktingmu itu, kau terlihat sekali sedang berbohong!" Rian membantah hal itu, "Aku tidak berkating!" Yoo Jin bertanya, "Mengapa kau tidak pernah mengatakan hal yang sujujurnya?" Rian balas berkata, "Kau juga sama saja...."



Sementara itu Kang Chul sedang dipusingkan dengan foto-foto JB dan Hye Sung yang menyebar di portal internet. Kang Chul mencoba menghubungi reporter yang memberitakan itu dan menjelaskan bahwa berita itu bohong, namun tampaknya reporter itu tidak mempedulikan ucapan Kang Chul. Kang Chul sangat kesal dan dia berkata bahwa dia sepertinya harus membatakan seluruh janji iklan untuk JB. Produser Jae In berkata pada Kang Chul, "Kejatuhan pada seseorang mungkin menjadi keuntungan bagi seseorang." Kang Chu bingung, "Apa maksudmu Jin Yoo Jin?" Produser Jae In menjawabnya, "Wajahnya sudah mulai dikenali. Dan lagi kedepannya dia juga akan menjadi pendatang baru. Kau tidak akan tau hasilnya jika belum mencoba." Kang Chul mengangguk mengerti dan tersenyum.





Saat Ui Bong dan Yoo Jin makan bersama di kantin Kirin, Kang Chul mendatangi mereka dan menanyakan mengenai partner duet mereka untuk misi namun Yoo Jin tidak menjawab karna memang dia belum memiliki partner. Kang Chul berkomentar, "Jin Yoo Jin, kau sudah bersekolah disini 3 tahun tapi kau tidak pernah sama sekali membayar biaya sekolah. Bagaimana bisa seorang siswa datang ke sekolah tanpa membayarnya?" Yoo Jin menjawabm "Aku tidak membayarnya namun aku tidak dikeluarkan. Aku rasa, aku mendapatkan beasiswa disekolah ini." Ui Bong ikut membela Yoo Jin, "Sekarang karna dia tidak membayar biaya sekolah, maka kau akan mempermasalahkannya?" Kang Chul melempar konsep untuk photo shoot ke atas meja, "Untuk membayar biaya sekolah, maka kau harus melakukan pemotretan ini. Bayarannya cukup untuk membiayai biaya sekoahmu selama 3 tahun." Namun Yoo Jin bersikukuh menolak. Kang Chul tidak mempedulikannya dan pergi.

Ui Bong membujuk Yoo Jin untuk menerima tawaran itu, "YA! Kau jangan keras kepala! Siapa tau setelah kau melakukan photo shoot itu Hye Sung akan melihatmu dan menyukaimu." Yoo Jin terlihat tertarik mendengarnya, "Hye Sung?"


Yoo Jin datang ke tempat Photo Shoot, dan karna ini pengalaman pertama baginya maka dia terus menundukan kepala sambil memperkenalkan namanya. Rian yang melihat itu langsung tertawa dan membawa Yoo Jin ke ruang make up, "Ya! Kau jangan mencari masalah! Kau harus mengikuti instruksiku dan bekerja dengan benar, kau mengerti?" Yoo Jin menganggukan kepalanya mengerti.





Nama Rian dipanggil dan Rian pun keluar dari ruang make up. Rian bertanya, "Apa JB belum datang?" Staff pemotretan mengatakan bahwa JB teribat sebuah skandal sehingga JB tidak akan datang untuk pemotretan. Rian terdiam mendengarnya.





Foto-foto kebersamaan JB dan Hye Sung sudah tersebar di Kirin, bahkan di tayangkan di TV Kirin. Ailee dan Nana berkomentar mengenai nasib JB yang akan semakin terpuruk. Hong Joo kesal mendengar itu dan membentak mereka, "Mengapa kalian selalu membahas Hye Sung? Apakah para Ido hanya diperbolehkan berkencan dngan sesama Idol lagi hah?" Ui Bong langsung menenangkan Hong Joo.





JB dipanggil ke Ruangannya Kang Chul untuk membicarakan Karir JB kedepannya. JB mengatakan bahwa Kang Chul tidak perlu ikut capur masalah ini karna ini semua adalah urusannya. Kang Chul bertanya, "Apakah kali ini kau berniat untuk berkompetisi? Dengan siapa kali ini? Jin Yoo Jin? Shin Hye Sung? Apakah kau tau alasanku membuat Super Idol? Apakah kau tau alasanku membawa kalian semua ke Kirin? Bukankan kau pernah berkata ingin memiliki karir solo? Bukankah kau pernah berkata ingin memiliki karir yang lebih tinggi? Sejak awal julukan Super Ido itu hanya untukmu!" JB menatap Kang Chul, "Lalu mengapa kau memilih Jin Yoo Jin sebagai Super Idol?"

