Sinopsis Dream High 2 Episode 12

Produser Jae In berkata pada para murid-murid, "Saat ini ada dua kontestan yang belum menemukan pasangannya. JB dan Jin Yoo Jin belum terlihat datang. Rian dan Hye Sung, apakah kalian berdua mau menjadi pasangan?" Rian dan Hye Sung saling pandang dan terlihat enggan untuk menjadi pasangan.


Pintu gedung pertunjukan terbuka dan masuklah JB bersama dengan Yoo Jin. JB langsung mengambil sebuah bunga dan berlutut di depan Hye Sung, "Bagiku untuk mengatakan hal ini sungguh sulit, namun aku akan tetap mengatakannya. Hye Sung, aku menyukaimu. Apa alasannya? Tidak ada alasan. Sekeras apapun aku memikirkannya, tetap tidak ada alasan. Mengapa aku suka music, mengapa aku ingin menjadi penyanyi? Itu sama... Tidak ada alasan. Aku hanya menyukaimu dan aku ingin bernyanyi dan berdiri di panggung yang sama denganmu." Hye Sung terdiam mendengarkan semua perkataan JB itu. Produser Jae In bertanya, "Shin Hye Sung, apakah kau menerima pernyataan JB?" Rian langsung menatap Hye Sung dan bergumam pelan, "Kumohon.....(Tidak)"



Hye Sung perlahan-lahan mengulurkan tangannya dan mengambil bunga yang ada di tangan JB. Semua murid-murid langsung bertepuk tangan memberikan dukungan. Yoo Jin yang melihat itu juga ikut tersenyum miris. Sementara Rian menatap Hye Sung dengan sinis, dan Kang Chul menutup wajahnya karna frustasi dengan pilihan JB.




Produser Jae In berkata, "Shin Hye Sung dan JB sudah menjadi pasangan. Yang tersisa hanyalah Rian dan Jin Yoo Jin." Rian menatap Yoo Jin dengan terpaksa. Yoo Jin mengambil bunga yang ada di tangan Rian dan kemudian berlutut di depan Rian sambil memberikan bunga itu. Rian mengambil bunga itu dan mereka berdua resmi menjadi pasangan. Produser Jae In berkata, "Karna Jin Yoo Jin dan Rian sudah menjadi pasangan, maka semua pasangan sudah di tetapkan hingga waktu pertunjukan. Untuk hasil yang baik, mohon kalian bekerja keras."




Hye Sung bersama JB saling bergandeng tangan dan masuk ke dalam ruang ganti. Terlihat teman-teman mereka yang menatap mereka berdua. Rian menghampiri mereka dan Hye Sung pun dengan cepat berusaha melepaskan genggaman tangan JB, namun JB menarik tangan Hye Sung kembali dan mengenggamnya lagi. Rian menatap Hye Sung sinis, "Ucapanku mengenai kita menjadi teman, aku menariknya kembali." Rian kini melirik ke arah JB, "Selamat... Kau menentang keinginan Direktur untuk pertama kalinya. Dan terima kasih, kau membuatku sadar bahwa aku telah membuat kesalahan selama ini. Terima kasih padamu dan Shin Hye Sung, sekarang aku memiliki motivasi untuk melakukan yang terbaik. Kesalahan yang kau lakukan, kau akan segera menyadarinya secepatnya."


JB menatap Rian kesal dan hendak melewati Rian, namun Rian menghalangi jalan JB. Rian berkata kembali pada JB, "Terima kasih, aku sungguh mengucapkannya." JB kembali menarik tangan Hye Sung dan berjalan pergi meninggalkan ruang ganti.




Yoo Jin menghampiri Rian dan berkata dengan penuh kesungguhan, "Aku akan membantumu untuk memenangkan ini. Kita akan memenangkannya." Rian menatap Yoo Jin tidak percaya.





