Sinopsis Dream High 2 Episode 13

Produser Jae In naik kembali ke atas panggung pertunjuka, "Apakah ada lamaran yang menyentuh hatimu? Sekarang ini ditanganku ada hasil dari pilihan anda semua. Sebelum aku mengumumkan pemenangnya, aku akan mengumumkan peserta terburuk dengan suara paling sedikit. Dengan kata lain, peserta terburuk akan di eliminasi...." Guru-guru terlihat terkejut mendengar perkataan Produser Jae In karna sejak awal tidak ada peraturan eliminasi untuk misi kali ini. Produser Jae In kembali berkata, "Lagu itu bukan hanya sebuah surat cinta, tetapi juga suatu cara untuk melamar. Tetapi isi surat cinta yang serumit apapun atau seindah apapun, jika ditolak maka itu hanya akan menjadi kata-kata yang tanpa arti. Seperti yang kukatakan sebelumnya, untuk satu orang disini akan menjadi penampilan akhirnya di panggung. Sekarang aku akan mengumumkan siapa yang tereliminasi. Yang tereliminasi adalah..... JB."

Semua orang langsung saling berbisik bingung dengan hasil yang ada. Sedangkan Rian justru tersenyum penuh arti karna rencananya benar-benar sukses membuat semua orang berdiri di sisinya.

Produser Jae In kembali berkata, "Teman satu timnya yaitu Shin Hye Sung... Shin Hye Sung adalah team B yang memenangkan misi sebelumnya. Berdasarkan misi sebelumnya dan misi kali ini, walaupun penampilannya bukanlah yang terbaik, tapi dia akan melanjutkannya ke misi selanjutnya."


Guru Ji Soo berkomentar, "Pasangan yang angat indah... Walau aku tidak tau apakah benar atau tidak, tapi dalam hal ini Rian sudah memperoleh simpati dari penonton. JB dan Hye Sung pun mendapatkan ketidaksukaan dari penonton. Tapi hanya JB yang dieliminasi dan Hye Sung masih bisa melanjutkan ke misi selanjutnya." Guru Taeyeon menyimpulkan hal ini, "Ini berarti orang-orang bisa saja jadi menyalahkan Hye Sung?" Guru Ji Soo menganggukan kepala.


Produser Jae In mengumkan bahwa pasangan yang memperoleh dukungan terbanyak adalah Rian dan Yoo Jin. Rian dan Yoo Jin pun sama-sama terlihat senang.


Setelah pertunjukan usai, Yoo Jin memanggil Rian untuk menghampirinya, "Kau tidak perlu berpura-pura didepanku. Aku tidak mengira bahwa kau akan menangis di atas panggung. Kau benar-benar hebat. Aku akan menarik julukanmu sebagai artis yang buruk." Rian terlihat tidak suka mendengar ucapan Yoo Jin, "Kau pikir itu hanya akting saja? Kau berhasi mengalahkan JB, bukankah seharusnya kau senang?" Yoo Jin bertanya, "Kau tau bahwa akan ada yang dieliminasi?" Rian menjawab, "Tidak. Lagipula salah satu diantara kita tidak ada yang dieliminasi jadi itu bukan masalah." Yoo Jin justru terlihat tidak senang jika JB lah yang dieliminasi karna itu artinya dia kehilangan saingannya dan lagi Yoo Jin hanya ingin menang, bukan ingin menyingkirkan JB.

Rian berkata, "Jangan khawatir. JB tidak akan menyerah semudah itu. Bukankah sudah kukatakan sebelumnya bahwa pemenangnya sudah ditentukan. Walaupun ia tampil baik, namun dia tetap dieliminasi. Pasti ada alasan dibalik semua itu." Yoo Jin kembali penasaran, "Apa alasannya?" Rian tersenyum, "Alasannya ada disana, sedang berjalan kemari." Yoo Jin pun melirik ke arah lorong dan melihat Hye Syung sedang menghampiri Produser Jae In.




Hye Sung menghampiri Produser Jae In dan meminta agar ia saja yang di eliminasi, namun Produser Jae In kembali menjelaskan bahwa hasil keputusan itu bukanlah berasal dari dirinya, tapi dari hasil voting. Produser Jae In juga kemudian menjelaskan alasan JB di eliminasi, "Apa kau pikir JB dieliminasi karna kemampuannya? Dibandingkan ornag lain, JB adalah yang paling memahami kemampuanmu. Jika ia ingin menang, seharusnya dia memilih orang lain. Dari saat dia memilihmu sebagai pasangannya, itu tidak ada bedanya dengan dia sudah menyerah dengan misi ini. JB bukan dieliminasi, namun didiskualifikasi. Dibandingkan dengan keinginannya untuk menang, ia hanya ingin berada diatas panggung bersamamu. Keputusannya itu dimata orang lain dan juga di mata penonton, bukanlah keputusan yang bijaksana." Hye Sung terdiam mendengar penjelasan Produser Jae In.




JB menghampiri Hye Sung dan mengatakan bahwa dirinya terihat bahagia dan bahkan dia sudah terbiasa dengan eliminasi, karna dulu juga dia di eliminasi dari audisi Sekolah Kirin, namun dia tetap bisa masuk Kirin dan bertemu dengan Hye Sung. Hye Sung menangis karna ternyata alasan JB di eliminasi itu adalah dirinya. JB menghapus air mata Hye Sung dan mengingatkan Hye Sung bahwa dirinya tidak suka melihat wajah jelek Hye Sung saat menangis.



