Sinopsis Dream High 2 Episode 9


DREAM HIGH 2
EPISODE 9

Yoo Jin segera menggendong Rian turun dari panggung. JB menghampiri Yoo Jin dan mengajak Yoo Jin untuk menuju mobil agar Rian bisa lebih cepat di bawa ke Rumah Sakit. Hye Sung berniat pergi juga namun Hye Poong menahan tangannya, "Jangan pergi...." Hye Sung menatap adiknya ragu antara memilih menemani adiknya atau ikut pergi mengantar Rian ke Rumah Sakit.


Sesampainya di Rumah Sakit, Yoo Jin langsung menggendong Rian masuk kedalam rumah sakit. JB kembali ke mobil untuk mengambil ponsel Rian. Ponsel Rian dalam keadaan terkunci namun dia ingat bahwa dulu Rian pernah mengatakan sesuatu padanya, "0822 itu password ponselku. Tanggal lahirmu." JB menekan angka 0822 dan ponsel Rian pun terbuka. JB pun kemudian menghubungi Ibu Rian mengenai kondisi Rian.


Rian membuka matanya dan dia mendapati Yoo Jin yang ada di sisinya. Yoo Jin terlihat khawatir saat melihat Rian sadar, "Kau sudah sadar? Apa kau tau ini ada dimana?" Rian menjawabnya, "Kau tidak perlu terlalu berlebihan. Kau... Bukankah kau kemari untuk bertemu Hye Sung?" Yoo Jin mengatakan bahwa dia sudah keburu mengantar Rian ke rumah sakit sehingga tidak sempat lama bertemu dengan Hye Sung. Rian terlihat sedikit merasa bersalah makanya dia bertanya pada Yoo Jin, "Apa kau benci padaku sekarang?(Karna membuat Yoo Jin gak sempet ketemu Hye Sung)" Yoo Jin justru tertawa mendengar pertanyaan Rian, "Kau ini lucu, Jika aku membencimu, lalu untuk apa aku membawamu ke rumah sakit huh? Hey ini sudah dua kali aku menolongmu. Apa kau pikir punggungku ini adalah taxi pribadimu hah? Tapi untung saja ada JB, Dia yang membawa mobil dan mengantar kita kemari." Rian langsung terlihat tidak senang saat nama JB disebutkan.


JB menghampiri Rian dan Yoo Jin sambil membawa Ponselnya Rian, "Aku tadi menghubungi Ibumu dan juga Direktur." Rian kesal dan langsung mengambil ponselnya kembali, "Siapa yang memberimu izin hah?! Keluar kau!! Bukankah Shin Hye Sung sudah cukup bagimu? Apa kau tidak mendengarku? Cepatlah keluar!!" JB mengikuti permintaan Rian dan dia pun berjalan pergi. Yoo Jin berkomentar pada Rian, "Dari tatapannya aku bisa lihat bahwa dia khawatir padamu." Rian tiba-tiba saja terjatuh pingsan kembali.


Berita mengenai Rian yang tampil di Chung Ju dan terjatuh pun sudah tersebar di Kirin bahkan foto-fotonya di tampilkan di TV Kirin. Semua murid berkumpul membahas mengenai foto Rian itu. Soon Dong berkomentar, "Artis bulan ini adalah Rian. Bahkan beritanya melampaui berita Hye Sung. Melihat hal ini, Rian terlihat menyedihkan." Hong Joo ikut mengangguk setuju. Ailee yang melihat foto itu juga berbisik pada Nana dan Si Woo, "Berita ini tidak akan mempengaruhi kita kan? Image Hershe benar-benar hancur..." Soon Dong bertanya, "Tapi... Mengapa hanya Rian yang pergi kesana?" Ailee dan Nana juga ikut bingung dan Ailee menjawabnya, "Entahlah. Direktur tidak memberitahu apapun pada kami. Rian bukanlah tipe orang yang suka dalam acara seperti itu. Apa ada sesuatu yang dia sembunyikan? Aku yakin Direktur memaksa dia karena Rian itu...." Nana dengan segera menutup mulut Ailee, "Hati-hatilah dengan ucapanmu...." Ailee mengangguk mengerti.

Rian terbangun dan dia sudah dipindahkan ke kamar rawat biasa. Yoo Jin berada di dalam kamar rawat dan dia bertanya pada Rian, "Kau sudah bangun?" Rian mengambil posisi duduk dan dia balik bertanya pada Yoo Jin, "Sudah berapa lama aku tertidur?" Yoo Jin tidak menjawab dan dia malah membicarakan hal lai, "Aku baru tau bahwa idola juga tidurnya mendengkur." Rian panik mendengar hal itu, "Aku mendengkur? Hmm mungkin karna aku kurang tidur akhir-akhir ini. Padahal aku belum pernah mendengkur sebelumnya." Yoo Jin tertawa melihat wajah panik Rian, "Aku hanya bercanda. Kau tadi tidr dengan sangat damai. Ah ya tadi Ibumu menelfon dan bilang bahwa dia akan segera datang." Rian terlihat tidak suka mendengarnya, "Aish... Aku tidak terlihat sedang sakit kan?" Yoo Jin tersenyum, "Mengapa kau bersikap seperti itu di depan Ibumu?" Rian menjawabnya, "Aku tidak begitu... Ibuku hanya terlalu sering mengeluh."


Tidak lama kemudian Ibu Rian datang dan Ibu Rian langsung berteriak histeris saat melihat Rian, "Rian!! Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka?" Rian menjawabnya ketus, "Ibu mengapa ada disini? Aku tidak apa-apa...." Ibu Rian tetap panik melihat keadaan Rian, "Dibagian mana kau merasa sakit?" Lihatlah wajahmu... Kau kurus sekali... Apa kau meminum suplemen yang Ibu berikan? Bagaimana dengan nasi? Kau tidak pernah melewatkan jam makanmu kan? Bukankah sudah kukatakan untuk makan tepat waktu dan jangan bekerja terlalu keras. Ayo kita pindah ke Rumah Sakit di Seoul saja..." Rian melirik Yoo Jin tidak enak dan berbisik pada Ibunya, "Ibu berhentilah berbicara..." Ibu Rian menatap Yoo Jin tidak enak juga karna mereka berdebat di depan Yoo Jin, "Kau ikuti saja apa yang Ibu katakan. Ibu akan mengurus semuanya dan juga aku akan membicarakan hal ini dengan Direktur."