DREAM HIGH 2

EPISODE 12




Rian pergi makan bersama dengan Ibunya dan ia terlihat makan dengan lahap. Ibu Rian bertanya, "Apakah kau yakin untuk terus mengikuti audisi itu?" Rian menjawabnya, "Ibu, apa kau tidak mempercayai aku? Aku akan menjadi nomor satu!" Ibu Rian terlihat masih tidak percaya, "Tapi HershE kan sudah dibubarkan, lalu mengapa kau masih mau tetap ada di perusahaan itu? Kau harusnya pergi ke perusahaan lain saja dan melanjutkan berakting. Jika kau tetap mau bernyanyi maka bergabung saja dengan girl group di perusahaan lain." Rian terlihat tidak suka dengan ucapan Ibunya, "Lalu kau mau aku hanya menjadi visual saja?" Ibunya menjawab, "Hey apa salahnya? Mereka semua mengatakan bahwa kau sungguh cantik." Rian kembali kesal, "Ibu!! Aku sungguh lelah mendengar orang-orang mengatakan bahwa aku cantik. Tunggu dan lihatlah, aku akan menjadi yang terbaik. Dengan kemampuanku, aku akan menunjukannya pada semua orang!" Ibu Rian menatap Rian dan terlihat kasihan.



Di ruang latihan, Hye Sung terlihat sedang asik berbincang dengan JB. Ailee berbisik pada Ui Bong, "Bukankah ini terihat seperti tidak terjadi apa-apa?" Ui Bong menjawabnya, "Kemarin itu ya kemarin. Melihat dari ekspresinya, sepertinya dia sudah melupakan semuanya." Kini giliran Lee Seul dan Soon Dong yang membicarakan JB dan Hye Sung. Soon Dong berbisik pelan, "Tapi apa mereka baik-baik saja? Kemarin mereka berada di top pencarian dengan judul 'Perselingkuhan JB" Lee Seul dengan segera menutup mulut Soon Dong.



Guru Taeyeon masuk kedalam kelas dan mulai memberikan materi, "Bukankah kalian sudah pernah mengalaminya saat-saat seperti ujian akhir bulan yang dahulu? Dasar dari duet adalah saling mengerti satu sama lain. Hanya saat kau mengetahui kekuatan dan kelemahan pasanganmu, maka kalian akan bisa berkolaborasi. Kolaborasi dari kemampuan kalian masing-masing dan menutupi kelemahan masing-masing pasangan. Dengan mengerti dan kolaborasi yang baik maka akan tercipta harmoni yang sempurna. Baiklah sekarang saatnya kalian slaing bertanya hal yang kaian ingin tanyakan pada pasangan kalian masing-masing dan tolong untuk bersikap jujur."


Si Woo memulainya dengan justru terlihat mengolok-olok Hong Joo, "Nomor telfonmu.... Ukuranmu... Seperti apa tipe idealmu?" Hong Joo menunjuk Nana untuk menjawab pertanyaan Si Woo. Dan wajah Si Woo langsung berubah masam. Rian dan Yoo Jin diam-diam menatap ke arah pasangan JB dan juga Hye Sung. Namun mereka berdua sama-sama langsung mengalihkan pandangan saat ketahuan.



Rian bertanya, "Fakta bahwa kau menyukai Hye Sung, aku bisa melihatnya secara langsung dengan mataku." Yoo Jin terkejut mendengarnya, "Ya! Itu bukan sebuah pertanyaan." Rian kembali menatap Yoo Jin penasaran, "Mengapa kau menyukainya? Apa yang kau sukai darinya? Seberapa besar kau menyukainya? Bukankah Guru Taeyeon mengatakan agar kita saling mengerti satu sama lain? Kau marah-marah, kau bersemu malu. Lalu apalagi? Aku rasa aku tidak perlu tau lagi hal lain tentangmu. Jin Yoo Jin menyukai Shin Hye Sung. Pembelajaran mengerti Jin Yoo Jin sudah selesai." Yoo Jin malu mendengarnya, "Apa?" Rian menatapnya galak, "Selesai!!"



Para murid kelas A dan Kelas B dibawa kesebuah tempat pemotretan dan mereka terpana melihat lokasinya. Produser Jae In menghampiri mereka dan mengatakan apa maksudnya membawa murid-murid datang ke tempat itu, "Kalian tidak perlu terkejut. Pembelajaran untuk hari ini sangatlah mudah. Masing-masing pasangan akan mendandani pasangan sesuai dengan keinginannya. Seteah itu kita akan memulai pemotretan."





Dimulai dari pasangan pertama, yaitu Hong Joo dan juga Si Woo. Hong Joo mengatakan penilaiannya akan Si Woo, "Bukankah dia Playboy? Jika dia menyukai Nana, maka bukan hanya Nana yang ia sukai. Jadi dia akan aku dandani seperti sosok seorang lelaki yang hanya akan mencintai satu wanita saja." Si Woo pun terlihat berganti pakaian dengan menggunakan pakian Jendral Angkatan Darat. Kini giliran Si Woo yang mendandani Hong Joo, "Bukankah dia hebat dalam bernyanyi? Dia memiliki segala hal yang wanita sukai. Jika ada satu hal yang tdak dia miliki, yaitu kepercayaan diri. Aku tidak begitu yakin, tapi Elton John adalah seorang playboy. Ya music lah teman kencannya." Maka Si Woo pun mendandani Hong Joo seperti seorang musisi yang sedang memainkan pianonya.