DREAM HIGH 2
EPISODE 13


Rian masuk kedalam kamar Yoo Jin dan langsung berteriak kaget karna Yoo Jin tidur tanpa menggunakan pakaian atas. Yoo Jin pun berusaha menutupi tubuhnya dengan selimut dan bantal. Yoo Jin bertanya, "YA! Kau pikir kau bisa masuk kedaam kamar laki-laki seenaknya huh? Kenapa kau datang? Kau ingin latihan dipagi hari? Ayo beristirahat saja satu hari ya...." Rian tersenyum pada Yoo Jin, "Aku sudah menyiapkan sarapan. Ayo makan." Yoo Jin terkejut mendengarnya, "Apa? Makanan? Sekarang kau menyiapkan makanan? Aigoo apa kau sedang bersiap menjadi istri yang baik? Oh tunggu... Kau juga sepertinya tidak memakai make up terlalu berat, kau juga tidak menggunakan bulu mata palsumu. Aigoo kau begitu patuh, apa kau menyukaiku hah?" Rian langsung memukui Yoo Jin dengan bantal, "Cepat keluar dan makan!!" Rian kemudian pergi terlebih dahulu meninggalkan Yoo Jin.


Yoo Jin sudah siap menuju ruang santai asrama, namun dia memutuskan untuk ke kamar JB terlebih dahulu. JB membukakan pintu dan terlihat rambut barunya. Yoo Jin berkomentar, "Aigoo kau tidak ada bedanya ya antara seorang idol dan juga murid biasa yang baru bangun tidur. Ngomong-ngomong wajahmu ini putih apa kara make up? Tampak cukup bagus..." JB Bertanya, "Kau mau apa?" Yoo Jin menjawab, "Ah Rian menyiapkan makanan. Mungkin karna kemarin kami menang jadi dia ingin meneraktir kita." JB kemudian berkata pada Yoo Jin bahwa kemarin Yoo Jin sangat keren dan ia mengakui kekalahannya. Yoo Jin bertanya, "Kau baru tereliminasi, apa kau tidak kecewa?" JB Menjawab, "Aku telah belajar hal penting, aku keatas panggung bukanah untuk menang.. Tapi untuk menikmatinya." Yoo Jin sedikit tidak suka mendengarnya, "Aigo kau malu kan kalah dariku makanya kau bersikap seperti ini? Kau jangan berpura-pura tenang. Kau pergilah untuk menyikat gigi." Yoo Jin pun pergi terlebih dahulu menuju ruang santai asrama.



Ibu Rian datang ke Kirin dan menyiapkan banyak makanan untuk teman-teman Rian. Ui Bong dan Soon Dong pun bilang bahwa walaupun Rian terlihat sangat kejam, namun sepertinya dia merupakan anak yang baik saat di rumah karna dia mau membantu Ibunya. Ibu Rian mengatakan bahwa Rian selalu membicarakan teman-temannya makanya dia membuat makanan untuk teman-temannya.

JB mengeluarkan sendok pemberian dari Hye Sung dan bersiap-siap untuk makan. Yoo Jin yang melihat sendok itu pun berkomentar, "Aigoo apa kau memiliki penyakit menular hah hingga membawa sendok sendiri?" JB tidak mempedulikan hal itu, "Aku menyukai ini, apa pedulimu?" Yoo Jin tampak kesal dan mulai makan dengan tangannya. Ibu Rian melihat Yoo Jin makan menggunakan tangan dan dia pun kemudian menyuruh Rian untuk membeli sendok karna tadi ia tidak sempat membawa sendok dari rumah.



Hye Sung sedang berjalan sendirian saat ada 3 orang murid Kirin yang menghalangi jalannya. Mereka meminta agar Hye Sung menjauhi JB. Rian yang melihat kejadian ini pun langsung menghampiri mereka. Rian bertanya pada 3 murid Kirin itu, "Apa yang kalian rencanakan? Ayo kita lakukan bersama...." 3 Murid itu terlihat terdiam karna bingung. Rian bertanya kembali, "Apa kalian belum memikiran apa yang ingin kalian lakukan pada gadis ini? Kalau begitu pikirkanlah terebih dahuu dan kembali lagi nanti!!" Rian menarik Hye Sung dan mengajaknya pergi.

3 Murid itu kembali memanggil Rian, "Eonnie! Kami melakukan ini demi JB Oppa." Rian menjawab, "Aku tau..." Kemudian Rian mengeluarkan ponselnya dan memotret 3 murid itu, "Aku telah mengambil foto kalian semua. Jika kalian tidak mau bertemu denganku lagi kantor polisi maka cepatlah pergi!!!" 3 Muird itu pun dengan segera pergi meninggalkan Rian dan Hye Sung.


Saat Rian akan berjalan pergi, dia menahan langkahnya dan balik menatap Hye Sung, "Bukankah dulu kau mengatakan akan melindungi JB? Kau bahkan tidak bisa melindungi dirimu sendiri dari murid-murid tadi. Lalu apa yang akan kamu lakukan untuk melindungi JB? Kaau kau sendiri tidak yakin, menyerah sajalah." Rian hendak pergi namun kini Hye Sung yang menahannya, "Tunggu sebentar.... Ada sesuatu yang sebenarnya aku tidak ketahui kan?" Rian menatapnya, "Kau ingin tau yang sebenarnya? Mengapa kami pindah ke sekolah Kirin ini? Kenapa direktur mengadakan audisi Super Idol? Kenapa HershE dibubarkan? Ini semua karena JB. Sudah direncanakan sejak awal untuk membuat JB menjadi bintang besar. Pemilihan Jin Yoo Jin sebagai Super Idol juga itu hanya sebagian rencana agar dia membuat semangat JB. Dia hanya pemacu semangat. Bukankah direktur sangat briliant?"