Produser Jae In yang menjawabnya, "Dia hanya pemacu semangat. Demi kau, dia menjadi pemacu semangat saja sejal awal. Demi kau, Si Woo dan member HershE yang sudah terlena dengan kesuksesan, kami membutuhkan pemacu semangat." JB terdiam mendengarnya. Kini Kang Chu kembali berkata pada JB, "Untuk pasanganmu dimisi kali ini kau hanya perlu memilih Rian. Dengan begitu seluruh skandalmu akan terabaikan. Ini demi kepentinganmu juga." JB Balas bertanya, "Bagaimana jika aku tidak memilihnya? Apa yang akan terjadi?" Kang Chul menjawab, "Untuk naik ke atas, kau perlu waktu. Tapi untuk terjun ke bawah, kau hanya perlu satu kedipan mata. Kau akan terjatuh lebih bawah dari pada saat kau memulai karirmu. Dan itu artinya akan sulit bagimu untuk memanjat naik kembali." JB kembali terdiam. Dan dari luar ruangan KanG Chul, Rian mendengar semua percakapan itu.



Hye Sung bertemu dengan JB dan mengatakan bahwa dia akan membantu JB untuk menjelaskan semua hal yang telah terjadi. Namun JB hanya diam saja dan berjalan menjauhi Hye Sung. Hye Sung hendak mengejanya namun Rian langsung menahannya.





Rian mengajak Hye Sung untuk berbicara berdua saja, "Bagimu, mungkin itu pengalaman pertama. Namun bagi JB, ini adalah hal yang sangat fatal. Seorang selebrity, hanya karna satu skandal maka dia bisa langsung menemukan kehidupan akhirnya. Hati JB iu sangatlah lemah, akan sangat sulit untuk menghadapi ini." Hye Sung tersenyum, "Kau tidak perlu khawatir. JB tidak menyukaiku." Rian menjawab, "Itu tidak penting. Yang penting adalah bagaimana orang-orang melihat masalah ini. Walaupun jika JB memilihmu, kau harus tetap menolaknya!" Hye Sung bertanya, "Apakah ini demi karir JB?" Rian menjawab, "Apakah kau maish tidak mempercayai aku? Aku dapat mengerti hal itu, namun sebagai teman.... aku memohon padamu." Hye Sung terdiam, "Teman? Sekarang kau akhirnya menjadi temanku...."


Karna Rian pergi menemui Hye Sung, maka Yoo Jin harus melakukan pemotretan sendiri. Dan karna ini merupakan pemotretan pertama yang dia lakukan, maka terlihat jelas bahwa gayanya masih sangat kaku. Terlihat juga bahwa Fotographernya mulai kesal dengan hasil foto Yoo Jin. Yoo Jin melihat ada gitar dan dia pun bertanya, "Bolehkan aku memakai itu?" Staff setuju dan akhirnya gaya Yoo Jin mulai terlihat santai saat dia memegang gitarnya. Bahkan para staff pun memuji hasil foto Yoo Jin.





Di ruang pemotretan, Yoo Jin melihat ada beberapa koran yang ternyata membahas mengenai foto-foto kebersamaan Hye Sung dan juga JB.









Sementara itu JB terlihat kebingungan dengan pilihan yang harus dia ambil. Dia bingung antara memilih karirnya atau mimilih Hye Sung. (Pst: backsoundnya When I Can't Sing Again - SE7EN. Liriknya pas banget :p)

"Even if i lose everything, if my popularity drops
Even if i can’t sing, if i get a different job
Will you still be able to love me for who i am?


You say that you love me but

Am i really who you love? (am i? )

You say that you fell for me but

Am i really the one who made you fall for me? (am i? )
When you are in my arms, looking at me

I want to ask you these questions"





Di ruang ganti pertunjukan, terlihat Hong Joo, Ui Bong, Lee Seul, Soon Dong, Si Woo dan juga Nana yang sudah bersiap-siap untuk misi mereka selanjutnya. Hye Sung datang ke ruang ganti dan langsung disambut oleh Soon Dong. Rian menghampiri Hye Sung dan bertanya, "Kau tidak lupa apa yang aku katakan sebelumnya kan? Ini bukan demi aku, tapi demi JB." Hye Sung terdiam mendengarnya.





Yoo Jin datang ke ruang ganti dan langsung bergabung dengan Ui Bong dan juga Hong Joo. Ui Bong bertanya, "Kenapa bintang utamanya tidak ada disini?" Yoo Jin bertanya bingung, "Siapa bintang utamanya?" Ui Bong menjawab, "Siapa lagi jika bukan JB yang sekarang sedang dikejar-kejar fans dan juga reporter."

Guru Ji Soo datang ke ruangan untuk melihat persiapan murid-murid, "Apakah kalian sudah siap? Tunggu... Dimana JB?" Semuanya terdiam. Guru Ji Soo kembali bertanya, "Apa tidak ada yang tau keberadaan JB?" Si Woo berkomentar pelan, "Sepertinya anak itu tidak akan datang." Guru Ji Soo menyayangkan hal tersebut karna itu artinya JB akan secara otomatis terelminasi. Rian dan Yoo Jin sama-sama tidak mau hal itu terjadi.





Produser Jae In naik ke atas panggung untuk membuka acaranya, "Lamaran. Bukankah itu kata yang sungguh romantis? Sebelum tugas yang akan diberikan minggu depan, para murid akan berdiri di panggung ini untuk melamar para pasangannya. Walaupun pernyataan ini akan sangat manis, namun tidak semuanya akan berakhir bahagia. Sebagian akan dimabuk cinta, dan sebagaiannya akan di tolak."