Kini pasangan JB dan Hye Sung. JB melihat Hye Sung menghampirinya dengan menggunakan sebuah dress berwarna putih. Hye Sung bertanya, "Ini sangat aneh ya?" JB menjawabnya, "Itu sangat pantas dipakai olehmu. Shin Hye Sung yang aku tau itu selalu menjadi seorang angsa. Kau selalu berfikir bahwa kau adalah bebek yang buruk rupa. Bebek yang tidak bisa mengepakkan sayapnya dan terbang. Aku ingin menunjukan padamu bahwa kau bisa terbang setinggi yang kau inginkan." Kini Hye Sung yang memilihkan JB untuk tetap memakai pakaian seragam Kirin, "Aku menyukai JB yang apa adanya. Seperti Murid sekolah biasa."



Sedangkan pasangan Soon Dong dan Lee Seul terlihat sangat berbeda. Soon Dong mendandani Lee Seul seperti wanita pada umumnya yang menggunakan pakaian dengan motif bunga, sedangkan Lee Seul mendandani Soon Dong dengan pakaian seperti Tom Rider.



Rian terlihat menggunakan pakaian seperti seorang bangsawan kuno. Rian bertanya pada Yoo Jin, "Bagaimana? Ini semua karena aku terlihat seperti putri kan?" Yoo Jin menjawab alasan mengapa dia memilih Rian memakaian pakaian layaknya bangsawan kuno, "Aku memilih ini agar kau sadar dengan penyakit putri yang kau miliki itu! Jangan selalu bersikap mewah dan hilangkan dandanan matamu itu. Apa tidak merasa lelah dengan dandananmu itu?" Rian mendekati Yoo Jin, "Apa kau menyukaiku?" Yoo Jin menjawabnya langsung, "Aku akan mempertimbangkannya jika kau menghapus make up wajahmu itu..." Kini Giliran Rian yang memilihkan pakaian untuk Yoo Jin, "Jin Yoo Jin yang aku kenal itu bukanlah kelas B, Tapi kelas A. Kau kelas A!!" Yoo Jin menatap Rian, "YA! Apa kau menganggapku seprti sapi korea hah?"




Dan pasangan yang terakhir itu adalah Ui Bong dan Ailee yang memilih konsep foto dengan bebusana tadisional Korea. 





Saat proses editing photo, Produser Jae In menatap photo-photo JB yang terlihat lebih santai dan bebas.



Di ruang latihan menari, Ui Bong tiba-tiba saja meminta Lee Seul untuk duduk di kursi dan mulai ia mulai menari mengelilingi Lee Seul. Di akhir tariannya, Ui Bong berlutut di depan Lee Seul dan mengulurkan tangannya. Dengan tersenyum malu, Lee Seul menerima uluran tangan Ui Bong itu. Ui Bong menatap Lee Seul, "Aku... Aku akan melakukan tarian ini dengan Ailee." Senyuman di wajah Lee Seul pun langsung hilang dan dia terlihat marah. Ui Bong bertanya bingung, "Seul, ada apa denganmu?" Lee Seul yang kesal pun langsung menendang bagian tulang kering kaki Ui Bong. Teman-teman yang lainnya hanya tertawa melihat hal ini.



Guru Jin Man dan Guru Ji Soo masuk kedalam ruang latihan untuk memberikan materi selanjutnya. Guru Ji Soo mengatakan bahwa Tari Tango sangatlah membantu untuk komunikasi emosi antara satu sama lain. Guru Ji Soo memanggil Guru Jin Man dan mereka berdua pun kemudian menampilkan tarian Tango di depan murid-muridnya.

Guru Taeyeon yang melewati ruang latihan pun otomatis melihat kedekatan Guru Ji Soo dan Guru Jin Man, "Aigoo! Ahn Taeyeon! Mengapa kau harus berdiri disini? Guru Jin Man bukanah tipeku!!!" Guru Taeyeon segera masuk kedalam ruangan latihan dan memisahkan Guru Ji Soo dan Guru Jin Man. Guru Taeyeon menganggap bahwa gerakan tari Guru Ji Soo tidak terlalu buruk, sedangkan gerakan tari Guru Jin Man sudah sangat bagus.