Hye Sung terdiam dan ia ingat kejadian pertengkaran antara JB dan Yoo Jin yang membahas mengenai Jin Yoo Jin sebagai pemacu semangat JB. Rian kembali berkata, "Dan orang yang menggagalkan rencana ini semua adalah kau, Shin Hye Sung." Hye Sung bertanya, "JB dan Yoo Jin sudah tau ini semua kan? Hanya aku yang tidak tau?" Rian tersenyum sinis, "Bagaimana jika JB menyalahkanmu? Karena dirimulah, dia kehilangan kesempatan untuk menjadi lebih hebat. Bagaimana jika dia menyalahkanmu karena kau telah membuatnya kehilangan segalanya? Saat hal itu datang, bagaimana caramu untuk membela diri?" Hye Sung terdiam, "Kau mengatakan ini semua karena khawatir akan JB?" Rian menjawab, "Aku mengkhawatirkanmu. Mengapa? Karena aku berhutang padamu. Berkat dirimu, aku bisa melihat seberapa hebatnya penampilanku. Seberapa tingginya hal yang bisa aku raih dengan tanganku. Aku bisa belajar semuanya ini karena dirimu...."


Produser Jae In masuk kedalam kelas dan memberikan misi untuk seanjutnya, "Video Hong Joo ini adalah misi sebelumnya. Setelah menonton ini, aku mendapatkan inspirasi untuk misi selanjutnya. Misi kali ini adaah membuat sebuah lagu untuk orang special. Kalau kalian bisa menggerakan hati seseorang, maka kalian bisa mengetarkan semua orang didunia ini. Masukkan kejujuran dalam lagumu dan kemudian ekspresikan." Guru Taeyeon mengangkat tangan untuk bertanya pada Produser Jae In, "Bagaimana caranya untuk menjadi akrab dengan emosi? Hm seperti akting?" Kini Guru Jin Man ikut mengangkat tangannya, "Jurusanku sebelumnya adalah sastra inggris. Para murid harus menulis lirik lagu kan? Bagaimana jika aku sedikit mengajari mereka?" Produser Jae In setuju, "Itu bukan ide buruk. Guru Jin Man menyiapkan pelajaran khusus menulis lirik, dan tolong Guru Taeyeon memberikan pengajaran mengenai akting." Guru Jin Man dan Guru Taeyeon sama-sama mengangguk mengerti.

Produser Jae In hendak pergi namun dia menahan langkahnya dan berbalik untuk menatap murid-murid, "Aku lupa mengatakan sesuatu. Pertunjukan ini akan menjadi panggung terakhir dalam pemilihan Super Idol. Tidak akan ada lagi kesempatan lainnya." Selesai mengatakan hal ini, Produser Jae In pun pergi meninggalkan ruang kelas.


Ui Bong berkomentar, "Dia mengatakan hal penting ini dengan santai sekali. Ini mendadak, kenapa menjadi seperti ujian akhir? Kalau begini... Apa JB benar-benar tereliminasi?" Murid-muridnya menggeleng tidak tahu jawabannya.



Guru Ji Soo memanggil JB dan mengatakan pada JB agar tidak masuk kedalam kelas yang berhubungan dengan misi Super Idol. JB mengangguk mengerti. Guru Ji Soo juga mengatakan bahwa sebenarnya pertunjukan Hye Sung dan JB di minggu lalu itu cukup bagus, Guru Ji Soo juga mengingatkan pada JB bahwa ketika ia jatuh, maka yang terpenting adalah saat ia bangkit kembali. JB mengangguk paham.


Di ruang latihan, terlihat Nana yang sedang menyanyi. Sementara Hong Joo dan Si Woo sama-sama mengintip dan khawatir dengan suara Nana. Nana mendapati keduanya sedang mengintip dan bertanya pada mereka, "Apa yang kalian lakukan disini?" Hong Joo dan Si Woo sama-sama terkejut. Mereka menanyakan keadaan suara Nana, dan Nana menjawab bahwa dia sudah jauh lebih baik setelah mendapatkan perawatan dari rumah sakit yang di rekomendasikan oleh JB. Karna mendengar nama JB disebut, Nana kemudian menanyakan keadaan JB saat ini. Namun Si Woo sendiri tidak tau keadaan JB saat ini karena JB selalu pergi sendirian.

JB sedang duduk sendiri di kantin Kirin. Yoo Jin datang dan mengganggunya kembali untuk mengajaknya bermain. JB menolaknya dan memutuskan untuk berjalan pergi, namun Yoo Jin terus membuntutinya dan memaksa untuk bermain bersama. JB menatap Yoo Jin kesal, "Mengapa kau terus mengikutiku hah? Kau seperti anak anjing yang kehilangan induknya." Yoo Jin menjawab, "Hey, bukankah aku ini pemacu semangatmu? Tentu saja aku harus mengikutimu terus." Mendengar itu akhirnya JB pun setuju untuk bermain dengan Yoo Jin. Yoo Jin berkata, "Begini, kalau aku menang maka kau harus kembali mengikuti audisi, berlutut di panggung dan mengakui kekalahanmu." Namun JB menolak taruhan itu, "Kita bertaruh yang lain. Bukankah aku sudah tereliminasi?" Yoo Jin kembali berfikir, "Kalau begitu Shin...." JB langsung menolak, "Tidak! Tidak Shin Hye Sung!!" Yoo Jin melanjutkan ucapannya, "Kapan aku mengatakan Shin Hye Sung? Maksudku Shinbal(Sepatu). Mari bertaruh untuk sepasang sepatumu itu." JB setuju akan hal itu.