Ibu Rian datang ke Kirin dan mengobrol dengan Kang Chul, "Aku tidak akan membiarkan anakku menjadi penyanyi lagi." Kang Chul menjawabnya santai, "Hm sepertinya ada kesalah pahaman. Mari kita diskusikan bersama." Namun Ibu Rian langsung menolaknya, "Rian pingsan karena kelelahan bekerja!" Kang Chul menyanggah hal itu, "Bukankah itu sebuah kecelakaan?" Ibu Rian kembali marah-marah, "Kecelakaan? Salah siapa ini? Oh baiklah jika anda ingin menyebutkan alasan." Kang Chul tidak senang dengan ucapannya Ibu Rian, "Alasan apa? Apakah anda mengatakan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh aku? Jika anda ingin benar-benar menyelidiki siapa yang bersalah, maka bukankah Rian yang bersalah karena dia lah yang naik ke atas panggung?" Ibu Rian marah, "Rian pergi ke tempat sejauh itu tanpa manager dan mobil, aku meminta kau mencarikannya pekerjaan namun aku tidak meminta ada perjanjian seperti itu...."

Produser Jae In yang berada di Ruang KanG Chul terlihat jengah dengan ucapan Ibu Rian. Kang Chul berkata, "Masuk akal atau pun tidak, orang yang berdiri diatas panggunglah yang bertanggung jawab dan itu artinya adalah sang penyanyi. Entah itu seorang pemabuk dengan lemparan botol, atau orang yang mengacau. Dan lagi itu hanya sebuah bola sepak. Apa yang salah dengan hal ini? Anda jelas mengada-ngada." Ibu Rian balas berkata, "Siapa selama ini yang memaksa Rian untuk menjadi penyanyi? Untuk saat ini aku minta agar Rian fokus dalam akting saja. Biarkan saja Rian mundur dalam audisi Super Idol itu."

Produser Jae In berkomentar, "Aku adalah orang yang bertanggung jawab dalam masalah audisi. Apa aku boleh mengatakan sesuatu?" Ibu Rian menatap Produser Jae In, "Apa?" Produser Jae In melanjutkan ucapannya, "Dalam kondisi Rian yang seperti ini... Mustahil sebenernarnya membiarkan dia mengikuti audisi. Sepertinya anda salah paham akan suatu hal. Jika Rian tidak bisa menjadi penyanyi maka dia juga tidak akan pernah bisa menjadi seorang Aktris." Ibu Rian terdiam mendengarnya.


Yoo Jin masih menggui Rian di kamar rawatnya Rian. Pintu kamar terbuka dan terlihat Hye Sung yang datang bersama dengan adiknya Hye Poong.

Yoo Jin dan Hye Sung pun mengobrol berdua di luar kamar Rian. Hye Sung bertanya, "Apa Rian sudah baikan?" Yoo Jin menjawabnya, "Dia bilang sudah merasa lebih baik tadi." Hye Sung kembali bertanya, "Hm jangan katakan padaku bahwa kau kemari untuk menemuiku... Kau kenapa datang kemari?" Yoo Jin menunduk dan terlihat ragu menjawab, "Kau mungkin tidak tau, tapi waktu itu... Rian menyanyikan lagumu." Hye Sung tersenyum, "Aku tau. Aku mendengarkan siarannya." Yoo Jin berkata, "Sebenernya aku tidak bermaksud begitu namun tiba-tiba semuanya menjadi seperti ini. Ini adalah kesalahanku." Hye Sung lagi-lagi tersenyum pada Yoo Jin, "Kau tidak perlu meminta maaf. Jika bukan karena kalian maka mungkin orang-orang tidak akan tau laguku." Yoo Jin menatap Hye Sung, "Apa maksudmu? Bukankah kami semua sudah tau lagumu? Kau... Aku dan para pelajar lainnya tau. Semua orang menuggumu. Kau harus kembali."

Hye Sung bangkit dari duduknya, "Terima kasih kau sudah mau datang. Tapi aku tidak bisa kembali. Aku tidak akan kembali. Aku tidak tau kapan ini akan berahir bagiku, namun musik itu seperti sebuah pengakuan cinta yang tidak terungkapkan. Hanya pengakuan cinta yang tidak terungkapkan pada diriku sendiri.... Rian sekarang pasti sudah sadar, kau temuilah Rian. Aku pulang...." Hye Sung kemudian berjalan pergi meninggalkan Yoo Jin.


Soon Dong, Ui Bong, Hong Joo dan juga Lee Seul sedang berlatih menari lagunya Rain. Namun diantara mereka semua yang gerakannya bagus hanyalah Ui Bong dan tentu saja hal ini membuat Ui Bong sendiri kebingungan karna teman-temannya tidak bisa mengikuti gerakan. Guru Jin Man datang ke ruang kelas dan bertanya, "Apa yang kalian lakukan?" Soon Dong menjawabnya semangat, "Misi kali ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan 'B' (Bi=Rain). Kami sedang berlatih." Hong Joo berkata pada Guru Jin Man, "Lihatlah kami sudah bekerja keras. Mirip dengan Rain kan?" Guru Jin Man berkomentar, "Aku tidak melihat sosok Rain sama sekali. Lihatlah perutmu itu!" Guru Jin Man kemudian menatap Lee Seul, "Kau! Apa ada hal yang membuatmu puas di dunia ini hah? Kau bahkan menari sambil mengunyah permen karet." Lee Seul menatap Guru Jin Man bingung karena dia belum mengenal Guru Jin Man dia pun bertanya pada Ui Bong, "Siapa pria ini?" Ui Bong menjelaskan bahwa Guru Jin Man adalah Guru bahasa Inggris mereka. Guru Jin Man berkata pada semuanya, "Kalian ikuti lah aku..."