Murid-murid pun mulai mencoba untuk menari Tango bersama pasangan masing-masing. Yang paling sulit adalah pasangannya Hong Joo dan Si Woo. Nana harus meminta mereka lebih dekat berkali-kali karna Hong Joo dan Si Woo sama-sama menolak untuk saling dekat dan menatap mata. Pasangan Soon Dong dan Lee Seul juga terlihat sangat sulit saat harus menari bersama. Sementara pasangan Ailee dan Ui Bong terlihat bisa tampil dengan baik.

Saat JB dan Hye Sung menari Tango, terlihat Hye Sung yang kesulitan mengikuti gerakan JB. Hye Sung berkata pada JB, "Aku menjadi pengacau ya?" JB justru menggeleng, "Tidak. Tanggo memang sulit untuk dipelajari. Sekarang kau sudah cukup baik." Ji Soo tiba-tiba menghampiri mereka, "Dasar dari tari tango adalah pengendalian diri, walaupun ekspresi kalian menunjukan betapa kalian saling menginginkan satu sama lain, tapi jangan sampai perasaan itu mengendalikan kalian berdua! Ayo kita coba lagi!"

Kini giliran Rian dan Yoo Jin yang sama-sama terlihat kesulitan. Guru Jin Man memarahi pasangan ini karna mereka tidak mau saling menatap pasangannya, "Hey kalian berdua harus saling menatap! Jika kalian tidak saling menatap maka sudah salah besar tarian ini! Kalian harus saling menatap, mengerti?" Rian dan Yoo Jin mengulang tarian mereka dan mulai saling menatap satu sama lain.




Evaluasi akhir dimulai, Semua pasangan mulai menari tango dan para Guru menyaksikannya. Guru Ji Soo berkomentar, "Dia(Yoo Jin) benar-benar menghidupi kompetisi Super Idol ini. Aku dapat melihat bahwa Yoo Jin benar-benar memiliki kemajuan yang pesat." Guru Jin Man ikut berkomentar, "Jika dia tetap berada dalam level ini, aku yakin dia bisa lebih dari JB." Guru Ji Soo mengangguk setuju dan bilang bahwa kini faktor penentunya adalah Hye Sung dan Rian. Guru Taeyeon tiba-tiba berkomentar, "Hae Sung juga memiliki kemajuan yang baik, dia tidak banyak melakukan kesalahan." Guru Ji Soo kembali setuju dan mengatakan bahwa Hye Sung tidak tampak seperti lubang hitam lagi. Guru Jin Man mengatakan bahwa ini semua pasti karna faktor cinta.



Hye Sung sedang bersama dengan JB untuk latihan. JB memberi tahu pada Hye Sung bahwa dasar dari dansa berpasangan adalah dengan saling menatap mata satu sama lain dan juga melatih putaran dan langkah. Hye Sung mengerti dan mulai latihan sendiri. Melihat Hye Sung yang sedang menari, Itu membuat JB teringat akan percakapannya dengan Kang Chul dan juga Produser Jae In.





FLASHBACK

Kang Chul memanggil JB kedalam ruangannya untuk membicarakan permasalahan JB yang memilih Hye Sung, "Aku sudah memperingatimu dari awal namun kau malah membuat masalah ini semakin merepotkan" JB mencoba membela diri, "Aku akan membuktikannya padamu bahwa aku pantas menjadi Super Idol dan aku akan membuktikannya dengan misi duet ini. Seberapapun jauhnya aku terjatuh, aku akan tetap bangkit untuk menuju puncak. Aku akan membuktikannya." Produser Jae In bertanya, "Walaupun pasanganmu itu adalah Shin Hye Sung, kau tetap percaya diri hah? Akankah kau bertanggung jawab akan semuanya?" JB menjawabnya dengan mantap, "Aku percaya diri. Hye Sung dan aku akan melakukan yang terbaik. Aku akan bertanggung jawab akan segala hal. Percayaah padaku." Kang Chul tiba-tiba bertanya, "Apakah kau berfikir bahwa kau kini sudah ada di dasar lembah, sehingga kau tidak mau terjatuh lebih dalam?"





FLASHBACK END


Melihat JB yang hanya diam melamun, Hye Sung pun menegurnya, "Apa yang sedang kau pikirkan?" JB hanya membalas senyuman Hye Sung dan mengajak Hye Sung untuk membolos kelas.