Permainan basket pun dimulai. JB mulai melempar bola dan masuk dengan mudah kedalam ring basket. Giliran Yoo Jin yang sudah penuh gaya untuk melempar namun ternyata bolanya tidak masuk kedalam. JB langsung tertawa melihat hal ini, sedangkan Yoo Jin terdiam menahan malu.





Guru Jin Man kini sedang memberikan materi mengenai pembuatan irik lagu yang indah, "Lirik yang menyentuh hati itu yang seperti apa? Lirik biasa tidak akan cukup. Liriknya haruslah asli dan artistik. 'Aku akan selalu menunggumu' itu adalah lirik yang sangat biasa. Bagaimanapun juga kau harus bisa mengambil emosi dan mengekspresikannya dengan artistik. Seperti 'Hingga kau datang, aku merasa ini bulan desember' Ya seperti itu. Kalian harus menggunakan kejujuran dari perasaanmu dan kreativitas juga bisa dikombinasikan untuk membentuk lirik artistik." Ui Bong mengangkat tangan untuk bertanya, "Guru! Ini sangat sulit. Bagaimana kita bisa menulis sesuatu seperti itu?" Guru Jin Man mengangguk, "Kau benar. Tidak semua orang dapat melakukan ini. Jadi bagi para murid yang kurang kreatif, ada cara terakhir. Yaitu menulis dengan menggunakan emosi yang sedang kau rasakan. Sebuah lagu ditulis dengan emosi yang sesungguhnya itu akan lebih bermakna dibandingkan emosi lain. Dan bahkan lebih menyentuh dibandingkan lagu lainnya. Jadi hari ini pembelajarannya adalah mengenai aling mengerti perasaan orang lain. Baiklah ayo kita buat Group!"

Guru Jin Man pun membuat 3 Group di dalam kelas. Group pertama adalah Soon Dong, Ui Bong dan Lee Seul. Yang ke2 Nana, Si Woo dan Hong Joo. Dan Group ke3 adalah Hye Sung, Yoo Jin dan Rian. Guru Jin Man mengatakan pada murid-muridnya, "Sekarang cobalah berfikir memori yang indah atas sebuah rahasia dalam hatimu juga bisa. Gunakan ini untuk memperlihatkan kejujuran jauh di dalam hatimu." Guru Jin Man kini menatap Rian, "Rian, tidakkah kau punya sesuatu untuk dikatakan? Tidakah kau memiliki memori saat menjadi trainee? Semua temanmu menginkan menjadi penyanyi. Sebagai senior, cobalah katakan sesuatu."


Rian pun mulai menceritakan masa traineenya dahulu, "Kami bergabung di perusahaan untuk berlatih menyanyi dan menari. Kami hanya pergi ke sekolah untuk tidur. Setelah itu kami kembali berlatih hingga dini hari. Jika hasilnya buruk, maka kami harus mengemas barang dan pergi. Karna aku takut hal itu terjadi, maka aku selalu berlatih dan berlatih." Hye Sung bertanya, "Ini sangat berat, bagaimana bisa kau melewati ini semua?" Rian menjawab, "Karena.... Ada teman. Kami melakukannya bersama-sama. Tidak peduli seberapa kerasnya, aku tidak pernah sendirian. Ketika kami bersama-sama, tidak peduli sekeras apapun latihannya, tidak peduli betapa tertekannya kami, mereka semua selalu menghibur dan kekhawatiranku pun akan menghilang." Rian menatap ke arah pintu kelas, dan di depan pintu kelas itu terlihat ada JB yang sedang mengintip dan berusaha melihat Hye Sung.


Guru Jin Man bertemu dengan JB yang sedang tertidur di depan kelas. Guru Jin Man membangunkannya dan bertanya, "Kenapa kau ada disini?" JB menjawabnya jika dia sedang menanti Hye Sung. Guru Jin Man berkomentar, "Aku benar-benar tidak tahan denganmu. Saat kau pertama kali datang kesekolah ini, kau begitu menarik dan menonjol dimanapun kau berada. Tapi sekarang, kau terlihat terlalu biasa. Jika kita berjalan bersama, mungkin orang-orang akan lebih berfikir bahwa aku lah artisnya." Guru Jin Man kemudian pergi meninggalkan JB. Hye Sung sempat mendengar percakapan itu namun dia pura-pura tidak mendengar dan tetap tersenyum di depan JB.


Hye Sung datang ke sebuah restaurant dan memesan makanan. Beberapa orang yang melihat Hye Sung pun langsung berkomentar pedas, "Bukankah dia terlalu biasa? Sepertinya foto dia yang ada di majalah itu adalah hasil edit. Apa rahasianya bisa merayu JB Oppa? Ah jangan-jangan dia itu adalah rubah berekor9." Hye Sung yang mendengar komentar itu pun langsung memandang orang yang berkomentar, "Apa kau mau melihat ekorku? Kau ingin melihat saat aku berubah menjadi rubah kan?" Orang-orang itu pun langsung terdiam dan tidak berkomentar kembali.