Guru Jin Man membawa mereka ber-empat ke ruangan latihan dimana terlihat JB, Si Woo, Ailee dan Nana sedang latihan dance dan mereka gerakannya sangat bagus. Hong Joo berkomentar, "Gerakan mereka sangat baik... Kita benar-benar sudah kalah...."


Produser Jae In sedang memberikan arahan pada guru pembimbing mengenai acara audisi, "Tidak banyak waktu yang tersisa sebelum audisi. Kau harus menunjukan yang terbaik di atas panggung. Bukan hanya pelajar yang bertanggung jawab, tetapi para guru juga. Jadi tolong ingat hal itu." Para guru mengerti dan kemudian pergi meninggalkan ruangan kecuali Guru Taeyeon.

Produser Jae In bertanya pada Guru Taeyeon, "Apa ada yang ingin kau katakan?" Guru Taeyeon menjawabnya, "Ini... Ini adalah tantangan yang sulit. Dari awal ini sebuah kompetisi yang tidak adil. Antara amatir dan idola profesional. Mengenai misi kali ini, 'B' apa kau mau memberikan sedikit petunjuk pada kami? Bukankah anda akan memberikan sedikit kemudahan pada lawan yang lemah? Jadi kalau anda memberikan sedikit petunjuk maka ini menjadi kompetisi yang adil..." Produser Jae In berkata, "Saat kita berpartisipasi dalam sebuah olimpiade, bukankah kita memiliki posisi start yang sama? Lalu untuk apa ada peraturan? Agar kita bisa berkompetisi dalam kondisi yang sama itulah alasan ada peraturan. Apakah anda selalu mengajarkan murid anda untuk bersikap seperti ini? Bertingkah seperti anak manja, melanggar peraturan dan bahkan meminta tips?" Guru Taeyeon menjawab, "Tidak. Aku hanya berusaha mendapatkan petunjuk...." Produser Jae In mengatakan, "B itulah petunjuknya. Apa aku masih harus mengatakan sesuatu pada mu? Apa kau tipe orang yang akan membuatku kecewa?" Guru Taeyeon menunduk malu dan kemudian berjalan pergi keluar ruangan.


Guru Taeyeon berjalan dan bertemu dengan Ji Soo, "Aku heran, ini terlihat seperti bukan dirimu. Bisa bisanya kau berfikir mengenai melanggar peraturan yang ada. Bukankah groupmu akan merasa malu karena sikapmu itu?" Guru Taeyeon kesal mendengarnya, "orang yang akan benar-benar maslu adalah dirimu Guru Ji Soo." Ji Soo tertawa, "Ada beberapa hal dimana semangat dan kerja keras tidaklah cukup. Mengajar harusnya bisa membuat potensi murid keluar. Tidak peduli seberapa kau berusaha, tidak akan ada hasil apapun. Pada akhirnya mereka hanyalah sebuah lubang."

Guru Taeyeon tidak suka mendengarnya, "Apa kau menyebut mereka(Murid Guru Tayeoen) sebagai lubang hah?" Ji Soo bertanya balik, "Lalu apa aku harus mengatakannya sebagai rongga? Ah ya benar.... Murid yang pindah itu, Shin Hye Sung... Bukankah dia mengingatkanmu pada seseorang? Seseorang yang tidak tau cara bernyanyi dengan benar namun menjadi seorang pelatih vokal. Apa kau tau siapa dia? Dan lagi dia tidak memiliki bakat luar biasa, hanya tau bagaimana cara menyulitkan orang-orang di sekelilingnya.. Bagaimana jika kau melepaskan Hye Sung dan membantu muridmu saja hah?" Guru Tayeoen menjawab, "Justru karena hal itu aku tidak bisa melepaskan Hye Sung begitu saja!" Ji Soo tetap memandang rendah pada Guru Taeyeon, "Apa gadis itu akan kembali?" Guru Taeyeon menjawab penuh keyakinan,"Pasti! Dia akan kembali! Huh...." Guru Taeyeon langsung pergi meninggalkan Ji Soo.


Hye Poong sedang berada di kamarnya. Ponsel Hye Sung berbunyi dan dia pun mengangkatnya, "Hallo." Orang menelfon bertanya, "Apakah anda Shin Hye Sung? Aku Ye Eun dari Wonder Girls." Hye Poong menjawab kesal, "Ahjumma... Jika kau wonder Girls maka aku adalah Girls Generation!" Dengan cepat Hye Poong mematikan ponsel Hye Sung itu.


Hye Sung yang baru datang ke kamarnya pun memarahi Hye Poong yang lagi-lagi dengan sembarangan menjawab telfon di ponselnya Hye Sung. Ada sms yang masuk dan Hye Sung pun membacanya, "Kau mungkin berfikir bahwa ini adalah telfon iseng. Tapi aku benar-benar Ye Eun Wonder Girls. Kami berniat untuk memasukan lagumu ke dalam Album kami jadi tolong hubungi kami." Hye Sung shock membaca sms itu. Hye Poong yang penasaran pun dengan segera merebut ponsel Hye Sung dan ikut terkejut, "Woow!! Ini benar-benar Ye Eun Wonder Girls!! Kita harus meminta tanda tangannya. Ayo segera telfon balik dia!!" Hye Sung merebut kembali ponselnya dan mengacungkan ponselnya tinggi hingga Hye Poong tidak bisa merebutnya. Hye Sung masih terlihat bingung dengan hal ini, "Aneh... Bagaimana mereka tau bahwa aku yang menciptakan lagu itu?" Hye Poong berkomentar sambil terus melompat mencoba merebut ponsel Hye Sung, "Yang terpenting Eonni Telah menjadi pencipta lagu!! Eonni kau benar-benar terkenal sekarang!!" Hye Sung tersenyum mendengarnya, "Pencipta lagu.... Benarkah aku menjadi pencipta lagu?" Dan diam-diam Ayah Hye Sung mendengar hal itu.