Di ruang latihan menari, terlihat Rian dan Yoo Jin yang masih terus menerus berlatih. Namun di tengah-tengah latihan, Yoo Jin tidak mau berlatih lagi dan meminta istirahat, "Ayo kita beristirahat dulu sebentar. Kita ini bukan mesin, Menjadi serius itu baik, tetapi bagaimana jika kita terlalu lelah?" Rian menjawabnya, "Kita tidak punya banyak waktu sekrang ini. Apabila kita tidak berlatih serius, kita tidak akan bisa mengejar mereka(JB-Hye Sung)!" Yoo Jin terlihat sangat santai, "Kau sepertinya lupa, tapi aku ini Super Idol. Aku tidak akan melakukan sesuatu dengan serius hanya demi mengejar seseorang." Rian tiba-tiba bertanya, "Kenapa mereka memilihmu sebagai Super Idol?" Yoo Jin menjawabnya bingung, "Itu karna memang aku pantas." Rian kembali bertanya, "Dari awal, mengapa mereka memilih Jin Yoo Jin dan bukanlah JB?" Yoo Jin terdiam memikirkan pertanyaan Rian itu.



Hye Sung berjaan bersama dengan JB dan dia memilihkan kacamata dan topi sebagai alat penyamaran JB.





Yoo Jin terlihat terkejut setelah mendengar semua kenyataan yang di katakan oeh Rian, "APA? Apa maksudmu dengan itu semua? Apa maksudmu bahwa hasil akhir audisi sebenarnya sudah ditentukan?" Rian tersenyum sinis, "Kua tidak perlu terkejut. Direktur kami memang orang yang memiliki kekuasaan. Dia bisa membuat skandal dan bahkan di publikasikan dengan mudah." Yoo Jin masih tidak menerima kenyataan semuanya, "Lalu JB? Jika JB yang akan menjadi pemenang lalu bagaimana dengan kami?" Rian menjawab, "Aku adalah gadis pengiring pengantin JB, dan kau hanya sebagai alat pemacu semangat JB." Yoo Jin kembali terdiam karna dia dulu ingat bahwa Kepala Sekolah pernah menanyakan satu hal padanya, "Apakah kau tau pemacu semangat? Apa yang akan kau lakukan jika kau hanya pemacu semangat saja?" Mengingat hal itu pun langsung membuat Yoo Jin marah dan pergi dari ruang latihan. Rian tersenyum sambil menatap cermin, "Maafkan aku Jin Yoo Jin. Kita harus bekerja sama untuk memenangkan misi ini!"



Yoo Jin masuk kedalam ruangan Kang Chul dengan penuh amarah, "Kaian penipu yang pandai berbohong!" Kang Chul terlihat bingung dengan kedatangan Yoo Jin, "Hey Jin Yoo Jin, kau ini berbicara tanpa memikirkannya. kau ini mau berbicara apa? Berbicaralah dengan jelas!" Yoo Jin menatap KanG Chul, "Aku dengar bahwa hasil audisi telah diputuskan. Dan JB yang akan menjadi pemenang? Lalu aku hanya sebagai pemacu semangat saja? Jawab aku!!" Produser Jae In lah yang menajwabnya, "Tidak ada hasil yang telah diputuskan. Tapi... Mengenai kau sebagai pemacu semangat itu benar. Kau telah menunjukan peningkatan dan apakah kau akan menjadi seorang pemenang atau hanya seorang pemacu semangat, itu tergantung dengan usahamu sendiri."

Produser Jae In lalu menyerahkan 2 buah lembar dokument pada Yoo Jin. Yoo Jin menatapnya dan bertanya, "Apa ini?" Kang Chul ah yang menjawab, "Ini adalah surat kontrak OZ Entertainment. Termasuk surat persetujuan tertulis dari Orangtuamu." Yoo Jin terdiam dan menatap surat kontrak itu.