Hye Sung membawa pesanan makanannya dan menghampiri JB yang sudah menantinya. Hye Sung bilang pada JB bahwa menjadi kekasih seorang JB ternyata tidak mudah. JB hanya tertawa mendengarnya. JB melihat buku yang di bawa oleh Hye Sung dan menanyakannya, "Mengapa kau membawa buku puisi ini?" Hy Sung menjawab, "Aku harus membuat lagu untuk misi kali ini. Aku tidak bisa memikirkannya jadi aku mencoba mencari ide dari buku itu." JB pun mencoba membaca buku itu dan membcakannya, "Kalau kau melalui jalan yang pernah kita lalui bersama, kalau kau duduk di jalan dan melihat matahari tenggelam, rumput yang sedih akan melambai padamu dan bunga yang bersedih akan mengeluarkan wangi yang paling harum." Hye Sung tersenyum, "Bagimana? Bagus bukan?" JB langsung menggeleng dan bilang kalau kalimat itu terlalu rumit.

JB berkata pada Hye Sung, "Cobalah kau buat kisah dari seseorang yang dekat denganmu. Bukankah ini lagu untuk seseorang yang special? Kau harus menuliskannya untukku. Kali ini kau harus menjadi juara pertama. Hanya dengan itu maka posisiku yang tereliminasi ini akan terbayar." Hye Sung mengangguk paham.


Rian dan Yoo Jin sedang duduk bersama dan mencoba membuat lagu. Yoo Jin merebut paksa buku Rian dan membaca lirik yang dibuat oleh Rian, "Sejak aku pertama kali melihatmu, bom waktu dihatiku mulai berdetak. Nasib menghitung mundur. Sebelum meledak, aku terpikat." Yoo Jin langsung tertawa saat membacanya, "Apa ini dianggap sebagai lirik lagu hah?" Rian kesal dan balas membaca lirik lagu yang dbuat oleh Yoo Jin. Rian membacanya dan dia justru terdiam saat membacanya, "Bisakah aku memiliki lirik ini?" Yoo Jin mengangguk memperbolehkan.


Ui Bong dan Lee Seul terlihat sedang mencari lirik-lirik lagu untuk referensi mereka dalam membuat lagu. Lee Seul lalu memutarkan lagu Dirty Cash dan bilang bahwa lagu ini untuk Ayahnya. Ui Bong bertanya, "Untuk Ayahmu? Apa kau yakin lagu ini untuk Ayahmu?" Lee Seul menjawabnya, "Jangan khawatir. Di dunia ini yang ayahku paling cintai itu adalah uang."


Kang Chul berada di dalam ruangan direkturnya dan dia sedang memutar ulang rekaman penampilan Lee Seul saat tampil bernyanyi. Ia terlihat senang melihat penampilan Lee Seul, namun senyumannya kembali hilang saat mendapatkan panggilan telfon.


Kelas selanjutnya adalah kelas akting yang diajar oleh Guru Taeyeon, "Seseorang pernah berkata jika bernyanyi itu adaah sebuah akting dengan lirik sebagai naskahnya. Agar semua orang dapat membagi perasaannya dengan benar dan membuat lirik yang mengekspresikan perasannya itu maka kita akan belajar berakting. Okay siap? Action!!"

Hong Joo dan Nana tampil berakting dengan tema romantis. Saat Hong Joo akan mendekati Nana, Si Woo tiba-tiba saja datang dan berteriak "CUT!" Kemudian giliran Soon Dong dan juga Lee Seul. Soon Dong terlihat berakting berlebihan dan membuat Lee Seul terlihat ingin muntah. Saat Yoo Jin mulai berakting, ia terlihat sangat kaku dan membuat Rian ingin tertawa. Ailee menitikan air matanya dan Ui Bong berakting dengan baik juga.


Kini giliran Hye Sung yang berakting dan berpasangan dengan Rian. Hye Sung, "Aku menyukai Direktur. Ah bukan... Aku benar-benar menyukai Jin Hyuk. Jadi janganlah ikut campur lagi. Aku tau situasimu sangat menyedihkan, tapi itu semua sudah berlalu." Rian menjawab, "Ini belum berlalu." Hye Sung menatap sinis, "Hal itu sudah terjadi 3 tahun lalu dan itu artinya sudah berlalu!!" Rian bersikukuh mengatakan bahwa Jin Hyuk adalah prianya, namun Hye Sung juga mengatakan bahwa Jin Hyuk adalah prianya. Rian berkata, "Kami tidak pernah putus. Bukankah kalian baru 100 hari bersama? Kami telah 8 tahun bersama!!" Hye Sung balas berkata, "Kenangan tidak memiliki kekuatan apapun! Kenangan hanyalah kenangan!"


Guru Taeyeon yang melihat akting Rian dan Hye Sung pun terpana dan mngatakan bahwa mereka berakting dengan sangat bagus. Teman-temannya yang lain juga bertepuk tangan dan terpana dengan akting mereka berdua. Ui Bong berbisik pada Lee Seul, "Benarkah Rian itu adalah artis yang buruk dalam berakting? Dia berakting dengan bagus sekali." Lee Seul menjawab, "Tadi itu bukan akting."


Rian menemui Hye Sung di luar kelas, "Kau berkating sangat baik, jika kau memilih berakting dan bukannya bernyanyi, maka kau akan memiliki karir yang baik." Hye Sung balas berkata, "Kau juga bisa menyingkirkan gelas artis terburuk dalam berakting." Rian tiba-tiba bertanya, "Kenangan tidak memiliki kekuatan apapun, apakau yakin?" Hye Sung menjawabya, "Kenangan hanyalah kenangan. Jika kita tetap hidup dimasa lalu, maka tidak akan ada masa depan." Rian tersenyum sinis, "Baik, kita lihat apakah pernyataanmu itu benar atau salah."