Yoo Jin sedang berjalan menuju Kirin. JB menghampirinya untuk mengajak berbicara namun Yoo Jin menolak dan beralasan bahwa mereka sudah telat. JB tetap mengejarnya dan mengajaknya berbicara, "Apa kau sudah bertemu Hye Sung? Apa dia mengatakan akan kembali?" Yoo Jin menjawabnya santai, "Sudah kukatakan bahwa dia akan kembali, tunggu saja. Dia pasti kembali sebelum misi audisi dimulai. Kau tau kan bahwa dia menyukaiku? Itu seperti cinta yang tak terbalas." JB menepuk punggung Yoo Jin dan menatapnya, "Orang yang Shin Hye Sung suka itu adalah aku. Apa kau tidak tau bahwa cinta itu tidak dapat dipaksakan? Inspirasi, bakat, emosi itu adalah bawaan lahir.... Kau perlu memiliki hal itu. Jangan dengan ceroboh meniru orang lain hanya karna terlihat keren." Yoo Jin terdiam mendengar kata-kata JB dan dia teringat bahwa dulu dia juga pernah mengatakan kalimat itu pada seseorang, "Kau... kau... kau Jang Woo Jae?!" JB tersenyum, "Sekarang kau sudah ingat? Benar-benar lambat. Padahal aku sudah mengujimu beberapa hari ini tapi tetap kau gagal menyadarinya."

Yoo Jin mengacak-acak rambut JB dan tersenyum, "Wow senang bertemu denganmu kembali. Kau ternyata banyak berkembang. Rasanya seperti kemarin saja melihat kau yang gugup memegang gitar." JB kesal melihat Yoo Jin yang mengejeknya, "Aish. Bukankah sudah kukatakan sebelumnya? Aku akan membuatmu berlutut dihadapanku dalam waktu 3 tahun. Aku datang ke sekolah ini hanya untuk melihat perkembanganmu. Tapi aku merasa kau membosankan sama sekali tidak menyenangkan." Yoo Jin menaruh lengannya pada pundak JB, "Tidak peduli apa yang kau katakan, tapi dimataku kau tetaplah pecundang. Jangan merasa keren dengan cara mengikuti orang lain." JB menyeringai kesal, "Demi mengetahui siapa yang lebih hebat, kita tunggu saja hasil audisi. Jadi untuk saat ini tolong jaga lututmu itu. Ah dan satu lagi... Orang yang kau hadapi saat ini bukanlah Jang Woo Jae 3 tahun lalu. Saat ini aku adalah JB." Yoo Jin mendengus kesal, "Kau pikir aku bermasalas-malasan selama 3 tahun ini hah?" JB menatap Yoo Jin dari atas hingga bawah, "Kau bahkan terlihat seperti belum tidur dalam waktu yang lama." JB tertawa dan meninggalkan Yoo Jin yang benar-benar kesal.

Setelah kepergian JB, Yoo Jin mengingat ucapan Produser Jae In, "Berapa lama kau berencana untuk terus melarikan diri? Apa kau ingin terus hidup dalam bayang-bayang anak berusia 10 tahun?"

Guru Taeyeon sedang memberikan semangat pada murid-muridnya namun terlihat jelas bahwa murid-muridnya sudah tidak bersemangat sama sekali untuk audisi. Ui Bong bilang bahwa dia akan kembali ke rencana awal hidupnya yaitu menjadi penari latar saja. Hong Joo juga mengatakan bahwa dia akan ikut audisi Super K saja. Soon Dong menatap Guru Taeyeon, "Guru... Apa aku harus pindah sekolah?" Sedangkan Lee Seul berkata santai, "Huh sudah kuduga akan seperti ini..."

Pintu ruangan terbuka dan masuklah Yoo Jin, "Guru! Aku ingin menjadi Super Idol!" Guru Taeyeon dan yang lainnya menatap Yoo Jin bingung, "Hm bukankah kau sudah menjadi Super Idol?" Yoo Jin menjawabnya, "Bukan begitu! Aku akan mempertaruhkan reputasiku sebagai seorang Super Idol. Lihatlah aku patsi akan menang dan membuat JB mengakui bahwa dia kalah dariku!" Guru Taeyeon senang karna ternyata di dalam groupnya masih ada yang memiliki semangat.


JB mengatakan pada Groupnya bahwa dia berfikir jika 'B(Rain)' itu hanyalah sebuah trik. JB memutar kaset lagu yang dibawanya dan semuanya pun mendengarkan lagu-lagu yang diputar. Ji Soo masuk kedalam ruang latihan dan mendengar lagu yang diputar dan kemudian dia berkomentar, "Hujan yang turun dari langit adalah Bi, Hujan yang sedih juga dianggap Bi. Maksudnya adalah sesuatu yang berkaitan dengan Hujan." Nana terlihat senag dengan ide JB, "Ini seperti sebuah musikal. Sangat menyenangkan." Si Woo menatap JB penasaran, "Tapi kau sedikit aneh... kau seperti sedang mencoba menampilkan yang terbaik pada seseorang." JB tersenyum gugup, "Hah? Menampilkan apa?" Ji Soo berkata pada JB, "Bagus jika mempunyai minat tapi kita sudah tidak memiliki cukup waktu jika ingin mengubah lagunya dan juga mengubah tariannya." JB berkata pada Ji Soo penuh percaya diri, "Jangan khawatir. Aku akan menunjukan pada semua orang apa arti seorang profesional yang sebenarnya."