Hye Sung dan JB berjalan-jalan bersama di pasar tradisional. Kemudian Hye Sung membeli sumpit dan sendok, dan ia memberikan benda itu kepada JB sebagai hadiah. JB menatap sendok dan sumpit itu dengan kebingungan, "Kenapa kau memberikan ini padaku? Aku sering menerima hadiah namun ini pertama kalinya aku mendapatkan sebuah sendok dan sepasang sumpit." Hye Sung menjawabnya, "Kau suka makan, jadi aku tidak mau kau menjadi kelaparan. Itu sebabnya aku memberikan itu untukmu." JB kemudian balik memberikan sepasang sumpit itu untuk Hye Sung, "Kalau begitu ini aku berikan hadiah untukmu. Saat kau makan, bukankah sendok dan sumpit selalu bersama? Sama seperi benang dan jarum. Seperti itulah aku tidak mau berpisah. Apakah terdengar aneh?" Hye Sung menggelengkan kepala dan tersenyum malu.





Di Roof Top Kirin, terlihat Hong Joo yang sedang merentangkan tangannya lebar-lebar sementara Si Woo ada di belakangnya seolah-olah sedang memeluknya. Adegan ini sama seperti adegan terkenal di film Titanic. Saat di tengah latihan, Si Woo langsung berhenti berlatih dan menatap Nana, "Kita harus mengganti ini. Nana, tidak bisa kah kau saja yang berlatih denganku? Aku berjanji akan melakukannya dengan baik." Namun tentu saja Nana langsung menolaknya. Hong Joo mengejek Si Woo dengan bertanya padanya, "Bagaimana jika aku mengubah suaraku menjadi seperti wanita?" Si Woo makin kesal pada Hong Joo. Nana meminta mereka berlatih kembali dan kali ini Si Woo kembali pasrah mengikuti segala permintaan Nana.





JB dan Hye Sung berada di dalam bis. Karna mengantuk, Hye Sung pun tertidur dan bersandar pada kaca jendela di dalam bis. JB tersenyum dan perlahan-lahan memindahkan kepala Hye Sung yang bersandar pada kaca jendela itu jadi pada bahunya.
  



Yoo Jin datang ke sebuah kedai dan dia melihat sosok Ibunya yang sedang membersihkan beberapa piring. Yoo Jin teringat akan ucapan dari Produser Jae In yang mengatakan bahwa mereka sudah mendapat surat persetujuan dari orang tua Yoo Jin untuk Yoo Jin bergabung di OZ Entertainment. Yoo Jin bertanya pada Produser Jae In, "Apa orang tuaku tidak mengatakan apa-apa? Apa mereka hanya menandatanganinya saja dan kemudian selesai?" Produser Jae In menjawabnya, "Mereka berkata bahwa hanya itu yang bisa mereka lakukan untukmu. Mereka terlalu malu untuk bertemu denganmu dan mereka harap kau menjadi sukses."



Yoo Jin melampiaskan kemarahannya itu dengan bermain basket di Kirin. Rian yang melihat itu hanya diam saja. JB dan Hye Sung kembali ke Kirin dan melihat Yoo Jin sedang bermain basket sendiri. JB pun segera menghampiri Yoo Jin dan mengajaknya untuk bermain bersama. Yoo Jin awalnya menolak, namun setelah melihat Hye Sung, ia pun berubah pikiran, "Bagaimana jika bertanding melempar bola. Melempar dan mencetak skor dari sini." JB terihat bersemangat, "Baik. Apa yang kau ingin pertaruhkan?" Yoo Jin menjawab, "Apabila kau menang, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan." JB terlihat semakin bersemangat dan siap melempar bola. Yoo Jin melanjutkan ucapanya, "Tetapi , jika kau kalah.... Shin Hye Sung milikku." JB terdiam dan memandang bingung pada Yoo Jin, "Apa maksudmu?"

Yoo Jin langsung memukul wajah JB dan menarik kerah pakaiannya, "Jang Woo Jae!! Apa kau pikir bahwa kau sebagik itu hah? Kau pikir kau ini siapa hingga memanfaatkanku? Alat pemacu semangat, kenapa aku ini sebagai pemacu semangatmu hah? Kau tau hal ini kan?!!" JB menatap Yoo Jin serius, "Aku tau itu...." Hye Sung yang melihat pertikaian ini pun berniat melerainya namun Yoo Jin tidak mempedulikan Hye Sung sama sekali. Yoo Jin bertanya pada JB, "Kau seharusnya menahan pukulanku, kenapa kau diam saja?!" JB menjawab, "Bagaimanapun juga aku tau bahwa aku tidak bisa menghindarinya. Aku tau bagaimana perasaanmu, tapi jangan pernah berusaha untuk kabur." Yoo Jin melepaskan cengkramannya dan pergi meninggalkan Hye Sung dan JB.