Yoo Jin sedang berjalan keluar sekolah dan dia melihat Hye Sung sedang mengambi paket di pos security, "Ya apa gunanya kau memiliki pacar jika kau tidak gunakan untuk membantumu?" Yoo Jin membantu membawa salah satu paket untuk Hye Sung. Yoo Jin menebak bahwa isi paket itu adalah makanan yang dikirim oleh Ayah Hye Sung makanya dia langsung membuka isi paket itu, tapi ternyata isi paket itu hanyalah boneka yang sudah dirusak dan ia yakin jika paket itu dikirim dari para fans JB yang membenci Hye Sung, "Ini bukan pertama kalinya kau menerima ini semua kan? Kenapa kau mendapatkan perlakuan ini semua?" Hye Sung hanya diam saja.

Yoo Jin kembali bertanya, "Apa yang orang-orang suka dari JB? Karena dia artis? Karna dia bintang? Kau mendapatkan teror seperti ini namun kau tetap menyukai orang itu?" Hye Sung menjawab, "Menyukai seseorang itu bukanlah hal yang bisa dikendalikan." Yoo Jin berkomentar, "Aku tau itu. Jadi dimasa mendatang, aku tidak akan menyembunyikan perasaanku padamu. Maaf, tapi aku menyukaimu." Hye Sung terdiam dan tidak percaya mendengar pengakuan dari Yoo Jin. Yoo Jin kembali berkata pada Hye Sung,"Aku akan menjadi lebih keren dan lebih terkenal dari pada JB." Yoo Jin kemudian pergi meninggalkan Hye Sung.



Yoo Jin datang kedalam ruangan Kang Chul untuk menyerahkan surat kontrak yang sudah ia cap dan ia setujui. Kang Chul bertanya pada Yoo Jin, "Bukankah awalnya kau mengatakan bahwa semua ini hanya permainan dan tipuan?" Yoo Jin menunduk meminta maaf, "Aku menarik ucapanku kembali. Mohon bimbing aku." Produser Jae In yang berada di ruangan Kang Chu pun ikut bertanya, "Apakah ini semua artinya kau akan setuju untuk kegiatan di TV, membuat iklan dan memproduksi album?" Yoo Jin menjawab, "Asal aku bisa melewati JB, Aku akan lakukan." Produser Jae In kembali bertanya, "Apa alasanmu hingga berubah pikiran?" Yoo Jin menjawab, "Aku ingin lebih dari JB dalam segala hal." Produser Jae In memuji motifasi Yoo Jin. Yoo Jin pun kemudian pamit pergi.



Seteah dari ruangan Kang Chul, Yoo Jin memutuskan datang keruangannya Kepala Sekolah. Kepala Sekolah mengatakan pada Yoo Jin bahwa Yoo Jin seharusnya membuat janji dulu terlebih dahulu dengan dirinya. Namun pada saat Yoo Jin mengatakan jika dia sudah membuat masalah besar, Kepala Sekolah langsung mendekati Yoo Jin karena penasaran, "Masalah apa lagi yang kau buat? Kau memukul teman sekelasmu?" Yoo Jin menggeleng, "Aku menandatangani kontrak itu." Mendengar hal itu Kepala Sekolah bisa bernafas lega, "Dasar bocah! Kau membuatku khawatir saja. Apapun yang akan kau lakukan dimasa mendatang, kau harus melakukannya dengan baik. Jadi apa yang salah dengan itu?" Yoo Jin menarik nafas panjang, "Ya... Tapi... Kau tau kan perasaan kalah ketika kau jelas-jelas menang? Perasaan saat mengetahui perasaan seseorang telah terluka, tapi sebenarnya akulah yang lebih terluka. Penasihat, tolong jelaskan hal ini. Semula aku hanya ingin menang saja, tapi melihat dirinya(JB) disisi Hye Sung, dan melihat Hye Sung bersedih disisinya."

Kepala Sekolah bertanya bingung, "Shin Hye Sung?" Yoo Jin mengangguk, "Keinginan mengaahkan JB, dan menginkan menjadi bintang. Sepertinya ini bermula karna Hye Sung. " Kepala Sekolah tersenyum, "Jadi kau merasa tidak nyaman dan malu? Kau tidak perlu malu. Dulu juga aku seperti itu karena istriku. Tidak apa-apa kau itu anak nakal!"


Debut Yoo Jin pun langsung mendapatkan sambutan meriah dari orang-orang. Dia sudah mulai tampil di berita-berita dan juga iklan di TV. Hye Sung yang sedang menyaksikan acara TV pun jadi kembali teringat dengan ucapan Rian, "Bagaimana jika JB menyalahkanmu? Karena dirimulah, dia kehilangan kesempatan untuk menjadi lebih hebat. Bagaimana jika dia menyalahkanmu karena kau telah membuatnya kehilangan segalanya?" Hye Sung memandang ke sampingnya dan terlihat JB yang sedang tertidur. Hye Sung pun mengambil jaket JB dan menyelimutinya.