Yoo Jin dan teman-temannya sedang latihan menari lagunya Rain namun tiba-tiba saja Yoo Jin mematikan music player sehingga yang lainnya terlihat bingung. Guru Taeyeon bertanya, "Yoo Jin, ada masalah apa lagi?" Yoo Jin menggerutu, "Aku sudah melakukan persiapan namun tetap saja ini seperti sebuah tiruan. Kalau kita hanya menyanyikan lagu Rain dan mengatakan bahwa ini adalah jawaban dari misi itu, bukankah ini terlalu mudah? Dan lagi dalam audisi ini yang diperlukan adalah kepribadian. Kalau kita meniru, kita sudah pasti gugur." Ui Bong bertanya bingung, "Lalu apa jawabanya? Bukankah itu sebabnya kita menyanyikan lagu Rain?" Yoo Jin mencoba menjelaskan pemikirannya, "Bukan begitu. Kita memerlukan kepribadian yaitu ciri khas kita. Bukan ciri khas orang lain. Kita harus menemukan sesuatu yang lebih baik." Guru Taeyeon mengeluarkan pendapatnya, "Sebenarnya aku memiliki pemikiran yang sama dengan Yoo Jin. Apa yang kita pikirkan saat mengingat Rain?" Semuanya tediam mencoba berfikir.


Kepala Sekolah yang diam-diam mengontrol kelas hanya bisa menarik nafas berat melihat groupnya Yoo Jin yang terlihat belum siap audisi. Kepala Sekolah bertemu dengan Produser Jae In dan mencoba menanyakan sesuatu, "Tunggu sebentar... Aku juga biasa menciptakan lagu, hmm anggap saja ini sebuah pertanyaan. Apa alasanmu dibalik pemilihan Jin Yoo Jin sebagai seorang Super Idol?" Produser Jae In menjawabnya, "Para Artis OZ adalah yang terbaik dalam industri saat ini. Kalau kita tidak mengubah sistem mereka saat ini maka mereka tidak akan bisa bertahan." Kepala Sekolah masih terlihat tidak mengerti, "Aku tidak mengerti. Jadi maksudmu kay hanya mencoba melempar pancingan untuk mengubah kondisi yang ada?" Produser Jae In tersenyum, "Anggaplah dia sebagai pemacunya. Dalam sebuah perlombaan maraton, demi menyingkirkan rintangan maka entah itu menang atau kalah selama mereka..." Kepala Sekolah langsung memotong ucapannya, "Aku mengerti maksudmu."

Kepala Sekolah melanjutkan ucapannya, "Tapi Jin Yoo Jin bukanlah seseorang yang dengan mudah setuju untuk menjadi seorang pemacu." Produser Jae In menatap ke kelas tempat Yoo Jin sedang latihan, "Yang kita butuhkan adalah seorang Super Idol. Seseorang seperti Michael Jackson atau Lady Gaga. Seorang bintang yang tidak tergantikan. Jadi untuk mengembangkan mereka maka kita memerlukan sosok pemacu. Bukankan ini menarik?" Kepala Sekolah menarik nafas, "Apakah Jin Yoo Jin ingin atau tidak, biarkan dia memutuskan sendiri. Yang aku ingin katakan itu dia hanyalah anak berusia 19 tahun. Dia telah tersakiti di masa lalunya, akrena itu..." Produser Jae In memotong ucapan, "Tidak ada yang memaksanya. Yoo Jin lah yang memilih jalannya. Siapa yang akan tau jika mungkin saja seorang pemacu lah yang akan menang pada akhirnya..." Produser Jae In tersenyum penuh arti dan berjalan pergi.


Guru Taeyeon sedang mencoba memikirkan maksud dari 'B' untuk misi pertama audisi. Ponselnya berbunyi dan dia pun menjawabnya, "Hallo? Stasiun siaran? Hah? Maksudmu Hye Sung datang?!"


Hye Sung masuk kedalam ruang siaran dan bertemu dengan Ye Eun. Dan Hye Sung pun menyanyaka hal yang sangat membuatnya penasaran, "Hmm bagaimana kau tau bahwa lagu itu diciptakan olehku?" Ye Eun memberikan cd pada Hye Sung, "Gurumu yang mengirimkan ini kepada kami." Hye Sung menatap cd itu dan dia yakin bahwa Guru Taeyeon lah yang telah mengirimkannya. Pintu Ruang Siaran terbuka dan masuklah Rian yang langsung menyapa Ye Eun. Ye Eun senang melihat kedatangan Rian dan memeluknya. Rian tiba-tiba saja menyapa Hye Sung dengan ramah dan itu membuat Hye Sung sedikit bingung.


Di ruang guru, Guru Taeyeon langsung memutar siaran radio. Guru Jin Man yang melihat sikap Guru Taeyeon pun bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan?" Guru Taeyeon menjawabnya, "Tenanglah... Hari ini adalah hari perdana siaran radionya Hye Sung. Aku tidak boleh terlewatkan satu kata pun." Guru Jin Man terkejut mendengarnya, "Wow benarkah? Anak itu harus berterima kasih padamu karna kaulah yang sudah mengirimkan cd lagu itu berulang kali pada stasiun radio."


Siaran radio pun dimulai. Ye Eun membuka acaranya dan memperkenalkan Rian dan Hye Sung, "Hari ini kami mengundang 2 tamu istimewa. Beberapa waktu yang lalu lagu Hello To My Self diputar di sebuah siaran. Dan tamu kita adalah Rian dari Herhse dan pencipta lagu Shin Hye Sung. Wow sangat senang bisa bertemu dengan kalian berdua dan kalian terlihat sangat akrab." Rian yang menjawabnya duluan, "Benar. Setelah pindah sekolah, aku berteman dengannya. Dan lagi dia teman sekamarku. Dia benar-benar teman yang baik." Rian menatap Hye Sung seolah memberikan isyarat agar Hye Sung mengikuti ucapannya. Ye Eun berkata, "Setelah pemutaran pertama lagu, bahkan sebelum ada rilis lagu secara resmi namun sudah banyak sekali yang meminta lagu itu untuk diputar oleh kami. Bagaimana perasaanmu?" Hye Sung kini yang menjawab, "Ah ini terasa seperti mimpi. Aku tidak pernah menyangka bahwa laguku dapat diputar di siaran radio."