Hye Sung bertanya pada JB, "Apa kau baik-baik saja?" JB hanya menganggukan kepalanya. Hye Sung lalu membantu JB untuk berjalan dan mereka meninggalkan Kirin.





Saat Yoo Jin memukul JB, ternyata kalung JB terjatuh dan Rian lah yang menemukan kalung itu. Rian menatap kalung itu dan ia ingat bahwa kalung itu adalah miliknya yang pernah ia buang dan Hye Sung mengambilnya.





Hye Sung dan JB kini sedang berada di roof Top Kirin. Hye Sung mengatakan bahwa dia memiliki sebuah hadiah, dan ternyata hadiah yang dimaksud oleh Hye Sung itu adalah plester untuk lukanya JB. JB bertanya, "Tidakkah kau ingin bertanya, mengapa Yoo Jin melakukan ini padaku?" Hye SUng tersenyum, "Aku penasaran akan hal itu.... Tapi aku percaya padamu." JB mengajak Hye Sung untuk masuk kedalam sekolah, namun Hye Sung meminta agar lebih lama berada di luar. Hye Sung menatap langit dan berkata pada JB, "Kau tau? Saat aku bersamamu, aku masih mengangap ini semua mimpi. Sebuah mimpi yang tidak bisa kumimpikan." JB tiba-tiba saja mendekati Hye Sung dan mencium pipi Hye Sung. JB berkata pada Hye Sung, "Ini bukan mimpi lagi..." Hye Sung tersenyum malu-malu mendengarnya. JB tiba-tiba saja menunjuk kearah langit, "Oh itu bintang!" Hye Sung dengan penuh semangat menatap langit untuk melihat bintang yang di maksud JB, Namun kemudian JB menunjuk ke arah dirinya sendiri, "Disinilah bintang yang sebenarnya." Hye Sung kembali tertawa mendengar ucapan JB.





Rian terlihat menangis dan ia mengingat masa lalunya saat dia berpisah dengan JB.





Flashback...

JB sedang menangis sendirian dan Rian berlari menghampirinya sambil memeluk JB, "Aku mendengar berita mengenai Ayahmu, Ini akan lebih baik jika seandainya Ayahmu bisa melihat penampilan debutmu. Dia sudah menunggumu terlalu lama." JB berkata pada Rian, "Kita berpisah saja.... Aku berjanji pada ayahku bahwa aku akan menjadi yang terbaik. Karna aku harus tampil dalam debutku, maka aku tidak bisa memberikan penghormatan terakhir untuknya. Setidaknya aku ingin menepati janjiku padanya." Rian terdiam dan menangis mendengar kata perpisahan dari JB.




Flackback End....

Rian masih terlihat menangis sendirian, "Kaulah yang tidak menepati janjimu. Perjalananku akan sukses. Dan saatnya tiba, maka aku yang akan bertanya padamu 'Kenapa aku tidak bisa, sedangkan Shin Hye Sung tetap kau pilih?"


Hari pertunjukan pun tiba. Dan para pasangan pun mulai mengambil nomor urut untuk penampilan. Rian dan Yoo Jin mendapatkan urutan pertama, Diurutan kedua ada Soon Dong dan Lee Seul, Hong Joo dan Si Woo di urutan 3, JB dan Hye Sung di urutan 4, dan Ailee dan Ui Bong akan tampil di urutan terakhir.




Rian dan Yoo Jin bertemu dengan Ailee dan Ui Bong, mereka meminta untuk bertukar nomor urut karna lagu yang akan dibawakan Ailee dan Ui Bong itu adalah lagu ceria yang akan lebih baik di urutan pertama penampilan, sedangkan lagu Rian dan Yoo Jin akan lebih baik jika ditampilkan di akhir. Ailee dan Ui Bong awalnya tidak mau bertukar, namun akhirnya mereka setuju. Jadi akhirnya urutan Rian dan Yoo Jin yang awalnya nomor1 pun menjadi urutan penampilan terakhir.



Para peserta berkumpul di ruang ganti. Produser Jae In berdiri di atas panggung dan membuka acara, "Semuanya, pernyataan cinta seperti apa yang kalian inginkan? Walaupun isinya berbeda, namun untuk menyatakan cinta tentunya akan sangat manis. Siapakah yang akan menjadi pemeran utama dan membuat seluruh orang harinya berdegup kencang?"