Kang Chul memanggil Lee Seul ke ruangannya dan dia memberikan brosur mengenai kuliah di luar negeri, "Ini informasi yang dikirim oeh Ibumu. Kali ini dia benar-benar mempertimbangkan pendapatmu jadi pikirkanlah dan pelajari dengan benar." Lee Seu menatap Kang Chul bingung, "Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran? Saat dulu aku ingin kembali padanya, bukankah kau yang selalu menahanku? Apakah kau melakukannya dengan setengah hati lagi hah? Seperti saat kau menceraikan Ibu dan waktu kau mengirimku ke Ibu. Apa kau tidak mau menjelaskan apapun padaku?"Kang Chul diam saja bingung untuk menjawab. Ponsel Kang Chul berbunyi dan terlihat ada panggilan dari Wartawan Park. Lee Seul yang melihat itu berkomentar, "Selalu saja seperti ini." Lee Seul mengambil brosur yang diberikan dan kemudian pergi keluar dari ruangan Kang Chul.


Kang Chul menangkat panggilan dari wartawan park dan terkejut saat mendengarnya, "Apa? Apa kau yakin itu adalah Ibu Rian?"


Rian bersama dengan Yoo Jin sedang melakukan wawancara. Host membuka acara dengan memperlihatkan sebuah foto masa kecil Yoo Jin yang pernah berakting menjadi Nuclear Man. Host itu bertanya pada Yoo Jin, "Ada rumor yang mengatakan bahwa kau adalah Nuclear Man, apa itu benar?" Yoo Jin terlihat sulit menjawab dan dia pun mencoba untuk melucu, "Ah lihat bahkan jika ini adaah foto masa kecilku maka ukuran kepalaku dan kepalanya sangat berbeda bukan?" Host kembali bertanya, "Tapi bintang kecil Jin Yoo Jin yang berperan sebagai Nuclear Man itu menurut rumor telah benar-benar putus hubungan dengan dunia hiburan. Jin Yoo Jin mari kita coba membicarakan orang tuamu. Tidak ada keterangan orang tuamu sama sekali dan itu membuat penonton penasaran." Yoo Jin terdiam lama mendengar pertanyaan itu dan dia memutuskan untuk berbohong dengan mengatakan bahwa orang tuanya telah meninggal. Rian menatap Yoo Jin penuh simpati.


Di TV Kirin, diputar berita mengenai pemalsuan tas yang menurut hasil penyelidikan polisi itu dijual melalui shopping online dan Rian lah yang menjadi model iklannya. Dan Ibu Rian disebut-sebut ikut terlibat dalam pemalsuan tas ini. Hye Sung langsung bertanya pada Si Woo mengenai keberadaan Rian saat ini dan Si Woo mengatakan bahwa Rian masih shooting bersama dengan Yoo Jin di salah stau ruangan Kirin. Hye Sung dan teman-temannya pun dengan segera langsung berlari menuju ke tempat shooting Rian


Wawancara yang dilakukan oleh Rian dan Yoo Jin sudah selesai. Rian bertanya, "Kapan orang tuamu meninggal?" Melihat Yoo Jin yang diam saja, Rian pun mengambil kesimpulan bahwa Yoo Jin tidak mau membahas orang tuanya. Yoo Jin kemudian bertanya, "Kau bilang bahwa Ibumu sangat cerewet bukan?" Rian tersenyum, "Kau ingat hal itu? Dulu saat aku menjadi trainee dan tinggal di asrama, saat aku kembali ke rumah maka aku selalu berargumen dengan Ibuku. Kamu sering bertengkar satu sama lain." Yoo Jin bertanya, "Tapi kau tidak membencinya?" Rian tersenyum, "Sangat. Tapi bagaimanapun juga dia tetaplah Ibuku."



Tiba-tiba saja pintu utama Kirin terbuka dan terlihat banyak wartawan yang datang dan langsung menghampiri Rian dan menanyakan masalah kasus penipuan yang dilakukan oleh Ibunya. Rian yang tidak tau apa-apa pun terlihat bingung untuk menjawab. Hye Sung dan teman-temannya datang dan ia berusaha menarik Rian untuk pergi, sementara teman-temannya yang lain menahan para wartawan agar tidak megikuti mereka.



Hye Sung membawa Rian ke belakang panggung pertunjukan. Rian bertanya, "Kenapa kau membantuku? Bukankah hubungan kita tidak terlalu dekat?" Hye Sung menjawabnya bahwa dia mencoba membaas budi pada Rian. Rian kemudian membahas mengenai ucapannya dulu, "Aku memikirkannya dan aku rasa Kenangan tidak memiliki kekuatan. Kalimat itu benar." Hye Sung terdiam mendengarnya dan dia berusaha menanyakan hal yang sangat ia ingin ketahui, "Bisa aku bertanya sesuatu? Kenapa kau berpisah degan JB?" Rian tersenyum sedih, "Aku tidak berpisah dengannya. Aku dicampakkan olehnya. Hari itu Ayah JB meninggal, aku berusaha menghiburnya namun dia mengatakan padaku jika dia ingin berpisah. Dia berkata bahwa dia berjanji pada ayahnya ingin menjadi seorang bintang. Namun karena dia sedang debut maka dia tidak bisa memberikan penghormatan terakhir pada Ayahnya. Dia ingin menempati janji itu pada Ayahnya. Jadi apa lagi yang bisa kulakukan? Aku tidak bisa bilang tidak karna aku tau betapa berharganya mimpi dia. Aku berusaha melindungi mimpi itu. Sejak hari itu, JB bergerak terus maju. Dia bahkan tidak pernah beristirahat. Orang yang menghentikan JB, adalah Kau...." Hye Sung terdiam dan mulai merasa bersalah.