Ye Eun memberikan pertanyaan, "Pada awalnya orang-orang berfikir bahwa Rian dari Hershe lah yang menciptakan lagi, Bagaimana ini?" Rian segera mengambil alih untuk menjawabnya, "Ah itu... Karena alasan keluarga, Hye Sung pindah sekolah. Jadi aku menggantikan Hye Sung naik ke atas panggung dan saat itu adalah hari dimana Hye Sung pergi. Jadi aku menganggapnya sebagai hadiah perpisahan dan menyanyikan lagu itu. Tidak peduli kemanapun kau pergi, Kau harus semangat. Aku menggunakan lagu itu untuk menyemangatinya."


Yoo Jin, Ui Bong, Lee Seul dan Soon Dong yang mendengar siaran radio itu pun merasa aneh dengan semua yang diucapkan oleh Rian.


Ye Eun bertanya pada Hye Sung, "Hye Sung apa kau tau hal itu?" Rian dengan tiba-tiba menjawab, "Dia mungkin tidak tau karna kami menyiapkannya sebagai kejutan." Rian terlihat gugup takut jika Hye Sung mengatakan hal sebaliknya yang telah ia katakan. Hye Sung menatap Rian dan menjawab, "Ah benar. Aku berterima kasih pada Rian. Jika bukan karnanya mungkin laguku tidak akan menjadi seterkenal ini. Sebenenarnya lagu ini tidak benar-benar di selesaikan olehku. Aku hanya menulis liriknya. JB yang mengaransemen lagunya dan Band Kirin yang menampilkannya. Jika bukan karna teman-temanku, mungkin lagu ini sudah menghilang dari dunia. Karena itulah aku sungguh bersyukur mempunyai teman-teman yang telah membawakan lagu ini menjadi hidup."


Teman-teman Hye Sung yang mendengarnya pun merasa terharu dengan perkataan Hye Sung. Sementara itu JB terlihat berdiri di pintu kamar rawatnya Rian sambil memegang bunga.


Ye Eun bertanya pada Hye Sung, "Jujur saat pertama kali mendengar lagunya, aku merasa bahwa ini seperti kisah nyata yang dialami. Apakah ada sebuah alasan dibalik penulisan lagu ini?" Hye Sung menjawabnya, "Sekolah kami memiliki banyak murid yang berbakat. Di saat aku melihat mereka, aku menyadari bahwa aku memiliki banyak kekurangan. Seperti seekor kura-kura yang tidak mungkin mengejar kelinci. Aku hanya merasa bahwa aku harus lebih berusaha tapi semua terasa tetap percuma. Sepertinya aku tidak terlahir seperti mereka. Aku merasakan perasaan frustasi itu dan seperti menulis diary, aku menulis lirik ini."


Ayah Hye Sung bersama Hye Poong mendengarkan siaran itu di rumah dan Ayah Hye Sung terlihat sedih juga mendengar perkataan Hye Sung.


Guru Taeyeon terlihat mau menangis makanya Guru Jin Man memberikan tisu padanya. Namun tiba-tiba saja Guru Taeyeon berdiri dari duduknya dan berteriak, "Aku menemukannya... B!! Aku mengerti sekarang!!!"


Ye Eun berkata pada Hye Sung, "Saat aku masih sebagai pendatang baru, seorang pencipta lagu mengatakan padaku bahwa musik yang sesungguhnya itu bukan di ciptakan, melainkan di temukan. Dapat menemukan lagu seperti ini adalah sebuah kemampuan juga. Dan selama kau memiliki hati yang tulis seperti yang ku miliki saat ini, maka dimasa datang kau akan menemukannnya lagi. Sebuah lagu yang indah dan teman yang baik. Ok baiklah mari kita dengarkan lagi Hello To My Self...." Rian sudah bersiap-siap berdiri untuk menyanyikannya namun Ye Eun menahannya. Ye Eun bertanya pada Hye Sung, "Hye Sung, apakah aku boleh menyanyikan lagunya? Aku ingin mendapatkan persetujuan langsung dari penciptanya." Hye Sung tentu senang mendengarnya dan setuju.


JB masuk kedalam kamar rawat Rian dan ternyata Rian tidak ada. Makanya dia meninggalkan bunganya di atas meja dan kemudian pergi.


Acara siaran sudah selesai dan Ye Eun secara langsung mengatakan pada Hye Sung bahwa dia berharap bisa menjadi yang pertama mendengarkan lagu-lagu Hye Sung karna dia sangat ingin memasukan lagu ciptaan Hye Sung ke dalam albumnya. Hye Sung senang mendengarnya dan setuju.


Saat keluar dari ruangan Siaran, Rian menemui Hye Sung, "Jangan salah mengerti hanya karna kau ikut dalam satu kali siaran ini. Kau mungkin bisa merasa bahwa kau adalah seorang bintang, namun tidak akan ada yang mengingatmu." Hye Sung tersenyum tulus, "Jangan khawatir. Aku sudah puas hanya dengan hal ini saja. Akhirnya aku menemukan jalanku."


Hye Sung datang ke Kirin, JB yang melihatnya pun langsung menyambutnya dan menunjukan dancenya di depan Hye Sung. JB mengambil tas Hye Sung dan berkata padanya, "Karna kau sudah melihat pertunjukanku maka kau harus membayarnya." JB membuka tas Hye Sung dan mengambil Kalung Kirin dari dalam tas Hye Sung. Hye Sung baru mau mengatakan sesuatu namun JB memotong ucapannya, "Ini milikku sekarang. Terima kasih. Dan terima kasih juga karna sudah kembali." Hye Sung hanya tersenyum melihat sikap JB.


Hye Sung datang ke ruang guru untuk mencari Guru Taeyeon tapi dia justru mendapatkan kejutan dari teman-temannya. Hye Sung senang melihat teman-temannya kembali, "Apa kau mendengarkannya? Siaran radio..." Soon Dong menjawabnya, "Kami semua mendengarnya. Huh siapa yang menyangka bahwa Shin Hye Sung yang berada di peringkat akhir dalam ujian justru menjadi yang pertama debut." Hye Sung mengucpkan rasa terima kasihnya pada Guru Taeyeon karna guru Taeyeon lah yang sudah mengirimkan lagunya pada stasiun radio. Guru Taeyeon lalu memberikan selembar kertas pada Hye Sung, Hye Sung membacanya dan terkejut, "A... Aku bisa kembali ke sekolah ini?" Guru Taeyeon menjawabnya, "Tentu saja. Seorang calon pencipta lagu terkenal tentu harus kembali ke Kirin."