Sebelum penampilannya, Hye Sung pergi ke kamar mandi untuk kembai menghapal gerakan tariannya. Rian datang dan memperlihatkan kalung yang ia temukan, "Kau memberikan ini pada JB?" Hye Sung menatap kalung itu, "Aku memiliki alasannya dan itu benar." Rian tersenyum mengejek, "Kau baik sekali, memberikan sesuatu yang telah kubuang ini pada orang lain." Hye Sung bertanya, "Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?" Rian menjawab, "Seperti kalung ini, aku hanya ingin memberitahumu agar kau menjaga JB juga. Aku sudah meninggalkannya, jadi kau bisa memilikinya." Rian memberikan kembali kalung itu pada Hye Sung. Saat Rian akan pergi, Hye Sung menahannya dengan memberikan pertanyaan, "Kau tidak mengatakan hal yang sebenarnya kan? Dibandingkan orang lain, bukankah kau yang selalu memikirkan JB? Kau tidak ingin dia terluka. Bukankah kau yang memintaku agar menolaknya." Rian menjawab, "Itu hanya masa lalu. Apakah kau menerima dia atau tidak, toh pada akhirnya JB akan terluka karnamu." Hye Sung terlihat bingung, "Mengapa kau berkata seperti itu? Kau terlihat seperti ingin dia terluka. Aku akan pastikan untuk melindunginya sehingga dia tidak terluka." Rian kembali tersenyum mengejek, "Aku harap ucapanmu itu benar."




Penampilan JB dan Hye Sung mendapatkan tanggapan yang meriah dari seluruh penonton. Guru Taeyeon juga berkomentar bahwa dia sungguh tidak percaya meihat penampilan Hye Sung yang sangat bersinar. Teman-teman Kirin mulai membicarakan tentang hubungan JB dan Hye Sung, "Apakah benar JB dan Hye Sung itu pasagan kekasih? Mereka terlihat cocok. Tapi bagaimana dengan Rian? Bukankah katanya Rian itu kekasih JB?"



Penampilan selanjutnya adalah Yoo Jin dan Rian. Saat bernyanyi, Rian terlihat menangis dan hal ini kembali menjadi pembicaraan. Orang-orang menduga bahwa Rian menangis karna telah dicampakkan oleh JB.



Ailee berkomentar pada Ui Bong, "Tidakkah kau pikir bahwa Rian sengaja bertukar nomor dengan kita? Dia bukan ingin tampil di akhir, tetapi dia ingin tampil setelah Hye Sung dan JB tampil." Soon Dong ikut berbisik pada Lee Seul, "Sekarang ini suasannya benar-benar berubah sangat cepat."




Penampilan Rian dan Yoo Jin berakhir dan mendapatkan sambutan meriah dari para penonton.

Flashback...

Yoo Jin dan Rian masih berada di ruang latihan dan mereka sedang membicarakan mengenai lagu yang akan mereka tampilkan. Yoo Jin bertanya, "Apa kau sudah memikirkan lagu yang bagus?" Rian menjawabnya, "Lamara. Romantis. Tetapi cinta tidak harus selalu manis." Yoo Jin terlihat bingung, "Apa maksudmu?" Rian menjawab kembali, "Tunggu dan lihatlah. Aku akan membuat semua orang berdiri di sisiku."



Flashback end....

Produser Jae In naik kembali ke atas panggung pertunjuka, "Apakah ada lamaran yang menyentuh hatimu? Sekarang ini ditanganku ada hasil dari pilihan anda semua. Sebelum aku mengumumkan pemenangnya, aku akan mengumumkan peserta terburuk dengan suara paling sedikit. Dengan kata lain, peserta terburuk akan di eliminasi...." Guru-guru terlihat terkejut mendengar perkataan Produser Jae In karna sejak awal tidak ada peraturan eliminasi untuk misi kali ini. Produser Jae In kembali berkata, "Lagu itu bukan hanya sebuah surat cinta, tetapi juga suatu cara untuk melamar. Tetapi isi surat cinta yang serumit apapun atau seindah apapun, jika ditolak maka itu hanya akan menjadi kata-kata yang tanpa arti. Seperti yang kukatakan sebelumnya, untuk satu orang disini akan menjadi penampilan akhirnya di panggung. Sekarang aku akan mengumumkan siapa yang tereliminasi. Yang tereliminasi adalah..... JB."

Semua orang langsung saling berbisik bingung dengan hasil yang ada. Sedangkan Rian justru tersenyum penuh arti karna rencananya benar-benar sukses membuat semua orang berdiri di sisinya.