Hye Sung kembali bertanya, "Apakah 'teman' yang kau maksud saat kau trainee itu adalah JB?" Rian tersenyum kembali, "Bintang itu hanya terlihat indah saat jauh. Tapi jika dilihat dari dekat, mereka tidak begitu hebat. Kau lihat? Aku toh bisa tetap hidup. Aku membanting tulang hingga menghindari wartawan seperti ini."


Hye Sung berada di dalam kamarnya dan sedang memikirkan apa mimpinya. Hye Sung mengingat kembali akan JB dan dia menentukan mimpinya itu adalah untuk memenuhi mimpi JB.

Si Woo yang sedang tertidur akhirnya terbangun karna mendengar ponsel JB yang terus berbunyi. Si Woo meminta agar JB mengangkat telfon itu tapi ternyata tidak ada JB di dalam kamar. Si Woo pun mengangkat telfon yang ternyata dari Hye Sung. Si Woo mengatakan pada Hye Sung bahwa hampir setiap malam JB terlambat pulang ke asrama, awalnya Si Woo menyangka jika JB itu pergi berkencan dengan Hye Sung.




Hye Sung datang ke Kirin dan berusaha mencari JB. Dan dia akhirnya melihat JB yang sedang latihan menari di dalam ruang latihan menari. Melihat ekspresi JB yang bersemangat itu membuat Hye Sung kembali merasa bersalah. Ekspresi JB saat menari itu benar-benar berbeda dengan ekspresi kelelahan yang selama ini JB suka tunjukkan di depannya.



Hye Sung pergi ke ruang latihan musik dan mulai membuat lagu. Dia mengingat setiap kalimat yang diucapkan oleh Rian pada saat masa traineenya dan menuliskannya menjadi sebuah lagu dengan judul "Together".


Pagi harinya JB terbangun dan dia menerima pesan dari Hye Sung yang mengajaknya untuk bertemu di aula KBC pada jam 2 siang. JB langsung tersenyum setelah mendapatkan pesan itu.



Di kamar Hye Sung, Hye Sung sudah terlihat berdandan cantik. Soon Dong dan Lee Seul pun langsung menggoda Hye Sung yang terlihat akan pergi berkencan dengan JB. Hye Sung kemudian berjalan keluar kamar asramanya, dan ia tidak menyadari bahwa Rian menatapnya bingung.





Di dalam kamar JB, JB juga terlihat sibuk untuk menentukan pakaian yang akan ia kenakan untuk pergi kencan. Namun akhirnya ia memilih menggunakan jaket jeans dan membawa tas agar lebih terlihat seperti anak sekolah. JB tersenyum senang saat meninggalkan kamarnya.


Hye Sung dan JB pun bertemu bersama di aula gedung KBC. JB bertanya pada Hye Sung, "Kenapa kita bertemu disini?" Hye Sung terus memandang ke panggung pertunjukan di depannya, "Tahun lalu aku menonton konser Eden disini. Penampilanmu di atas panggung, aku masih mengingatnya. Saat itu aku membayangkan bagaimana jika aku berdiri disisimu." JB tersenyum senang, "Kalau begitu, untuk konser selanjutnya maukah kau menjadi tamu?" Hye Sung diam saja tidak menjawab.

Hye Sung mengambil kertas musik yang sudah dia buat dan menyerahkannya pada JB sebagai hadiah. JB menerima kertas musik itu dan membaca judulnya, "Together? Kau dan aku bersama?" Hye Sung terus menerus menatap ke depan dan menghindari tatapan JB, "Untuk konser mendatang, aku ingin mendengar lagu ini." JB setuju, "Ini sebuah lagu duet. Dimasa mendatang kita akan menyanyikannya bersama-sama di atas panggung." Hye Sung menggelengkan kepala, "Aku hanya akan menonton dari sini. Tempatku hanya disana. Dan panggung adalah tempatmu. Bahkan jika umurmu 30, 40 tahun, perutmu mulai buncit, dan rambutmu mulai botak. Aku hanya akan menjadi penggemarmu. Sosok orang biasa Jang Woo Jae tu aku salah. Aku hanya suka seseorang yang berdiri di panggung dan bersinar seperti JB. Melihat JB yang kehilangan cahayanya, itu membuatku tertekan." JB menatap bingung pada Hye Sung, "Hye Sung, jangan seperti ini...." Hye Sung menatap JB, "Kita harus berpisah."

Saat Hye Sung akan berjalan pergi, JB menahan tangannya, "Aku akan berdiri di panggung lagi. Aku akan kembali menjadi JB yang ada dalam ingatanmu." Namun Hye Sung tetap menolak hal itu, "Menjadi kekasihmu itu sangat melelahkan. Bintang itu hanya terlihat indah saat jauh. Tapi jika dilihat dari dekat, mereka tidak begitu hebat." Hye Sung segera berjalan meninggalkan JB.


JB berusaha mengejar Hye Sung yang sudah berjalan lebih dulu menyebrang jalan. Saat akan menyebrang juga, JB melihat ada anak kecil di tengah jalan, dan dari arah berlawanan ada truk yang mendekat. JB pun dengan segera menyelamatkan anak kecil itu hingga ia terjatuh. Hye Sung yang mendengar suara itu pun langsung melihat ke belakang dan terlihat JB dan anak kecil itu yang terjatuh di aspal. Tangan JB masih terus mengenggam kertas musik yang diberikan oleh Hye Sung dan ternyata di bagian kertas musik itu ada tulisan dari Hye Sung, "Untuk JB dan Rian".