Ui Bong, Hong Joo dan juga Soon Dong sama-sama mengatakan bahwa Hye Sung datang di saat yang tepat yaitu sebelum di adakannya ujian dan Soon Dong juga berjanji tidak akan pernah membiarkan Hye Sung untuk pergi kembali.


Guru Taeyeon mengatakan pada groupnya bahwa dia sudah mendapat ide mengenai misi mereka yaitu 'B'. Ui Bong bertanya, "B? Huruf alphabet B?" Guru Taeyeon menganggukan kepalanya, "Ya! Dan orang yang akan membantu kira menemukan jawaban ini adalah Hye Sung." Hye Sung berfikir sesaat dan dia mengatakan bahwa dia mengerti maksudnya. Hye Sung maju ke depan kelas dan membuat lirik lagi menggunakan huruf B, "Kelas B yang tidak bisa menjadi Kelas A. Kelas B yang ingin menjadi kelas A. Seseorang yang tidak bisa berdiri di puncah namun ingin berada di puncak. Bagaimana?"

Hong Joo mulai memaikan gitar acousticnya dan menyanyikan lirik yang dibuat oleh Hye Sung. Teman-temannya yang lain pun mulai mengikuti menyanyikannya bersama. Semuanya kemudian bersorak bersama karna telah menemukan lagu untuk audisi mereka. Bahkan Yoo Jin mengatakan bahwa ini lah musik yang sesungguhnya.

Ui Bong kini tugasnya yang membuat koreografinya. Ui Bong sudah membuatnya namun itu hanya bisa di lakukan oleh dirinya sendiri sedangkan teman-temannya yang lain hanya bisa diam saja. Akhirnya Ui Bong mengubahnya hingga 3 kali menjadi sangat sederhana dan teman-temannya yang lain pun setuju.


Ji Soo sedang melihat latihan groupnya Guru Taeyeon dan dia menertawainya. Guru Taeyeon menghampiri Guru Ji Soo dan bertanya, "Omo omo omo... apa kau sedang mengintai kami sekrang? Kau melanggar aturan huh?" Guru Ji Soo tertawa, "Melanggar aturan? Bukan begitu. Tidak ada yang perlu diintai dari kalian. Lihatlah, Shin Hye Sung benar-benar penganggu...." Guru Taeyeon menatap ke ruang latihan dan memang terlihat jika Hye Sung kesulitan mengikuti gerakan yang diajarkan Ui Bong. Guru Taeyeon kembali berkata pada Guru Ji Sii, "Guru Ji Soo, sepertinya groupmu juga memiliki penganggu. Bagaimana dengan Rian? Bukankah dia sedang sakit sehingga tidak bisa ikut alam audisi? Untuk para idola, penampilan ada hidupnya. Apa yang akan dia lakukan jika penampilannya sudah tidak ada? Dan, para siswa adalah pertanyaan, bukan jawaban. Kita menuntun mereka untuk mendapatkan jawaban. Aku juga baru mengerti hal iu."


Hye Sung sedang latihan menari sendirian dan JB melihat hal itu. Hye Sung terkejut saat melihat JB yang sedang ada di ruang latihan juga, "Sudah berapa lama kau disini?" JB tidak menjawab, dia justru mengajak Hye Sung untuk makan bersama.


JB dan Hye Sung pergi ke Restaurant bersama. JB berkomentar mengenai penampilan Hye Sung, "Tarianmu tidak terlalu buruk. Tapi di saat penampilan yang sebenarnya maka itu tidak akan mudah. Kau tidak akan berpenampilan seperti ini kan?" Hye Sung menatap JB bingung, "Kenapa? Aku merasa nyaman." JB menjawabnyam "Pakaian bagus akan menggantikan pakaian latihanmu dan sepatu heels akan menggantikan sepatu latihanmu itu juga." Hye Sung terkejut, "Itu sungguh tidak beralasan. Bagaimana bisa aku menari dengan pakaian seperti itu?" JB tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan membantu Hye Sung mempersiapkannya.

JB membawa Hye Sung ke salon untuk di dandani dan kemudian mereka mencari baju untuk Hye Sung. JB memuji Hye Sung yang terlihat cantik. Namun Hye Sung tetap tidak merasa percaya diri, "Apa ini tidak aneh?" JB menggelengkan kepala, "Saat aku debut, aku mempelajari satu hal. Saat penampilanmu terlihat seperti seorang profesional maka saat itu perliakumu juga akan berubah menjadi seorang profesional. Kau berlatihlah sungguh-sungguh."

Setelah mencari pakaian untuk Hye Sung, mereka berdua berjalan bersama untuk kembali ke Kirin. Hye Sung bertanya, "Mengapa kau bersikap baik padaku? Kita kan tidak satu group." JB terlihat bingung menjawabnya, "Itu... itu..." Hye Sung menatap JB, "Menganai Hal di gereja.... Jika kau bersikap baik padaku karna takut aku salah paham maka kau tidak perlu khawatir." JB ingin menjelaskan maksudnya namun Hye Sung segera mengatakan jika dia harus kembali untuk latihan.


Rian memasukan 2 bunga tulip kuning yang dia temukan di kamar rawatnya itu kedam vas. Rian bergumam bahwa JB ternyata belum lupa mengenai bunga kesukaannya. Rian menatap cermin yang selalu dia bawa, dan terlihat ada luka kecil di bagian bibirnya tapi ternyata luka itu hanyalah luka palsu yang dibuat oleh Rian.