JB terlihat ada di ruang latihan dan hanya duduk terdiam. Yoo Jin menghampirinya dan memberikan uang padanya, "JB, nyanyikan sebuah lagu. Hey apa itu yang kau bisa lakukan? Berdiam diri di tempat ini untuk menghindari kenyataan? Aku tau jika kau malu makanya aku akan menjaga rahasia ini. Tapi kau harus tetap pergi, kau benar-benar menyedihkan! Kau tidak peduli dengan apa yang terjadi pada orang lain dan memilih pergi sendiri. Jika kau bukan menyedihkan, maka kau apa? Disaat rumormu dengan Hye Sung beredar, kau meilih diam saja. Bagaimana perasaannya?" JB bingung, "Hye Sung, dia..." Yoo Jin memotong kembali ucapan JB, "Kau lah yang memulai kekacauan ini, tapi sekarang kau memilih untuk menghindar sendirian? Saat ini, kau bahkan berlutut di depanku itu tidak akan ada hasilnya. Kau hanya perlu berlutut di depan panggung." JB menatap Yoo Jin, "Tanpa aku, bukankah kau akan menang? Apa alasan kau melakukan aku seperti ini?" Yoo Jin balik bertanya, "Alasan? Apakah itu sangat penting untuk saat ini? Tidak ada alasan... Aku hanya... Ingin melihatmu berlutut dengan lebih terhormat." JB terdiam memikirkannya, "Alasan? Tidak ada alasan?" Yoo Jin bertanya, "Ya! Mengapa kau bergumam begitu?"

JB tersenyum pada Yoo Jin, "Kau tidak akan menyesal kan? Karna mungkin kau akan kalah dariku." Yoo Jin tersenyum, "Sekarang kau terlihat lebih seperti JB." JB langsung berlari menuju panggung.


Produser Jae In meminta para murid untuk naik ke atas panggung dan memilih pasangan mereka. Para Murid Kelas B(Hong Joo, Ui Bong, Lee Seul, Hye Sung dan Soon Dong) diam di tempat, sementara Murid Kelas A(Rian, Si Woo, Ailee) lah yang akan berkeliling dan memberikan bunga itu pada Murid Kelas B sebagai tanda bahwa mereka melamar pasangan mereka. Pasangan yang pertama adalah Ailee dan Ui Bong yang langsung mendapat sambutan dari Murid lainnya. Si Woo hendak memberikan bunga pada Soon Dong namun Nana terus meminta agar Si Woo memberikan bunga itu pada Hong Joo. Dan karna tidak ada pilihan lain maka Si Woo pun memberikan bunga itu pada Hong Joo dan pasangan yang kedua adalah Hong Joo dan Si Woo. Sementara itu Lee Seul sudah menjadi pasangan dengan Soon Dong.


Guru Taeyeon yang meihat penampilan para muridnya pun memuji bahwa mereka benar-benar cantik dan dia berharap bisa menggunakan gaun seperti itu juga di atas panggung. Guru Jin Man berkomentar, "Ah gaun seperti itu mengingatkan aku akan Guru Ji Soo dulu saat menjadi member Show Queen." Guru Ji Soo tersenyum malu mendengarnya. Sementara Guru Taeyeon kesal, "Huh jika dia memakai gaun itu mungkin terlihat bahwa perutnya sudah tidak sebagus dulu." Guru Ji Soo menimpali, "Jika aku memakai gaun seperti itu, justru ornag-orang akan sulit membedakan mana yang murid dan mana yang guru." Guru Jin Man mengangguk setuju, sedangkan Guru Taeyeon tetap terdiam kesal.


Produser Jae In berkata pada para murid-murid, "Saat ini ada dua kontestan yang belum menemukan pasangannya. JB dan Jin Yoo Jin belum terlihat datang. Rian dan Hye Sung, apakah kalian berdua mau menjadi pasangan?" Rian dan Hye Sung slaing pandang dan terlihat enggan untuk menjadi pasangan.



Pintu gedung pertunjukan terbuka dan masuklah JB bersama dengan Yoo Jin. JB langsung mengambil sebuah bunga dan berlutut di depan Hye Sung, "Bagiku untuk mengatakan hal ini sungguh sulit, namun aku akan tetap mengatakannya. Hye Sung, aku menyukaimu. Apa alasannya? Tidak ada alasan. Sekeras apapun aku memikirkannya, tetap tidak ada alasan. Mengapa aku suka music, mengapa aku ingin menjadi penyanyi? Itu sama... Tidak ada alasan. Aku hanya menyukaimu dan aku ingin bernyanyi dan berdiri di panggung yang sama denganmu." Hye Sung terdiam mendengarkan semua perkataan JB itu. Produser Jae In bertanya, "Shin Hye Sung, apakah kau menerima pernyataan JB?" Rian langsung menatap Hye Sung dan bergumam pelan, "Kumohon.....(Tidak)"