Ui Bong, Soon Dong, Hong Joo, Lee Seul dan Yoo Jin sedang makan bersama. Hye Sung datang dan Soon Dong memuji penampilan Hye Sung yang terlihat cantik, "Aigooo kau benar-benar cantik. Jadi dari karya besar siapa kau hah? JB? Jadi siapa yang telah mengubah putri kami ini? Ah ya kemarin malam kau jam berapa kembali? Saat aku bangun pagi aku tidak melihatmu." Yoo Jin langsung emosi saat nama JB di ucapkan makanya dia pun jadi marah-marah pada Hye Sung, "MWO? Apa kau gila? Kau juga terlambat pada latihan hari ini. YA! Tidak ada waktu untuk berkencan tau!!" Hye Sung kesal dan segera pergi.


Nana, Ailee dan Si Woo berada di ruang latihan dan mereka ber tiga sedang menatap bingung pada JB yang berusaha menyatukan warna rubiknya. JB berhasil membuat 1 warna bersatu dan dia langsung berteriak kegirangan sambil keluar dari ruang latihan.


Rian datang ke asrama Kirin dan dia membuka kotak tempat dia menyimpan sepatu-sepatu JB. Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan yang masuk adalah JB, "Shin Hye Sung, aku sudah menyelesaikannya!" JB dan Rian sama-sama terkejut. JB menatap sepatu miliknya yang masih di simpan oleh Rian dan dia bergumam pelan, "Kau ternyata masih menyimpannya." Dari pintu terlihat Hye Sung yang berdiri di sana. Rian menatap JB, "Apa kau ingat yang kau katakan padaku setelah memberikan sepatu ini? Kau bilang mimpi dan semangatmu... dan... Baaimana perasaanmu padaku sekarang? Shin Hye Sung... Apa kau menyukainya?" JB menjawabnya tanpa tau jika Hye Sung ada di depan pintu, "Aku berharap Hye Sung bisa sukses, aku ingin membantu dan mendukungnya. Aku tidak tau apakah ini bisa di anggap rasa menyukainya." Rian sedih mendengar hal itu, "Kata-kata itu lebih buruk dari saat kau mengatakan bahwa kau menyukaiku."

Rian mengambil kotal sepatu itu dan menjatuhkan seluruh sepatu JB di depan JB. Rian kemudian pergi kelur. JB memunguti semua sepatunya kembali. JB menatap ke pintu dan melihat ada Hye Sung. Hye Sung hanya tersenyum kecil dan kemudian berjalan pergi.


Audisi Super Idol dimulai... Produser Jae In berdiri di atas panggung untuk membuka acara, "Dalam setiap kontes ada yang menang dan kalah. Hari ini semua orang akan mendengar sorakan dari pemenang dan melihat air mata dari yang kalah. Setelah melihat penampilan mereka sema akan ada voting untuk menentukan pemenangnya. Pemain Baseball pernah mengatakan "ini belum berakhir hingga semua berakhir" jadi hadilnya akan diputuskan segera saat ada pihak yang menyerah. Selama ada harapan kecil yang terisa, tidak pedulu berapa besar perbedaannya namun kompetisi tidak akan berakhir. Untuk group yang kalah, akan ada kesempatan untuk kembali. Kalian ada pilihan untuk menyerah begitu saja atau membuat sebuah keajaiban. Itu semua terserah kalian yang memutuskannya. Dan misi untuk penampilan hari ini adalah B. Kreatifitas dari penampilan yang dapat mengungkapkannya."

Group Hye Sung sedang bersiap-siap di belakang panggung. Yoo Jin menepuk pundak Hye Sung mencoba memberikan dukungan, "Walaupun ada kesalahan kecil di atas panggung, jangan goyak. Kemenangan bukanlah segalanya. Anggap ini sebagai latihan dan kita sedang bersenang-senang." Hye Sung balas menepuk pundak Yoo Jin, "Jin Yoo Jin yangan berpura-pura tenang. Aku tau jika kau ingin menang." Guru Taeyeon datang dan merangkul groupnya, "Apa kalian tau? Aku sangat bangga pada kalian semua. Tidak peduli bagaimanapun hasilnya, aku sudah bersnyukur karna kalian membuatku bangga. Kalian telah bekerja keras jadi nikmati saja dan jangan gugup." Semuanya mengangguk setuju.


Group Hye Sung naik ke atas panggung. Hye Sung maju ke depan untuk memberikan pembukaan mengenai groupnya, "Kami adalah B. Bukan A tapi B. Seseorang yang tidak dapat menjadi kelas A. Di sekolah ini kami telah diberi lebel sebagai murid kelas B. Tidak hanya di sekolah ini, dimanapun pastilah ada siswa yang tidak menonjol dan yang menojol. Hanya nama saja yang berbeda. A dan B itu sama-sama ada... Sampai dengan beberapa hari yang lalu, aku adalah murid yang meninggalkan sekolah ini karena tidak memiliki bakat menyanyi. Aku merasa malu dan berusaha melarikan diri. Aku hanya ingin bertanya pada kalian... Apa mimpi itu hanya untuk mereka yang memiliki bakat? Kalau kau tidak memiliki bakat maka kau tidak diizinkan bermimpi? Jika kalian ingin bermimpi maka kalian harus menutup mata kalian terlebih dahulu. Saat kalian menutup mata, kalian bisa merasa berhenti mengkhawatirkan bagaimana orang lain melihat kalian dan benar-benar menghadapi diri kalian sendiri. Ucapkanlah bersamaku... Aku tidak boleh menyerah atas semua mimpiku! Kenaoa? Karena impian bukan hanya milik mereka yang berbakat, tapi impian adalah milik semua orang yang bermimpi. Lagu ini adalah untuk mereka yang tersakiti oleh impian mereka. Mereka yang terpaksa meninggalkan impian mereka. Mereka yang bukan nomor 1, mereka yang berada di kelas2, para siswa yang tidak menonjol dan mereka yang hidup dalam kehidupan kelas B!"


Group Hye Sung pun mulai menampilkan lagu mereka. Murid-murid Kirin lainnya terlihat menikmati lagu itu. Bahkan Guru Ji Soo juga ikut bernyanyi bersama. Sedangkan Kang Chul terlihat tidak percaya saat melihat Lee Seul ikut bernyanyi.